Panggil Habib Rizieq, Negara Semakin Anti Kritik

img_20170119_204344

Pakar Hukum Dr. Kapitra Ampera menilai, respon pemerintah terhadap adanya kritikan dari Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dinilai semakin menunjukkan adanya abuse of power atau penyalahgunaan wewenang.

Menurutnya, Habib Rizieq hanya menyuarakan kegelisahan masyarakat dan protesnya sebagai warga negara atas pelanggaran hukum yang dilakukan atau dibiarkan oleh Pemerintah.

“Tapi aspirasi rakyat melalui Habib Rizieq ini kemudian dianggap perbuatan inkonstitusional yang menimbulkan perpecahan, dan berujung akan dilakukannya pemeriksaan terhadap Habib Rizieq atas laporan oknum tertentu,” ujarnya di Jakarta, Ahad (22/01/2017).

Kapitra mengungkapkan, tujuan demokrasi di Indonesia telah gagal tercapai ketika pemerintah tidak lagi berjalan untuk rakyat.

“Ketika masyarakat menyuarakan kritikan atas kontrolnya terhadap pemerintahan yang mengabaikan undang-undang, justru dianggap memicu kegaduhan,” imbuhnya.

Anggota Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI ini menambahkan, saat ini kebebasan berpendapat menjadi terkukung. Pemerintah berkoar akan demokrasi kebebasan berpendapat, melahirkan banyak perundang-undangan namun bersikap tidak objektif dalam penegakannya.

Padahal, kata dia, sesuai dengan UU No 28 Tahun 1999, penyelenggara negara dalam menjalankan pemerintahan semestinya harus berlandaskan asas keterbukaan, yaitu membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan negara.

“Dan asas akuntabilitas yaitu setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi,” paparnya.

Sehingga, Kapitra menegaskan, pemerintah yang baik tidak perlu takut dikritik, namun harus mampu mencari solusi atas kegelisahaan masyarakat sehingga tujuan dari negara demokrasi yang berlandaskan konstitusi dapat tercapai.

“Ukuran kebenaran bukan terletak pada pendapat penyelenggara negaranya tapi haruslah berdasar pada konstitusi dan Perundang-undangan lainnya,” pungkasnya.

Pasal Penjerat Habib Rizieq kasus ‘Palu Arit’ Dinilai Tak Memenuhi Unsur Pidana

Pengacara Kapitra Ampera, SH

Pengacara Kapitra Ampera, SH


Pengacara Kapitra Ampera, SH menyatakan, pasal yang digunakan untuk menjerat Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab terkait kasus kritik pedasnya terhadap adanya dugaan lambang palu arit dalam mata uang Indonesia cetakan baru tidak memenuhi unsur pidana.

“Jika pasal pada laporan dikaji, maka sesungguhnya apa yang disampaikan Habib Rizieq tidak memenuhi unsur tindak pidana yang dilaporkan,” ujar Kapitra, Ahad (22/01/2017).

Sebegaimana diketahui, Habib Rizieq dilaporkan dengan tuduhan pasal 28 ayat 1 dan ayat 2 Jo pasal 45 ayat 2 Undang-undang No. 11 Tahun Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ia menjelaskan, unsur penting dari pasal 28 ayat 1 adalah mengakibatkan kerugian konsumen (tot verliezen consument). Sedangkan, kritikan Habib Rizieq tidak ada hubungan dan kaitannya dengan kerugian konsumen karena bukan kritik tentang produk barang atau jasa tertentu.

Sementara unsur penting dari pasal 28 ayat 2, lanjut Kapitra, adalah menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Kritikan Habib Rizieq tentang palu arit pada uang kertas tidak memenuhi unsur ini, karena logo Palu Arit merupakan Logo PKI yang dilarang oleh hukum Indonesia,” paparnya.

Karenanya, Kapitra menilai, dalam kasus tersebut mencerminkan kebebasan berpendapat yang menjadi terkukung. Pemerintah berkoar akan demokrasi kebebasan berpendapat, melahirkan banyak perundang-undangan namun bersikap tidak objektif dalam penegakannya.

Padahal, menurutnya, perbuatan berani Habib Rizieq dalam menyampaikan kritikan, saran, dan pendapat sebagai suatu kegelisahaan masyarakat merupakan suatu pelaksanaan hak sekaligus kewajiban yang telah sesuai dengan undang-undang.

Seperti diantaranya; Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Pasal 19, Pasal 28 UUD 1945, Pasal 28E ayat 3 UUD 1945, serta pasal 8 ayat 1 dan pasal 9 ayat (1) huruf a dan c UU No. 28 tahun 1999 Tentang Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas KKN.

Habib Rizieq: Kita Injak Semut, Semutpun Sekarang Digiring Polisi untuk Melaporkan

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab mengatakan  saat ini ada fenomena fitnah dan adu domba serta mencari-cari kesalahan para ulama dan tokoh nasionalis.

Begitu kuatnya kesan tersebut, bahkan jika dirinya melintas di tengah jalan  menginjak semut, semutpun akan didorong untuk segera melaporkan pada aparat hukum.

