Di Sulawesi Tengah

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah Bambang Haryono mengatakan, warga negara asing (WNA) asal China selama 2016 mendominasi pelanggaran keimigrasian di daerah itu.

“Rata-rata WNA bermasalah di Sulteng adalah WNA asal Tiongkok,” kata Bambang di Kota Palu, Rabu (12/1).

Tanpa merinci jumlah, ia mengatakan kedatangan warga China dan bekerja di Sulteng tanpa dilengkapi dokumen imigrasi dan surat izin tenaga kerja yang dikeluarkan instansi terkait seperti Kementerian Tenaga Kerja.

Juga ada di antaranya yang datang menggunakan visa kunjungan wisata dan budaya, tetapi kenyataannya justru bekerja di berbagai sektor. Terutama pada sektor pertambangan dan kelistrikan yang ada di daerah ini.

Semua WNA bermasalah tersebut telah diproses dan dipulangkan ke negara asal mereka.

Pada 2017, kata Bambang, jajaran Kementerian Hukum dan HAM Sulteng melalui Divisi Imigrasi dan Kantor Imigrasi di Kota Palu dan Luwuk, Kabupaten Banggai akan meningkatkan pengawasan meski dengan tenaga/petugas terbatas.

Beberapa waktu lalu telah dibentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang diharapkan dapat membantu pengawasan orang asing di kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng.

Ada beberapa instansi yang terlibat di dalam tim itu. Dan selama dibentuk, Timpora sudah cukup membantu dalam hal pengawasan orang asing di Sulteng.

“Kita berhasil menangkap WNA bermasalah dan telah dipulangkan.”

Bambang meminta jajaran Imigrasi Kota Palu dan Imigrasi Luwuk untuk lebih gencar lagi melakukan pendataan dan pengawasan keberadaan orang asing si Sulteng. Apalagi kebijakan bebas visa membuat orang asing semakin banyak masuk ke Indonesia, termasuk Sulteng.

Di Ketapang, Kalimantan Barat

Legalkah Ribuan TKA Asal Tiongkok di PT WHW?

Legalkah Ribuan TKA Asal Tiongkok di PT WHW?


Maraknya tenaga karja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (PT.WHW AR) di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang disinyalir mencapai ribuan orang.

Ironisnya, sampai detik ini, DPRD Provinsi Kalbar belum pernah menerima laporan resmi dari Imigrasi terkait keberadaan TKA asal Negeri Tirai Bambu yang bekerja di perusahaan pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina tahap I tersebut.

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Zulkarnaen Siregar, SH menegaskan, disinyalir ada indikasi kelalaian dari Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak terkait keberadaan serta jumlah TKA asal Tiongkok yang bekerja di PT WHW di Kabupaten Ketapang.

“Bahkan, jumlah TKA asal Tiongkok yang bekerja di perusahaan pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina tahap I itu jumlahnya sekitar 3.000 hingga 4.000 orang. Apakah keberadaan ribuan tenaga kerja asing itu sudah sesuai prosedur atau tidak. Apakah mereka itu legal atau illegal di Kalbar,” tegas Zulkarnaen Siregar di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Kamis (22/12).

Bahkan, wakil rakyat asal Dapil Kota Pontianak ini menambahkan, PT WHW telah menyiapkan lokasi untuk pembangunan apartemen karyawan yang luasnya mencapai 200 hektar. Ironisnya, keberadaan TKA asal Tiongkok yang mencapai ribuan pekerja itu jumlahnya tidak diketahui secara pasti oleh Camat maupun Lurah setempat.

“Ironis sekali. Pihak Imigrasi, Camat serta Lurah tidak mengetahui secara pasti ihwal keberadaan jumlah tenaga kerja asing asal Cina yang jumlahnya mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 pekerja di PT WHW. Kan aneh itu, di Kabupaten Ketapang ada negara di dalam negara. Apalagi tidak ada aparat keamanan serta pihak Imigrasi dan Bea Cukai di kawasan tersebut,” lugasnya.

Yang tidak kalah memprihatinkan, Zulkarnaen menuturkan, ternyata Warga Negara Indonesia (WNI) tidak ada yang duduk di jajaran manajemen PT WHW.

“Semua posisi dan jabatan penting di jajaran manajemen PT WHW itu orang Cina. Warga negara Indonesia tidak boleh masuk di jajaran manajemen perusahaan termasuk di jajaran personalianya. Bahkan, orang Indonesia atau pribumi tidak boleh masuk ke kantor manajemen PT WHW serta tidak ada tulisan yang berbahasa Indonesia. Semuanya tulisan Cina,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, legislator Partai Golkar itu menuding bahwa keberadaan PT WHW di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang terkesan menutup diri dari pihak luar.

