Xbank.. Ketika Ribuan Mantan Karyawan Bank Berkumpul

Xbank.. Ketika Ribuan Mantan Karyawan Bank Berkumpul


Bulan Januari lalu sempat heboh di sosial media tentang surat internal sebuah bank menganjurkan diadakan pengajian rutin karena banyak karyawannya yang resign. Surat itu banyak dikomentari oleh netizen karena ada penafsiran yang seolah-olah dicari ustadz yang bisa disetel tema pengajiannya sesuai pesanan. Tabu membahas soal riba di acara pengajian bank.

“Dicari ustadz yang pro riba..” komentar salah satu netizen

Sudah 5-6 tahun ini kran informasi seperti terbuka begitu lebar dan deras. Semenjak Blackberry yang sering hang-lepas baterei-banting itu musnah, diganti oleh gadged android berlayar lebar dan canggih ketika disentuh.
Facebook meledak..
Youtube meletus..
Instagram menggelegar…

Jutaan orang punya mainan baru di genggaman. Siang malam dipelototi.. ke WC dibawa, mau tidur jadi mainan di kasur.

Para ustadz dan ulama punya media baru untuk berdakwah tanpa harus dibedaki di layar tivi. Bebas membahas apa saja tanpa disetir produser acara religi.

Termasuk tentang kajian fiqih muamalah. Ribuan video tentang riba tersedia di semua sosial media. Puluhan ustadz ahli fiqih muamalah membahasnya. Dari penjelasan detail apa itu riba, bagaimana hukum praktek perbankan, leasing, asuransi, MLM, sampai masalah-masalah kontemporer produk terbaru yang belum ada di masa 10 tahun lalu.

Siapapun bisa melihatnya dan belajar dari sosial media, tentu kajian riba salah satu yang bisa ditonton dengan mudah oleh mereka yang masih bekerja di tempat yang berdekatan dengan akad-akad riba, dan membuat gelisah hatinya.

Komunitas XBank ini lahir 15 Juli 2017 dari inisiatif mas El Candra, mantan bankir yang sudah belasan tahun bekerja hingga jabatan satu level di bawah direksi di sebuah perbankan nasional. Komunitas ini membesar lewat ‘gethok tular’ mulut ke mulut, dilempar di sosial media dan group WA..

“Saat ini kami punya member 6200an seluruh Indonesia, ada 32 group WA dan terus bertambah dengan syarat minimal 100 orang di satu wilayah jika mau dibuatkan group WA baru.. “ kata Nopan Nopiardi salah satu pentolan XBank yang juga mantan bankir itu.

Sabtu kemarin mereka melakukan Kopdar di Jogja, saya diundang untuk berbicara dalam talkshow sebagai nasabah yang dulu suka bergantung ke bank untuk memenuhi semua kebutuhan.. dari modal usaha hingga gaya hidup.

Sejak saya masuk ruangan jam 9 pagi, suasana begitu adem. Walaupun yang di depan saya para mantan bankir dan ada juga yang masih bankir aktif, tidak ada yang agresif menawarkan kredit.. hehe ya iyalah!

Satu jam pertama saya bercerita bagaimana 6 tahun saya berbisnis dan terjerat akad riba di berbagai bank, leasing dan asuransi. Ketika ketenangan hati tercabut, hidup hanya untuk mikir cicilan dan angsuran.. musibah demi musibah berdatangan. Halangan demi halangan bermunculan. Sampai saya diingatkan oleh seorang kawan tentang peringatan Nabi:
“Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya… memakan RIBA” [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]

Duuuh! Apakah saya ini pelaku riba? Kan saya yang ngutang! Saya gak makan duit riba!
Saya disodori lagi sebuah hadist, Nabi melaknat semua orang yang terlibat disana: yang minjemin, yang minjem, yang nyatet, yang jadi saksi.. semua sama dalam dosa!
Klakep deh saya gak bisa jawab..

Dan pukulan paling telak ketika saya dihantam di dada pakai Quran surat Al Baqarah 278-279 yang menyatakan perintah untuk meninggalkan riba, jika tidak akan DIPERANGI Allah dan rasulnya.

Makdeg!! Nyesek!
“Aku ini ciptaanMu wahai Allah.. kok sekarang aku malah Kau perangi! Apa aku bisa menang ya Allah?”

Sesi kedua tanya jawab dan testimoni peserta, terbawa suasana semuanya karena mendengar penuturan mereka.

Mas El Candra memulai,
“Disini banyak mantan kawan-kawan AO bank, merasa berdosa ketika membujuk orang berutang tiap hari karena kejar target, lah saya ini kepala divisi yang membawahi 1000 AO (Account Officer), bayangkan berapa kali lipat-lipat dosa saya..” katanya dengan suara gemetar.

