Negara-Negara Besar Ini Pernah Berjaya Namun Akhirnya Bubar

Saat ini, ada lebih dari 200 negara yang telah tercatat namanya dalam peta dunia. Setelah resmi merdeka, maka suatu negara akan tercatat dalam peta dunia.

Ada yang tetap bertahan, namun ada yang sampai bubar dan identitasnya benar-benar menghilang dalam peta dunia.

Seperti ke sepuluh negara ini yang dulunya sempat berjaya namun pada akhirnya bubar dan sudah hilang dari peta dunia.

Negara apa sajakah itu? Simak ulasannya yang berikut ini, seperti dilansir Tribunnews.com

1. Republik Sosialis Uni Soviet (Uni Soviet), 1922-1991

Bendera Uni Soviet

Bendera Uni Soviet (id.wikipedia.org)


Uni Soviet pernah berdiri kokoh selama tujuh puluh tahun. Namun, pasca runtuhnya tembok Berlin pada tahun 1989, Uni Soviet pun ikut hancur dan kini identitasnya sudah menghilang dari peta dunia.

Setelah kemacetan selama bertahun-tahun, apparatchik komunis muda yang berpikiran baru mulai muncul. Setelah kematian Konstantin Chernenko yang lanjut usia, Politbiro mengangkat Mikhail Gorbachevsebagai Sekretaris Jenderal Uni Soviet pada Maret 1985, menandai bangkitnya generasi kepemimpinan yang baru. Di bawah Gorbachev, yang relatif masih muda, para teknokrat yang berorientasi pembaruan, yang telah memulai kariernya pada puncak “de-Stalinisasi” di bawah Nikita Khrushchev(1953-1964), dengan segera mengonsolidasikan kekuasaan di ling PKUS, memberikan momentum baru untuk liberalisasi politik dan ekonomi, dan dorongan untuk mengembangkan hubungan-hubungan yang lebih hangat dan perdagangan dengan Barat.

Pada saat Gorbachev memperkenalkan proses yang akan menyebabkan runtuhnya ekonomi komando administrative Soviet melalui program-programnya: glasnost(keterbukaan politik), perestroika(restrukturisasi ekonomi), dan uskoreniye(percepatan pembangunan ekonomi), ekonomi Soviet menderita karena inflasitersembunyi dan kekurangan pasokan yang terjadi di mana-mana yang diperparah oleh semakin meningkatnya pasar gelap yang terbuka yang menggerogoti ekonomi resmi. Selain itu, biaya status sebagai negara adikuasa –militer, KGB, subsidi bagi negara-negara klien –sudah sangat berlebih-lebihan, melampaui ekonomi Soviet. Gelombang baru industrialisasi yang didasarkan pada teknologi informasi telah membuat Uni Soviet kelabakan mencari teknologi barat dan kredit untuk mengatasi keterbelakangannya yang kian menjadi-jadi.

Pada 7 Februari 1990 Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet setuju untuk melepaskan monopoli atas kekuasaan. Republik-republik anggota Uni Soviet mulai menegaskan kedaulatan nasional mereka terhadap Moskwa, dan mulai melancarkan “perang undang-undang” dengan pemerintah pusat di Moskwa. Dalam hal ini, pemerintahan republik-republik anggota Uni Soviet membatalkan semua undang-undang negara kesatuan apabila undang-undang itu bertentangan dengan undang-undang lokal, menegaskan kendali mereka terhadap ekonomi lokal dan menolak membayar pajak kepada pemerintah pusat di Moskwa. Pergumulan ini menyebabkan macetnya ekonomi, karena garis pasokan dalam ekonomi rusak, dan menyebabkan ekonomi Soviet semakin merosot.

Gorbachev menuduh Boris Yeltsin lawan lamanya dan presiden Rusia pertama pada masa pasca-Soviet, telah mencabik-cabik negara itu untuk mengutamakan kepentingan-kepentingan pribadinya sendiri.

