Sekjen FUI Serukan Cyber Army Muslim Harus Menangkan Perang Medsos

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath


Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath turut memberikan perbekalan kepada para peserta pelatihan program pelatihan design grafis dengan aplikasi handphone dan dasar-dasar SEO, di Gedung Suara Islam Jalan Kalibata Tengah, Pancoran Jakarta Selatan, Ahad 18 Desember 2016.

Ustadz Khaththath memaparkan pentingnya umat Islam untuk memenangkan perang di media sosial melawan cyber army musuh-musuh Islam.

img_20170127_182020

Maka itu FUI menggagas acara pelatihan ini demi untuk mengantisipasi berbagai serangan dari musuh-musuh Islam di media sosial serta mempersiapkan cyber-cyber muslim untuk menghadapinya.

“Siap gak siap itu kita harus siap, karena peperangan di media sosial sudah berlangsung. Kita harus menangkan perang medsos. Insya Allah ke depan kita akan lakukan juga pelatihan jurnalistik, bagaimana untuk menulis sesuai dengan kaidah jurnalistik”, demikian kata Ustadz Khaththath.

Lalu Ustadz Khaththath sebagai Sekjen FUI menjelaskan bahwa FUI itu bukan ormas tapi sebuah wadah untuk menyamakan persepsi atau menyatukan ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia.

Ustadz khaththath: “FUI ini bukan suatu ormas, tetapi wadah untuk mengkoordinasikan dan mensinergikan berbagai ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia seperti FPI, Persis, Garis, Aisyah, Muslimat, Forum Perempuan Bicara dan lain-lain, semua koordinasinya di FUI.”

“Saya sudah aktif di pergerakan sejak tahun 1990an. Saya memimpin demo sejak 2001, jadi sudah kenyang yang namanya demo. Kemarin kita menggagas GNPF-MUI itu sebagai pengawal fatwa, tetapi induknya di FUI.”, demikian tutup Ustadz Khaththath yang juga merupakan Sekretaris GNPF-MUI ini.

Muslim Mega-Cyber Army Versus Ahok Cyber Army

img_20170127_214128

Aksi Bela Islam (ABI)  mencatat fenomena baru,  yakni munculnya kekuatan besar di dunia maya  atau Muslim Mega-Cyber Army (MMCA). Mereka ini adalah pegiat sosial media yang berlatar belakang muslim perkotaan, terdidik dan sangat terkoneksi. Mereka termasuk jenis penduduk dunia yang disebut sebagai Native Digital.

Hasil kerja mereka sangat terasa, baik di dunia nyata, maupun dunia maya. Suksesnya ABI I,II dan III tak lepas dari peran mereka dalam menerobos berbagai “barikade’ yang dibangun penguasa dan aparat keamanan. Demikian pula halnya dalam Pilkada DKI.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Politicawave, sebuah lembaga yang mengamati lalu lintas percakapan di sosial media, pada dua pekan masa awal kampanye (23 Sept- 3 Okt), pasangan Ahok-Djarot sangat mendominasi. Dari total 243.859 percakapan, pasangan Ahok-Djarot  memimpin dengan 146.460 percakapan, atau total share of awareness-nya sebesar 60.06 %.   Net sentiment (selisih dari sentimen positif dengan sentimen negatif)  Ahok-Djarot juga  paling tinggi dibandingkan dua pasangan lainnya.

Situasinya menjadi berubah drastis setelah munculnya Aksi Bela Islam (ABI) I dan II  sebagai buntut pidato Ahok di Pulau Seribu yang menyinggung tafsir Surat Al-Maidah 51. Pada tanggal 23 Sept-5 Okt 2016 ada sebanyak 117.039 percakapan tentang Ahok, 63.81 persen positif.  Percakapan tentang Ahok  pada tanggal 6 0ktober -20 November, atau setelah kasus Al-Maidah 51 melonjak  menjadi hampir dua kali lipat sebesar 216.466 percakapan. Namun sentimen negatifnya lebih besar dibanding yang positif. Tercatat  126.872  (58.61 persen) negatif.

Sentimen negatif terhadap Ahok terus meningkat  setelah aksi 212 (ABI III). Ahok tetap paling banyak dibicarakan, tapi dengan sentimen negatif yang sangat tinggi, yakni sebesar -92,047.

Terus menurunnya net sentiment Ahok-Djarot ini adalah hasil kerja dari Muslim Mega- Cyber Army  yang rajin bergerilya di dunia maya. Walaupun tidak terkoordinasi, tanpa markas besar dan tanpa komando, namun  mereka berhasil membuat keder Ahok Cyber Army  yang  nota bene lebih berpengalaman, professional,  terkoordinasi dan terencana. Jangan lupa Ahok Cyber Army sebagian besar adalah para veteran pemenang dua pertempuran, ketika mendukung  Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI 2012 dan  Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.

