Arsip Kategori: Uncategorized

Ketika Para Ulama Dimusuhi (Sejarah Berulang Kembali)

Ketika Para Ulama Dimusuhi (Sejarah Berulang Kembali)

Suasana negara kita dewasa ini mirip dengan suasana sebelum meletusnya pemberontaskan PKI tanggal 30 september 1965. Beberapa tahun sebelum peristiwa penghianatan PKI itu para Ulama dan santri dimusuhi dianggap kontra revolusi. Banyak Ulama yang dijebloskan kedalam Penjara seperti Buya Hamka, KH Ghazali Sahlan, K.H. M. Isan Ashary, K.H. E.Z. Muttaqien, K.H. Sholeh Iskandar dll, suasana  seperti itu agaknya  kini mulai terasa muncul kembali.

Dukungan terhadap pasangan calon Ahok-Djarot di putaran kedua Pilgub DKI terus berdatangan. Kali ini datang dari sejumlah orang menga‎tasnamakan Forum Ustadz Kampung dan Pemuda Muslim Pro NKRI (FUPM).

‎Mereka mengenakan pakaian khas ulama dan kyai, diantaranya dengan ikat kepala dan lilitan surban di pundaknya. ‎Disela-sela acara, mereka sesekali juga meneriakkan takbir.

‎”Kami memutuskan mendukung Ahok-Djarot karena manfaatnya sudah kami rasakan,” kata Koordinator FUPM ustadz Rijal Maulana di Subang, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Dijelaskan Rijal, ‎selama Ahok berkuasa sejumlah perbaikan sudah dilakukan. Diantaranya soal pendidikan dan kesehatan.

“Alhamdulilllah, melalui KJP dan KJS pendidikan dan kesehatan anak-anak di Jakarta kini sudah terjamin,” katanya.‎

‎Selain itu, lanjut Rijal, Ahok juga terbukti peduli dengan menaikkan gaji para marbot dan obe penjaga masjid di DKI Jakarta.

‎”Pak Ahok menaikkan gaji OB (office boy) dan marbot yang tadinya hanya Rp 600 ribu menjadi Rp 3 juta,” cetusnya.

Ulama-ulama mulai dibidik, dikriminalisasi…., sejarah kembali berulang seperti dulu Buya Hamka juga dikriminalisasi sampai dijebloskan ke penjara oleh rezim Soekarno.

Tapi sejarah selalu menyuguhkan ending yang indah bagi mereka yang teguh di jalan Allah.

Sebagaimana janji Allah (dan Allah tidak pernah menyalahi janjinya)…

وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Qashash: 83).

Ayat ini adalah diantara ayat-ayat akhir surat Al-Qashah (Kisah-kisah) yang menuturkan sejarah perjuangan para Nabi.

Ulama adalah pewaris Nabi, dan Nabi mewarisi jalan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang banyak rintangan. Namun ujungnya adalah kemenangan.

Sepenggal Sejarah….

Presiden pertama, founding father-nya negara inipun pernah menyerang seorang ulama besar.

Dianggap melawan pemerintah (yang menurut saya sebenarnya pemerintah waktu itu tak ingin mendapat kritikan yang cerdas), M. Yamin dan Soekarno berkolaborasi menjatuhkan wibawa Buya Hamka melalui headline beberapa media cetak yang diasuh oleh Pramoedya Ananta Toer.

Berbulan-bulan Pramoedya menyerang Buya Hamka secara bertubi-tubi melalui tulisan di koran (media yang paling tren saat itu), Allahuakbar! sedikitpun Buya Hamka tak gentar, fokus Buya tak teralihkan, beliau terlalu mencintai Allah dan saudara muslimya, sehingga serangan yang mencoba untuk menyudutkan dirinya tak beliau hiraukan, Buya Hamka yakin jika kita menolong agama Allah, maka Allah pasti menolong kita. Pasti!

Oh! Buya Hamka terlalu kuat dan tak bisa dijatuhkan dengan serangan pembunuhan karakter melalui media cetak yang diasuh oleh Pram, tak sungkan-sungkan lagi, Soekarno langsung menjebloskan ulama besar tersebut ke penjara tanpa melewati persidangan.

Seperti doa nabi Yusuf as. ketika dipenjara: Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yusuf, 33)

Yah! Saat itu penjara jauh lebih baik bagi Buya Hamka, jauh lebih baik daripada menyerahkan kepatuhannya terhadap Allah kepada orang-orang yang hanya mengejar dunia.

2 tahun 4 bulan di dalam penjara tak beliau sia-siakan dengan bersedih, malah Buya Hamka bersyukur telah dipenjara oleh penguasa pada masa itu, karena di dalam penjara tersebut beliau memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan cita-citanya, merampungkan tafsir Al-Qur’an 30 juz, yang sekarang lebih kita kenal dengan nama kitab Tafsir Al-Azhar.

Lalu bagaimana dengan ketiga tokoh tadi?