2. Sikkim, abad ke-8 Masehi hingga 1975

Sumber gambar : wikipedia

Sumber gambar : wikipedia


Sikkim adalah negara monarki kecil yang dulu sempat berjaya, namun akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan India modern pada tahun 1975. Negara ini memang tidak banyak diketahui dunia, karena letaknya tersembunyi  di Pegunungan Himalaya, terhimpit India dan Tibet-China.

Flag of Sikkim - Wikipedia

Flag of Sikkim – Wikipedia


Pada pertengahan abad ke-18, Sikkim diserang oleh Nepal (pada saat itu Kerajaan Gorkha) dan berada di bawah kekuasaan Gorkha selama lebih dari 25 tahun. Antara tahun 1785 hingga 1815, hampir 100.000 orang Nepal dari Nepal Tengah dan Timur bermigrasi ke Sikkim dan menetap setelah menyatakan kesetiaannya kepada Chogyal. Namun, dengan kedatangan Britania di India, Sikkim bersekutu dengan mereka karena mereka memiliki satu musuh bersama – Nepal. Nepal marah dan menyerbu Sikkim. Mereka berhasil emrebut sebagian besar wilayah Sikkim termasuk Terai. Sebagai balasan, British East India Companymenyerang Nepal pada tahun 1814, sehingga memicu Perang Inggris-Nepal. Traktat Sugauliyang ditandatangani oleh Britania Raya dan Nepal dan Traktat Titalia yang ditandatangani oleh Sikkim dan Kemaharajaan Britania mengembalikan wilayah yang diambil oleh Nepal kepada Sikkim pada tahun 1817.

Berdasarkan Traktat Tumlong pada tahun 1861, Sikkim menjadi protektorat Britania, dan kemudian menjadi protektorat India pada tahun 1950. Sikkim secara resmi bergabung dengan India pada tahun 1975 dan menjadi salah satu negara bagian India.

3. Ottoman Empire, 1299-1922

Bendera Ottoman (wikipedia)

Bendera Ottoman (wikipedia)


Ottoman Empire sempat berdiri megah selama lebih dari enam ratus tahun, hingga akhirnya negara ini bubar pada tahun 1922. Ditahun 1922 negara kesultanan ini dihapuskan dan digantikan dengan negara Turki modern.

img_20170124_050341

Dari berbagai sumber, inilah penyebab runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah:

Sultan Berperangai Buruk

Beberapa Sultan setelah Sultan Suleiman I dicatat oleh sejarah mempunyai perangai yang buruk. Seperti Sultan Murad III (1574 – 1595) berkepribadian jelek dan suka menuruti hawa nafsunya sendiri. Sultan Muhammad III (1595 – 1603) tercatat telah membunuh 19 saudara laki-lakinya dan menenggelamkan 10 orang janda dari ayahnya demi kepentingan pribadinya. Tidak hanya Sultan, beberapa pejabat juga mengalami penyakit yang juga menimpa bangsa-bangsa besar sebelumnya yaitu cinta dunia dan bermewah-mewahan, sikap iri hati, saling membenci, dan penindasan.

Sultan yang Lemah

Tidak hanya sultan yang berperangai buruk, sultan yang lemah juga menjadi salah satu faktor kemunduran kesultanan Utsmaniyah. Sultan yang lemah membuat peluang besar bagi terjadinya degradasi politik. Ketika terjadi benturan di kalangan elit politik, dengan mudah mereka terkotak-kotak menjadi beberapa kelompok. Sementara Sultan dikondisikan untuk menghabiskan waktunya di istana agar tidak terlibat langsung dalam intrik-intrik politik yang telah dirancang.

Seperti Sultan Ibrahim (1640 – 1648) yang kalah berturut-turut dalam pertempuran laut. Sultan Abd Al-Hamid (1774 – 1789) membuat “Perjanjian Kinarja” dengan Ratu Catherine II dari Rusia yang berisi pengakuan kemerdekaan Kirman (Crimea) dan penyerahan benteng-benteng yang berada di Laut Hitam kepada Rusia, serta pemberian ijin kepada armada Rusia untuk melintasi selat yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Putih.

