Antara Presiden dan Manuver Sang Panglima TNI

Foto: Wikipedia®

Foto: Wikipedia®


Para pengamat dan asisten Presiden Joko Widodo menduga Panglima TNI Gatot Nurmantyo tengah meletakkan dasar perluasan peran militer dalam urusan sipil. Ia pun ditengarai memiliki ambisi politik pribadi.

Jendral Gatot lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Maret 1960. Tapi sejatinya ayahnya berasal dari Solo dan ibunya dari Cilacap. 

Jokowi Peringati Panglima TNI

Dalam pertemuan yang berlangsung baru-baru ini, Presiden Joko Widodo mengekspresikan kekecewaannya terhadap Panglima TNI yang dianggap bertindak “di luar kendali”, setelah secara sepihak menghentikan kerjasama pertahanan dengan Australia. Informasi tersebut diungkap dua pejabat pemerintahan kepada kantor berita Reuters.

Presiden Joko Widodo bersuara setelah adanya pernyataan panglima militer Gatot Nurmantyo yang menyebutkan Indonesia tengah dikepung oleh “perang proksi”, di mana negara-negara asing berusaha untuk melemahkan bangsa dengan memanipulasi tokoh-tokoh berpengaruh yang berada di luar kekuasaan. Jokowi — presiden pertama dari luar militer dan elit politik, perlu bergerak cepat untuk menunjukkan otoritasnya sebagai kepala, ungkap salah satu pejabat senior pemerintah.

Nurmantyo menghentikan sementara hubungan militer dengan Australia, setelah diduga adanya temuan materi pelajaran yang dianggap melecehkan Pancasila dan mendukung kemerdekaan Papua.

Punya agenda politik sendiri?

Meski tidak secara resmi ditegur, Jokowi menyampaikan peringatan terhadap panglima TNI dalam sebuah  pertemuan di Istana Bogor. Pertemuan ini telah dikonfirmasi oleh salah seorang ajudan senior pemerintah lainnya, yang juga tak mau disebutkan namanya. Nurmantyo menolak permintaan untuk diwawancarai dan juru bicara militer juga menolak mengomentari pertemuan tersebut.

Pejabat senior pemerintah mengatakan: “Kami menduga bahwa Jendral Gatot mengeksploitasi insiden ini untuk agenda politik sendiri.”

“Dia telah sering tampil di muka publik dan berpidato akhir-akhir ini,” katanya lebih lanjut. “Terus terang, kami pikir soal perang proksi dan ancaman terhadap Indonesia itu benar-benar konyol. ”

Dalam satu pidatonya, Nurmantyo pernah mengungkap kekhawatirannya, bahwa kekurangan pangan di Cina bisa memicu banjir pengungsi manusia perahu. Dia mengatakan akan menyembelih 10 ekor sapi dan membuangnya ke laut agar hiu berdatangan dan bisa melahap orang-orang tersebut.

Infiltrasi asing

Namun ketika ditanyakan soal spekulasi apakah Nurmantyo akan dicopot, salah satu pejabat yang mengungkap pertemuan Widodo dengan Nurmantyo mengatakan posisi Panglima militer masih tetap  aman. “Untuk saat ini, kami yakin bahwa dia tidak akan mengkhianati Presiden atau pemerintahan sipil, “katanya.

Pekan lalu, media Australia ABC melaporkan Nurmantyo meyakini militer Australia berusaha untuk merekrut tentara Indonesia ke negara itu untuk dilatih. Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne.

Dilansir kantor berita Reuters, dalam sebuah buku yang dirilis pada tahun 2015, Nurmantyo menulis bahwa kekuatan asing berusaha untuk menyusup ke sistem media, pendidikan organisasi Islam, perusahaan dan partai politik untuk melemahkan bangsa, dan menguasai aparat keamanan dan industri strategis.

Kekuatan asing juga mencoba untuk melemahkan kaum muda Indonesia lewat perdagangan narkoba dan menanamkan budaya permisif, demikian ditulisnya, seperti dikutip  oleh Reuters.