Ahok Cyber Army kini seolah kebingungan  menghadapi arus pasukan yang datang dari berbagai penjuru.  Seperti jutaan kawanan lebah yang langsung menyengat beramai-ramai, manakala ada account maupun buzzer Ahok  yang muncul. Mereka sangat militan. Korbanpun mulai berjatuhan. Selain elektabilitas Ahok-Djarot di dunia nyata dan dunia maya yang terus menurun, kelompok-kelompok ini juga mengincar para pendukungnya. Aksi boikot terhadap Metro TV, boikot produk Sari Roti  adalah contoh nyata  korban mereka.

Potensi besar Muslim Mega-Cyber Army ini sangat sayang bila hanya digunakan untuk “perang” melawan Ahok. Selain terus mengawal persidangan Ahok, sudah waktunya dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk umat, bangsa dan negara.  Misalnya, pemberdayaan ekonomi umat, pembentukan media alternatif, kegiatan sosial penggalangan dana untuk duafa maupun bencana dan berbagai aktivitas positif lainnya. Jangan lupa pula hendaknya Muslim Mega-Cyber Army ini harus juga mempromosikan Islam yang damai, berakhlak mulia  dan rahmat bagi  alam semesta.

Momentum persatuan umat seperti saat ini sayang bila dilewatkan. Sebelumnya rasanya sulit membayangkan  berbagai elemen Islam yang berbeda harakah/gerakan, bisa bersatu.

Pengamat politik Muslim Arbi menduga, “tim cyber” pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sering meretas akun sosial media milik pihak-pihak yang dianggap berseberangan. Tim ini juga menyebarkan ‘fitnah’ di sosial media kepada pihak lain.

img_20170127_215031

“Tim cyber Ahok suka meng-hack akun milik seseorang yang tidak disukai. Contohnya, akun Facebook-nya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang tiba-tiba tidak bisa dibuka, setelah membuka fakta terkait Sungai di Episentrum Kuningan, yang sejatinya bukan hasil kerja Ahok,” jelas Muslim kepada intelijen (22/10).

Muslim mensinyalir, kerja tim cyber Ahok mirip yang dilakukan tim cybernya Joko Widodo. “Semua dianggap baik dan Ahok itu dianggap sebagai penyelamat. Cara-caranya mirip seperti timnya Jokowi,” jelas Muslim.

Terkait hal itu, Muslim meminta masyarakat Jakarta lebih cerdas dalam melihat kinerja Ahok, terutama pemberitaan di media sosial dan media pendukungnya. “Kalau diamati sudah terlihat media apa saja yang mendukung Ahok. Media ini punya tujuan dan ideologi tertentu,” papar Muslim. Media yang pro Ahok biasanya juga pro Jokowi, mereka ini sudah diguyur dengan fulus yang jumlahnya bisa belasan miliar rupiah, seperti sebuah portal berita yang terkenal di negeri ini yang sama sekali tidak ada berita soal keburukan kinerja Ahok maupun Jokowi.

Sebelumnya, akun Facebook pribadi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di-hack pihak yang tidak bertanggungjawab. Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya, mengungkapkan hal itu melalui akun Facebook miliknya. Atalia pun meminta bantuan terkait akun media sosial Ridwan Kamil yang tidak lagi bisa diakses.

Akun Facebook Ridwan Kamil tak bisa diakses setelah membeberkan klarifikasi tentang ‘kolam sungai’ hasil rancangan tim Ridwan Kamil di kompleks Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jaksel.

Fakta itu dibeberkan Ridwan Kamil untuk menanggapi perdebatan di media sosial tentang pernyataan pendukung Ahok yang mengklaim sungai itu bersih berkat kinerja Ahok.

Halaman Facebook Katakita Milik Ahoker Akhirnya Tumbang Tidak Bisa Diakses Lagi

Page Facebook Katakita postingannya meresahkan dan provokatif, tudingan yang dilemparkan kebanyakan hoax alias bohong, bahkan dengan berani tanpa tedeng aling-aling lagi sebarkan fitnah terhadap lembaga Para Ulama yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI).

img_20170127_205130

Dikutip dari Islamedia, pada tanggal 21/12/2016 menuduh bahwa MUI tidak berani mengeluarkan Fatwa mengharamkan korupsi. “ada yang pernah mikir mengapa MUI tidak pernah mengharamkan korupsi?” demikian tulisan dalam meme yang dibuat admin Page Facebook KataKita yang dipublish pada hari itu. Dengan gaya bahasa meledek, admin KataKita juga menuliskan : “Mumpung sekarang ada ormas GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) maka MUI sebaiknya mengeluarkan fatwa bahwa KORUPSI itu haram”.