Pemberontakan-pemberontakan Internal

Pemberontakan terjadi dimana-mana. Ali Bey pada tahun 1770 memimpin Mamalik menguasai Mesir. Fakhral-Din, seorang pemimpin Duntze, berhasil menguasai Palestina dan pada tahun 1610 merampas Ba’albak serta mengancam Damaskus. Di Persia, Kerajaan Safawi beberapa kali mengadakan perlawanan kepada Kesultanan Utsmaniyah.

Kemerosotan Kondisi Sosial Ekonomi

Kerajaan memperoleh masalah internal akibat dampak pertumbuhan perdagangan dan ekonomi internasional. Kemampuan kerajaan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri melemah, sementara saat itu bangsa Eropa telah mengembangkan kekuatan dalam struktur ekonomi dan keuangan bagi kepentingan mereka sendiri. Desentralisasi kekuasaan dan munculnya pengaruh pejabat daerah memberikan sumbangan bagi keruntuhan ekonomi tradisional Kesultanan Utsmaniyah.

Munculnya Kekuatan Eropa

Kekuatan politik baru saat itu muncul di Eropa. Saat Kesultanan Utsmaniyah sibuk membenahi negara dan masyarakat, bangsa Eropa sedang menggalang militer, ekonomi, dan teknologi. Sehingga ketika terjadi konfrontasi di abad XXI, kerajaan Turki Utsmani tidak mampu menghadapi.

Kalah Perang dari Eropa

Seperti kebanyakan kerajaan, musuh tidak hanya dari dalam, tapi juga dari luar. Sejak abad ke-16 Kerajaan Turki Utsmani pun sering mendapat serangan dari luar. Puncaknya adalah pada Perang Dunia I dimana Turki kehilangan segala-galanya dan militer penjajah memasuki Istambul akibat dari rencana busuk Mustafa Kemal.

Gerakan Oposisi Sekuler dan Nasionalis

Jika di abad sebelumnya Kesultanan Utsmaniyah mengalami pemberontakan internal dari penguasa daerah setempat, di abad ke 20 kerajaan ini mengalami pemberontakan dari segi politik. Mustafa Kemal Ataturk menggawangi Organisasi Wanita Turki dan Organisasi Persatuan dan Kemajuan yang banyak bekerja sama dengan negara Eropa untuk menghilangkan kekhalifahan.

Pada tahun 1909, dengan dalih mogok massal, Organisasi Persatuan dan Kemajuan menyingkirkan Khalifah Abdul Hamid II yang kemudian Sultan menjadi tinggal simbol belaka. Puncaknya ada 3 Maret 1924, badan legislatif membubarkan Khilafah Islamiyah, mengangkat Mustafa Kemal sebagai Presiden Turki, dan mengusir dari Turki serta menyita asset kekayaan dari Khalifah Abdul Hamid II dan keluarga kerajaan.

Republik Arab Bersatu, 1958-1971

Bendera Republik Arab Bersatu (wikipedia)

Bendera Republik Arab Bersatu (wikipedia)


Upaya mempersatukan bangsa Arab bukanlah perkara yang mudah karena jarak yang terpisah ratusan mil sehingga mustahil jika ingin menciptakan pemerintah pusat bersama.

Republik Arab Bersatu merupakan langkah pertama mewujudkan sebuah negara Pan-Arab, yaitu gagasan Jamal Abdun Nashir. Ia menjadi seorang pahlawan Arab setelah kemenangan politiknya dalam Krisis Suez1956. Presiden Nashir dan Presiden SuriahSyukri al-Quwatli menandatangani Perjanjian Kesatuan pada tanggal 22 Februari 1958. Nashir dilantik sebagai Presiden Republik Arab Bersatu dan Kairo dijadikan ibu kotanya.

img_20170124_051010

Namun, akibat perebutan kekuasaan di Suriah pada 1961 oleh pihak militer, Suriah dikeluarkan dari Republik Arab Bersatu, menandai berakhirnya gabungan ini. Nama Republik Arab Bersatu masih ada hingga tahun 1971, pada saat namanya dikembalikan menjadi Mesir.