Perluasan peran militer

Menurut direktur advokasi organisasi hak asasi manusia Imparsial, Al Araf, tujuan Nurmantyo bertindak demikian ada dua, yakni: untuk mempromosikan ambisi politiknya sendiri dan untuk menggalang dukungan bagi perluasan peran militer.

Diungkap Al Araf lebih jauh, sebagai bagian dari perang proksi tersebut, diidentifikasikan adanya kekuatan asing di belakang sejumlah tantangan di Indonesia — mulai dari terorisme hingga obat bius bahkan isu homoseksualitas – hingga diharapkan muncul satu solusi implisit, bahwa hanya militer yang bisa menyelesaikan tantangan-tantangan itu, ujar Araf. “Ini semua adalah masalah akibat perang proksi sehingga militer harus terlibat dalam semua masalah ini,” tambahnya.

Militer memiliki sejarah keterlibatan mendalam dalam masyarakat sipil sejak Indonesia meraih kemerdekaan dari Belanda pada tahun 1945. Setelah menikmati kekuasaan atas sipil dan politik bertahun-tahun, peranan besar itu tumbang seiring jatuhnya kekuasaan pemerintahan Soeharto pada tahun 1998.

Dalam beberapa tahun terakhir — termasuk di bawah pemerintahan Jokowi — tentara mencoba merayap kembali ke urusan non-militer. Di sektor pertanian, militer sekarang ikut andil untuk mendistribusikan pupuk dan memastikan target produksi terpenuhi. Personil militer juga ambil peran dalam panen dan membangun infrastruktur pedesaan.

Beberapa kritikus juga mengatakan Nurmantyo memelihara hubungan dengan kelompok Muslim garis keras pada saat aksi protes massa yang dipimpin oleh kubu  Islamis konservatif. Sementara polisi dicerca, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kerap memuji Nurmantyo dan militer. Seperti Nurmantyo, Rizieq juga kerap meyebutkan soal masuknya jutaan warga Cina ke Indonesia. Dugaan ‘invasi‘ tenaga kerja Cina ke Indonesia  direspon pemerintah dengan kampanye besar-besaran anti berita bohong (hoax) di tanah air.

Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat saling menghormati setelah insiden penghinaan Pancasila oleh oknum tentara Australia. Foto / Ilustrasi / SINDOnews

Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat saling menghormati setelah insiden penghinaan Pancasila oleh oknum tentara Australia. Foto / Ilustrasi / SINDOnews


Semula Panglima TNI memebuat keputusan untuk menghentikan semua kerja sama militer Indonesia dan Australia. Tapi, pemerintah Jokowi merevisi dengan menegaskan bahwa hanya pelatihan bahasa yang ditangguhkan.

Baik Presiden Jokowi maupun Panglima TNI tidak mengungkap masalah di antara mereka. Namun, sejumlah sumber yang hadir dalam sebuah pertemuan yang dihadiri Jokowi, sang presiden disebut mencela keputusan sepihak Jenderal Gatot soal pemutusan kerja sama militer. Sumber-sumber di pemerintahan Jokowi kepada media asing mengungkap kekhawatiran bahwa Panglima TNI sudah “di luar kendali”.

Perang Proxy

Seorang pejabat senior di pemerintahan Jokowi kepada Reuters, mengatakan bahwa Jokowi merupakan presiden pertama yang berasal dari luar militer dan politik, yang diperlukan untuk bergerak cepat guna menunjukkan kekuasaannya sebagai Panglima Tertinggi Negara. ”Dengan Gatot, ada perasaan sepertinya dia keluar sedikit dari kontrol,” kata pejabat senior yang jadi salah satu sumber itu.

Dalam kasus Australia, Jenderal Gatot telah menunjukkan sikap emosionalnya. Kepada media, dia terang-terangan menyatakan bahwa penghinaan Pancasila dalam materi ajar di pangkalan militer Perth “terlalu menyakitkan”.