“Kondisi kita saat ini –baik yang agamis atau yang nasionalis–  berhadapan dengan rezim penguasa yang sedang mencari cela-cela kesalahan. Mereka bukan membuka pintu dialog, tetapi berusaha mengkriminalisasi ulama atau tokoh nasionalis. Andaikan kita menginjak semut, semutpun akan digiring polisi untuk melaporkan kita,” jelasnya yang langsung disambut gelak tawa ratusan peserta dalam acara diskusi bertajuk ‘Kedaulatan NKRI Tanggung Jawab Kita Semua’ di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017).

Menurutnya,  saat ini gerakan Islam, tokoh Islam, difitnah anti NKRI, anti Pancasila, anti UUD 1945, anti kepada Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya hal itu adalah sebuah fitnah yang keji. Sementara gerakan-gerakan Islam sudah berdiskusi dan masuk pada wacara bagaimana mengembalikan nilai-nilai peninggalan pendiri bangsa tentang UUD 1945 yang asli, yang kini sedang dikhianati.

“Maka gerakan-gerakan Islam sudah sepakat, saat ini bukan berdebat pada tataran pada soal dasar negara, bukan berdebat soal NKRI, bukan berdebat Tunggal Ika, bahkan saat ini kita masuk pada tataran bagaimana cara kita mengembalikan peninggalan para founding father kita UUD 45 yang sudah dikhianati dan diobok-obok,” ujarnya.

Ia mengaku, seharusnya pemerintah menguatkan peran intelijennya untuk mengawawi bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sudah jelas-jelas nyata. Karena itulah dirinya mengaku sangat keras mengkritik pemerintah terkait dugaan logo PKI di uang kertas yang baru keluaran Bank Indonesia (BI).

“Justru kita kembali bertanya, kenapa justru yang muncul bentuk logo itu, bukan dalam bentuk-bentuk yang lainnya? Mestinya, protes kita itu ditangkap pemerintah dengan sinyal yang positif. Tapi tidak, polisi mendorong Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk melaporkan saya. Begitu Bank Indonesia (BI) tidak melaporkan, dimunculkan LSM-LSM binaan Polri untuk melaporkan saya dalam persoalan tersebut,” tambah Habib Rizieq.

“Inilah keprihatinan saat ini saudara, manakala intelijen digunakan untuk memata-matai ulama dan tokoh nasionalis. Mestinya fungsi intelijen ditingkatkan fungsinya untuk memata-matai kebangkitan PKI. Bukan memata-mati yang cinta pada negeri ini. Kemudian kepolisian dijadikan alat untuk mengriminalisasi ulama dan tokoh-tokoh nasionalis. Bahkan bukan lagi mengkriminalisasi, tetapi menterorisasi ulama dan me’makar’isasi tokoh-tokoh yang cinta pada bangsa ini, saudara,” tambahnya.

Acara yang digagas oleh  CSIL (Centre Studies for Indonesian Leadership) ikut menghadirkan Jendreal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Dr. Firdaus Syam, Permadi, SH, Habib Muhammad Rizieq Shihab, Mayjen TNI (Purn) Prijanto, Bambang Wibowo, Batara R. Hutagalung, adik kandung Gus Dur Lily Chodidjah Wahid, Letjen Merinir (Purn) Suharto, Usamah Hisyam dan lain sebagainya.

Do’a KH Arifin Ilham Untuk Habib Rizieq

Pimpinan Majelis Az Zikra KH Arifin Ilham mendoakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) terkait kasusnya yang terbaru, pemeriksaan  sebagai terlapor kasus dugaan penghinaan terhadap Pancasila di Pengadilan Negeri Jawa Barat (Jabar).

“Allhumma ya Allah lindungilah jagalah selamatkanlah dan berkahilah harakah imam mujahid kami, pahlawan negeri kami, guru kami tercinta ayahanda Doktor Habib Rizieq Syihab…aamiin,” ujar Arifin dalam tulisannya yang diunggah di laman Facebook pribadi.

Arifin memiliki ikatan yang cukup dekat dengan Habib Rizieq Shihab, apalagi saat Aksi Damai Bela Islam II dan III keduanya datang dan mendukung aksi yang dihadiri jutaan umat Islam itu.

Habib Rizieq Shihab dan KH Arifin Ilham

Habib Rizieq Shihab dan KH Arifin Ilham


Inilah tulisan lengkap KH Arifin Ilham;

‘Doa untuk Ayahanda Habib Rizieq Syihab Tercinta’

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Sahabatku, simaklah Kalam Allah ini dg iman,

“Tegakkan kebenaran, hancurkan kebathilan, pasti kalian dibenci para durhaka itu.” (QS Al Al Anfal 8).

Penyejuk Hati Pengugah jiwa

Sahabat Surgaku…

Bila luka itu teramat parah, jangan pernah merasa diri paling susah.

Bila suasana tak lagi mendamaikan, jangan pernah merasa diri tersisihkan.