5. Vietnam Selatan, 1955-1975

Lokasi Vietnam Selatan di Asia Tenggara (wikipedia)

Lokasi Vietnam Selatan di Asia Tenggara (wikipedia)


Vietnam Selatan dulu dibantu oleh Amerika Serikat dalam perang saudara antara dua wilayah Vietnam. Namun, perang tersebut sangat menguras biaya dan tenaga bagi Amerika, sehingga Amerika memutuskan untuk meninggalkan Vietnam Selatan dan berjuang sendiri.

Dua tahun kemudian Vietnam Selatan mengakhiri perang saudara dan mengubah nama negara menjadi Saigon dengan Ho Chi Minh City sebagai ibu kota.

Bendera Vietnam Selatan (wikipedia)

Bendera Vietnam Selatan (wikipedia)


Perang Vietnam, juga disebut Perang Indochina Kedua, adalah sebuah perang yang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dinginantara dua kubu ideologi besar, yakni Komunis dan Liberal.
 
Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand,Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan Vietnam Selatan, sedangkan Uni Sovietdan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang berideologi komunis. Jumlah korban yang meninggal diperkirakan lebih dari 280.000 jiwa di pihak Vietnam Selatan dan lebih dari 1.000.000 jiwa di pihak Vietnam Utara.
 
Perang ini mengakibatkan eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya, sehingga di negara-negara tersebut bisa ditemukan komunitas Vietnam yang cukup besar. Setelah berakhirnya perang ini, kedua Vietnam tersebut pun bersatu pada tahun 1976.

6. Tibet, 1913-1951

Bendera Tiber : wikipedia

Bendera Tibet : wikipedia


Tibet sudah berdiri lebih dari seribu tahun sejak tahun 1913. Namun, negara ini diduduki oleh Komunis Cina pada tahun 1951. Karena kondisi semakin menegangkan, akhirnya Tibet melakukan pemberontakan pada tahun 1959 dan mengakibatkan negara tersebut dibubarkan. Cina menjadikan Tibet sebagai wilayahnya bukan sebuah negara.

Tibet menjadi provinsi Cina setelah serbuan tentara merah Cina pada tahun 1950 ke wilayah ini, pada musim gugur 1951 pasukan Cina berhasil menguasai ibu kota Lhasa dan mendongkel Dalai Lama dari kekuasaannya. Dalihnya, Dalai Lama menolak kesepakatan kerjasama bertajuk “Rencana Pembebasan Damai Tibet” yang teorinya nampaknya menguntungkan Tibet, namun praktiknya Cina melakukan penindasan dan pembantaian terhadap kepala suku dan sejumlah pendeta (Lama) yang dianggap membangkang, alasan lain Cina adalah “menghapus praktik penindasan bergaya feodalisme” di Tibet. Namun menurut beberapa analis internasional, Cina mengincar kandungan mineral yang terkandung di dalam bumi Tibet. Pada tanggal 17 Maret 1959, Dalai Lama berhasil meloloskan diri dari pengakapan tentara Cina ke India oleh usaha pelarian yang dipimpin oleh Gampo Tashi, dan mendirikan semacam pemerintahan pelarian di Dharamsala, India utara sampai sekarang.

Peta wilayah Tibet : wikipedia

Peta wilayah Tibet : wikipedia


Rakyat dan pemuka Tibet sempat melakukan perlawanan terhadap pendudukan Cina yang menimbulkan banyak korban jiwa khususnya dari pihak Tibet. Namun karena tidak seimbangnya kekuatan persenjataan dan tidak adanya sorotan internasional, perlawanan Tibet, khususnya pada dasawarsa 1970-an berhasil dipadamkan.

Masalah Tibet menjadi ganjalan dalam hubungan internasional Cina dengan dunia internasional khususnya pada dekade 1960-1970-an, terutama hubungannya dengan Amerika Serikat. Namun setelah kunjungan presiden AS, Richard Nixon ke Tiongkok yang mengawali kontak diplomatik AS-Cina, masalah Tibet dianggap terlupakan atau selesai sampai sekarang. Terutama setelah pemimpin kedua Tibet, Panchen Lama, menyatakan bergabung dengan Beijing pada awal dekade 2000-an.