Materi ajar itu disampaikan pada akhir November 2016. Materi tersebut memelesetkan Pancasila menjadi “Pancagila”. Selain itu, materi juga menyerukan kemerdekaan Papua dan mengusik masalah Timor Leste—bekas provinsi Timor Timur—yang disebut sebagai korban pendudukan Indonesia.

Menghina Pancasila Berpotensi Berbahaya

GARUDA PANCASILA

Dasar negara Indonesia, Pancasila, dihina oknum Australian Defence Force (ADF) dengan memelesetkannya menjadi “Pancagila”. Profesor Greg Fealy dari Australia National University memperingatkan bahwa menghina Pancasila berpotensi berbahaya bagi Indonesia.

Imbas penghinaan ini membuat Indonesia menangguhkan kerja sama militer dengan Australia sejak awal Desember 2016 lalu. Namun, media Australia, ABC semalam (5/1/2017) melaporkan bahwa Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan penaggguhan kerja sama hanya akan berlaku untuk kelas bahasa di fasilitas Pasukan Khusus.

Profesor Fealy mengatakan kehebohan itu sejatinya hanya lelucon. Tapi, bagi Indonesia Pancasila tidak bisa dibuat lelucon.

Mengutip The Australian, seorang instruktur dari unit pasukan khusus Indonesia atau Kopassus yang berada di pangkalan militer Perth merasa tidak nyaman dengan beberapa topik yang dibahas di kelas pelatihan khusus pada November lalu.

Selain pelesetan Pancasila, materi itu juga menyinggung militer Indonesia yang dituduh melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia selama pendudukan Indonesia atas Timor Timur yang kini bernama Timor Leste. Tak hanya itu, ada juga materi yang diduga berisi seruan kemerdekaan Papua dari Indonesia.

Fealy yang merupakan  ahli politik Indonesia, mengatakan Pancasila—yang berarti ”lima sila”—sangat penting bagi masyarakat Indonesia karena merupakan ideologi nasional Indonesia.

”Setiap anak sekolah, setiap warga Indonesia tahu apa lima sila, semua benar-benar tertanam dan diajarkan dalam sistem pendidikan,” katanya kepada news.com.au.”Bagi seorang perwira militer yang sangat nasionalistik, Pancasila memiliki status hampir suci.”

”Banyak orang melihat Pancasila sebagai hal yang sangat penting,” ujar Fealy. ”Mereka menganggap itu sebagai pernyataan umum atau dasar persatuan dan keanekaragaman Indonesia,” imbuh dia. ”Apa pun yang menghina Pancasila berpotensi berbahaya bagi Indonesia.”

Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, sebelumnya menegaskan bahwa penghinaan terhadap Pancasila dibuat oleh oknum militer berpangkat rendah di Angkatan Pertahanan Australia. Oknum itu telah ditegur dan dihukum.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengatakan penyelidikan atas insiden itu sedang diselesaikan. “Australia berkomitmen untuk membangun hubungan pertahanan yang kuat dengan Indonesia, termasuk melalui kerjasama dalam pelatihan,” kata Payne dalam sebuah pernyataan.

Menurut Al Araf, direktur kelompok advokasi hak asasi manusia Imparsial, tujuan Jenderal Gatot ada dua. Yakni, mempromosikan ambisi politiknya sendiri dan untuk menggalang dukungan bagi perannya di militer.

Menurut Araf, ada narasi perang proxy yang mengidentifikasi kekuatan asing di belakang sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari terorisme, narkoba, hingga homoseksualitas. Menurut Araf, militer kemudian muncul sebagai solusinya.

”Ini semua adalah masalah akibat perang proxy sehingga militer harus terlibat dalam semua masalah ini,” katanya.

RI-Australia Saling Menghormati

Setelah “ribut” materi penghinaan Pancasila, pemerintah Indonesia dan Australia sepakat untuk saling menghormati. Presiden Jokowi memerintahkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatasi masalah itu.