Lanjut mas Danto dari Semarang memberikan testimoni:
“Saya ini 15 tahun di bank berlabel syariah. Saya gak merasa sebagai pelaku riba, dan suka nunjuk ke mereka yang di bank konvensional lah pelaku riba. Kami ini penyelamat, dan saya bangga dengan pekerjaan ini. Sampai satu ketika saya belajar fiqih mumalah, saya tercenung dengan praktek yang saya temui di pekerjaan saya. Ketika bicara akad murabahah bank saya tidak pernah benar-benar membeli barang itu baru kami jual kembali. Tidak pernah kami membeli, bagaimana kami akan bisa menjualnya? akad ini cacat dan mengganjal di hati saya. Lalu akad mudharabah.. kenapa yang dibagi masih dari total uang yang dipinjamkan, bukan bagi hasil dari nilai keuntungan? Dan tidak ada resiko kerugian dengan adanya sita dan lelang. Lama berkecamuk dalam hati saya. Sampai ketika bertemu dengan salah satu ustadz saya berkata untuk membela diri, bahwa bank kami diawasi dengan syariah nasional. Jawaban ustadz itu membuat mati kutu.. 

“Nanti di akherat mas, engkau tidak bisa berlindung kepada siapun termasuk kepada dewan syariah jika pelaksanaannya menyimpang dari aturan Allah..”

Hal itu yang membuat saya memutuskan berhenti jadi bankir, semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya..”

Dia menangis di atas panggung.. semua peserta terdiam.

Saya memanggil kawan saya mas Rinanto Suryadhimirtha yang juga hadir seorang pengacara muslim yang sudah melanglang buana sebagai pengacara dipihak bank dan leasing untuk maju ke panggung,

“Saya ini dulu membela bank dan leasing sampai tahap eksekusi lelang. Sampai orang yang punya aset itu nangis-nangis saya gak peduli. Ketika hijrah saya menyesal luar biasa dan sekarang saya bekerja untuk berbalik membela mereka. Bagaimana mungkin sudah bayar ratusan juta, pas mau melunasi utang pokoknya masih banyak tanpa mau memberi keringanan. Sampai tahap lelang sekarang saya hadapi.. saya bahkan datangi orang-orang yang dulu hartanya saya lelang, saya minta maaf kepada mereka, dan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya..”
Katanya dengan suara gemetar..

Dilain waktu ada seorang yang bertanya pada saya, “mas kalau banyak yang resign bank bisa tutup dong? Kita kalau mau transfer duit pakai wesel di kantor pos lagi?”

“Bank gak akan tutup bro, karena sistem ekonomi kapitalis dianut di negeri ini. Paling hanya keluar-masuk pegawainya yang kenceng, dan ratusan ribu lulusan sarjana tiap tahun tersedia di Indonesia..” jawab saya.

“Terus mas?”

“Kerinduan pada lembaga keuangan yang syar’i itu sekarang sedang menggebu-gebu dari masyarakat. Misal bank itu ibarat rumah.. ketika ada pipanya yang bocor, airnya mampet, plafonnya pecah, WCnya membludak dan bau, tidak langsung kita bakar rumahnya kan. Tapi diperbaiki satu-persatu hingga rumah itu layak huni dan membawa ketenangan penghuninya..”

“Mmm.. gitu ya mas, terus siapa yang bisa memperbaiki itu semua mas kalau pada resign?”

“Bola ditangan pemerintah tentunya, undang para ulama, ustadz-ustadz ahli fiqih muamalah dari berbagai perwakilan, sampai ketemu formula untuk pelaksanaan sistem bank yang bener-bener syar’i dan adil, dan menentramkan kita semua..”

“Apa mungkin ya mas?”

“Dulu tentara dan polisi wanita itu gak boleh pakai hijab lho.. setelah ada desakan dari masyarakat sekarang banyak tentara dan polisi wanita yang berhijab karena aturannya berubah. Ya kita doakan saja semoga suatu saat dapat terwujud..”

“Terus bagaimana bersikap pada bank mas?”

“Tak lebih seperti kantor pos, gunakan produk yang tidak ada ribanya seperti jasa transfer uang, menyimpan secukupnya, kalau ada rejeki lain putar di usaha lagi agar lebih bermanfaat, bukan ditimbun.. dan jangan membuka akad riba apapun bentuknya..”

Ketika sesi istirahat mau sholat dzuhur panitia meminta peserta keluar untuk difoto pakai drone. Mereka diberi bendera untuk dilambai-lambaikan..
saya merinding membacanya..
“Jangan gadaikan akheratmu untuk duniamu..”

Itulah XBank, perjalanan hijrah saudara-saudara kita yang menggetarkan hati..

Sebuah postingan di facebooknya begini:
“Karir tertinggi seorang bankir adalah.. resign!”

Jleb!

Source : nahimunkar.org via fb Saptuari Sugiharto / Rinanto Suryadhimirtha

Iklan

THR Sriwedari Riwayatmu Kini

THR Sriwedari Riwayatmu Kini


Taman Hiburan Rakyat atau THR Sriwedari bakal tutup selamanya terhitung pada 4 Desember mendatang. Tutupnya tempat hiburan tersebut lantaran pengelola belum mendapatkan lokasi baru pengganti Sriwedari. Sebab, tahun depan, kawasan itu akan ditata Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah.

THR Sriwedari adalah taman hiburan rakyat yang ikonis di daerah asal Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Berdiri 32 tahun lalu, taman hiburan ini sangat populer di era tahun 80 hingga 90-an. Tak hanya menyediakan wahana permainan, THR Sriwedari kerap menjadi tempat konser grup musik.

Setiap malam, genre musiknya berbeda-beda. Mulai dari slow rock, dangdut, hingga musik Koes Plus ada dalam daftar hiburan musik di panggung ini. Tak hanya musikus dan band lokal, tapi juga para artis Ibu Kota. Seperti Ahmad Albar, Power Metal, Koes Plus, Inul Daratista, hingga Via Vallen pernah manggung di tempat hiburan tersebut.

