Islam Diserang dari Segala Penjuru

Ada begitu banyak upaya untuk memojokkan Islam dan Ummat Islam, sejak Aksi 411, 212 hingga akhir-akhir 2016 dan awal th 2017. Ini beberapa yang saya ingat:

  • 1. Penggembosan rencana aksi 212, yang ini banyak sekali modusnya


  • 2. Penahanan Buni Yani


  • 3. Penangkapan terhadap penggugah video pernyataan Kapolda yang berbau Provokasi


  • 4. Isu terorisme, yang sampai menumpahkan darah anak bangsa, padahal baru dugaan semata.

img_20170115_020719

  • 5. Penangkapan sejumlah Aktivis dan Wartawan Islam Solo


  • 6. Fitnah bantuan Ustadz Bachtiar Nasir untuk teroris Suriah.


  • 7. Penggembosan Fatwa MUI tentang atribut Natal


  • 8. Pelaporan Habib Rizieq Syihab atas ceramah Surat Al-Ikhlas


  • 9. Penangkapan sejumlah Tokoh Nasional Muslim, mulai dari Siti Fadillah Supari, Dahlan Iskan, hingga Sri Bintang Pamungkas dkk.


  • 10. FPI Pukuli Ormas GMBI, FAKTA: FPI Diserang Dipukuli Ormas GMBI


Dari kalangan Islam sendiri, kelompok Neo Murji’ah juga tidak tinggal diam. Mulai dari mempersoalkan hukum demonstrasi, bahkan menghalalkan darah pesertanya, hingga mengistilahkan persatuan Ummat sebagai ‘persatuan kebon binatang’.

Jadi ibarat perang, Ummat Islam menghadapi dua musuh. Musuh dari depan yaitu kelompok Sekularis-Kapitalis, dan musuh yang membuat gaduh dari belakang, kelompok Neo Murji’ah.

Dan memang inilah sunnatulloh dalam berislam. Meminjam istilah Tokoh Nasional M. Natsir, Islam berpolitik akan dicabut sampai ke akar-akarnya. Tetapi kita tidak perlu khawatir, karena tabiat Islam yang memiliki ‘daya kenyal’ luar biasa. Lihatlah negara-negara eks Soviet, China, hingga Eropa. Betapa Islam ingin ‘dihabisi’ para penguasa, tetapi Alloh SWT Maha Tahu cara terbaik memelihara Din-Nya. Hingga Risalah Islam dapat terus digemakan dengan berjuta cara. Karena Dia tidak ingin, orang-orang Kafir dan Munafik sampai punya alasan di akhirat kelak.

Menghadapi gelombang serangan ini, tentu kita perlu petunjuk, bagaimana dulu para Ulama’ dan Mujahid, dengan petunjuk dan pertolongan Allah SWT mampu menjaga eksistensi Din ini hingga seperti sekarang. Tulisan ini hanya memuat sebagian saja, berdasarkan realitas dan problem yang biasa kita temui di lapangan.

Pertama, bekal bagi kita Ummat Islam. Almaidah 54 sering dijadikan rujukan. Dicinta dan mencinta Alloh, biasa direalisasikan dengan gerakan Subuh Berjamaah. Inilah Revolusi Mental yang sesungguhnya. Subuh Berjamaah yang dilakukan secara konsisten, akan memberikan energi yang luarr biasa bagi Ummat ini. Berlapang-lapang terhadap sesama Muslim sangat diperlukan, karena tanpa hal ini, mustahil Persatuan Ummat akan didapat. Tegas terhadap kafir, akan kita bahas lebih jauh melalui Al-Maidah: 8. Berjihad dan tahan bully, insya Allah sudah cukup jelas melalui apa yang diistilahkan sebagai Muslim Mega Cyber Army.

Berikutnya akhlak kita terhadap musuh-musuh Islam. Al-Maidah: 8 sering dijadikan rujukan. Terutama potongan ayat “…dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, menyebabkan kamu tidak berlaku adil terhadap mereka….”.

Jadi, kita dituntut untuk tetap berakhlak baik, tidak bisa meniru musuh yang menghalalkan segala cara. Dua hal yang sering menjadi kekurangan kita, adalah menyebarkan berita hoax dan berkata kasar.  Agak susah memang, mendeteksi sebuah berita, apakah benar ataukah cuma hoax. Tetapi bersabar untuk tidak buru-buru memposting/forward, mungkin bisa menjadi salah satu cara. Cara lain ialah memakai kaidah ‘It’s Too Good To Be True’, terlalu mudah untuk menjadi sebuah kebenaran, biasanya juga hoax.