Bila kita yakin bahwa tidak satu pun peristiwa itu hanya kebetulan, semua telah dirancang oleh Allah agar kita bisa memetik pelajaran.

Bahkan duri yang menusuk jari kita pun tak lepas dari pandangan Nya,

Agar kita menyadari bahwa semua yang Allah takdirkan akan berbuah kemuliaan.

Bila kita yakin, bahwa akan selalu ada terang setelah kegelapan.

Allah siapkan kemudahan seiring dengan hadirnya kesulitan.

Banyak sekali nikmat yang telah Allah swt berikan kepada kita yang tak bisa kita pungkiri.

Nikmat iman dan Islam yang telah kita rasakan telah merasuk sanubari.

Itulah karunia yang mampu menuntun kita untuk tetap tegar menapaki jalan Ilahi.

Pengorbanan, kesulitan, dan segala ujian yang ada di jalan ini adalah suatu fase yang akan mengantarkan kita untuk semakin merasakan indahnya kehidupan.

Kita tak akan pernah merasakan bahagia bila kita tak pernah merasakan kesedihan.

Kita tak akan pernah merasa lapang bila kita belum pernah mencicipi kesempitan.

Dan hanya orang-orang yang selalu bersyukur saja yang mampu merasakan segala titah sang pencipta Nya.

Bila kita yakin bahwa semua yang berlalu itu titah dari Sang Penentu maka langkah-langkah kita tak kan pernah jemu.

Dalam keadaan apa pun kita sanggup melalui, meski dakwah ini mengalami tantangan dan ujian yang semakin berat.

 “Andai perjuangan ini mudah, pasti ramai yang menyertainya.

Andai perjuangan ini singkat, pasti ramai yang istiqomah.

Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan dunia, pasti ramai orang yang tertarik padanya.

Tetapi hakikat perjuangan bukanlah begitu, turun naiknya, sakit pedihnya, umpama kemanisan yang tidak terhingga.

Andai rebah, bangkitlah semula. Andai terluka, ingatlah Janji-Nya.” (Hasan Al Banna)

Al-Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya kebatilan meskipun terkadang menang awalnya terhadap kebenaran dan lebih tinggi darinya, namun Allah pasti akan MENGHANCURKAN dan MENGHAPUS kebatilan tersebut. Dan menjadikan kemenangan untuk al-Haq dan ahlul Haq”.

Allhumma ya Allah lindungilah jagalah selamatkanlah dan berkahilah harakah imam mujahid kami, pahlawan negeri kami, guru kami tercinta ayahanda Doktor Habib Rizieq Syihab…aamiin.

Kami yang sangat mencintai beliau karena Allah. InsyaAllah akan bersama beliau di akhirat kelak, dan pembenci beliau akan dipisahkan dg beliau kelak di akhirat. “Yukhsyarul mar u maa man ahabbahu” seseorang kelak di akhirat dikumpulkan bersama siapa yg ia cintai di dunia.

“Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yg lain kecuali persahabatan karena Ketaqwaan (saling cinta krn Allah).” (QS Az Zuhruf 67).

Muhammad arifin ilham

Sebagaimana diketahui, Habib Rizieq dilaporkan oleh putri Presiden Sukarno, Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga menghina Pancasila dalam ceramahnya.

Dalam pelaporannya, Sukmawati melampirkan barang bukti berupa video Habib Rizieq saat ceramah di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Jawa Barat, yang diduga berisi penghinaan terhadap Pancasila.

Karena tempat kejadiannya berada di Jawa Barat, Bareskrim lalu melimpahkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat. Direktorat Reserse Kriminal Umum sudah mempelajari video tersebut dan segera memeriksa Habib Rizieq.

Ribuan Orang Rela Berpanas-Panasan di Depan Polda

img_20170126_080448

Di tengah teriknya matahari, ribuan umat Islam memenuhi sepanjang Jalan Sudirman. Mereka berdiri kokoh mendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang sedang dipanggil Mapolda Metro Jaya, Senayan, Jakarta, Senin (23/1/2017) ini.

Lautan massa berbaju putih dan bersih khas umat Islam mengecam respon pemerintah yang dianggap terlalu berlebihan ini.

“Hari ini kita datang untuk menegak keadilan. Wahai bapak-bapak penguasa, itu mengapa yang membakar masjid belum ditangkap, kenapa yang salah di mata kita tidak diapa apakan? Kok tidak ditangkap? Apa karena kita umat Islam?,” ujar salah seorang orator perempuan disambut pekikan takbir para jamaah.

Photo ibu-ibu yang bawa bendera Tauhid saat Aksi Bela Ulama ini adalah Irawati Moerid. Irawati Moerid adalah seorang mantan pemain tenis kebanggaan Indonesia.

Photo ibu-ibu yang bawa bendera Tauhid saat Aksi Bela Ulama ini adalah Irawati Moerid.
Irawati Moerid adalah seorang mantan pemain tenis kebanggaan Indonesia.


REFERENSI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s