Hati-Hati Jebakaan RAND Corporation bagi Umat Islam

Maraknya pelarangan pengajian dan kriminalisasi ulama akhir-akhir ini membuat miris Umat Islam. Umat yang mayoritas di Indonesia justru menjadi bulan-bulanan di negeri sendiri.

Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution, menyampaikan rasa prihatinnya dengan kondisi tersebut.

Hak Asasi Manusia (HAM) yang dielu-elukan tidak juga menjamin kebebasan seolah tak berlaku bagi umat Islam. Pria yang akrab disapa Ombat itu menyebut bahwa cara-cara licik ini bagian dari RAND Corporation, sebuah lembaga think-tank Amerika Serikat untuk menciptakan desain konspirasi peperangan melawan Islam.

Berikut beberapa pembubaran pengajian yang pada baru-baru ini terjadi :

Pembubaran Pengajian Ustadz Khalid Basalamah

Keadaan memanas ketika puluhan anggota GP Ansor meminta tabligh akbar di sebuah masjid di Sidoarjo, Jawa Timur, yang diisi ustaz Khalid Basalamah dihentikan. Peristiwa itu sempat memicu ketegangan, hingga akhirnya Khalid memutuskan untuk mengalah dan menghentikan ceramahnya.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/3) di Masjid Shalahuddin, perumahan Puri Surya Jaya, Gedangan, Sidoarjo, tempat diselenggarakannya tabligh akbar bertema “Manajemen Rumah Tangga” yang dihadiri ratusan orang. Saat Khalid tengah menyampaikan kajian soal rumah tangga Rasulullah, puluhan pemuda GP Ansor datang.
Dalam berbagai video yang ramai dibagikan dari Youtube, mereka berteriak, menyanyikan yel-yel dan menyenandungkan shalawat. Aparat yang berjaga langsung sigap mengamankan situasi, pasalnya banyak jemaah tabligh akbar yang berada di luar, termasuk wanita dan anak-anak.
Menurut laporan kepolisian, insiden ini terjadi pada Sabtu lalu sekitar pukul 08.45 pagi. Sekitar 60 anggota Banser dan GP Ansor Gedangan yang datang menolak pengajian tersebut dengan alasan ceramah yang disampaikan Khalid sering bernada provokatif dan menimbulkan kebencian.
“Isi ceramahnya tidak sesuai dengan tradisi, adat istiadat atau budaya di negara kita,” ujar laporan kepolisian saat memaparkan alasan penolakan pengajian ustaz Khalid.
Akibat kegaduhan di luar, dan sempat terjadi aksi saling dorong antara polisi dan anggota Banser yang mencoba masuk halaman masjid, Khalid Basalamah memutuskan untuk menghentikan pengajiannya yang baru berlangsung selama 25 menit.
“Kita berhenti dulu sampai di sini. Kondisinya ada beberapa saudara kita Muslim yang tidak setuju dengan pengajian ini,” kata ustaz kelahiran tahun 1975 ini.
Usai menyampaikan kalimat itu, jemaah ricuh. Khalid menenangkan mereka.
“Ini bukan harus ribut-ributan, saya tidak minta itu,” ujar Khalid.
Khalid, menurut laporan kepolisian, diamankan menggunakan mobil Polres menuju Polda Jatim untuk menghindari gesekan. Keluar dari masjid, jemaah membentuk barikade untuk melindungi Khalid Basalamah.

Pembubaran Pengajian Ustadz Felix Siauw

Kajian ustadz Felix Siuaw dibubarkan paksa karena ada sebagain pihak yang tidak suka terhadap kajian ustadz Felix, padahal tema yang diangkat adalah tentang kaijan remaja yang hari ini semakin rusak dengan zina dan pergaulan bebas, Malang, Ahad (30/4/17).
Tetapi sejumlah oknum tetap membubarkan paksa, dan aparat malah terlihat mendukung upaya pembubaran kegiatan tersebut. Bahkan MC sekalipun tidak diberi waktu untuk menutup acara dengan doa. Semua peserta diusir keluar ruangan. Sampai saat ini belum jelas keterangan kenapa acara itu mesti dibubarkan.
Berikut tulis Aryo Jogja melalui akun facebooknya:
indonesiabertauhid.
 
Innalillahi wa innaa ilaihi rooji’un, Polisi membubarkan acara Ustadz @felixsiauw di Malang.
 
Sejumlah oknum sekuler radikal tidak terima ustadz Ustadz Felix Siauw mengisi acara yg sedianya dilaksanakan pagi tadi, Ahad, 30 April 2017.
 
Padahal tema yang dibawakan ustadz keturunan Tiongkok ini terkait dengan pergaulan remaja, yang hari ini semakin rusak dengan zina dan pergaulan bebas.
 
Tetapi sejumlah oknum tetap membubarkan paksa, dan aparat malah terlihat mendukung upaya pembubaran kegiatan tersebut. Bahkan MC sekalipun tidak diberi waktu untuk menutup acara dengan doa. Semua peserta diusir keluar ruangan.
 