7. Austro-Hungaria, 1867-1918

Wilayah Kekaisaran Austria-Hongaria pada 1914 (wikipedia)

Wilayah Kekaisaran Austria-Hongaria pada 1914 (wikipedia)


Austro-Hungaria adalah negara besar yang akhirnya dibubarkan sehingga menghasilkan negara-negara modern seperti Austria, Hungaria, Cekoslovakia, dan Yugoslavia, dengan bagian-bagian lainnya bergabung ke Italia, Polandia, dan Rumania.

Bendera Austro-Hungaria (wikipedia)

Bendera Austro-Hungaria (wikipedia)


Kekaisarn Austria-Hongaria terdiri atas dua monarki (Austria dan Hongaria) dan satu negara otonomi di bawah tahta Hongaria, Kroasia–Slavonia, yang merundingan perjanjiannya sendiri (Nagodba) dengan Hongaria pada 1868. Setelah 1868, Bosnia dan Herzegovina berada di bawah kekuasaan militer dan sipil Austria-Hongaria hingga sepenuhnya dianeksasi pada 1908, memicu krisis diplomatik antara negara-negara besar lainnya. Seagian dari Sanjak Novi Pazar, provinsi Kesultanan Utsmaniyah, juga berada di bawah pendudukan bersama pada periode tersebut namun pasukan Austria-Hongaria mundur sebagai bagian dari aneksasi mereka atas Bosnia.

Austria-Hongaria adalah bagian dari Blok Sekutu pada Perang Dunia I. Kekaisaran ini secara efektif dibubarkan oleh otoritas militer yang disepakati di Villa Giusti pada 3 November 1918. Kerajaan Hongaria dan Republik Austria secara de jure dianggap sebagai penerusnya, sedangkan kemerdekaan bangsa Slav Barat dan Slav Selatan di Kekaisaran sebagai Republik Cekoslowakia dan Kerajaan Yugoslavia, diakui oleh para negara pemenang perang.

8. Yugoslavia, 1918-1992

img_20170124_053700

Yugoslavia adalah negara yang terdiri dari negara bagian Hungaria dan negara asli Serbia. Negara ini mempertahankan monarki yang otokratik sampai Nazi menginvasi negara itu pada tahun 1941.

Runtuhnya Nazi pada tahun 1945 membuat Yugoslavia berhasil menghindari pendudukan Soviet namun tidak dengan Komunisme.

Ketegangan internal dan nasionalisme bersaing mengakibatkan perang saudara. Kemudian negara ini terpecah menjadi enam negara yang lebih kecil yaitu (Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Macedonia, dan Montenegro).

Pecahnya Yugoslavia memiliki konsekuensi bagi politik perdamaian. Sampai dimulainya perang di Kroasia tahun 1991, Yugoslavia masih diupayakan sebagai negara kesatuan guna menjaga stabilitas di kawasan itu. Tapi perubahan cepat politik internasional yang terjadi setelah 1991, membuat para diplomat dan tokoh politik kewalahan.

Bemdera Yugoslavia (wikipedia)

Bemdera Yugoslavia (wikipedia)


“Akhir konflik Timur-Barat, runtuhnya Uni Sovyet sebuah kekuatan yang sampai saat itu dipandang sebagai negara adikuasa dan adidaya atom, kemudian kudeta di Moskow, disusul penyatuan Jerman, Perang Teluk tahun 1991. Semua itu mengubah titik-titik koordinat politik internasional secara mendasar. Kala itu hampir tidak ada tokoh politik dan diplomat yang memiliki konsep bagaimana menghadapi situasi tersebut,” demikian dijelaskan Holm Sudhaussen, pakar sejarah Eropa Tenggara dari Jerman.