Ternyata Allah masih sayang kepada Pramoedya, M. Yamin dan Soekarno. Karena apa yang telah dilakukan oleh ketiga tokoh bangsa tersebut terhadap Buya Hamka, tak harus diselesaikan di akhirat, Allah telah mengizinkan permasalahan tersebut untuk diselesaikan di dunia saja.

Di usia senjanya, Pramoedya akhirnya mengakui kesalahannya dimasa lalu dan dengan rendah hati bersedia “meminta maaf” kepada Buya Hamka, ya! Pramoedya mengirim putri sulungnya kepada Buya Hamka untuk belajar agama dan men-syahadat-kan calon menantunya.

Apakah Buya Hamka menolak? Tidak!

 

Dengan lapang dada Buya Hamka mau mengajarkan ilmu agama kepada anak beserta calon menantu Pramoedya, tanpa sedikitpun pernah mengungkit kesalahan yang pernah dilakukan oleh -salahsatu penulis terhebat yang pernah dimiliki indonesia- tersebut terhadap dirinya. Allahuakbar! Begitu pemaafnya Buya Hamka.

Ketika M. Yamin sakit keras dan merasa takkan lama lagi berada di dunia ini, beliau meminta orang terdekatnya untuk memanggilkan Buya Hamka. Saat Buya Hamka telah berada di sampingya, dengan kerendahan hati M. Yamin (memohon maaf dengan) meminta kepada Buya Hamka agar sudi mengantarkan jenazahnya untuk dikebumikan di kampung halaman yang telah lama tak dikunjungi Talawi, dan di kesempatan nafas terakhirnya M. Yamin minta agar Buya sendiri yang menuntunnya untuk mengucapkan kalimat-kalimat tauhid.

Apakah Buya Hamka menolak? Tidak! Buya Hamka menuluskan semua permintaan tersebut, Buya Hamka yang “menjaga” jenazah -tokoh pemersatu bangsa- tersebut sampai selesai dikebumikan dikampung halamannya sendiri.

Namun, lain hal dengan Soekarno, malah Buya Hamka sangat merindukan proklamator bangsa Indonesia tersebut, Buya Hamka ingin berterima kasih telah diberi “hadiah penjara” oleh Bung Karno, yang dengan hadiah tersebut Buya memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tafsir Al-Azharnya yang terkenal, dengan hadiah tersebut perjalanan ujian hidup Buya menjadi semakin berliku namun indah, Buya Hamka ingin berterima kasih untuk itu semua.

Lalu kemana Soekarno? Kemana teman seperjuangannya dalam memerdekakan bangsa ini menghilang? Dalam hati Buya Hamka sangat rindu ingin bertemu lagi dengan -singa podium- tersebut. Tak ada marah, tak ada dendam, hanya satu kata “rindu”.

Hari itu 16 Juni 1970, ajudan presiden Soeharto, Mayjen Soeryo datang kerumah Buya Hamka, membawa secarik kertas, kertas yang tak biasa, kertas yang bertuliskan kalimat pendek namun membawa kebahagian yang besar ke dada sang ulama besar, pesan tersebut dari Soekarno, orang yang belakangan sangat beliau rindukan, dengan seksama Buya Hamka membaca pesan tersebut:

“Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku.”

Buya Hamka bertanya kepada sang ajudan “Dimana? Dimana beliau sekarang?” Dengan pelan dijawab oleh pengantar pesan “Bapak Soekarno telah wafat di RSPAD, jenazahnya sedang dibawa ke Wisma Yoso.”

Mata sayu Buya Hamka mulai berkaca, kerinduan itu, rasa ingin bertemu itu, harus berhadapan dengan tubuh kaku, tak ada lagi pertemuan yang diharapkan, tak ada lagi cengkrama tawa dimasa tua yang dirindukan, hanya hamparan samudera maaf untuk saudaranya, mantan pemimpinnya, pemberian maaf karena telah mempenjarakan beliau serta untaian lembut doa dari hati yang ikhlas agar Bung Karno selamat di akhirat, hadiah khusus dari jiwa yang paling lembut sang ulama besar, Buya Hamka.

Dizaman sekarang, Mulai terasa sejarah itu kembali terulang, dimana para penguasa mulai berusaha menyudutkan para ulama, menyerang para ulama melalui media-media pendukung mereka, menebar kebencian kepada para ulama melalui penulis-penulis pendukung mereka.

Lalu ada yang berkata, “ulama sekarang tak sehebat Buya Hamka.” Tanya lagi hati kecil kita, apakah mereka yang tak hebat, ataukah kita yang ingin menolak pesan kebenaran itu sendiri.

Pertanyaannya: Di pihak siapa kita? apakah di pihak para penguasa yang jelas sedang memuaskan nafsu duniawi mereka?

Ataukah di pihak para ulama yang menyampaikan kebenaran karena Allah, Tuhannya, Tuhan kita semua?

Lalu Bagaimana dengan Kasus-Kasus ini?

Sekarang umat bertanya-tanya, demi tegaknya keadilan, kasus-kasus yang dulu sekarang apa kabarnya ya? Ini dulu deh yang mau ditanyakan:

Akankah para penguasa yang memfitnah para ulama saat ini, diberi kesempatan oleh Allah untuk meminta maaf sebelum ajal menjemput mereka? Semoga saja, semoga kesalahan mereka tak harus diselesaikan yaumul hisab. Aamiin ya Robbal’alamin.