“Ada kandungan apa sebenarnya di dalam itu selain alumina. Boleh jadi ada emas, ada titanium serta bahan-bahan lainnya makanya PT WHW terkesan tertutup. Saya takut seperti yang terjadi di PT Freeport Indonesia. Izinnya mengambil tembaga, namun kenyataannya kandungan emas yang lebih besar. Bisa jadi di PT WHW ada emas serta titanium juga,” tengarainya.

Oleh karena itu, mantan calon Walikota Pontianak itu berpendapat, PT WHW harus memberikan kesempatan kepada WNI maupun tenaga-tenaga ahli Indonesia untuk masuk di jajaran manajemen perusahaan tersebut.

“Harus ada orang pribumi serta tenaga ahlinya harus orang Indonesia yang boleh masuk di dalam jajaran manajemen PT WHW. Keberadaan mereka itu penting supaya dapat mengontrol hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau itu tidak diindahkan maka disinyalir ada indikasi yang tidak benar dari kerjasama tersebut. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah jangan tutup mata atas indikasi-indikasi itu. Jangan pula nantinya Pemerintah Daerah yang malah dipojokkan atas ketertutupan PT WHW itu,” lugasnya.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnaen juga menyinggung ihwal keberadaan kapal pengangkut bauksit yang kapasitasnya mencapai ratusan ton. “Jadi harta karun kita dilarikan ke Cina, tetapi tidak ada aparat kita di situ. Mulai dari petugas Imigrasi maupun Bea Cukai. Siapa yang mengontrol itu semua? Bauksit yang dibawa ke Cina itu jumlahnya mencapai ratusan ribu ton. Royalti untuk kita berapa? Ini suatu kelalaian yang dilakukan petugas kita. Oleh karena itu, aparat penegak hukum harus bekerja sesuai tupoksi mereka masing-masing,” ujarnya.

Guna menyikapi segala indikasi-indikasi tersebut, dalam waktu dekat Komisi I DPRD Provinsi Kalbar akan memanggil Imigrasi Kelas I Pontianak serta Bea Cukai Kalbar untuk mengetahui hal tersebut.

“Komisi I akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek segala indikasi-indikasi itu. Ini tidak boleh dibiarkan. Hal itu penting supaya daerah kita aman dari hal-hal yang tidak inginkan. Saya bisa buktikan hal tersebut,” ucap Zulkarnaen Siregar.

Di Bogor, Jawa Barat

RATUSAN TKA CHINA ILEGAL MEMBANGUN “DESA TIONGKOK” DI TENGAH HUTAN BOGOR/FOTO ISTIMEWA (@MANISPOLOS)

RATUSAN TKA CHINA ILEGAL MEMBANGUN “DESA TIONGKOK” DI TENGAH HUTAN BOGOR/FOTO ISTIMEWA (@MANISPOLOS)


Baru-baru ini kabar mengejutkan datang dari Bogor. Dimana sebuah kawasan terpencil yang terletak di tengah perbukitan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat terdapat perkampungan yang disinyalir menjadi mukim para Warga Negara Asing (WNA) asal Cina.

Ini menyusul operasi yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Bogor yang berhasil membongkar temuan hunian para TKA ilegal dari Tiongkok di sana. Dilansir dari JPNN Rabu (11/1/2017) penyisiran petugas terhadap TKA Cina ini dilakukan di kawasan tambang Emas dan Galena, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Ratusan TKA tersebut membangun “Perkampungan Tiongkok” di sana.

Sebagaimana yang diwartakan oleh jurnalis JPNN, penggerebakan perkampungan Tiongkok tersebut dilakukan oleh petugas imigrasi pada Selasa (10/1/2017) pagi kemarin. Dalam sidak kali ini Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bogor Herman Lukman turun langsung memipin operasi tersebut.

Sesampainya di lokasi, tampak terlihat sebuah kertas tertempel berwarna merah bertuliskan bahasa Mandarin. Pun demikian dengan bangkai traktor pengangkut batu yang tergelak tak keruan. Melihat hal tersebut, petugas menyebar dan menyisir satu persatu bilik hunian yang menjadi tempat singgah para TKA ilegal.