”Indonesia dan Australia sepakat untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain dan tidak terlibat dalam urusan internal masing-masing,” kata Jokowi. ”Saya percaya kami sepakat untuk itu,” katanya lagi.

Jokowi mengklaim hubungan antara kedua negara masih dalam kondisi baik.  Meski demikian, Jokowi minta kasus penghinaan dasar negara Indonesia diselesaikan sebelum kerja sama militer kedua negara dipulihkan.”Hal ini perlu di-clear-kan terlebih dahulu karena pada tingkat operasional itu adalah masalah prinsip,” ujarnya.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyambut pernyataan Jokowi, dalam sebuah pernyataan. ”Presiden dan saya berbagi komitmen yang kuat untuk terus membangun hubungan erat antara negara kami, berdasarkan kepentingan bersama dan saling menghormati,” bunyi pernyataan Turnbull, yang dikutip Sydney Morning Herald, Jumat pekan lalu.

”Saya mengakui dan menghargai komitmen Presiden (Joko) Widodo untuk kemitraan strategis antara kedua negara kita dan menghargai persahabatan pribadi kita,” imbuh Turnbull.

Pemberitaan Media Australia berlebihan

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo yang memutuskan penundaan kerjasama militer dengan Australia, dituding oleh media-media Australia mengenai pembunuhan terhadap pengungsi asal RRC di laut.

“Bila mereka datang ke sini, mereka akan datang lewat laut. Ketika mereka berada di tengah laut, saya akan memotong 10 sapi di tengah laut. Ini akan membuat hiu berdatangan,” kata Gatot seperti dikutip Australianplus yang mengutip ABC, Jumat lalu.

Berita berjudul “Footage of Indonesia’s military chief shows a speech in which he comments about Chinese refugees,” yang dimuat oleh ABC, Jumat lalu bersumber dari penjelasan Gatot ketika berbicara di acara pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa Nasional Indonesia di Universitas Trisakti, Jakarta, 11 November silam. Acara yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi iNews, salah satu stasiun televisi di bawah grup MNC itu, dan  beredar di Youtube.

Di acara itu, Gatot secara umum memaparkan potensi ancaman terhadap Indonesia termasuk yang datang dari RRC untuk memperebutan sumber daya alam dan pangan. Pada menit 19.47, dia menjelaskan, kekurangan pangan di RRC akan menyebabkan jutaan warganya akan mengungsi ke kawasan Asia Tenggara.

Menurut Gatot, Menteri Pertahanan Malaysia telah memberitahu dia bahwa khawatir dengan kemungkinan tersebut, dan Menhan Malaysia mengatakan tidak akan bisa menghentikan gelombang pengungsi tersebut. “Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak takut,” kata Gatot.

Media Australia lalu mengutip pernyataan Gatot bahwa bila orang-orang Cina datang ke Indonesia, mereka akan datang melalui laut dan ketika mereka berada di tengah laut, dia akan memotong 10 sapi di tengah laut sehingga akan membuat hiu berdatangan.

“Setelah itu, saya akan menembaki kapal-kapal mereka, mungkin menggunakan senjata ringan, sehingga kapal mereka bocor dan mereka akan dimakan oleh hiu.”

Penulis buku The Loner: President Yudhoyono’s Decade of Trial and Indecision, John McBeth, menyebut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpaham ultra nasionalis. Gatot juga dianggap memiliki ambisi untuk ikut dalam pilpres 2019.

Hal itu disampaikan  analis John McBeth di salah satu bagian isi tulisan opininya yang dimuat South China Morning Post, Ahad (8/1).  Dalam tulisan itu, dia mengungkap judul, “How the Australian SAS Raised the Ghosts of Indonesia’s Brutal Past.”

Di awal kalimatnya, ia menggambarkan mengenai perselisihan Jakarta-Canberra terkait dengan pelecehan di satu konten materi pelatihan yang dianggap sensitif.