Allah dengan jelas dan tegas, tak perlu lagi ditafsirkan, telah menyatakan jika seorang Muslim yang nyata-nyata mendukung pemimpin di luar Islam, maka dia sudah menjadi bagian dari kaum kafir, bukan lagi bagian dari umat Islam. Baca QS. Al-Maidah 51!

 

 

Rujukan :

Iklan

Sepi Pemberitaan, Teroris Yang Pasang Bom Teror di Ponpes API (Magelang) Ternyata Politisi PDIP

Sepi Pemberitaan, Teroris Yang Pasang Bom Teror di Ponpes API (Magelang) Ternyata Politisi PDIP

img_20170119_182047
antaranews

img_20170118_232328
myrepro

Haris Fauzi bin Sukarlan, politisi PDIP yang juga Ketua RT 04/02, No 89, Dusun Krajan, Kecamatan Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, diamankan polisi, Rabu (4/1/2017).

Haris Fauzi ditangkap karena diduga berencana meledakan bom di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto membenarkan penangkapan terduga pelaku teror itu.

Menurut Rikwanto, tersangka berencana meledakan Ponpes Api lantaran sakit hati kepada pimpinan ponpes, yaitu Gus Yusup.

Haris lanjut, Rikwanto, pernah mencalonkan sebagai calon anggote legislatif (caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun dia tidak didukung oleh pimpinan ponpes API.

“(Pelaku) pindah menjadi anggota partai PDIP. Namun pelaku masih merasa diganggu oleh Gus Yusup dengan dibilangi ‘kamu itu PKI dan bahaya laten, pasang bendera merah di Tegalrejo,” kata Rikwanto mengutif pengakuan tersangka.

Rikwanto mengatakan, karena sudah sakit hati, pelaku akhirnya memasang bom pada 27 Desember 2016. Tujuannya agar tidak ada lagi santri yang mendaftar di ponpes tersebut.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa:

  1. 1 unit SPM Suzuki Shogun 125 Nopol: AA-2770-JK, warna hitam.
  2. 1 buah helm warna hitam merk MAZ metrix
  3. 1 buah isolasi lakban warna kuning.
  4. 1 buah kabel warna biru.
  5. 1 buah palu merk anatabos gagang warna hijau.
  6. 1 buah filter bekas saringan air isi ulang kemasan.
  7. 1 buah buku catatan ukuran sedang warna crem.
  8. 1 buah buku gambar bersampul kuning.
  9. 1 buah bungkus perdana XL dengan nomor 087834112874.
  10. 1 buah penggaris putih berteliskan debozz.
  11. 1 buah peralon listrik bekas panjang 1 meter.
  12. 1 buah bolpen merah bertuliskan conector pen fabercastel.
  13. 1 buah bolpen hitam bertuliskan conector pen fabercastel.
  14. 1  buah bolpen biru bertuliskan conector pen fabercastel.
  15. 2 buah obeng bermata + dan – warna gagang bening.
  16. 1 buah tang bermata lancip gagang warna kuning hitam.
  17. 1 buah cutter warna putih bening ada kombinasi merah.
  18. 1 bungkus plastik berisi arang hitam berat sekitar 1,5 Kg.
  19. 1 buah HP merk nokia c3-00 warna hitam.

[source]

Susul Kasus Bendera Digambari Pedang Hitam, Apakah Ini Pelanggaran UU Juga?

Polisi Cek Kebenaran Foto Bendera RI Bertuliskan Arab Dibawa Ormas

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Sebuah foto bendera merah-putih bertulisan Arab yang dibawa oleh anggota ormas beredar viral di media sosial. Polisi akan mengecek kebenaran foto tersebut.

“Sedang kita cek kebenarannya. Belum ada (informasi dari Polres Jakarta Selatan),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Argo mengatakan pihaknya masih menelusuri kejadian tersebut. “Kita harus lihat dulu kejadiannya, benar ada kejadiannya atau tidak,” imbuh Argo.

Foto tersebut beredar viral di medsos. Seorang netizen bernama Judith mengatakan itu terjadi di kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sebelum sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa (17/1) pagi.

Dalam foto tersebut, seorang anggota ormas yang mengenakan sorban putih dan jaket hitam membawa bendera merah-putih tersebut di belakang motornya. Bendera RI tersebut tampak berbeda karena ada lafaz ‘laa Illaha Illallah’ serta gambar pedang di bawahnya.

Menurut Argo, jika benar terjadi, itu termasuk penghinaan terhadap lambang negara dan bisa diproses secara hukum. “Bisa (masuk penghinaan terhadap lambang negara),” imbuh Argo.

Akan tetapi, lanjut dia, pihaknya masih akan menyelidiki terlebih dahulu keaslian foto tersebut. “Tapi kita cek dulu gambar itu asli atau tidak. Kita juga belum tahu kapan kejadiannya dan belum tahu di mananya,” sambungnya.