Yugoslavia sebetulnya dapat berkembang ke arah Uni Eropa kecil. Gagalnya upaya untuk mengkoordinir banyak negara dalam satu atap oleh aktor-aktor politik di kawasan itu, diakui oleh pakar Balkan Rüdiger Rossig, “Yugoslavia pada kenyataannya ambruk, dan kita dalam 50 tahun lagi masih dapat menganggap, seolah-olah Yugoslavia dihancurkan dari luar. Yugoslavia tercerai-berai, hancur dan dirampok oleh kelompok-kelompok politiknya sendiri. Saya pikir kita di kawasan-kawasan bekas Yugoslavia, tidak akan berhasil memperoleh kemajuan , terutama dalam reformasi politik dan ekonomi elitnya, sebelum kami mengakui hal itu.”

9. Cekoslowakia, 1918-1992

Bendera Cekoslowakia yang kini dipakai Ceko sebagai bendera negara.

Bendera Cekoslowakia yang kini dipakai Ceko sebagai bendera negara.


Cekoslowakia pada tahun 1939 berhasil diduduki oleh Jerman seutuhnya dan hilang dari peta.  Lalu, diduduki lagi oleh Soviet dan mengubahnya menjadi sebuah negara satelit Uni Soviet sampai runtuhnya bangsa itu pada tahun 1991.

Cekoslovakia merupakan sebuah negara yang berdaulat, baik di pandang menurut aspek manapum. Cekoslovakia beribukota di Praha. Cekoslovakia mengalami “Disolution” atau pemisahan menjadi dua negara yaitu, Republik Ceko dan Slovakia. Sejarah panjang bagi negara ini dalam memutuskan untuk melakukan pemecahan. Sejarah mencatat, perjalanan panjang bagi Cekoslovakia dari sejak tahun dimana negara ini mendapat pengaruh komunis pada masa perang dingin.

Setelah pecahnya perang dunia 1 Cekoslovakia merupakan negara tempat memproduksi senjata dan merupakan gudang senjata. Pada Perang Dunia ke-2 Cekoslovakia jatuh ditangan Jerman. Jerman menjadikan negara ini bersama dengan Polandia sebagai negara boneka untuk menyimpan persenjataannya dalam usahanya mengalahkan Rusia. Setelah Perang Dunia II selesai, Cekoslovakia menjadi negara bebas yang mendapat pengaruh dari Rusia dalam pemerintahannya. Namun, setelah Perang dingin usai Cekoslovakia merubah pemerintahannya menjadi sebuah pemerintahan yang berbentuk Republik. Sejak usainya perang dingin banyak terjadi perpecahan diantara anggota parlemen yang mendukung adanya desentralisasi dan yang tidak mendukung upaya desentralisasi. Negara ini memutuskan memecah wilayahnya menjadi dua bagian. Dimana kekuatan pemerintah yang berpusat di Praha mendapat tentangan oleh para anggota parlemen yang ada di wilayah Slovakia.

10. Jerman Timur, 1949-1990

Bendera Jerman Timur (id.wikipedia.org)

Bendera Jerman Timur (id.wikipedia.org)


Jerman Barat dan Jerman Timur berpisah selama 45 tahun, sejak Perang Dunia II berakhir. Saat itu, Jerman terbagi menjadi 4 zona kekuasaan. Yakni zona milik Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Uni Soviet.

img_20170124_052259

Namun pada akhirnya, zona tersebut mengerucut menjadi 2 bagian, yakni zona Barat yang dikuasai dipegang AS beserta sekutu dan Zona Timur yang dipegang Uni Soviet. Demikian yang dimuat Findingdulcinea.com

Pada tahun 1952, Jerman Timur yang berpaham komunis menutup perbatasan dengan Barat. 9 tahun kemudian, tembok Berlin dibangun oleh Republik Demokratik Jerman tersebut agar penduduknya tidak lari ke pasar perdagangan Jerman Barat demi mencegah ekonomi kalah bersaing dengan AS dan sekutu. Namun langkah ini justru membuat perekonomian Jerman Timur mengalami krisis.