Nasib THR Sriwedari mulai gonjang-ganjing sejak akhir tahun lalu. Hal itu berawal saat Pemkot Solo memutuskan tidak memperpanjang kontrak THR Sriwedari pada akhir tahun lalu. Keputusan itu menyebabkan munculnya pilihan lokasi alternatif sebagai penggati Sriwedari seperti di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Seiring dengan berjalannya waktu, niat memindahkan lokasi tersebut batal.

“THR rencana akan pindah ke TSTJ, tapi rencana itu dibatalkan karena manajemen merasa keberatan dengan ketentuan yang ditetapkan Pemkot Solo,” ucap pemimpin manajemen THR Sriwedari, Sinyo Sujari, di Solo, Kamis, 12 Oktober 2017.

Ketentuan yang dianggap memberatkan pihak pengelola, di antaranya soal ketentuan masa kontrak selama empat tahun serta tidak ada jaminan perpanjangan kontrak setelah masa kontrak berakhir. Selain itu, masa ketetapan pajak hiburan tiket masuk sebesar 25 persen dan tiket permainan sebesar 35 persen.

Tak hanya itu, nilai sewa lahan yang dipatok mencapai Rp 1.000 per meter persegi setiap hari. Padahal, lahan yang rencananya akan disewa THR luasnya mencapai 2 hektare.

“Biaya-biaya seperti pajak dan sewa sangat berat. Lokasi di sana juga termasuk daerah pinggiran jadi kami belum tahu nantinya dalam waktu 2-3 tahun itu sudah ramai atau belum,” ujar dia.

Dengan alasan itu, Sinyo menegaskan pengelola THR Sriwedari membatalkan rencana pindah ke lokasi baru di TSTJ seperti yang ditawarkan pihak Pemkot Solo. Dengan demikian, THR Sriwedari akan tutup beroperasi pada 4 Desember 2017.

Rencana awal tempat hiburan itu tutup pada 30 November 2017, tapi adanya kegiatan anak-anak pada 2 Desember 2017 menyebabkan rencana penutupan diundur.

“Kita mulai tutup 4 Desember nanti setelah sempat beroperasi selama 32 tahun. Kami sebenarnya merasa berat dengan keputusan ini,” akunya.

Rencana penutupan THR SRIWEDARI itu juga terlihat dari aktivitas sejumlah pekerja, beberapa pekan lalu. Saat itu, mereka mulai membongkar sejumlah wahana permainan. Selanjutnya, para pekerja mengangkutnya ke atas bak truk yang parkir di sebelah barat tempat hiburan yang merakyat itu.

Konflik Panjang Sriwedari


Berada di pusat kota, Taman Sriwedari sejak lama menjadi ikon Kota Solo. Sejumlah bangunan bernilai sejarah tinggi berdiri di atas tanah seluas 9,9 hektare. Ketenarannya harus terusik dengan konflik panjang antara Pemkot Solo dan ahli waris Wirjodiningrat.

Siapa sosok Wirjodiningrat itu? Sebelum menjawab itu, putra mendiang Paku Buwono XII, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Dipokusumo menuturkan awal mula tanah Sriwedari yang awalnya bernama Talang Wangi. Tanah itu rencananya akan dijadikan pusat kerajaan ketika pindah dari Keraton Pajang Kartasura.

“Talang Wangi bersama dengan Bekonang dan Sala menjadi calon pusat kerajaan Kasunanan Surakarta,” kata Dipokusumo kepada Liputan6.com, Rabu (17/2/2016).

Seiring waktu, tanah itu dimiliki orang Belanda bernama Yohanes Busselar. Raja Kasunanan Surakarta yang berkuasa saat itu, Paku Buwono X kemudian membeli tanah tersebut. Ia mendelegasikan pembelian itu kepada orang yang dipercayainya.

“Sistem administrasi pada zaman dahulu itu, semua yang mengurusi tentang jual beli itu biasanya dipercayakan kepada orang yang dipercaya. Jadi misal raja punya mobil, maka atas namanya itu orang yang dipercaya itu,” jelas Dipokusumo.

RMT Wirjodiningrat, kata dia, kebetulan adalah orang kepercayaan raja saat itu. Ia adalah putra dari Patih Sosrodiningrat saat PB IX berkuasa. Raja menugaskan Wirjodiningrat untuk membeli tanah itu yang diresmikan dalam akte jual beli tertanggal 13 Juli 1877.

“Wirjodiningrat ini dulu kalau nggak salah jabatan cuma asisten. Dan ada kemungkinan dia orang kepercayaan PB X. Nah, membeli tanah seluas itu tidak murah. Kalau membeli, uang Wirjodiningrat itu dari mana?” ucap Dipokusumo.

Setelah terbeli, PB X kemudian terpikir untuk menjadi Talang Wangi menjadi Sriwedari setelah beranjangsana ke Kebun Raya Bogor. Dipokusumo menyebut, PB X memang suka berkunjung ke daerah-daerah lain dan mendapat inspirasi dari perjalanannya.

