Inilah Sosok Nurul Fahmi, Pengibar Bendera Merah Putih Bertuliskan Kalimat Tauhid

img_20170125_200458

Nurul Fahmi (29) menggunakan baju taqwa bersama pengacaranya, Mohammad Kamil Pasha


Nurul Fahmi, tersangka penodaan terhadap sang saka merah putih, Selasa (24/1/2017), melakukan sujud syukur karena dibebaskan dari tahanan Polres Jakarta Selatan.

Nurul dapat bebas setelah Pimpinan Majelis Az-Zikra, Arifin Ilham, menemui Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan mengajukan penangguhan penahanan dengan jaminan dirinya sendiri.

“Saya bersedia menjadi penjamin, pertama karena kita lihat saudara kita yang melakukan kesalahan (ini) karena ketidaksengajaan dan ketidaktahuan,” kata Ustad Arifin di Polres Jakarta Selatan.

Hal lain yang membuat Ustad Arifin bersedia menjadi penjamin adalah karena 12 hari lalu istri Nurul melahirkan, dan hingga kini dia belum melihat anaknya.

“Beliau juga senang menghafal Alquran. Jadi, tersentuh hati ustaz,” imbuh dia.

Ustad bersuara khas ini mengakui telah menemui Kapolri dan mengajukan penangguhan penahanan bagi Nurul, dan disetujui.

Nurul ditangkap Polri karena saat melakukan aksi unjuk rasa bersama massa FPI di Mabes Polri untuk menuntut pencopotan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan pada 16 Januari silam, ia membawa bendera merah putih yang ditulisi kalimat tauhid.

Cerdas dan Religius

Nurul Fahmi tersangka kasus dugaan pelecehan bendera dikenal sebagai sosok cerdas dan religius.  Sehari-hari pria 29 tahun itu menghabiskan waktunya untuk mengajar Al-Quran pada anak-anak di masjid dekat rumahnya.

Fahmi dikenal sebagai anak yang cerdas. Saat duduk di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (STM) 26 Rawangun ia pernah dikirim pihak sekolah ke Jepang selama 4 tahun. Dari Jepang ia dikirim lagi menuju Singapura.

“Dari Jepang dikirim lagi ke Singapura beberapa bulan,” ujar istrinya, Nur Anissa (29) kepada redaksi hidayatullah.com, Senin (23/01/2017).

Dari Singapura ia diminta manjadi membantu imam Masjid Az Ziyadah, Klender – Duren Sawit Jakarta Timur, mengingat kemampuannya yang baik dalam Al-Quran. Selain itu mengajar al-Quran (TPA) sore hari di Masjid Az Ziyadah, Klender.

Karena saat itu sudah mampu menghafalkan al-Quran 3 juz, yang bersangkutan dikirim Masjid Az Ziyadah guna menginguti program tahfiz Quran di Masjid Qiblatain (Madinah al Munawwarah) dan selesai 30 juz dalam waktu 1,5 tahun.

Tahun 2014 Fahmi menikahi Anisah (22) dan dikaruniai putrid cantik, Hafidzah Nur Kaila (11 hari) yang lahir pada 8 Januari 2017, sepekan sebelum penangkapannya pada Kamis (19/01/2017).

“Saya sempat sock dan kaget. Karena saat itu saya di rumah ibu saya, sedang Bang Fahmi ditangkap di rumah empok (kakak) nya di Cilandak, Jakarta Selatan,” ujar Anisa.

Bukan Anggota FPI

Menurut Sang Istri, suaminya dikenal sebagai orang baik, suka membela Islam dan ulama. Bahkan acara Maulid Nabi di mana saja selalu datang.

“Abang bukan anggota FPI, tidak ikut ormas, tetapi suka dengan kegiatan keislaman. Bahkan acara Maulid Nabi di mana saja ikut,” tambah Anissa.

Sedianya, Senin ini Fahmi baru memulai mengajar sebagai guru tahfidz al-Quran di sebuah sekolah alam, namun takdir menentukan lain.