Berkata kasar juga harus dihindari. Tugas kita hanyalah menyampaikan dengan cara yang baik, sementara hidayah itu hak prerogatif Alloh SWT. Tidak perlu memaksakan dengan kata-kata yang merendahkan apalagi kasar. Khawatirnya akan membuat antipati, terutama pada mereka yang sebelumnya simpati dengan perjuangan kita.

Tidak mudah memang mempraktekkan Al-Maidah 8 ini. Perlu jam terbang. Sekali dua kita berbuat kesalahan. Tetapi ‘Practise Makes Perfect’, dari kesalahan-kesalahan lah kita belajar. Yang penting, jangan menutup diri untuk berubah menjadi lebih baik. Dan semoga Allah SWT tetap menilainya sebagai amal sholeh.

Disaat Ulama Dan Umat Islam Dikriminalisasi, Jokowi Undang PGI ke Istana

img_20170122_035753

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menerima pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (18/1). Pimpinan PGI yang hadir yakni Ketua Umum PGI, Henriette Lebang, Sekretaris Umum PGI, Gomar Gultom, dan Ketua Albertus Patty.

Pratikno mengatakan, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi meminta masukan dari PGI terkait kondisi bangsa yang menggelisahkan akhir-akhir ini.

“Jadi yang digelisahkan ya tentang multikulturalisme, peran pendidikan, revolusi mental,” kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/1).

Menurut Pratikno, Presiden Jokowi lebih banyak berbicara tentang penguatan revolusi mental, pemantapan Pancasila, dan rencana pembentukan unit kerja pemantapan Pancasila. PGI, kata dia, sangat antusias dengan hal tersebut.

“PGI mendukung tentang dibentuknya unit kerja untuk pemantapan Pancasila,” pungkasnya.

img_20170122_035719

Secara terpisah, Gomar Gultom mengatakan, pertemuan antara pimpinan PGI dan Jokowi membahas masalah toleransi beragama dan sempat menyinggung RUU Perlindungan Beragama.

“Dan sepakat tadi Presiden mengatakan bagaimanapun semua harus kembali ke Pancasila. Oleh karena itu, pendidikan budi pekerti, kerukunan, itu harus dibangun mulai dari pendidikan sekolah, pemantapan Pancasila harus dimantapkan sekarang,” kata Gomar Gultom.

Presiden, kata Gomar Gultom, meminta bantuan PGI untuk menjelaskan pada umat bahwa pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkah yang ditempuh dalam rangka menghadapi gejolak politik yang terjadi belakangan ini.

“Pemerintah sekarang sudah ada step-step yang ditempuh guna menghadapi gejolak politik,” tuturnya.

Umat Islam Semakin Ditekan Semakin Kuat

Menyikapi situasi nasional yang terjadi belakangan ini semua pihak, khususnya umat muslim diminta bersabar. Umat muslim diminta tetap tegar dan tawakal dalam menghadapi cobaan.

Mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau dikenal Gus Dur, Adhie M Massardi yakin, umat Islam semakin kuat dengan bertambahnya cobaan yang diberikan. Dia yakin ada hikmah di balik cobaan.

“Umat (Islam) itu seperti paku. Makin ditekan makin nancap kuat. Nah, karena sekarang belum kuat, belum kompak, jadi perlu tekanan khusus pada umat,”ujar Adhie dalam akun Twitter @AdhieMassardi, Sabtu (21/1/2017) .

Menurutnya, segala daya dan upaya pada akhirnya Tuhan yang menentukan. Maka itu dia menyarankan kepada umat Islam terus berdoa dan berserah diri kepada Tuhan.

“Berserah diri (akan hasilnya) hanya kepada Allah azza wa jalla…!” ucapnya.

Anda benar wahai amirul mukminin! #RezimPanik #CopotKapoldaJabar #copotkapoldajabar #penjarakanahok #IndonesiaBertauhid

A post shared by Gerakan Indonesia Bertauhid (@indonesiabertauhid) on

Fitnah akan selalu dipanahkan. Untungnya rakyat tak buta kebenaran 😎 #ungkapfakta #saveIndonesia #RakyatBersamaFPI #TurnBackHoax

A post shared by Gerakan Indonesia Bertauhid (@indonesiabertauhid) on


Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s