“Ada sembilan orang kabur. Kita berhasil tangkap,” kata Herman. Belum tuntas menyambung napas, dua TKA kembali berulah. Buru-buru petugas bersenjata memborgol salah satu di antaranya. Sedangkan yang satu lagi berusaha menyuap petugas dengan segepok uang.

“Kita sisir sampai Kampung Cihideung (Desa Centak Manik), di sini ada bosnya,” terangnya. Di lokasi itu pula, kata dia, turut diamankan seorang perempuan bernama Shi Tian (37). Perampuan itu mengaku sebagai juru masak.

Sementara itu, tim kedua dari operasi tiba di lokasi sasaran sekitar pukul 12.00 WIB. Jalur yang dipilih melalui perkebunan sawit, Kampung Wates, Desa Banyuwangi, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Jalur ini dipilih untuk membendung TKA yang berusaha lari.

Setelah melalui perkebunan teh, tim juga menyusuri hutan di kawasan milik Perhutani. Saat tim tiba di lokasi, bangunan pun sudah kosong tak perpenghuni. Di dalamnya, tampak barang-barang tertata rapi. Melihat jejak baru sebuah kendaraan roda dua, tim pun berkesimpulan sang pemilik tak lama pergi.

Operasipun akhirnya dilanjutkan ke penambangan PT Bintang Sindai Mineral Geologi (BCMG). Di lokasi itu, lagi-lagi petugas sudah tak mendapati penghuninya, lantaran si pemilik telah kabur. Namun, tak sia-sia, sebab tim berhasil menemukan satu orang asing bernama Xiao Yui (53) yang langsung diamankan oleh petugas. Saat diinterogasi, dirinya mengaku sedang berkunjung ke kerabatnya yang bekerja di tambang tersebut.

Namun keterangan WNA asal Tiongkok itu berganti-ganti. Terakhir ia mengaku datang ke perbukitan Cigudeg untuk mensurvei lokasi menggunakan visa bisnis. Petugas pun langsung mengamankan Yang. Dari sini, tim menuju asrama ke dua, namun kosong tak berpenghuni. Begitupun dua asrama setelahnya. Hanya tampak warga lokal sibuk memecah batu.

Gerilya petugas pun kemudian dilanjutkan di asrama kelima. Disana tim menemukan Yanti (25), warga Nanggung yang bekerja sebagai juru masak bagi WNA. Saat dimintai keterangan, petugas curiga dengan gelagat Yanti. Benar adanya, terdapat tim kembali lagi mensekap Chen Li Zhe (52), bersembunyi di dalam kamar.

Selang beberapa menit, petugas dihampiri seorang warga sekitar bernama Riski (28). Menurut pengakuannya, pada pagi hari kemarin masih banyak WNA yang berkeliaran di lokasi sebelum kedatangan petugas.

“Tadi banyak orang. Tapi nggak tahu kemana, kabur ke atas (bukit) atau ke bawah,” ungkap Riski sebagaimana yang dituturkan wartawan JPNN. Petugas pun menduga razia kali ini bocor dan puluhan TKA berhasil kabur.

Ketua tim Herman Lukman mengatakan mayoritas para TKA masuk dari jalur resmi namun menyalahgunakan izin tinggal. Sehingga mereka bisa dikenai pelanggaran sampai dideportasi ke negara asal. “Ada belasan tanpa paspor, sisanya punya kelengkapan. Rata-rata mereka pekerja tambang. Bisa dikenai Pasal 116 tentang penyalahgunaan dokumen,” kata Herman.

Warga Negara Cina Terjaring Timpora di pedalaman Bogor, Jawa Barat (Zhacky/Aktual.com)

Warga Negara Cina Terjaring Timpora di pedalaman Bogor, Jawa Barat (Zhacky/Aktual.com)


Belasan warga negara asing (WNA) asal China kembali diringkus oleh petugas imigrasi. Ada 12 WNA China yang ditangkap, lantaran diduga menyalahi izin tinggal.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi, Agung Sampurno memaparkan belasan orang China ini diringkus oleh Timpora termasuk anggota Kantor Imigrasi Klas II Bogor, di pedalaman Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 13.30, Selasa (11/1).

“12 WNA China ditangka di Desa Banyuwangi, Kampung Cihideung. Dari 12 orang, 9 diantaranya ditangkap di tengah hutan karena melarikan diri,” ungkap Agung, lewat pesan elektronik, Rabu (11/1).

Kata Agung sempat terjadi pengejaran. Seperti ia jelaskan, saat hendak ditangkap 9 WNA asal ‘Negeri Tirai Bambu’ berlari ke arah hutan, dengan terpaksa Timpora pun harus menyisir hutan tersebut.

