Suratku Untuk Prabowo Subianto

img_20170122_221324

Bangun pagi di sambut dengan segelas kopi dari Tuhan yang mengantarkan semangat untuk menjalani hari agar bisa lebih berarti. Selamat pagi Pak Prabowo Subianto,bagaimana kabar nya ??

Banyak hal yang membuat aku belajar arti besar arti sebuah kepemimpinan tentang pengorbanan dan hati besar. Tidak semua mampu menjalani nya tapi kekuatan hati yang berbicara.

Jiwa pemimpin tidak bisa berbohong bagaimana keadaannya akan tetap setia dengan rakyat nya, mungkin saya adalah salah satu dari jutaan rakyat Indonesia yang menyesal dulu tidak memilih bapak, seandainya waktu bisa di putar andai semua bisa di ulang energi ku ingin aku berikan energi ku dan semangat ku kepada bapak buat membela buat mendukung dan mengantarkan bapak ke istana, sebagai anak negeri aku hanya bisa menangis melihat keadaan negara ini semakin di ambang kehancuran banyak rakyat pribumi yang tidak bisa menjadi tuan di negeri sendiri, dan semakin kesini aku hanya melihat pilihan ikut menjadi mafia atau sebagai anak negeri yang mempunyai ketulusan untuk menjaga ibu pertiwi, negara ini di sulap menjadi lahan bisnis dan rakyat hanya sebagai penonton yang di suguhi sirkus para elite negeri ini, menahan lapar sambil bertepuk tangan. Sangat terasa ketika mana pemimpin di lahirkan dari media dan mana pemimpin yang sudah fight dan berjuang untuk negeri ini.

Dan Bapaklah yang mempunyai pengorbanan buat negara ini, aku ingin bapak menjadi pemimpin kami, sebagai rakyat kami hanya bs bersedih setiap hari di beri tontonan perdebatan, keputusan-keputusan yang tidak menenangkan dan hak hak rakyat semakin di batasi, ini tanah kami pak kami lahir di sini kenapa kita seperti ketakutan di negeri sendiri.

Pemimpin itu seperti Kasih Ibu yang selalu menenangkan dan memberikan kabar baik buat anak anak nya meskipun berbeda karakter bukan berarti harus di adu domba tapi bagaimana sang ibu itu bisa merangkul anak anak nya agar tenang damai dan menjaga persaudaraan meskipun banyak perbedaan, Indonesia di lahirkan sebagai negara besaar suku, agama dan bahasa yang menjadikan kita berkarakter.

Saya mengutip sastra jawa :

  • Opo ono biso bener tanpo luput? Yen wedi luputo benere tan biso panggih, awit iku wis kalebu jodo niro.

Artinya :

  • Apa ada kebenaran tanpa kesalahan sebelumnya? Takut berbuat salah akan membuat mu tak pernah menjumpai kebenaran, sebab salah dan benar itu adalah termasuk jodoh mu pula.

Tidak banyak orang yang mampu mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas apa yang di lakukannnya mereka memilih egois dan bermain aman hanya untuk mengenyangkan perut sendiri, jiwa jiwa pengorbanan rapuh hilang senyap dan sembunyi di balik gaduh nya negeri ini.

Tetaplah tenang dan tegar Pak, rakyat merindukan sosok seperti bapak permasalahan negara ini sangat kompleks dan luas, saya rasa tidak ada kata sulit untuk merubah nya ketika di setiap jiwa pemimpin ada kemauan keras, konsisten dan berani.

Lebih baik berkata jujur dari pada berbohong tapi mematikan nurani.

Di Indonesia tidak kekurangan orang pintar dan orang yang berteori tapi negeri ini membutuhkan orang yang bisa mengobati luka Indonesia yang tidak hanya berbicara.

Bangkitkan kami Pak, obati luka negeri ini kuatkan kami di tengah kerapuhan agar kita semakin erat tanpa harus melukai. Jaga hak rakyat.

Beragama, bersuku dan berbudaya agar kita bisa dipandang lebih punya wibawa dan tidak diremehkan negara asing. Saya tidak pernah peduli dengan omongan-omongan orang tentang pandangan penilaian terhadap bapak, saya sudah merasakan dulu belajar mengenali bapak hanya dari satu sisi tapi sekarang terlihat siapa pemimpin sebenarnya negeri ini dan siapa pemimpin yang menguras habis kekayaan negeri ini. Saya harap teman teman mampu belajar, menjadi generasi yang kuat tidak mudah di arahkan dengan kedengkian yang hanya untuk kepentingan golongan semata, belajar lebih giat, belajar mengenali sosok pemimpin, tidak perlu takut salah karena dalam kesalahan jika kita ada niat tulus untuk belajar maka titik terang akan menuntun mu dengan kepala tegap dan gagah. Tantangan generasi Indonesia saat ini bukan lagi perihal mengangkat senjata untuk mengusir penjajah, tapi bagaimana menjaga keutuhan NKRI, menghadapi persaingan global dan ekonomi di era globalisasi tanpa meninggalkan karakter Negara Indonesia. Indonesia di bangun dari berbagai suku budaya dan agama, tanpa itu belum bisa di sebut Indonesia. Menghadapi realita kenyataan di negara ini yang saling tuduh, saling fitnah dan saling melempar tanggung jawab, tidak akan menyelesaikan solusi. Dan pemimpin yang baik adalah berani mengambil resiko dan tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah dan konflik tanpa harus menjual drama kepentingan atau pencitraan. Di Jaman sekarang harga nyawa pejuang di hargai tak mahal dari nasi bungkus. Banyak pejuang yang mempertahankan tanah lahirnya di bunuh perlahan. Rakyat bukan sekedar objek bukan sekedar pelengkap dari komponen negeri ini, tapi rakyat adalah subjek penentu yang menjadi prioritas kedaulatan negara. Rakyat sekarang di tuntut mengerti pemimpin, rakyat yang melayani pemimpin bukan pemimpin yang mengerti rakyat. Jangan butuh kami hanya saat mencari kekuasaan semata, menjual nama kami dan di elu elukan saat butuh tapi setelah itu kami di tinggalkan saat duduk di kursi empuk kekuasaan.