Pemandangan dari sisi Berlin Barat (temboknya penuh dengan lukisan) pada tahun 1986. Kawasan "daerah terlarang" berada di sisi timur tembok ini, mengikuti bentuk dari Kanal Luisenstadt. (Wikipedia)

Pemandangan dari sisi Berlin Barat (temboknya penuh dengan lukisan) pada tahun 1986. Kawasan “daerah terlarang” berada di sisi timur tembok ini, mengikuti bentuk dari Kanal Luisenstadt. (Wikipedia)


Pada 1989, negara tetangga, Hungaria yang ketika itu juga berpaham komunis membuka perbatasan dengan Austria, yang membuka jalan lebar bagi warga Jerman Timur untuk melarikan diri ke Jerman Barat yang saat itu menjadi negara Republik Federal.

November 1989, Uni Soviet yang kala itu dipimpin Mikhail Gorbachev merubah haluan Jerman Timur untuk berdamai dan bersatu dengan Jerman Barat.

Sementara itu pula, hasrat penduduk Jerman Timur untuk menuju Barat semakin besar. Pemerintah Jerman Timur pun mulai melonggarkan aturan bepergian ke Barat melewati perbatasan.

Tembok Berlin pada tanggal 16 November 1989. (Wikipedia)

Tembok Berlin pada tanggal 16 November 1989. (Wikipedia)


Hingga pada akhirnya, sedikit demi sedikit warga Jerman Timur menghancurkan tembok berlin. Alih-alih mencegah, Pemerintah Jerman Timur memutuskan untuk membuka perbatasan tersebut. Buldozer dikerahkan untuk menghancurkan tembok.  Warga dari kedua sisi, baik Barat dan Timur yang berkumpul saat penghancuran pun senang, akhirnya mereka bisa bersatu.

Jatuhnya Tembok Berlin merupakan awal dari Reunifikasi Jerman, yang ditandatangani oleh perwakilan pihak Barat dan Timur pada tanggal 3 Oktober 1990.

Penghancuran tembok ini kembali diteruskan setelah Reunifikasi Jerman sampai akhirnya selesai bulan November 1991. Hanya sedikit bagian tembok dan menara tetap dipertahankan, sebagai tempat memorial.

Jerman Timur menjadi negara paling dikenal karena Tembok Berlin. Namun, setelah tembok Berlin runtuh, komunisme di Jerman Timur pun berakhir, dan diintegrasikan ke dalam sisa Jerman pada tahun 1990. Jerman Timur pun sangat tertinggal secara ekonomi dan negara ini dibubarkan dan hilang dari peta.

Bagaimana Dengan Indonesia?

img_20170124_054550

Sumber gambar : kaskus.co.id


Begitu banyak hal yang membuat hati tersayat. Bocah Papua yang berjalan beberapa kilo ke sekolah, tetapi ibu gurunya tak hadir karena harus berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sangat bertolak belakang dengan keadaan di kota-kota besar. Ya, anak-anak di kota besar bermewah-mewahan memamerkan harta kekayaan. Mirisnya, kekayaan mereka terkadang mampu menyingkirkan guru yang dianggap kurang kooperatif dalam mendidik si anak kaya.

Haruskah Indonesia bernasib seperti Yugoslavia? Negara yang dibentuk tanggal 1 Desember 1918 itu harus merelakan beberapa negara bagiannya memerdekakan diri. Dan jelang usia ke-85-nya, Yugoslavia berganti nama menjadi Uni Serbia dan Montenegro karena sebagian besar wilayahnya telah memerdekakan diri.

7578147_20150919085745

Jika menengok sejarah, Yugoslavia dan Indonesia memiliki hubungan yang cukup erat lewat Gerakan Non-Blok. Akankah NKRI bernasib seperti Yugoslavia? Masih ada 15 tahun bagi Indonesia untuk memajukan seluruh tanah tumpah darahnya.

Pada tahun 1928, Kroasia mencoba melepaskan diri setelah seorang anggota parlemen dari Kroasia dibunuh. Pemerintah mencoba menawarkan otonomi di mana pada tahun 1939 Kroasia banyak mendapatkan keistimewaan.