“Nah, isi dari Taman Sriwedari ini adalah Segaran yang dulu sering dijadikan lokasi Maleman saat hari ke-21 puasa. Kemudian diisi juga dengan kebun binatang seperti yang ada di keraton, seperti gajah dan harimau. Jadilah, taman satwa di Sriwedari,” tutur dia.

Selain kebun binatang, PB X juga mendirikan Gedung Wayang Orang Sriwedari.  Gedung itu mementaskan wayang orang Mahabarata yang dulunya hanya bisa dinikmati mereka yang tinggal di dalam tembok keraton.

“Tujuan dari pembangunan Taman Sriwedari itu adalah sebagai publik space, hiburan untuk masyarakat luas. Makanya, dibangun gedung wayang itu supaya masyarakat bisa menikmati pentas wayang orang, seperti yang dilakukan oleh keluarga keraton,” jelas Dipokusumo.

Selain gedung wayang, di Sriwedari juga ada Stadion Sriwedari, tempat digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) I. Pembangunan lapangan itu, kata dia, tak lain karena anak-anak raja PB X saat itu suka bermain sepak bola.

“Makanya kemudian dibangun lapangan itu,” kata Dipokusumo.

Berjalannya waktu, Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Keraton Kasunanan Surakarta menyatakan bergabung dengan NKRI. Karena itu semua yang berhubungan dengan keraton diatur Pemerintah RI. Termasuk, pengaturan tanah milik keraton.

“Tanah milik keraton itu kemudian diambil alih oleh RI,” kata Dipokusumo.

Ada beberapa peninggalan keraton yang menjadi aset dari Sunan Ground. Termasuk salah satunya adalah Taman Sriwedari. Mengingat Taman Sriwedari itu berfungsi sebagai ruang publik, pengelolaannya menjadi domain dari Pemkot Solo saat itu.

GPH Dipokusumo. (Liputan6.com)

“Sekarang kan yang muncul adalah hitam di atas putih. Tanah Sriwedari itu tertulis milik Wirjodiningrat. Dan tanah itu kemudian diaku oleh trah Wirjodiningrat. (Padahal), Wirjodiningrat itu dulunya orang yang dipercaya raja,” ucap Dipokusumo.

Sebelas orang yang mengaku sebagai ahli waris Wirjodiningrat kemudian mendaftarkan gugatan perdata pada 24 September 1970 ke Pengadilan Negeri Surakarta. Setelah 46 tahun berlalu, Mahkamah Agung kemudian memutus menolak pengajuan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Pemkot Solo. Tepatnya pada 10 Februari 2016.

Keputusan itu berarti tanah Sriwedari seluas 9,9 hektare dinyatakan milik ahli waris Wirjodiningrat. Mereka kemudian mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri (PN) Solo untuk mengeksekusi keputusan PK MA itu.

Kepala Humas Pengadilan Negeri (PN) Solo, Winarto, mengatakan pihak ahli waris telah mengajukan surat permohonan eksekusi yang baru untuk pengosongan lahan Sriwedari. Dalam surat permohonan tersebut juga dilampirkan fotokopi putusan di laman MA.

“Ada surat permohonan eksekusi untuk kedua kalinya terhadap lahan Sriwedari. Informasi pengajuan eksekusi baru itu melampirkan putusan PK yang ada di laman MA,” ujar dia di Solo, Selasa 16 Februari 2016.

Hanya saja, lanjut Winarto,  saat ini pihak pengadilan masih melakukan proses aanmaning dalam bentuk negosiasi yang melibatkan pihak Pemkot Solo, ahli waris, dan Keraton Solo. Bahkan, kemarin digelar pertemuan dengan berbagai pihak untuk proses aanmaning di ruang Kepala PN Solo.

“Saat ini sedang proses aanmaning dampak dari putusan tahun lalu. Namun untuk proses pengajuan eksekusi yang baru, kami masih menunggu salinan putusan PK yang dikirimkan dari MA,” ujar Winarto.

Winarto mengatakan bahwa hasil putusan sesuai dengan yang dikeluarkan oleh pihak kepaniteraan di laman MA. Meski demikian, pihaknya masih menunggu datangnya direktori salinan putusan dari MA.

“Kalau kapan datangnya salinan surat putusan resmi dari MA belum tahu. Tetapi, batasan atau limit untuk surat itu tiga tahun,” kata Winarto.

Referensi :

Fenomena Gerakan Islam 212

Fenomena Gerakan Islam 212

Helat Akbar 212 kemarin, jika kita selami lebih jauh, ada nilai yang jauh lebih besar.

– Tokoh central seperti Habib Rizieq tidak ada
– MUI berlepas, dengan pernyataan KH. Maruf Amin yang menolak memberikan dukungan aksi ini.
– Sekalipun Amien Rais, Ustadz Bachtiar Natsir, Habaib-habaib, dan tokoh-tokoh tidak ada.

Aksi 212 tetap akan dipenuhi oleh jamaah dari seluruh Indonesia. Ketidakhadiran tokoh-tokoh tersebut memang memberi nuansa yang kurang lengkap. Tapi ketidak hadiran mereka bukan berarti acara helat akbar tidak berlangsung sukses. Buktinya helat Reuni Akbar 212 kemarin di lapangan Monas dipenuhi oleh jutaan jamaah padahal banyak tokoh utama tidak hadir.