“Tim imigrasi dibagi 2, dari pintu depan di Desa Banyuwangi, dan dari sisi belakang tambang Desa Cintamanik. Dimulai dengan jalan kaki selama 2,5 jam lebih,” paparnya.

Setelah beberapa jam menyisir, 9 WNA yang kabur ini ditangkap, dan diserahkan ke pihak Kanim Klas II Bogor untuk diperiksa dan membuka penyidikan.

Petugas Imigrasi dibantu aparat TNI dan Polri melakukan penggerebekan di Kampung Tiongkok di Kampung Cihideung, Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Dalam penggerebekan tersebut, Ketua TKA Tiongkok, Che Linpui marah lantaran anak buahnya ditangkap. Ia sempat memukul petugas Imigrasi, tetapi langsung dibekuk dan diborgol.

Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Selasa (10/1) itu, petugas Imigrasi berhasil mengamankan 18 tenaga kerja asing asal Tiongkok yang bekerja di perusahaan tambang mineral. Puluhan lainnya berhasil melarikan diri.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bogor, Herman Lukman, mengatakan, setelah 18 TKA Tiongkok menjalani pemeriksaan, enam di antaranya sudah dibebaskan. Pasalnya, keenam TKA Tiongkok tersebut mengantongi dokumen sesuai peruntukan.

Sedangkan 12 TKA lainnya masih ditahan dan menjalani pemeriksaan. Petugas juga mendalami motif WN Tiongkok itu berada di Kampung Hideung, Desa Banyuwangi, Cigudeg, Kabupaten Bogor.

TKA Tiongkok yang dibebaskan adalah bos PT Sinomine Resource Indonesia, Che Linpui, mandor tambang Li Weng Guang (35), pekerja Tao Zhi Guang (55), Yang Sheng Hang (25), Zhang He Ping (49), Jiang Xiao Shan (37), dan Hu Guoqiang (47). Meski dibebaskan, Imigrasi tetap menahan dokumen mereka untuk dipelajari.

Sementara, 12 lainnya yang masih ditahan yakni Ling Sha Hua (42), Yang XiaoYui (53), Heng Achong Xin (73), Cao Jian Hu (47), Wang Guian (40), Zhuzhi Fu (42), Tang Chen Shun (56), Tao Xiang Shan (37), dan tiga perempuan yakni Kang Shu Hua (36), Shi Tian (37), dan Chen Li Zhe (52).

Berikut foto-foto penggerebekan di Kampung Tiongkok yang berada di tengah hutan Bogor Jawa Barat:

img_20170120_061049 img_20170120_061036 img_20170120_061023 img_20170120_061010 img_20170120_060957

Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mendeportasi satu warga negara asing asal China karena menyalahi izin tinggal. WNA tersebut bekerja namun hanya dengan memiliki visa kunjungan.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel Imam Suyudi di Kota Banjarbaru, Senin mengatakan, warga negara asal China yang dipulangkan ke negara asalnya karena telah melakukan pelanggaran atas nama Shi Shoujing.

“Warga negara asing bersangkutan dipulangkan, Senin (9/1) pagi dengan pesawat melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin,” ujar Imam yang didampingi Kepala Imigrasi Banjarmasin Purwadi.

Ia mengatakan, pemulangan warga negara China dikawal dua petugas imigrasi Banjarmasin, Gusti Darmudin dan M Hari Ariansyah yang mengantarkan hingga ke Jakarta.

Selanjutnya dari Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta, Shi kembali menuju Fuzhou Cina dengan Pesawat Xiamen Airlines MF 822 boarding time 15.40 WIB.

“Warga negara Tiongkok tersebut adalah satu dari empat orang WNA yang diamankan jajaran Polresta Banjarmasin. Tiga orang lain tidak ditindak karena hanya tidak melapor,” ungkapnya.

Ditambahkan Purwadi, empat WNA atas nama Liu Fei, Shi Xihu dan Yu Quan dikembalikan kepada penanggung jawab kapal angkut tempat mereka bekerja sehingga tidak dideportasi.

“Ketiganya tidak dideportasi karena pelanggaran yang dilakukan hanya tidak melaporkan menaiki kapal tempatnya bekerja atau tidak memiliki izin tinggal di perairan,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian dan izin tinggal warga negara China itu hingga diketahui salah seorang sudah melakukan pelanggaran.

“Salah seorang diantaranya terbukti melanggar izin tinggal yang seharusnya bekerja tetapi hanya mengantongi izin kunjungan sehingga diberikan sanksi deportasi,” kata Purwadi.