Untuk mengetahui keaslian foto tersebut, sambung Argo, pihaknya perlu meminta keterangan ahli. “Kita perlu saksi ahli untuk mengecek keasliannya, kalau saya kan bukan ahlinya,” tandas Argo.

(https://detik.com/news/berita/d-3398666/polisi-cek-kebenaran-foto-bendera-ri-bertuliskan-arab-dibawa-ormas)

Polisi Panggil Korlap Ormas Pembawa Bendera RI Bertuliskan Arab

Kapolri Jend Tito Karnavian (Foto: Ari Saputra- detikcom)
Kapolri Jend Tito Karnavian (Foto: Ari Saputra- detikcom)

Polisi menyelidiki bendera merah putih bertuliskan Arab yang terlihat di Jakarta Selatan. Polisi juga akan menelusuri orang yang membawa tersebut.

“Tentu sekarang kita melakukan penyelidikan. Siapa yang membuat siapa yang mengusung, penanggung jawab, korlapnya akan kita panggil, siapa ini,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Tito pun menunggu sportifitas pelaku dan penanggung jawab aksi atas kejadian tersebut.

“Jangan sampai nanti mohon maaf akal-akalan ‘oh saya enggak tahu pak’ padahal tahu. Itu namanya berbohong bagi diri sendiri,” ungkap Tito.

Tito pun menyatakan akan memaksimalkan penyelidikan kasus tersebut untuk mencari siapa pelakunya.

“Oleh karena itu, langkah kita adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan. Nanti seperti apa hasilnya, kadang-kadang bisa tertangkap, kadang-kadang juga bisa tidak (tertangkap), tapi saya tentunya mendorong untuk maksimal,” paparnya.

Tito mengatakan, mencorat-coret bendera merah putih adalah dilarang. Perlakuan warga terhadap bendera merah putih diatur dalam undang-undang.

“Bendera merah putih tidak boleh diperlakukan tidak baik, diantaranya membuat tulisan di bendera dan lain-lain, itu ada undang-undang yang mungkin di negara lain tidak dilarang tapi di negara kita dilarang, ada hukumannya satu tahun,” tegas Tito.

Sebelumnya diberitakan, sebuah foto dan video di mana ada anggota ormas yang membawa bendera RI bertuliskan Bahasa Arab dengan 2 pedang di bawahnya mirip lambang ISIS beredar viral di media sosial. Bendera tersebut ditaruh di belakang motor yang dinaiki oleh seseorang diduga anggota ormas. Polisi sedang melakukan pengecekan kebenaran foto tersebut.

(https://detik.com/news/berita/d-3398971/polisi-panggil-korlap-ormas-pembawa-bendera-ri-bertuliskan-arab)

Bagaimana Dengan Dibawah Ini?

img_20170118_205148 img_20170118_205210 img_20170118_205238

Pemberitaan di CNN

img_20170118_205405

img_20170118_205653 img_20170118_205716

img_20170118_205959 img_20170118_210100 img_20170118_210123 img_20170118_210205

Pembawa Bendera RI Bertuliskan Arab Ditahan

Setelah memeriksa secara intensif, polisi akhirnya menetapkan Nurul Fahmi (NF) sebagai tersangka dan langsung menahannya. Nurul Fahmi (26) merupakan pembawa bendera RI bertuliskan Arab saat aksi demo FPI di depan Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan.

“Sudah jadi tersangka. Sudah ditahan sejak semalam,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono kepada detikcom, Sabtu (21/1/2017).

Argo mengatakan pihaknya masih mendalami perbuatan tersangka, termasuk apakah ada yang menyuruhnya atau tidak.

“Itu masih didalami, apakah ada yang menyuruh atau atas inisiatifnya sendiri,” imbuh Argo.

Nurul Fahmi dijerat dengan Pasal 66 jo 24 subsider 67 Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Dia ditangkap karena membawa bendera Merah Putih dengan tulisan lafaz ‘Laa Illaha Illallah’ dengan gambar 2 pedang di bawahnya, saat ikut aksi demo di depan Mabes Polri, Senin (16/1) lalu. 

Apa motif dia membawa bendera tersebut?

“Pengakuannya, zaman dulu kan ada bendera BKR (Badan Keamanan Rakyat) dengan tulisan Arab, karena ada aksi ormas Islam sehingga dia membawa bendera tersebut,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono kepada detikcom, Sabtu (21/1/2017).

img_20170118_232814

 img_20170118_232832

Referensi

Telak, Bukti-Bukti Ini Mematahkan Fitnah Keji Ahokers ke Ustadz Bachtiar Nasir by @yusejahtera

Source: chipstory.com

Islam Kini Disudutkan

Membela Agama dibilang Kebencian

Suasana aksi bela Islam 212
Suasana aksi bela Islam 212

Masih saja Ummat Islam dijadikan target, bila pihak lain demontrasi dibilang hak, bila ummat Islam yang demontrasi dibilang kebencian. Kalau Ahok yang bilang dibohongi ayat, itu biasa, minta maaf, beres. Tapi kalau MUI yang bela agamanya disalahkan, ada apa ini? Mengapa ummat Islam dan Islam selalu dijadikan “sasaran tembak?” Mengapa dan ada apa? Kalau ada bom, langsung teriak itu teroris Islam, padahal belum diteliti, namun bila negara Islam dihancurkan, mereka diam seribu bahasa, ada apa ini?