Fenomena ini memberi makna yang lebih luas, bahwa umat merindukan ukhuwah Islamiyah. Tidak penting siapa tokohnya, sejauh wadah kebersamaan disediakan, umat berbondong-bondong berhimpun dan merekatkan hati dan jiwa dalam persaudaraan.

Fenomena 212 lebih dari kumpul-kumpul belaka. Aksi 212 bentuk kongkrit umat untuk berperan aktif dalam membangun bangsa dan negara agar sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kesetaraan dan keadilan bagi sesama anak bangsa. Jika ghirah ini dirawat, inilah waktu Bangkitnya Umat Islam di Indonesia.

Bangga Ikut Reuni

Reuni 212 diselenggarakan hari Sabtu 2 Desember 2017 juga memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW mengumpulkan begitu banyak orang dan para ulama dari seluruh Nusantara.

Saya bersama Lieus Sungkharisma dan kawan kawan berjalan kaki mulai dari Jl. Juanda menuju ke Monas. Untuk mencapai tempat tersebut tidak bisa menggunakan mobil karena jalan-jalan sudah ditutup mulai dari perempatan Harmoni bahkan sekeliling Istana, dikelilingi dengan pagar kawat berduri dan pasukan polisi yang begitu banyak.

Kesan saya adalah kok lebay banget ya. Padahal kita tidak sedang menghadapi perang, yang dihadapi oleh Istana sebagai simbol kekuasaan negara adalah rakyatnya sendiri. Umat Islam yang ingin berkumpul bersama dalam sebuah rangkaian acara sholat subuh, tausiah dari pada ulama dan silaturahmi diantara umat Islam sendiri untuk mempererat tali persaudaraan. Bahkan kami yang kafir pun ikut bergabung. Ini menunjukkan bahwa walaupun berbeda agama, berbeda suku, kita adalah bersaudara, sebangsa dan setanah air, tanah air Indonesia.

Tokoh-tokoh berkumpul mulai dari Amien Rais, Hidayat Nur Wahid, Sohibul Iman, Ustad Bahtiar Nasir, Ustad Felix Siaw, Fadli Zon, Fahri Hamzah sampai ke Ahmad Dani pun ikut hadir. Gubernur DKI Jakarta , Anies Baswedan juga memberikan sambutan. Sayangnya, pimpinan tertinggi negeri ini Presiden Jokowi tidak hadir. Beliau memilih untuk berada di Bogor.

Padahal mayoritas orang Indonesia beragama Islam dan jika Jokowi mau menyapa umat Islam yang datang dari berbagai penjuru daerah , tentu akan menjadi sebuah momentum yang menyiratkan bahwa Jokowi perduli terhadap rakyatnya. Biasanya beliau mendatangi rakyat dan selalu ada saja ceritanya di media, tapi saat rakyat dari daerah singgah ke Jakarta, kok malah memilih untuk berada di tempat lain?

Semoga saja tidak ada niatan untuk memilih milih rakyat mana yang ingin ditemuinya.

Akhirnya saya, Lieus dan kawan-kawan sampai juga ke panggung dengan dikawal oleh laskar FPI yang kebetulan melihat kami yang tidak mungkin lagi bergerak karena begitu banyaknya orang yang memadati Monas. Kami disambut dengan sangat baik ditengah jutaan umat Islam, diperkenalkan bahwa saya adalah seorang Katolik dan diminta berdiri. Ya, saya seorang Katolik, kafir dan Tionghoa berada bersama umat Islam dalam sebuah perayaan yang sangat menyentuh hati karena semua orang hadir di tempat itu bukan karena uang apalagi nasi bungkus tetapi karena kesadaran akan panggilan keagamaan dan bela negara yang saat ini diguncang dengan berbagai kegaduhan yang berpotensi untuk memecah belah bangsa.

Saya, Agnes Marcellina, bangga bisa hadir di Monas tadi pagi….dan ternyata umat Islam sangat toleran…

Salam Indonesia Raya.

212 Gerakan Apa?

Banyak keanehan dan sulit dipikir nalar dalam gerakan 212 yang baru merayakan ulang tahun perdana. Ribuan atau mungkin jutaan orang bisa menyemut dalam satu tempat di waktu subuh. Di waktu kedua mata sedang asyik terlelap dan bermimpi.

Ada yang datang bergerombol dari luar pulau, ada yang bawa keluarga dengan mobil pribadi dari luar kota, ada yang naik motor, sepeda ontel, hingga ada yang rela berjalan kaki. Ini acara reuni paling aneh yang pernah terjadi.

Mereka rela mengorbankan waktu liburan, mereka ikhlas merogoh uang tabungan, mereka tulus berbagi makanan dan minuman. Tak ada satu pun yang merusak taman. Apa yang mereka cari…?

Apakah 212 gerakan politik…? Ya, mereka memang gerakan politik. Secara kasat mata kita melihat gerakan ini mampu menumbangkan rezim arogan yang memiliki banyak kekuatan. Kekuatan logistik hingga kekuatan mesin pembentuk opini publik.

Apakaj 212 gerakan ekonomi…? Ya, mereka memang gerakan ekonomi. Secara kasat mata kita melihat banyak sekali koperasi 212 Mart berdiri di pemukiman. Semua berlomba menjadi investor, pengelola dan sekadar menjadi konsumen. Mereka mampu menciptakan pasar dan membuat supermarket populer deg-degan.