Akibat membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid (Laa Ilaha Illallah) ini, Fahmi akan dijerat dengan Pasal 66 jo 24 subsider 67 Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Menurut pengacaranya, Mohammad Kamil Pasha, Fahmi mengakui, dirinya tidak bermaksud menghina, melecehkan atau menghina lambang Negara.

“Dia dikenal bersimpati terhadap perjuangan ulama dan umat, mengawal pelaporan di Mabes Polri serta sangat peduli dengan kondisi penegakkan hukum di Indonesia yang berat sebelah,” ujar Kamil Pasha.

Karena itu ia berharp pihak kepolisian  bertindak profesional, tidak imparsial dalam penegakan hukum.

“Apa karena ini kalimat tauhid? Jangan sampai kepolisian menyakiti perasaan umat Islam,” tambahnya.

Pemaaf, Meski Telah Difitnah

Suasana di rumah Nurul Fahmi

Suasana di rumah Nurul Fahmi


Situs detikcom memberitakan tentang sosok Nurul Fahmi (NF) yang diposting pada hari Ahad (22/1/2017) berjudul “Kata Ketua RW soal Pembawa Bendera RI Bertuliskan Arab”.

  • Berikut kutipan beritanya:

Nurul Fahmi (26), pembawa bendera Merah-Putih yang bertuliskan huruf Arab, dinilai ketua RW sebagai sosok yang temperamental. Ia juga dikenal jarang bergaul dengan tetangga sekitar.

detikcom menyambangi kediaman Nurul Fahmi di Jalan Tanah 80, RT 006 RW 009, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Ketua RW 009 Jumari mengungkapkan, sosok Fahmi adalah orang yang temperamental.


“Orangnya memang temperamental. Namanya anak muda, memang mudah tersinggung,” katanya, Minggu (22/1/2017).


Jumari juga menyebut Fahmi memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan keluarga. “Sempat ada masalah dengan keluarga. Ada masalah soal surat kesepakatan masalah tanah,” ungkapnya.

img_20170125_201205

  • Berita ini Dibantah oleh Suryani Cangai

Berikut tulisan Suryani Cangai yang disalin dari fb-nya:

DETIK.COM MEMBUAT HOAX SOAL NF

Miris hati membaca berita ini. Wahai ikhwah sekalian, telah dikonfirmasi kepada Pak RW langsung bahwa Pak RW tidak pernah memberikan statement demikian. Detik.com telah menebar kebohongan.


Saya jadi ingat sewaktu sang kakak bilang, tidak semua wartawan ia terima. Tapi waktu itu detik sempat diterima. Lidah saya tercekat waktu mendengar kata detik. “Allah, bukankah detik justru PEMBOHONG besar? Ah, tidak-tidak, saya akan tetap mencoba husnuzhon.” Batin saya saat itu. Sehingga niat saya untuk berpesan jangan menerima kedatangan detik saya urungkan.


Tapi membaca berita ini, saya benar-benar marah! Detik, wallahi kalian benar-benar jahat! Mau sampai kapan kalian membohongi umat ini dengan berita-berita sampah kalian. Ya, saya berani sebut sampah karena memang berita bohong itu tidak layak untuk didengar.


Kebenarannya wahai saudaraku, Bang Fahmi sama sekali bukan orang yang tempramental sebagaimana yang dikabarkan detik.com. Kalian tahu? Apa pekerjaan dia sehari-hari selama ini? Dia adalah pengajar PAUD. Saya sebagai guru TK, tahu banget betapa pekerjaan macam ini diisi oleh orang-orang yang punya kesabaran tingkat tinggi. Dan untuk pertama kalinya saya menemukan seorang laki-laki bisa menjadi guru PAUD. Saya sampai menanyakan ini berulang-ulang pada istrinya. “Serius mba? Masya Allah.” Dan jawaban istrinya telak, “ya Mba. Dia memang orangnya baik sekali. Saya sangat beruntung memilikinya.”

NF dikenal baik di lingkungannya. Dialah yang mengajari anak-anak mengaji. Dia juga yang sering membantu imam tarawih untuk mengoreksi bacaan Qur’an nya.