Bila ada tulisan membela Islam, dibilang atau dituduh, yang begini ini yang menanamkan kebencian, namun bila Islam diserang dengan tulisan, mereka diam seribu bahasa? Bila ada tulisan membela Islam dibilang, ini dia yang suka kepada kebencian, namun bila Islam yang diserang lewat tulisan, dipuji-puji. Mau bukti? Muslimah yang berjilbab, eh mereka yang mencak-mencak, itu budaya Arab, ga berlaku di Indonesia, loh apa masalah bagi lo? Muslimah yang berjilbab, kok lu yang teriak-teriak! Orang yang menjalankan ajaran agamanya, pihak lain yang rebut, ada apa ini?

Anda mau berkorban? “Jangan di sekolah, itu tak bagus untuk pendidikan anak”, itu kata mereka yang benci Islam, padahal itu adalah ajaran Islam, melatih anak-anak untuk berkorban, aneh bukan? Yang bukan Islam tapi mengatur ajaran Islam? Ada apa ini? Islam masih saja menjadi sasaran untuk diadu-adu dengan pemerintah, padahal presidennya Islam, Kapolrinya Islam dan lain sebagainya. Dan ada yang teriak, memangnya domba? Aha… ternyata kebencian diri, diungkap pada pihak lain. Islam yang sedang berjuang, dibilang percuma, ada apa ini?

Banyak yang menulis dan menyudutkan MUI, ketika memberikan fatwa tentang Ahok yang telah menistakan Al Quran, yang menjadi penyulut demo.  MUI yang membela ajaran agamanya, eh malah dibalik, menjadi sasaran tembak, sudah saya tulis juga di ruang ini. Ada apa ini? Kalau kebencian, dibilang ummat Islam, tapi ketika mereka benci sampai keubun-ubun, sehingga terungkap di berbagai medsos, kebencian yang tak kalah menyeramkan, itu dari sebelah, eh mereka seperti “ kura-kura dalam perahu”, pura-pura tidak tahu. Ayo, katanya mau adil?

Jadi jangan Islam terus yang disudutkan, mari berlaku adil. Kalau memang Ahok tak benci pada Islam, mengepa keluar kata-kata seperti itu? Mengapa segala macam kebijakannya sering membuat gerak Islam terbatas. Lihat tak boleh ada lagi acara maulid akbar di Monas, cukup di masjid saja. Berkorban jangan di sekolah, di tempat penjagalan saja. Jangan lupa Islam tak bisa dilepaskan dengan politik. Makanya banyak partai berbasis Islam, herannya yang sebelah teriak lagi, jangan bawa-bawa agama di politik. Makanya partai yang berasas Islam dibuat terpecah belah, dilemahkan, diadu domba, dan repotnya meraka “termakan” adu domba tersebut.

Tulisan ini jelas akan “dibabat” oleh mereka yang tak sependapat, dan herannya orang tetap mereka-mereka juga. Loh jadi apa yang salah? Silahkan mereka membela apa yang mereka yakini, dan biarkan saya juga memebala apa yang saya yakini. Kita boleh beda pendapat, agama dan keyakinan, silahkan saja. Jadi jangan suka dibalik-balik, bila ummat Islam demo, itu dikatakan kebencian oleh mereka. Namun bila ummat kitab sucinya dihina, anehnya yang dibela bukan Islamnya, justru yang menghina dilindungi, ada apa ini? Jadi seakan yang salah itu ummat Islam terus, yang menghina itu tak salah. Ada apa ini?

Ini bukan masalah Prabowo dan Jokowi, itu masalah ummat Islam yang agamanya dihina, dan sering disudutkan. Prabowo mau naik kuda bersama Jokowi, syah-syah saja. Apa yang salah Jokowi dan Prabowo naik kuda? Ya biarkan saja. Begitu juga ketika ummat Islam melakukan demo atau unjuk rasa menyuarakan agar tak ada lagi yang berani menghina Islam. Jangn lantas ketika ummat Islam demo, disebut kebencian, lalu apa namanya bagi penghina Al Qura, kalau bukan kebencian yang sudah sampai keubun-ubun?

Ayo, katanya mau berlaku adil. Mari kita terbuka dan sama-sama menyuarakan keadilan. Jangan lantas kalau ummat Islam berjilbab, dikatakan budaya Arab. Jangan lantas bila ummat Islam membela agamanya dibilang kebencian. Jangan lantas bila MUI mengeluarkan fatwa, justru ulamanya yang dinista. Ayo, katanya mau adil? Mengapa ummat Islam yang tak mau mengucapkan kata-kata yang dilarang, justru dibilang fanatic. Ummat Islam yang melindungi kaum wanitanya dengan jilbab panjang, dibilang kuno. Ummat Islam yang menutup aurot dikala berenang, malah dilarang, aneh bukan? Ummat Islam yang berjilbab, mengapa mereka yang melarang, bukankah ini kebencian namanya?