Apakah 212 gerakan pendidikan…? Ya, mereka memang gerakan pendidikan. Banyak tempat kajian bermunculan, banyak orang hijrah dan rajin ke pengajian. Banyak yang berusaha kembali mempelajari dan memahami ajaran Alquran. Banyak yang berubah menyikapi arti kehidupan. Banyak pula pemeluk agama lain yang tersadarkan bahwa Islam adalah agama perdamaian.

Apakah 212 gerakan propaganda? ya, mereka memang gerakan propaganda. Mereka merambah ke dunia maya. Melawan segala bentuk fitnah dan kabar yang menyesatkan. Mereka mengubah citra menjadi fakta. Muslim Cyber Army kian menggurita. Entah dimana kantornya, entah siapa pemimpinnya. Mereka bergerak senyap tapi pasti seperti semut-semut Ibrahim yang memadamkan api.

Jadi 212 gerakan apa sebenarnya…? Entahlah, saya sebut saja ini gerakan gila. Gila karena tak masuk di akal. Gila karena seperti tak normal dibanding gerakan lainnya. Gerakan ini bukan strategi para taipan, bukan pula strategi dari rezim kekuasaan. 212 adalah gerakan yang skenarionya langsung dari Tuhan.

Aksi 212 membawa pesan bahwa kehendak Tuhan tak bisa dilawan. Ini sudah menjadi janji-Nya dalam Alquran. Wamakaru Wamakarallah Wallahu Khairul Makiriin (Mereka punya skenario, Allah punya skenario, dan Allah sebaik-baiknya pembuat skenario) – Al Imran 54

Untuk Apa Kumpul-kumpul Lagi?

Banyak orang yang pusing memikirkan apa alasan umat Islam kumpul lagi di Jakarta dengan tema Reuni 212. Mereka sibuk mencari logika di balik “kumpul lagi” itu. Sibuk mencari jawaban, “untuk apa?”.

Bagi mereka, reuni semacam ini tidak ada gunanya. Sia-sia! Buang-buang waktu, tenaga dan dana.

“Mereka” yang sibuk memikirkan alasan kumpul itu, ada dua golongan. Yang pertama adalah “mereka” yang benar-benar tidak paham mengapa umat Islam harus datang lagi ke Jakarta pada HUT aksi damai 212. Yang kedua adalah “mereka” yang selalu mengantongi kalkulator politik; yang membawa sempoa politik ke mana-mana karena “mereka” paranoid.

Yang pertama. Mereka ini tidak banyak jumlahnya. Mereka dari hari ke hari sibuk dengan dunianya, tidak mau tahu dengan keniscayaan untuk membangun persatuan di kalangan umat. Sebagian mereka malah merasa tidak perlu mempersoalkan siapa yang seharusnya menjadi pemimpin dan bagaimana umat harus dipimpin.

Bagi mereka, yang paling penting adalah roda kehidupan biologis bisa berjalan normal, ada penghasilan, dan makan-minum lancar. Dalam bahasa percandaan biasa disebut “yang penting dapur berasap, perut kenyang”. Jadi, kalau “parameter perut” ini tidak bermasalah, sudah cukup. Tidak perlu memikirkan bagaimana kondisi umat, siapa yang memimpin umat, apa-apa saja tantangan yang dihadapi umat, dlsb.

Karena itu, mereka merasa tidak perlulah bersusah payah beraksi solidaritas dan mengekspresikan keresahan terhadap cara negara dikelola oleh pemegang kekuasaan. Tidak perlu aksi damai umat Islam, apalagi disusul pula dengan kumpul-kumpul reuni seperti Reuni 212, kemarin. Inilah “mereka” yang masuk golongan pertama.

Kemudian ada “mereka” kategori kedua. Yaitu, orang-orang yang sangat sadar bahwa aksi damai umat yang menunjukkan persatuan adalah “ganjalan” bagi mereka. “Mereka” ini adalah pemegang kekuasaan dan para pendukung serta simpatisannya. Ke mana mereka pergi, kalkulator politik selalu ada di saku. Sempoa politik tetap ada di laci meja kerja mereka.

Begitu ada aksi umat, baik aksi damai setahun yang lalu maupun aksi reuni, kalkulator dan sempoa langsung dikeluarkan untuk menghitung apa maksud reuni, mengapa jutaan orang masih saja rela datang ke Jakarta dari tempat yang jauh-jauh, siapa dalangnya, ke mana arahnya, dll. Semua dihitung. Berhitung sambil memikirkan bagaimana cara untuk membuat agar solidaritas umat bisa sirna.

Maka, “mereka” jenis kedua ini akan menggunakan segala macam lembaga yang ada di tangan mereka untuk merancang “software” yang bisa melemahkan semangat juang umat. “Mereka” juga menggunakan para pendukung intelektual untuk disebar ke segenap penjuru media kaki-tangan, untuk “menertawakan” aksi Reuni 212. Mereka bermunculan di layar kaca TV-TV pembebek dengan komentar-komentar yang intinya “membodohkan” umat yang berkumpul di Jakarta. Barisan “mereka” di medsos pun melancarkan gempuran sinistis terhadap reuni.

Dan, TV-TV pembebek pun memahami keinginan “mereka”. Stasiun-stasiun anti-umat itu tidak menampilkan aksi reuni sebagai berita. Atau, setidaknya mereka sengaja mengecilkan peristiwa itu dalam pemberitaan.