Padahal faktanya jelas MUI pernah mengeluarkan Fatwa nomor 4/Munas VI/MUI/2000 pada Musyawarah Nasional MUI ke VI, secara jelas menyebutkan bahwa : korupsi (ghulul) dinyatakan haram. Termasuk didalamnya adalah Suap (risywah) dan hadiah bagi pejabat publik.

 img_20170127_212512

Selain MUI, Page Facebook KataKita juga pernah membuat meme dengan mencatut foto Walikota Bandung Ridwan Kamil seakan-akan mendukung tersangka penista agama Ahok. Akibat pencatutanya Ridwan Kamil memberikan teguran keras kepada admin KataKita. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Kang Emil, panggilan akrabnya, membantah telah mendukung Ahok. Dalam meme bergambar Kang Emil itu tertulis, “Yang menolak Ahok karena ia Tionghoa adalah orang bodoh.”
Dia pun bereaksi meluruskan meme yang mencatut dirinya itu. “Saya tidak pernah mengeluarkan statemen/meme ini. mohon siapa pun yg membuat/menyebarkan agar menghentikan. nuhun,” katanya melalui akun @ridwankamil.

Tak luput, Katakita juga sekali lagi mencatut foto Yenny Wahid. Ditulis dalam meme itu seakan Yenny mengatakan : Hanya Orang Yang Berhati Kotor Yang Tidak Bisa Melihat Kebaikan Ahok, tak lama Yenny Wahid juga mengklarifikasi bahwa dia tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu. “Pemberitahuan.

img_20170127_205344

Saya tidak pernah mengatakan seperti yang disebut di gambar,” ujarnya melalui akun @yennywahid.

Postingan yang tendensius, tak beretika samasekali dari Katakita akhirnya harus terhenti karena hari ini page itu sudah tidak bisa diakses.

img_20170127_214406

Tentu ini adalah kegembiraan buat kita, namun mereka tidak akan berhenti sampai disini, mereka akan berbuat hal yang sama, pun demikian kitapun tak akan berhenti. Satukan langkah, satukan tekad. Muslim bersatu, tak bisa dikalahkan!

Muslim Cyber Army Dikecam Karena Dianggap Menebar Kebencian

Seperti yang dimuat di detik.com, presiden jokowi meminta agar dihukum tegas dan keras untuk penebar kebencian di medsos. Berikut kutipan beritanya:

img_20170127_201549

Jokowi Minta Hukum Tegas dan Keras untuk Penebar Kebencian di Medsos

Jakarta – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas antisipasi terkait dengan media sosial. Dalam rapat itu, Jokowi meminta aparat hukum melakukan penindakan yang tegas dan keras bagi pengguna media sosial yang melontarkan ujaran kebencian dan fitnah.

Jokowi mengatakan seharusnya media sosial dikembangkan menjadi sarana untuk kebaikan. Selain itu, media sosial harus mendorong kreativitas dan inovasi yang positif.

“Medsos harus dikembangkan ke hal produktif, mendorong kreativitas dan inovasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kita,” kata Jokowi membuka rapat di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016).

Namun, lanjut Jokowi, disadari bahwa perkembangan teknologi memberikan dampak negatif bagi masyarakat. “Seperti yang kita lihat akhir-akhir ini, banyak berseliweran informasi yang meresahkan, mengadu-domba, memecah-belah,” kata Jokowi.

Dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut adalah banyak muncul ujaran kebencian, ujaran kasar, fitnah, hingga upaya provokatif. Untuk itu, Jokowi ingin hal semacam itu ditindak tegas dan keras oleh aparat penegak hukum.

“Muncul ujaran kebencian, pernyataan kasar, pernyataan fitnah, provokatif, dan bahasa yang dipakai bahasa yang misalnya ‘bunuh’, ‘bantai’, ‘gantung’. Sekali lagi, ini bukan budaya kita, bukan kepribadian kita. Jangan sampai kita habis energi untuk hal seperti ini,” kata Jokowi.

“Saya minta, penegakan hukum harus keras dan tegas untuk hal ini,” tambah Jokowi.

img_20170127_214312

Mr Jokowi pura-pura tidak tahu bahwa Para Jokower & Ahoker justru telah lama membangun JOK CYBER ARMY yang kerjanya SEBAR FITNAH dan BERITA BOHONG serta ADU DOMBA PENUH KEBENCIAN.

Saat JOK CYBER ARMY kuat, Mr Jokowi & Ahok sangat menikmatinya.

Namun saat lahir MUSLIM CYBER ARMY membongkar habis dan terus menggilas JOK CYBER ARMY, maka Mr Jokowi mulai PANIK dan MAIN KASAR dengan gunakan KEKUASAAN.

AYO … LASKAR CYBER, HANTAM HABIS SEMUA MEDSOS JOKOWER & AHOKER PENEBAR FITNAH KEBENCIAN … !!!

img_20170127_181912

REFERENSI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s