Penyesalan Mantan Marinir AS atas Terorisme yang Pernah Dilakukannya Di Irak

img_20170130_123342

KLIK UNTUK MELIHAT VIDEO


Invasi Amerika Serikat atas Irak, telah membuat negeri Islam itu porak-poranda. Paska kematian Presiden Saddam Hussein, negeri yang disebut 1001 malam ini  seperti tidak pernah padam dari gejolak. Bom-bom bunuh diri meledak disana-sini yang menyebabkan korban-korban tewas mengenaskan. Penculikan dan penembakan misterius terjadi dimana-mana. Irak benar-benar remuk redam, hanya untuk sebuah tujuan: sumber daya alam yang melimpah (minyak).
Amerika Serikat dibawah pemerintahan George W Bush sebagai aktor utama kehancuran Irak waktu itu, sudah mengirim ribuan “mesin pembunuhnya” ke Irak untuk melibas dan menghabisi apa yang mereka sebut sebagai “teroris”. Semua itu dilakukan untuk menguasai kekayaan alam Irak dan menebar pengaruh “barat” di negeri mayoritas Muslim tersebut.
Namun, apakah semua pasukan elit Amerika yang dikirim ke Irak untuk membunuh orang-orang tidak berdosa disana senang atau bahagia? Ribuan malah dihinggapi stres berat, bahkan ada yang gila, menembak rekanya sendiri, atau bahkan membelot. Sebagian tewas terkena bom dan meregang nyawa dalam pertempuran melawan pejuang Irak.
Perang memang kejam, tidak ada rasa kemanusiaan disana. Pasukan asing bersenjata yang sudah dirasuki amarah menembaki rakyat Irak secara brutal, semua dilakukan atas nama perintah atasan. Sebagian melakukanya dengan tanpa tega, meski yang dihadapi adalah warga sipil tidak bersenjata. Mereka memberondongnya dengan alasan semua yang mereka hadapi adalah musuh yang harus dihabisi.
Namun seorang veteran perang Irak, Jon Michael Turner, seorang Marinir dari Batalyon III ke 8, spesialis penambak dari mesin otomatis yang dikirim George W Bush ke Irak, melakukan sebuah testimoni yang menyentuh.
Dihadapan para hadirin yang terdiri dari mantan serdadu yang pernah dikirim ke Irak dan sejumlah wartawan, Turner menceritakan kegetiran hatinya saat pernah bertugas di Irak tahun 2006.
Bahkan, saat mengawali testimoninya, Turner yang tampil dengan brewok lebat mencabut dan menghempaskan pin penghargaan yang pernah diberikan komandanya dari baju kebesaranya saat bertugas.

“sekali seorang Marinir, selalu marinir,” Turner lalu melecut pin yang tersemat dibaju dan melemparkan semua penghargaan itu kehadapan hadirin sambil berkata, “makanlah apel, persetan dengan korps. Saya tidak bekerja untuk kamu lagi.”Para hadirin bertepuk tangan menyaksikan keputusan Turner. Lalu dia kembali menceritakan flash-back kekejaman-kekejaman yang pernah dia lakukan tanpa rasa perikemanusiaan terhadap rakyat Irak tak berdosa, saat ia pertama kali ditugaskan ke Irak tahun 2006. Waktu itu dia beserta beberapa rekanya sedang melakukan sebuah patroli rutin.

“Pada tanggal 18 April 2006, adalah pertama sekali saya membunuh manusia. Orang ini sebetulnya tidak bersalah, aku tidak tidak tahu namanya, namun aku dan teman-temanku memanggil lelaki ini dengan sebutan “si gendut”. Saat dia berjalan kearah rumahnya hendak pulang, aku menembaknya didepan temannya, ayahnya dan keluarganya. Tembakan pertama tidak membuat dia langsung tewas, tapi dia sekarat. Saya juga memukulnya dibagian leher dan setelah itu dia mulai berteriak dan melihat langsung ke mata saya. Saya melihat teman saya, mereka membuat kode agar aku mengeksekusi mati si gemuk itu, lalu aku melakukanya dan lelaki itu tewas. Mayat lelaki itu lalu dibawa anggota keluarganya. Butuh tujuh orang untuk membawa tubuhnya pergi.” cerita Turner sambil terbata-bata, bahkan sempat meneteskan air mata. Beberapa hadirin ikut berlinang air mata mengawali testimoni Turner.
“Komandan kompi saya secara pribadi mengucapkan selamat kepada saya, seperti yang ia lakukan kepada orang lain dalam korps kami. Ada kebanggan tersendiri bagi pasukan apabila mampu melakukan pembunuhan pertama dan mereka nantinya akan mendapat cuti empat hari sekembali dari Irak.” tutur Turner dengan wajah memerah.
Turner juga menceritakan berbagai kesaksian lainya seperti saat timnya kerap melakukan sweeping ke rumah-rumah penduduk Irak. Menendang pintu dan mencekik orang-orang tidak bersalah. Banyak lelaki Irak yang didapati dalam rumah bersama anggota keluarganya dipukul bila melawan dan bahkan banyak yang dibenturkan kepalanya ke tembok dan diseret keluar. Turner menceritakan kalau dirinya sebetulnya sangat tidak tega melihat orang-orang tidak berdosa itu disiksa dan dibunuh. Orang-orang ditembaki secara serampangan.
Turner juga menceritakan bagaimana keji dan bobroknya pasukan Amerika yang “tidak punya rasa hormat” kepada tempat ibadah ummat Islam disana. Beberapa seradadu dari kompi mereka menembaki sebuah menara masjid Madina At-Zahra dengan tank hingga ambrol.
“saya hanya mau menyampaikan pesan kepada kalian bahwa saya sangat menyesal untuk kebencian dan kehancuran yang saya lakukan para orang yang tidak bersalah ini. Saya minta maaf untuk hal-hal yang saya lakukan. saya bukan lagi monster yang dulu.” tutup Turner dengan sedih dalam Video yang diungguh 8 April 2012 itu.
Seorang mantan Staf Sersan, Camilo Mejia juga berbicara. Saat dirinya telah bertugas di Irak, lalu ia menolak untuk kembali kesana. Lalu ia diadili di pengadilan militer dan menghabiskan hampir satu tahun di penjara. Mejia sekarang menjadi ketua IVAW dan bersaksi:
“Kami memiliki lebih dari satu juta orang mati Irak. Kami memiliki lebih dari 5 juta warga Irak mengungsi. Kami memiliki hampir 4.000 pasukan Amerika mati. Kami memiliki hampir 60.000 yang terluka. Itu belum termasuk yang mengalami gangguan stres dan semua luka psikologis dan emosional lainnya, mereka pulang membawa stres. Perang ini tanpa manusiawi dan telah menghancurkan negara Irak dan orang-orang Irak. Kita harus merenung kembali rasa kemanusiaan kita, kami menuntut penarikan semua pasukan dari Irak tanpa syarat, dan ganti rugi bagi rakyat Irak sehingga mereka dapat membangun kembali negara mereka.”

REFERENSI :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s