Intinya, “mereka” panik. Panik melihat tekad dan semangat baja yang, ternyata, tidak surut di kalangan umat. Panik karena instink paranoid “mereka” mengatakan bahwa aksi-aksi reuni semacam 212 mengindikasikan bahwa persatuan umat telah teruji.

Mereka panik karena mereka telah terlanjur merancang dan mengimplementasikan langkah-langkah politik yang menempatkan umat Islam sebagai musuh mereka. Sesuatu yang sangat keliru. Keliru besar. Padahal, umat ini tidak bermaksud memusuhi mereka sepanjang mereka tidak memusuhi umat.

Setelah Reuni 212, hampir pasti kalkulator dan sempoa politik “mereka” menghasilkan hitungan yang membuat perasaan menjadi tak enak. Sebab, tahun politik tidak jauh lagi.

Kalau umat bisa menjaga momentum persatuan seperti yang tampak sekarang ini, berarti ada ancaman nyata terhadap eksistensi kekuasaan “mereka”.

Reuni 212 Terlalu Besar untuk Diabaikan Siapapun

Dai muda, ustadz Felix Siauw mengatakan bahwa arti reuni akbar alumni 212 adalah untuk menyatukan serta mempersatukan umat Islam. Karena menurutnya, aksi 212 adalah gerakan kebangkitan umat Islam yang berjalan sukses karena tidak adanya sikap anarkis meskipun massa yang datang banyak.

Ia menyatakan, bahwa gerakan kebangkitan umat Islam yang disimbolkan dengan 411/212 menjadi fenomena baru dalam sejarah Indonesia. Tak pernah ada gerakan semasif dan sesolid ini.

“Tentu saja, ini menjadi perhatian serius bagi siapa saja yang ingin berkuasa, atau terus berkuasa di negeri ini. Sebab gerakan ini terlalu besar untuk bisa diabaikan siapapun,” ungkapnya melalui akun Instagram pribadinya @felixsiauw pada Selasa (04/12/2017).

“Faktanya, sejak Indonesia wujud, tak ada satupun partai atau gerakan yang bisa mengagregasi umat sebanyak 212, lebih hebat lagi, ini dilakukan dengan dana sendiri,” imbuhnya.

Terlebih, tidak menutup kemungkinan jika adanya tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada umat Islam terkait hal tersebut. Bukan hanya tuduhan, lanjutnya, namun diskirminasipun tidak lupa digunakan untuk membungkam gerakan ini.

“Radikal, intoleransi, anti-NKRI, anti-Pancasila,” ungkapnya. Namun, ia menilai bahwa semua tuduhan tersebut secara tidak sadar telah digagalkan oleh persatuan umat Islam saat ini. “Begitulah semua tuduhan kaum munafik dan kafir terbantah hanya dengan reuni 212 saja,” sambungnya.

Ia menjelaskan, begitulah kerja orang panik, sebagaimana kafir Quraisy yang bingung menuduh apa kepada Rasulullah yang sempurna. “Akhirnya tuduhannya mengada-ada. Maka tuduhan terhadap reuni 212 telah terbukti gagal, mereka lanjutkan dengan pasca reuni 212,” katanya.

“Maklumi saja orang-orang panik ini, mereka yang hendak tenggelam, apa saja akan disambar, bahkan hanya jerami yang mengambang, orang panik suka aneh-aneh,” katanya.

Di akhir, ia menyatakan bahwa acara seperti reuni akbar 212 ini akan memberikan kesan rindu kepada sesama saudara Muslim.

“Jelas-jelas ini ngangeni. Alhamdulillah, saat berdesak-desakan orang berbagi senyum, saat lapar dan haus mendahulukan saudaranya, indah. Biarlah 212 terus mengingatkan kita, bahwa persatuan itu indah,” tutupnya.


Referensi :

http://www.teropongsenayan.com/76063-fenomena-212

http://www.teropongsenayan.com/76028-bangga-ikut-reuni-212

http://www.teropongsenayan.com/76031-gerakan-gila-bernama-212

http://www.teropongsenayan.com/76055-reuni-212-untuk-apa-kumpul-kumpul-lagi

https://kiblat.net/2017/12/04/felix-siauw-sebut-reuni-212-terlalu-besar-untuk-diabaikan-siapapun/

Sumber video 

Mengapa Islam Melarang Pria Memakai Emas?

Mengapa Islam Melarang Pria Memakai Emas?

(Sumber gambar dari google)

Dalam Islam, laki-laki haram pakai emas. Namun sangat disayangkan budaya kita umat Islam telah meniru-niru budaya barat dimana laki-laki mengenakan cincin emas saat prosesi tukar cincin atau sebagai mas kawin pada saat acara pernikahan. Jika mengacu pada hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dapat disimpulkan bahwa dalam Islam laki-laki diharamkan pakai emas sedangkan bagi perempuan tidak. Mengapa?
Atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit melalui pori-pori dan masuk ke dalam darah manusia. Jika seorang pria mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan: di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas).
 