Bahkan saat NF ditangkap, para tetangga dan muridnya menangis. Orang seperti inikah yang kalian hina sedemikian jeleknya wahai detik.com?

Kalian keterlaluan! Padahal keluarga NF menyambut baik kedatangan kalian karena katanya kalian baik di depan mereka. Oh ternyata. Manis di depan saja ya? Di belakangnya subhanallah…

Sudah cukup bohongi umat ini, umat ini sudah tidak bodoh lagi. Kami sudah semakin tahu siapa teman siapa lawan.

Dan kalian ternyata melawan kami!

*Suryani Cangai*

img_20170125_203026

Bantahan Suryani Cangai di akun FB-nya


  • Tanggapan Nurul Fahmi

Nurul Fahmi‎ tersenyum ketika ditanya jika dirinya seorang yang temperamental. Fahmi tidak memberikan klarifikasi secara langsung terkait berita media yang menyudutkannya.

“Saya tidak mau membantah di sini terkait berita itu. Kalau saya seperti itu tidak mungkin ketika saya datang sampai diumumkan di masjid,” katanya ketika menemani tetangga dan wartawan ngobrol di kediamannya, Selasa (24/1).

Nurmaiddah kakak kedua Nurul Fahmi mengatakan, kalau  adiknya seorang yang tempramental tidak mungkin penyidik polisi yang memeriksanya setelah selesai di BAP akrab dengan Nurul Fahmi, “Polisinya saja bilang masa orang murah senyum gini dibilang tempramental,” katanya.

Secara pribadi Nurul sudah memaafkan terhadap orang yang memberitakan miring terhadap dirinya. Katanya ,sebelum orangnya minta maaf dia telah memaafkannya. “Memaafkan orang buat saya nomor satu,” ujarnya.

Nurul bersyukur, selama ditahan tiga malam di Polres Jakarta Selatan mendapatkan perlakuan baik dari awal penangkapan sampai proses pemeriksaan sampai pulangnya sekarang. “Alhamdulillah itu semua berkat kita cinta kepada Alquran. ‎Allah-kan sudah janji, akan nolong orang yang cinta Quran di dunia dan akhirat,” katanya.

Nurul Fahmi di rumahnya, Jalan Kampung Tanah 80 No. 45. Klender, Jakarta Timur, Selasa 24/1/2016 (TRIBUNNEWS.COM/FAHDI FAHLEVI )

Nurul Fahmi di rumahnya, Jalan Kampung Tanah 80 No. 45. Klender, Jakarta Timur, Selasa 24/1/2016
(TRIBUNNEWS.COM/FAHDI FAHLEVI )


  • Penelusuran

Setelah diselidiki, ternyata yang menjadi narasumber detikcom BUKAN Ketua RW 009 Pak JUMARI, tapi warga yang bernama AHMAD RIFAIH.

Setelah dikonfirmasi, Ahmad Rifaih akhirnya membuat KLARIFIKASI terkait berita di detikcom.

Klarifikasi Ahmad Rifaih dibuat dalam bentuk SURAT PERNYATAAN yang ditandatanganinya dengan bermaterei dan disaksikan Ketua RW 009 (Pak Jumari), Ketua RT 006, Tokoh Masyarakat KH. Munawir Aselih.

SURAT PERNYATAAN


Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama: Ahmad Rifaih

Alamat: Kp. Tanah 80 No.60 RT 006 RW 09, Kel. Klender Kec. Duren Sawit Jakarta Timur

Menyatakan bahwa yang memberikan keterangan kepada wartawan detikcom hari Minggu, 22 Januari 2017 pukul 11.30 WIB di kediaman Bpk Jumari adalah BENAR SAYA BUKAN BPK JUMARI DAN KETERANGAN YANG SAYA BERIKAN TIDAK BENAR ADANYA seperti yang diberitakan dalam media detikcom.


Demikian SURAT PERNYATAAN ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun serta berjanji tidak akan mengulangi kembali pernyataan tersebut. Apabila dikemudian hari saya mengulanginya maka saya bersedia berhadapan dengan hukum.