Sampai saat ini belum jelas keterangan kenapa acara itu mesti dibubarkan. Apakah karena acara dakwah ini tidak mengundang DJ dan penyanyi kpop ibukota? #Note: Semakin jelas permusuhan orang-orang kafir dan kaum munafik terhadap dakwah Islam yang lurus.

Pembubaran Paksa Kajian Umat Islam di Magelang

Kajian Silaturrohmi Selapanan Forum Aliansi Umat Islam Bersatu (FAUIB) Magelang yang direncanakan digelar Kamis (04/05) jam 13:00 di Ponpes Hidayatus Sibyan, Tanggul Rejo, Tempuran, Magelang, dibubarkan aparat Kepolisian.

Jalan menuju lokasi acara Kajian diblokir aparat Kepolisian, sehingga kajian batal digelar. Tak hanya itu, sikap arogansi aparat ditunjukkan Kapolsek Tempuran, AKBP Sonny Mahar, BA, saat beraudiensi di Balai Desa Tanggul Rejo bersama Ustadz Rofi’i, selaku pembicara kajian dan Ustadz Sugiarto, ketua Front Pembela Islam (FPI) Magelang.

Aparat beralasan bahwa dibubarkannya kajian untuk melindungi yang lebih besar.

“Kami mencegah adanya konflik horizontal antara jenengan dengan siapa-siapa, itu aja pak. Kami tidak ada motivasi apa-apa njih, saya hanya menegakkan dari pimpinan saya bahwa kegiatan itu ditolak. Atas nama Undang-undang kegiatan ini dihentikan titik,” kata Sonny.

Menanggapi permintaan Kapolsek Tempuran, Sugiarto akan melakukan langkah hukum adanya pelarangan kajian tersebut.

Berdasarkan pernyataan Kapolsek atas perintah Kapolres Magelang, dia akan melaporkan ke Komnas HAM dan DPR RI.

“Kapolsek menyatakan ini ditolak, Kepolisian Kapolres dan Kapolsek melarang kegiatan ini. Ok, ini lowyer kami, kami akan mengajukan upaya hukum,” ujar Sugiarto.

Sementara itu, Anang Imamudin, ketua FAUIB Magelang, mengatasnamakan ormas dan laskar Islam se Jateng-DIY mengaku kecewa dengan sikap aparat Kepolisian. Dia tak habis pikir mengapa kajian dan aksi sosial bisa dilarang pihak aparat.

“Kami sangat kecewa dan protes keras kepada pihak-pihak, terutama Polisi yang menghalang-halangi dan menghadang kami yang akan melakukan pengajian menjelang Ramadhan. Selain itu kami hanya akan memberikan santunan anak yatim dan penggalangan amal untuk bencana grabag Magelang, apa salahnya?,” kata Anang lewat pesan singkat pada Panjimas, Kamis (4/5/2017).

Lebih lanjut, Tim Advokasi Muslim yang mendatangi Polres Magelang akan mengadukan ke Komnas HAM dan DPR RI terkait arogansi Aparat Kepolisian tersebut. Mereka berharap Kapolres Magelang dan Kapolsek Tempuran dicopot.

“Kita bersama Ormas lain akan mengadukan Kapolres Magelang dan Kapolsek Tempuran ke Komnas HAM dan ke komisi III DPR RI karena tindakan aparat yang sudah over acting terhadap umat Islam. Dan Teman-teman mendesak untuk dicopot,” tandasnya. 

“Umat Islam sebetulnya paham sudah masuk agenda global yang tertuang dalam strategi RAND Corporation. Umat Islam ini akan dibenturkan. Sebagaimana kasus Ustadz Shabri dan ulama lainnya, ingin mensinyalkan bahwa kearifan lokal itu menolak Islam radikal. Seakan-akan diciptakan seperti itu,” katanya pada Panjimas.com, Sabtu (6/5/2017).

Ombat menjelaskan bahwa RAND Corporation memiliki agenda mengenai perang melawan terorisme dengan mengubah strategi, dari kekuatan militer menjadi kebijakan dan kerja intelejen. Meski demikian, ia mengingatkan umat Islam masih memiliki Allah yang bisa membuat makar, jauh lebih baik itu.

“Agenda konflik globlal RAND Corporation ini lagi dijalankan. Kita umat Islam ini harus baca gerakan mereka, umat Islam bukan orang yang tolol. Dan kita percaya makar Allah lebih sempurna,” tandasnya.

Untuk itu, Ombat meminta umat Islam sadar bahwa kini tengah dibidik lewat strategi konspirasi RAND Corporation dalam agenda perang global. Dia berharap umat Islam tetap taat dan patuh pada arahan ulama.

“Awas umat Islam harus tahu, kita di PUSHAMI tahu akan hal itu, apalagi FPI yang ormasnya lebih besar pasti lebih tahu. Bahwa ini agenda orang kafir untuk memecah belah umat Islam,” tutupnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s