Perselisihan itu, kata dia, juga menunjukkan sebagaimana dikutip sumber pemerintahan, bahwa Presiden Jokowi tak tahu jika Jenderal Gatot menghentikan semua kerja sama militer dengan Australia.

Menurut dia, setelah berita penghentian tersebut beredar, Menko Polhukam Wiranto justru mengeluarkan pernyataan terburu-buru dengan menyebut hanya kerja pogram kelas bahasa yang dihentikan. Presiden Joko Widodo mencoba menenangkan ketegangan dengan mengatakan, hubungan kedua pihak masih dalam posisi baik.

Menurut McBeth insiden ketegangan ini bermula dari laporan instruktur Kopasus. “Komplain itu bermula dari instruktur Kopassus dan kemudian sampai ke Nurmantyo, seorang ultranasionalis dengan ambisi untuk ikut Pilplres 2019,” tulisnya.

McBeth berpendapat, Panglima TNI sudah masuk dalam buku catatan buruk Presiden. Panglima juga dituduh terkait dengan kelompok Muslim yang ikut dalam demonstrasi anti-Ahok beberapa waktu lalu. Demonstrasi ini cukup memberi tekanan kepada Jokowi.

Menurut McBeth, Gatot Nurmantyo telah menggelontorkan sejumlah teori konspirasi dalam pernyataannya di hadapan publik. Salah satunya soal bagaimana asing sedang perang proksi dan akan mengambil alih Indonesia.

Pada November lalu, kata dia, Jenderal Gatot mengklaim Australia sedang mencoba merekrut bibit muda Indonesia dengan mengikuti beragam pelatihan di luar dan menjadikannya sebagai mata-mata.

Ini bukan tulisan asing pertama yang mencecar kredibilitas Gatot. Sebelumnya, Media Australia, ABC,pada Jumat,  menulis berita tentang pernyataan kontroversial Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Berita tersebut muncul di tengah ketegangan hubungan kedua negara.  Dalam judulnya, ABC menulis “Indonesia’s millatry Chief Threatens Chinese refugees, will ‘watch them be eaten by sharks”.

Australia Sudah Lama Hina Indonesia

Mantan Panglima Komando Daerah Militer Jaya, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso mengatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah sepantasnya menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia.

Pria yang akrab disapa Bang Yos itu meneyebut negara yang punya julukan negeri kangguru itu bukan hanya sekali atau dua kali merendahkan martabat tanah air. Hal itu sudah terjadi saat dirinya masih aktif di TNI.

“Ini sudah tidak sekali dan dua kali aja. Pas aku aktif juga sering terjadi hal-hal seperti itulah, menghina kita gitu,” kata Sutiyoso di kawasan Depok, Jawa Barat, Minggu (8/1).

Sutiyoso mengatakan Australia tidak satu-dua kali merendahkan martabat Indonesia. (CNN Indonesia)

Sutiyoso mengatakan Australia tidak satu-dua kali merendahkan martabat Indonesia. (CNN Indonesia)


Mantan Kepala Badan Intelijen Negara itu mengatakan, sudah menjadi keseharusan bagi TNI tak lagi menjalin kerja sama dengan Australia. Pasalnya, kata dia, rasa saling menghormati harus dimiliki kedua belah pihak, baik Indonesia maupun Australia.

“Apabila itu dilanggar tinggalkan saja, jangan ragu. Saya setuju dengan sikap yang diambil oleh Panglima TNI,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Gatot mengatakan, pelecehan tersebut sengat menyakitkan dan tak perlu dijelaskan secara detail.

“Tentang tentara dulu, Timor Leste (dan) Papua yang harus merdeka, tentang Pancasila dipelesetkan jadi Pancagila,” kata Gatot, di Jakarta Kamis (5/1).

Sejak ditemukan hal yang melecehkan itu, perwira TNI yang menjadi pengajar tersebut ditarik. Materi pelajaran yang menjelekkan Indonesia juga disetop.

Menurutnya, setiap perwira TNI sudah didoktrin untuk sangat mencintai ideologi bangsa bahkan harus siap mengorbankan jiwa raga untuk membelanya.