Jakarta, 22 Januari 2017

Ahmad Rifaih

Saksi 1: Ketua RT 006

Saksi 2: Tokoh Masyarakat (KH Munawir Aselih)
Saksi 3: Ketua RW 09 (Bpk Jumari)

Surat Pernyataan Ahmad Rifaih

Surat Pernyataan Ahmad Rifaih


Meruqyah di Sel Tahanan

Senyuman Nurul Fahmi mengembang ketika menceritakan pengalaman lucunya saat ditahan di Mapolres Jakarta Selatan.

Kepada awak media, Nurul Fahmi menceritakan pengalamannya meruqyah teman satu selnya dipenjara. Nurul Fahmi ternyata meruqyah temannya yang ditangkap karena kejahatan merampok dan KDRT.

“Di sel penjara ada lima orang, ada perampok, copet, pelaku KDRT. Yang lainnya saya lupa,” ujar Nurul Fahmi kepada awak media di rumahnya, Jalan Kampung Tanah 80 No. 45. Klender, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2016).

Menurut Nurul Fahmi, para tahanan ini memintanya untuk meruqyah setelah sering melihat dia membaca ayat suci Alquran di sel. Orang pertama yang meminta untuk diruqyah adalah seorang pelaku KDRT.

“Awalnya dia curhat sering diganggu oleh mahluk halus ketika selesai salat. Akhirnya dia nanya, apa saya bisa sembuhin. Dan akhirnya saya ruqyah,” terang Nurul Fahmi.

Berdasarkan penjelasan Nurul Fahmi, teman satu selnya ini sebelumnya pernah mengamalkan ilmu hitam. Sehingga banyak mahluk halus yang menggodanya seusai shalat.

Setelah dibacakan ayat-ayat suci Alquran oleh Nurul Fahmi, mahluk halus yang berada di tubuh rekannya akhirnya keluar.

“Akhirnya saya keluarkan (mahluk halusnya),” ujar Fahmi.

Praktik ruqyah yang dilakukan oleh Nurul Fahmi ternyata mencuri perhatian tahanan lainnya. Salah satu penghuni sel yang tersangkut kasus perampokan akhirnya meminta Fahmi melakukan hal yang sama kepada dirinya.

“Yang perampok lihat. Katanya: ‘Saya juga pengin dikeluarkan semua setannya. Kepala saya sering sakit,” ujar Fahmi menceritakan.

Akhirnya Fahmi melakukan hal yang sama, ternyata perampok ini memiliki ilmu hitam. Hal ini diketahui Fahmi setelah dirinya melakukan praktik ruqyah. Sukses meruqyah dua orang, membuat Fahmi diminta melakukan hal sama kepada anggota kepolisian.

“Akhirnya polisinya malah minta diruqyah ke saya,” tambah Fahmi.

Selama mendapatkan penahanan oleh pihak kepolisian, Fahmi mengaku mendapatkan perlakuan baik dari aparat. Dia mengaku tidak mendapatkan kekerasan selama menjalani proses hukum yang membelitnya.

“Saya pas di-BAP saja tertawa-tawa. Polisinya baik. Malahan pas dibawa ke Pasar Senen untuk menunjukkan bukti, saya tidak diborgol,” aku Fahmi.

Menurut guru mengaji Nurul Fahmi, Tata, perlakuan baik yang diberikan kepada muridnya selama menjalani proses pemeriksaan itu karena sikapnya yang selalu ramah kepada orang lain.

“Dia memang orangnya baik dan cepat akrab. Makanya orang selalu berbuat baik ke dia,” ujar Tata kepada Tribun.

Tata mengatakan sejak kecil Nurul Fahmi tidak pernah bergaul dengan orang jahat. Dia selalu menyempatkan diri untuk beribadah di manapun.

Nurul Fahmi, aktivis pembawa bendera bekalimat tauhid dibebaskan. (Kininews/Rakisa)

Nurul Fahmi, aktivis pembawa bendera bekalimat tauhid dibebaskan. (Kininews/Rakisa)


Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s