Ayo, katanya mau adil? Giliran ummat Islam pakai asas Islam, eh dilarang. Ada apa ini? Giliran ummat Islam mengadakan kegiatan akbar, eh dikatan mengganggu lalu lintas? GIliran ada perda yang melarang minuman memabukkan, lalu mengapa pada ribut? Ada perda melarang minuman haram, kok malah perda yang disalahkan, ada apa ini? Melarang orang menjadi mabuk, kok malah disalahkan. Jadi banyak yang aneh dari para pembenci Islam, hayo ngaku? Islam selalu dijadikan sasaran tembak, sasaran fitnah, sasaran adu domba, sasaran kebencian.

Masih kurang bukti? Lihat saja mbah google, klik aja tentang Islam yang menjadi bahan fitnahan, dari artikel sampai film. Betapa banyak Islam dinistakan dari mulai novel Salman Rusdhi” ayat-ayat setan” sampai film “fitnah”nya anggota parlemen Belanda. Lihat saja berita-berita pelarangan jilbab di berbagai negara di Eropa. Coba apa namanya kalau bukan kebencian? Lihat negara-negara Islam di Irak, di Afganistan, di Syria, di Yaman dan lain sebagainya yang sekarang hancur lebur, siapa yang menghancurkan, pasti bukan agama yg disebut, padahal mayoritas negara penghancur adalah agama sebelah, iyakan?

Jadi lagi-lagi , kalau Islam yang dihancurkan mereka diam, namun giliran ummat Islam membela agamanya dikatakan kebencian. Betapa enaknya mereka membolak balik kata. Dan pasti, sekali lagi pasti yang teriak orang-orang sebelah. Ayo, katanya mau berlaku adil. Jadi jangan Islam saja terus disudutkan. Mari berlaku adil, karena keadilan mendekati kebenaran, dan kebenaran yang hakiki hanya ada dihati orang-orang yang ikhlas dan sabar.

Maaf buat teman-teman di sebalah, saya yakin bukan anda, karena anda adalah teman-teman saya juga, namun saudara-saudara saya sesama muslim juga sedang menyuarakan haknya, membela agamanya yang dinista, jadi apa yang salah ummat Islam membela agamanya yang dinista? Tentu saja bukan anda yang menista kawan, tapi para pembenci Islam. Untuk itulah tulisan ini dibuat atau ditujukan, karena dalam Islam bila ada kemungkaran dihadapi dengan tiga cara, melalui kekuasaan, perkataan/tulisan dan hati. Karena saya tak punya kekuasaan, maka saya hadapi dengan cara yang kedua dan ketiga.

Benarkah Umat Islam Melakukan Kekerasan?

Sekarang terus berlangsung opini umat melakukan kekerasan terhadap golongan minoritas. Media-media mengarahkan dan menggiring para tokoh dan pejabat untuk menyatakan umat Islam dan ormas Islam melakukan kekerasan. Umat Islam tidak toleran, dan selalu mengajarkan kekerasan terhadap kelompok minoritas?
Benarkah umat Islam dan ormas Islam melakukan kekerasan terhadap golongan minoritas di Indonesia?

Faktnya, umat Islam di Ambon beberapa tahun yang lalu, justeru mengalami kekerasan, dan penyerangan oleh golongan Kristen. Saat merayakan Idul Fitri, umat Islam di serang, dan masjid-masjid dibakar dan dihancurkan. Aksi kekerasan ini berlangsung lama, dan memakan korban harta dan jiwa, yang tidak sedikit.

Bukan hanya di Am bon, tetapi aksi kekerasan terjadi di Tobelo, Maluku Utara, di mana umat Islam menghadapi kekerasan dari golongan Kristen, berupa pembunuhan dan penghancuran sarana hidup mereka. Kekerasan itu berlanjut di Poso, di mana umat Islam, mengalami nasib yang serupa, diserang dan dihancurkan, serta banyak diantara mereka yang dibunuh dengan keji oleh milisi Kristen.

Di NTT, berulang kali, umat Islam mengalami nasib yang sama, mereka menghadapi kekerasan oleh golongan Kristen. Sehingga, mereka banyak yang meninggalkan wilayah itu, dan pindah ke tampat lainnya. Mereka menghadapi ancaman dan ketidaknyamanan, ketika mereka berada di wilayah mayoritas Kristen.

Di Sanggoledo, Sambas, Kalimantan Barat, suku Madura,yang notabene adalah muslim, menghadapi nasib yang lebih menyedihkan. Mereka dibunuh dan diserang, dan banyak diantara mereka yang tewas. Sampai akhirnya mereka meninggalkan wilayah tempat tinggal mereka,yang sudah mereka huni, selama bertahun-tahun. Bahkan, mereka ditempatkan disebuah pulau terpencil, di wilayah Kalimantan Barat.