“Musuhnya pun harus didoktrin bahwa itu musuh. Sehingga saat tugas operasi pasukan khusus itu operasinya one way ticket. Dia rela untuk itu,” kata Gatot.

Marsekal Mark Binskin dari Australia sudah meminta maaf atas isi kurikulum tersebut dan meminta maaf. Mark juga menyatakan pelajaran yang memuat soal Timor Leste, Papua dan pelesetan Pancasila juga sudah dicabut dan menginvestigasi bagaimana sampai ada pelajaran seperti itu.

Sementara itu kerja sama militer tetap dihentikan hingga hasil investigasi diterima.

Benarkah Jenderal Gatot Punya Agenda Sendiri?

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa:

“Kalau kita benar-benar ingin melakukan revolusi mental pada diri kita masing-masing, maka tidak ada alternatif lain kecuali meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW guna mewujudkan TNI kuat, hebat dan profesional serta dicintai rakyat”

Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya telah memberikan banyak teladan bukan hanya teladan bagi istri dan anaknya, tetapi juga sebagai Imam bagi umatnya dan juga panglima perang bagi prajuritnya, serta tokoh bagi masyarakat dalam memimpin pemerintahan.

(Pidato Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan Prajurit dan PNS TNI serta Ibu-Ibu Dharma Pertiwi dilingkungan Mabes TNI pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H, bertempat di Masjid Panglima Besar Jenderal Sudirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 9/01/2016).
Ilustrasi: merdeka.com

Ilustrasi: merdeka.com


Jangan Jadikan Pribumi Indonesia Sebagai Aborigin di Negerinya Sendiri

Letjen TNI Mar Pur Soharto, mantan komandan Korps Marinir yang berhasil jinakkan massa dalam demonstrasi 1998, menghadiri Rembug Nasional Tokoh Bangsa “Mau Dibawa Kemana Indonesia? Bangkit atau Bubar?”, di Gedung Juang 45, mengatakan bahwa Indonesia dipimpin oleh Presiden yang tidak lagi berdaulat di mata rakyatnya. Begitupun NKRI yang menurutnya terkena imbas, tidak berdaulat.
 
“Negara ini sudah tidak lagi berdaulat. Presiden Jokowi pun tidak berdaulat bagi dirinya sendiri,” tegasnya, kemarin (15/10). Ia pun mengatakan, layaknya Jokowi bila mengenakan pakaian militer tidak akan nampak berdaulat. “Termasuk baju militer ini, tidak cocok dengan dia (Jokowi),” sambungnya.
 

Letjen TNI Mar Pur Soharto

Letjen TNI Mar Pur Soharto


Di lain sisi, ia juga menyentil para mahasiswa agar berani mengambil sikap atas situasi dan kondisi yang terjadi pada Negara ini. Pun termasuk Panglima TNI yang ia pernah sampaikan agar segera melakukan hal sama seperti mahasiswa.
 
“Mahasiswa pun saya minta untuk mengambil sikap. Dan saya juga pernah menghubungi panglima TNI untuk ambil sikap,” pintanya.
 
Selain itu, tidak dirasa cukup mahasiswa dan TNI, ia meminta pula kepada masyarakat Indonesia untuk ikut serta mengambil sikapnya. Hal ini ia katakan agar di kemudian hari NKRI tidak menjadi seperti ‘Aborigin’ di Negara sendiri. Aborigin adalah bangsa asli benua Australia, yang kehidupannya dipinggirkan oleh orang-orang bule, kaum pendatang.
 
“Rakyat pun saya minta harus pula mengambil sikap, termasuk Ahok saya ingatkan agar tidak menjadikan rakyat Indonesia seperti Aborigin di Negara sendiri,” pungkasnya. Yang dimaksudkan dengan istilah “Aborigin” adalah bangsa asli Indonesia, pribumi. Sedangkan yang dianggap bisa mem”aborigin”kan pribumi adalah Aseng dan Asing.

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s