Apakah keistimewaan dan otonomi membuat Kroasia bertahan? Tidak! 52 tahun setelah diberlakukan otonomi khusus itu, tepatnya 25 Juni 1991, Kroasia memilih putus dari Yugoslavia.

  • Berapa banyak daerah dengan otonomi dan status istimewa di Indonesia? Jika Indonesia adalah Jawa, maka bukan tidak mungkin 52 tahun yang akan datang banyak yang minta merdeka atau bahkan langsung mendeklarasikan kemerdekaannya.

Ketika Republik Makedonia, negara bagian termiskin, memerdekakan diri pada tanggal 8 September 1991, Tentara Federal diam saja.

  • Di Indonesia, Timor Leste boleh dibilang si miskin yang memerdekakan diri. Tapi, apakah cuma Timor Leste? Bagaimana dengan provinsi yang ‘dimiskinkan’ negara? Kekayaan alam yang mereka miliki dikuras habis sementara penduduk lokal masih mengais rezeki dengan cara menyedihkan.

Penduduk Muslim Bosnia dan Kroasia di Bosnia-Herzegovina memilih untuk merdeka dan mendeklarasikan negara Bosnia-Herzegovina pada 1 Maret 1992. Penduduk muslim Bosnia-Herzegovina tidak tahan karena berada di tengah konflik antara Serbia dan Kroasia. Mereka merasa keberadaan mereka tidaklah menguntungkan. Itulah sebabnya mereka memutuskan untuk memerdekakan diri.

Sayangnya keputusan memerdekakan diri ini malah berbuah petaka bagi rakyat muslim Bosnia dan Herzegovina. Keputusan berpisah itu menyebabkan pembantaian massal etnis muslim di sana. Pembantaian Srebrenica (disebut juga Genosida Srebrenica) adalah kejadian sekitar lebih dari 8000 pembantaian lelaki dan remaja etnis Muslim Bosniak pada Juli 1995 di daerah Srebrenica, Bosnia oleh pasukan Republik Srpska pimpinan Jenderal Ratko Mladić. Jenderal Mladic kini menjadi buronan internasional yang telah didapati bersalah karena genosida dan berbagai kejahatan perang lain di Yugoslavia.

Pada 27 Februari 2007, Mahkamah Internasional menetapkan kejadian ini sebagai sebuah genosida. Selain pasukan Serbia Bosnia, pasukan paramiliter Serbia Scorpion (pernah menjadi bagian dari Kementerian Dalam Negeri Serbia sampai 1991) dan ratusan sukarelawan dari Ukraina dan Rusia juga turut bersalah atas pembantaian ini.

  • Akankah perbedaan pandangan di Aceh memaksa mereka memisahkan diri? Hanya rakyat Aceh yang tahu jawabannya. Dan alangkah baiknya tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Perbedaan antar etnis mulai nampak, terutama ketika pada akhir tahun 1980an terjadi krisis ekonomi. Diskriminasi terhadap penduduk Serbia dan non Albania lainnya di Kosovo menyebabkan ribuan orang mengungsi dari provinsi tersebut.

Di Indonesia juga sering terjadi diskriminasi baik itu berupa sindiran etnis Jawa dan non Jawa. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin perubahan dari Indonesia menjadi Jawanesia bakal terealisasi.

Belum lagi perang antar etnis di beberapa daerah di luar pulau Jawa. Sungguh mengerikan nasib Indonesia. Tentu saja gerak cepat pemerintah pusat untuk memajukan seluruh daerah tertinggal di Indonesia. Tujuannya agar tidak ada lagi anak emas dan anak tiri. Anak bawang dan anak cabai.

Selain itu, peran serta seluruh penduduk sangatlah besar. Sayangnya peran ini belum bisa muncul karena belum ada rasa nyaman di negara bernama Indonesia. Jika semua penduduk telah merasakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan, kenyamanan mungkin akan hadir dalam diri. Hal inilah yang membuat Indonesia kuat.

REFERENSI :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s