Peristiwa serupa dialami suku Madura, di Kalimantan Tengah, tepatnya di Sampit, yang menjadi bulan-bulanan, dan mengalami nasib yang sangat mengerikan, banyak diantara mereka yang dibunuh dengan keji, bahkan anak balita pun mereka bunuh. Kepala mereka dibawa-bawa, diarak keliling kota.

Tetapi, peristiwa yang sangat mengerikan itu tidak pernah menjadi bahasan yang penting oleh media massa, dan tidak ada tokoh yang menaruh perhatian terhadap nasibu umat Islam, yang terdzalimi itu. Seakan membunuh umat Islam itu sah.

Sebaliknya, yang dituduh melakukan kekerasan umat Islam, saat umat dan ormas Islam melakukan pembelaan terhadap nasib mereka yang tedzalimi itu.

Di mana-mana umat Islam menjadi korban kekerasan dan kebiadaban. Di Philipina Selatan, Thailand Selatan, Kashmir, Irak, Afghanistan, Palestina, dan bahkan di Uni Eropa, yang sekarang sedang marak kampanye anti Islam.

Mengapa umat Islam dan Ormas Islam terus disudutkan melakukan kekerasan. Siapa yang melakukan kekerasan?

Islam disudutkan, Bahkan Oleh Umat Islam Sendiri

img_20161228_171235

Bersabda Rasulullah SAW :

“Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” “Maka seseorang bertanya : Apakah karena sedikit jumlah kita ya Rasulullah?”

“Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan ALLAH mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian. Dan ALLAH telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.”

“Seseorang bertanya : Ya Rasulullah apakah Al-Wahan itu?” “Nabi SAW  bersabda : Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud 3745)

Dari pemaparan hadist diatas, jika melihat dari realita saat ini sepertinya sudah mulai terjadi. Nafsu telah mengalahkan hakikat kita sebagai makhluk yang tujuan seharusnya adalah beribadah pada ALLAH yang pada akhirnya kembali pada ALLAH. Tetapi karena tipu daya dunia membuat kita lupa serta berpaling dan membelakangi bahkan mengangkangi Sang Pencipta.

Dampak yang terjadi adalah menjadikan diri kita untuk terbiasa menjadi tamak. Berlomba-lomba menjadi yang ter up to date (sedikit bahasa keren). Sibuk memikirkan bagaimana mendapatkan kedudukan dan harta kekayaan yang tiada habisnya. Jika ditelaah sebenarnya yang dicari adalah pengakuan makhluk.

Mereka yang membenci islam melihat celah ini, dan memanfaatkannya dengan mengekspor pemikiran-pemikiran sekular mereka untuk memecah belah umat.

Melalui media, fashion, dan food mereka sukses memecahkan umat menjadi terbagi-bagi.

Coba saja katakan pada remaja sekarang, “didalam islam, hijab itu wajib lhoo…!!”

Lihat apa reaksi mereka?? 🙂

Atau jika anda ingin dianggap gila, lontarkan saja pernyataan “Ayo kita ganti UUD 1945 menjadi UU berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah”. Lihat siapa yang menertawakan anda?? 🙂

Mereka tertawa atau berlaku sinis sebenarnya bukan karena hukumnya yang salah tetapi karena mereka tidak siap untuk menerima keadilan. Mereka tidak siap untuk menjadi sejajar dengan masyarakat kebanyakan. Mereka tidak siap untuk menjadi sederhana karena upah yang mereka dapatkan tidak dapat membeli sebuah mobil mewah atau rumah megah. Jika hukum islam diterapkan, bisa saya pastikan tidak akan ada makhluk di negri ini yang ingin mencalonkan diri menjadi pemimpin. Karena tidak ada unsur kekuasaan/kekayaan didalam nya. Yang ada hanya berbuat untuk rakyat dan sedikit memikirkan diri sendiri. Kecuali mereka yang tahu, yang paham, yang sadar bahwa hidup dan matinya hanya untuk ALLAH yang berani menjadi pemimpin.

Jadi tidak heran jika begitu mudahnya umat islam terprovokasi sehingga saling serang antar sesama. Ditambah lagi dengan kita yang tidak pernah mengkaji isi dari kandungan Al-Quran dan Sunah bahkan membacanya pun sangat jarang. Ironisnya ketika disampaikan kebenaran berdasarkan Al-Quran dan Sunah langsung mendapat kecaman, dianggap salah dan terlalu ekstrimis. Padahal sekali lagi saya katakan, mereka membacanya pun tidak pernah (apalagi mengkaji) tetapi dengan congkaknya mengatakan salah.

Padahal Nabi SAW bersabda : “Telah aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selama-lamanya jika kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunah.” (HR. Muslim)

Sekarang tanya pada hati, Sudah benarkah kita ber-Islam?? Benarkah kita percaya ALLAH itu ada??