Warga negara asing yang bekerja menjadi tenaga ahli di perairan nusantara bisa mendapat izin sesuai diatur PP Nomor 32/1994 tentang visa, izin masuk dan izin keimigrasian.

Amien Rais Desak Jokowi Cabut Bebas Visa

Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais mendesak Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi untuk mencabut kebijakan bebas visa. Hal ini terkait dengan banyaknya tenaga kerja ilegal masuk ke Indonesia, termasuk Cina.

“Ada satu hal yang sangat mendesak supaya kebijakan bebas visa itu segera bukan ditinjau ulang tapi langsung dicabut,” ujarnya kepada wartawan usai acara pelantikan dan pelatihan DPD dan DPC PAN se-Kabupaten Bandung di Pangalengan akhir pekan ini.

Alasan kebijakan tersebut harus dicabut menurutnya, Indonesia tidak cukup mempunyai tenaga intelijen dan imigrasi yang melakukan pengawasan terhadap orang asing yang datang ke Indonesia. Kebanyakan berasal dari daratan Cina.

Ia pun mempertanyakan keberadaan orang asing asal Cina yang datang ke Indonesia. Sebab, jika mereka turis maka semestinya datang ke daerah-daerah wisata seperti Bandung, Bali ataupun Yogya. Namun faktanya mereka banyak masuk ke hutan dan pulau-pulau kecil.

Amin mencurigai orang asing asal Cina yang datang ke Indonesia dan masuk ke wilayah hutan dan pulau kecil patut dicurigai adalah serdadu Cina. Mereka akan membuat konsep Lebensraum di Indonesia yaitu melebarkan sayap agar negara tetangga bisa dikuasai secara perlahan.

“Karena itu saya kepada Jokowi memberikan masukan segera cabut kebijakan bebas visa agar supaya untuk kepentingan dia sendiri,” ungkapnya.

Sebab, jika rakyat sudah resah maka pelan-pelan legitimasi Jokowi akan menipis. Dan resikonya adalah tidak akan dipercaya lagi oleh rakyat.

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengatakan harus ada tindakan lebih lanjut terkait kebijakan bebas visa terhadap warga negara asing, tidak hanya terhadap Cina tetapi juga negara lainnya.

“Bukan dievaluasi tapi dicabut kebijakan itu. Setelah dicabut baru dievaluasi,” kata dia kepada Republika.co.id, Senin (19/12).

Sebelumnya empat petani Cina menanam cabai ilegal di Bogor, Jawa Barat. Menurut Badan Karantina cabai tersebut mengandung bakter berbahaya untuk tanaman lain.

Nasir Djamil berpendapat kebijakan bebas visa yang saat ini diberlakukan di Indonesia tidak diikuti kesiapan aparatur dalam menghadapi dan menyeleksi warga asing yang masuk ke Indonesia.

“Dalam waktu sebulan dievaluasi sekaligus diterbitkan kebijakan baru yang mampu menjaga kedaulatan dan martabat Republik ini,” ujar politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Ada mafia besar yang melibatkan institusi pemerintah untuk mendatangkan Pekerja asal China di Indonesia.

“Sangat bohong sekali kalau masuknya TKA ilegal dan WNA ilegal asal China jika tidak melibatkan petinggi-petinggi di Keimigrasian dan Departemen Tenaga Kerja, pasti ada praktik mafia besar yang bekerja memasukkan TKA dan WNA ilegal di kedua jajaran pemerintahan tersebut,” kata Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan kepada suaranasional, Rabu (21/12).

Kata Arief, tenaga kerja asing yang banyak masuk ke sektor usaha serta berniaga itu menunjukkan rendahnya pengawasan serta masalah keimigrasian di Indonesia.

“Tentu saja aktivitas TKA ilegal dan WNA ilegal di Indonesia dengan jumlah sangat banyak dan tidak dapat terdeteksi oleh negara telah menyebabkan kerugian secara ekonomi triliunan rupiah, bagi negara dan masyarakat Indonesia,” ungkap Arief.

Arief menegaskan keberadaan tenaga kerja asing menyebabkan hilangnya kesempatan masyarakat Indonesia dalam memasuki lapangan kerja di berbagai sektor baik informal dan formal.

 “Sementara kerugian yang dialami oleh negara dari sisi ekonomi adalah tidak adanya penerimaan negara berupa pajak. Sebab mereka saja masuk secara ilegal, mana mungkin akan bayar pajak sebagai TKA dan WNA yang melakukan aktivitas niaga secara ilegal,” pungkas Arief.