Memilih itu mudah tapi bertanggung jawab atas pilihan itu yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Saya memang pernah salah memilih pemimpin tapi saya tidak akan bungkam melihat ketidak adilan ini. Indonesia besar dengan segala proses dan sejarah bukan sekedar mengorek borok masa lalu dan selalu menoleh kebelakang tapi terdiam saat serangan di depan.

Dan saya berpikir ciri ciri kiamat tidak hanya matahari terbit di sebelah barat,tapi ciri ciri kiamat adalah ketika adalah media pemberitaan di kuasai kepentingan politik. saya dulu sempat menjadi Jurnalis RI 1 dan banyak belajar dari berbagai pintu dan berbagai sisi narasumber untuk mengetahui dari sekedar ilmu katanya, saya tidak merasa diri saya benar namun saya berusaha untuk jujur kepada diri saya sendiri dan dunia dan bertanggung jawab kepada Tuhan YME.

Saya sadar tidak semua orang menyukai tulisan ini tapi saya mengutarakan keberanian, tangisan dan kejujuran sebagai anak negeri yang kagum dan bangga Indonesia memiliki sosok Prabowo Subianto.

Saya belum pernah bertatap muka dengan bapak, pada waktu ulang tahun Gerindra di Ragunan saya datang namun bapak ada di Bali dan saya ketemu saudara bapak, Pak Hasyim. Saya menyampaikan salam, rindu agar bapak selalu sehat dan bahagia dan Tuhan selalu memberikan semangat.

Saya yakin bapak tidak akan tinggal diam untuk melihat kegaduhan negeri ini, seperti saya mengutip tweet bapak di 18 Mei:

  • Rame ing gawe, sepi ing pamrih. Pendekar sejati berbuat untuk orang banyak, untuk negara, tidak untuk diri sendiri

Tetaplah menjadi bintang dan obat untuk rakyat Indonesia. Bukakan jalan untuk anak-anak Indonesia mengejar mimpi dan mewujudkan cita cita mereka. Jangan pernah menyerah Pak . Jangan pernah putus asa tetaplah tangguh. Sembari menulis ini saya mau sedikit curhat tentang pengertian makna demokrasi, yang memang negara ini negara demokrasi tapi banyak aktiv*s demokrasi yang susah menerima perbedaan, itu sangat menyeramkan pak 😦 mengungkapkan kekecewaan dengan pemerintahan, di tangkap, saya rasa emosi penyampaian dalam menyampaikan pendapat itu tidak ada takaran perbedaan karakter dan isi kepala dan ucapan tapi apakah lebih nista kami yang bersuara di banding merek yang koruptor dan perampas hak kami. Saya memang banyak menyadari banyak anak muda yang masih banyak belajar termasuk saya, tapi bukan berarti ketika salah mereka langsung di hakimi, generasi muda bukan ancaman generasi muda butuh ruang berlari, berteriak, belajar di tanah lapang yang luas untuk mengekspresikan diri untuk proses pendewasaan dan menemukan jati diri. Perbedaan-pendapat bukan untuk melemahkan tapi sebagai pelengkap untuk memberikan kekuatan. Saya pernah salah, saya pernah jatuh tapi bukan berarti itu saya jadikan alasan untuk berhenti mencari kebenaran. Saya berdoa agar negara Indonesia menjadi negara yang penuh kasih, toleransi dan berpegang teguh untuk saling menguatkan dengan mewujudkan mimpi “Pancasila”.

Dan sebagai generasi muda tidak di pungkiri 5 atau 10 tahun lagi generasi muda yang akan menjadi penerus dan menjadi pemimpin di negera ini. Setiap anak negeri mempunyai idola dan panutan untuk bersuara menyampaikan pendapat, selama pernyataan itu bisa di pertanggung jawabkan dan saya punya alasan banyak bagaimana saya mengidolakan Sosok Prabowo Subianto !!!! Tetaplah setia dengan Indonesia tetaplah setia dengan rakyat, wujudkan Indonesia sebagai MACAN ASIA. Saya sayang Bapak dan mengharapkan keajaiban Tuhan menyertai Bapak agar bisa menjadi Presiden Negara Indonesia.

(Diedit dari blog pribadi Isanti Chandra)

Lihat artikel aslinya di: http://isantichandrazj.blogspot.co.id/2015/10/surat-ku-untuk-prabowo-subianto.html?m=1
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s