Jika kita meyakini, bukankah seharusnya memperjuangkan??
Jelas sekali yang seharusnya menjadi panduan kita bahkan negara adalah Kitabullah dan Sunah. Kenapa?? Karena negara ini dihuni oleh mayoritas penduduk muslim yang seharusnya Al-Quran dan Sunah menjadi kebanggaan kita. Bukan malah membelakangi. Tapi apa daya, ideologi barat telah berhasil meracuni pemikiran umat islam saat ini. Sehingga kalimat saya diatas pasti dikaitkan dengan tindakan rasis dan diskriminatif terhadap kelompok minoritas. Lalu siapa yang menentangnya?? Umat islam itu sendiri. Dibawah naungan siapa?? HAM.

Karena harapan saya hanya mendapatkan ridha-NYA, dan saya berharap itu menjadi harapan kita semua. Amin ya rabbal alamin
Ingat manusia mati sekali tapi hidup dua kali yaitu hidup di dunia dan akan dihidupkan di akhirat (dibangkitkan setelah mati) untuk dimintai pertanggung jawaban. Sesungguhnya itulah kehidupan nyata.

Tanggapan Cristiano Ronaldo tentang Islam

Cristiano Ronaldo, pesepakbola asal Portugal langsung bereaksi merespon pemberitaan yang terjadi akhir-akhir ini. Tanggapan teranyarnya Islam adalah agama yang sempurna.

“Jangan langsung mendiskriditkan Islam. Sebab Islam adalah agama yang sempurna,” jelas pesepakbola yang saat ini merumput di Real Madrid dengan nomor punggung 7.

Pesepakbola yang pernah mendapatkan sepatu emas dalam liga utama 2007-2008 mengatakan Islam telah memberikan manusia sistem hidup yang indah. Di Islam kita bisa mendapatkan ketenangan jiwa yang tidak dirasakan yang lain.

picsart_12-28-05-22-33
Untuk itu, pemain terbaik dunia ini berpesan untuk berhati-hati dengan pemberitaan media yang menyesatkan.

“Aku sangat senang dengan orang Islam. Karena aku rasa hidup mereka sangat ideal dalam segala hal. Hidup mereka sangat teratur, tidak berantakan.”

“Aku tahu banyak tentang agama Islam, sehingga bisa kukatakan bahwa yang dipublikasikan media itu hanyalah penyesatan.” tegasnya.

Ben Affleck Beri Pembelaan

(Bill Maher--posisi duduk di sebelah kira--dan Sam Harris--yang berada di kanan)
(Bill Maher–posisi duduk di sebelah kira–dan Sam Harris–yang berada di kanan)

Ben Affleck rupanya sosok seleb yang berusaha bersikap objektif dengan pandangan dan pemikirannya. Suami dari aktris cantik Jennifer Garner itu menjadi tamu istimewa dalam acara Real Time with Bill Maher yang tayang di stasiun televisi Amerika Serikat HBO.

Rupanya, pembicaraan kala itu membahas mengenai ekstrimis Islam. Saat tengah sesi diskusi, pengarang ternama Amerika Serikat Sam Harris dan Bill Maher sempat mengungkapkan pemikirannya yang dianggap menyudutkan umat Muslim yang disebut sebagai kaum ekstrimis.

“Titik penting dari hal ini adalah munculnya Islamofobia, Setiap kritik apapun terhadap ajaran Islam langsung dianggap sebagai bentuk fobia terhadap Muslim. Padahal, Islamofobia tak pernah ada. Tapi beberapa negara di dunia sudah terpengaruh, dianggap sebagai bentuk kebencian yang membabi-buta terhadap Muslim. Itu merupakan pemikiran yang konyol,” ungkap Sam Harris yang juga menjadi tamu di acara tersebut , dilansir dariDailymail, Minggu (5/10/2014).

Ben Affleck pun langsung bereaksi atas pendangan dari Sam Harris. “Tunggu dulu! Memang kau mengerti sejauh apa mengenai doktrin atau ajaran Islam? Kau terdengar seperti orang yang rasis dengan pandangan tersebut. Saat kau menghina Muslim, sama saja kau mengatakan, `orang Yahudi hina`,” ujar Ben Affleck, diwartakan The Express Tribune.

Angry reaction: Ben Affleck responds after another guest on HBO's Real Time With Bill Maher suggests that Islam is the 'motherload of bad ideas'
Angry reaction: Ben Affleck responds after another guest on HBO’s Real Time With Bill Maher suggests that Islam is the ‘motherload of bad ideas’

Bill Maher pun seakan menyulut pembicaraan yang memang tengah panas. “Islam merupakan satu-satunya agama yang bertindak seperti mafia. Islam akan membunuhmu jika kau mengatakan hal yang salah, menggambar atau menulis sesuatu yang dianggap tak baik,” tambah Bill Maher.

Ben Affleck pun langsung memberikan pembelaan. “Lalu, apa solusimu? Kita harus menghina Islam? Atau kita harus terus membunuh Muslim dan menyerang negara-negara Islam lebih banyak lagi? Kita bebas melakukan hal itu?” kata Ben Affleck.

“Jadi, menyerang atau membunuh umat Muslim merupakan sebuah insiden. Itu lah alasan yang kita kemukakan saat menyerang Irak. Saya benar-benar tak setuju dengan pendapat Anda,” tambah Ben Affleck dengan kesal.

Referensi