PSK RRC beroperasi di Indonesia akibat kebijakan bebas visa

PSK RRC beroperasi di Indonesia akibat kebijakan bebas visa

PSK RRC beroperasi di Indonesia akibat kebijakan bebas visa


Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf menilai ditangkapnya 76 PSK asal Republik Rakyat Cina (RRC) merupakan dampak negatif dari pemberlakukan bebas visa yang diberikan pemerintah.

“Ya itu yang saya bilang, dampak ‘ikutan negatif’  jika bebas visa diberlakukan,” kata Dede Yusuf, hari ini.

Ditjen Imigrasi menjaring puluhan wanita pekerja seks komersial berpaspor RRC saat menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta. 

Menurut Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yurod Saleh, pihaknya menangkap 76 PSK RRC dari tiga tempat hiburan. Mereka rata-rata bekerja sebagai pemandu lagu di tempat karaoke, terapis di pusat kebugaran khusus pria, dan wanita penghibur di Griya pijat. 

Dede mengatakan, dengan bebas visa, tak hanya masalah prostitusi yang masuk ke Indonesia, tapi ditengarai banyak faktor negatif yang akan masuk.

“Berdasarkan hasil pengungkapan efek negatif bebas visa adalah narkoba, prostitusi, modus kejahatan cyber, penipuan, pemalsuan, pertanian berbahaya,” ujar politisi Partai Demokrat itu.

Ia meminta pemerintah untuk menindak tegas perusahaan yang memasukkan pekerja illegal RRC ke Indonesia.

“Yang perlu ditindak tegas mustinya  adalah perusahaan atau sponsor yang memasukkan,” pungkasnya.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menangkap 76 PSK asal China di sejumlah tempat hiburan di Indonesia. Mereka terjaring dalam operasi pengawasan orang asing terkait pengamanan malam tahun baru 2017 di sejumlah tempat hiburan.

Para gadis mata sipit itu kedapatan bekerja sebagai terapis pijat, pemandu lagu, serta PSK di sejumlah tempat di DKI Jakarta.

PSK asal China yang berhasil diringkus jajaran Ditjen Imigrasi Kemenkumham. Foto Jawa Pos

PSK asal China yang berhasil diringkus jajaran Ditjen Imigrasi Kemenkumham. Foto Jawa Pos


Dalam kegiatannya, cewek China yang usianya berkisar 18-30 tahun memasang tarif transaski seksual mulai dari Rp 2,8 juta hingga Rp 5 juta.

Penangkapan para cewek asal Tiongkok itu menjadi sorotan anggota Komisi III DPR, Erma Suryani Ranik. Erma meminta Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bersama Kementerian Tenaga Kerja untuk melakukan operasi besar-besaran untuk merazia tenaga kerja asing (TKA) ilegal.

Sebab, ditangkapnya 76 perempuan asal Tiongkok yang berprofesi sebagai PSK itu menunjukkan TKA ilegal banyak di tanah air.

“Saya mengapresiasi langkah kecil ini. Namun, akan lebih efektif lagi jika mengamankan TKA ilegal di wilayah lain di Indonesia,” ujar Erma Suryani Ranik kepada JawaPos.com, Senin (2/1).

PSK asal China yang ditangkap petugas Imigrasi di sejumlah daerah. Istimewa
Agar TKA ilegal itu dapat ditertibkan, maka razia besar-besaran TKA ilegal itu perlu diperluas ke wilayah lainnya. “Yang melibatkan imigrasi dan kementerian tenaga kerja untuk menertibkan TKA yang ilegal,” sambugnya.

Apakah perlu adanya moratorium kebijakan bebas visa untuk menertibkan TKA ilegal tersebut? “Saya kira usulan ini patut dipertimbangkan oleh pemerintah,” jawab Erma.

Lebih lanjut dia berharap ada sanksi tegas terhadap perusahaan yang mempekerjakan TKA ilegal. Termasuk jika perusahaan tersebut dicabut izin operasionalnya.

“Saya setuju (dicabutnya izin perusahaan),” pungkas politikus Partai Demokrat itu.

APAKAH ANDA MASIH YAKIN KALAU SERBUAN WNA CHINA ADALAH HOAX?

DI SAAT PEMERINTAH GENCAR PERANGI HOAX TERNYATA......

DI SAAT PEMERINTAH GENCAR PERANGI HOAX
TERNYATA……

RUJUKAN :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s