Jika itu terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Al zheimer. Sebab, jika tidak dibuang, maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit Al zheimer.
Alzheimer adalah suatu penyakit dimana penderitanya kehilangan semua kemampuan mental dan fisik, menyebabkannya kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi penuaan paksaan atau terpaksa. Di antara mereka yang terkena penyakit Alzheimer adalah Charles Bronson, Ralph Waldo Emerson dan Sugar Ray Robinson.
Lalu, Mengapa Islam Memperbolehkan Wanita Untuk Mengenakan Emas?
Jawabannya adalah :
“Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi.”
Itulah sebabnya Islam mengharamkan pria mengenakan perhiasan emas dan membolehkan wanita memakainya.
Penyakit yang disebabkan oleh kandungan emas ini, tidak ditemukan pada perempuan. Penelitian tentang penyakit ini menyebutkan bahwa dalam tubuh seorang perempuan/wanita, terdapat suatu lemak unik, lemak yang berbeda yang tidak dimiliki seorang laki-laki dimana lemak ini akan mencegah unsur senyawa atom emas (Au) untuk masuk ke dalam tubuh, sehingga saat atom ini masuk, hanya mampu menembus kulit, namun tidak bisa menembus lemak yang menghalangi jalan menuju daging dan darah.
Penelitian lain menyebutkan bahwa di dalam tubuh seorang wanita, zat emas bisa masuk ke dalam tubuh dan mengalir bersama darah, namun zat ini tidak akan berbahaya karena akan dibuang bersama darah saat haid/menstruasi. Jadi Nabi membolehkan seorang istri/wanita mengenakan cincin/perhiasan dari emas, namun sangat dilarang bagi suami/laki-laki.
Alasan Islam melarang pria memakai emas, telah disampaikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lebih 1400 tahun yang lalu. Padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika.
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. (HR Bukhari & Muslim).
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang cincin emas (bagi laki-laki),” (HR Bukhari No 5863 & Muslim No. 2089).
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah bertemu seorang lelaki yang memakai cincin emas di tangannya. Beliau mencabut cincin tersebut lalu melemparnya, kemudian bersabda : Seseorang dari kalian telah sengaja mengambil bara api neraka dengan meletakkan (cincin emas semacam itu) di tangannya”.
Lalu, setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi, ada yang mengatakan kepada lelaki tadi, “Ambillah dan manfaatkanlah cincin tersebut.” Ia berkata, “Tidak, demi Allah. Saya tak akan mengambil cincin itu lagi selamanya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuangnya,” (HR Muslim No. 2090, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas).
Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits ini berkata, “Seandainya si pemilik emas tadi mengambil emas itu lagi, tidaklah haram baginya. Ia boleh memanfaatkannya untuk dijual dan tindakan yang lain. Akan tetapi, ia bersikap waro’ (hati-hati) untuk mengambilnya, padahal ia bisa saja menyedekahkan emas tadi kepada yang membutuhkan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melarang seluruh pemanfaatan emas. Yang beliau larang adalah emas tersebut dikenakan. Namun untuk pemanfaatan lainnya, dibolehkan,” (Syarh Shahih Muslim, 14: 56).
Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam Syarh Shahih Muslim (14: 32), “Emas itu haram bagi laki-laki berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.” Dalam kitab yang sama (14: 65), Imam Nawawi juga berkata, “Para ulama kaum Muslimin sepakat bahwa cincin emas halal bagi wanita. Sebaliknya mereka juga sepakat bahwa cincin emas haram bagi pria.”

Berhijab Itu Wajib! Apapun Alasanmu Melepasnya Dalam Kehidupanmu Tetaplah Salah!

Berhijab Itu Wajib! Apapun Alasanmu Melepasnya Dalam Kehidupanmu Tetaplah Salah!

Ilustrasi

Sekitar September 2016 lalu Rina Nose muncul dengan penampilan mengejutkan.

Ya, saat itu Rina muncul di acara yang dipandunya dengan mengenakan hijab.

Tentu keputusan ini disambut gembira sebagian besar fans-nya.

Rina pun kemudian mengungkapkan dirinya mantap berhijab setelah melalui proses pencarian.

Saat itu Rina juga mengungkapkan jika niatnya untuk berhijab sudah muncul 2-3 tahun lalu.

“Sebetulnya aku sudah berkali-kali dapat hidayah untuk berhijab, dan berkali-kali juga sudah memiliki niat untuk berhijab (sekitar 2-3 tahun lalu). Tapi berkali-kali juga aku menolaknya,” ujar Rina saat diwawancara saat itu.

Mantan kekasih Fakhrul Razi itu akhirnya mengaku menemukan jawaban yang paling logis untuk menutup auratnya seperti diwajibkan bagi seluruh muslimah.

Setidaknya ada tiga alasan yang diungkapkan Rina kepada media saat ditanya alasan berhijab.

1. Menghormati diri sendiri

Rina mengatakan wanita berhijab adalah bentuk kehormatan seorang wanita muslimah.

“Kenapa alasan perempuan harus menutup seluruh tubuhnya kecuali yang biasa terlihat (wajah dan tangan sampai pergelangan tangan). Satu, untuk menghormati diri sendiri,” Rina menjelaskan.

2. Mencegah keburukan

Alasan kedua, Rina berpendapat jika hijab bisa mencegah wanita dari keburukan. “Untuk mencegah keburukan, seperti pelecehan seksual, perselisihan antar sesama wanita karena rasa dengki akibat aurat yang terlihat,” katanya

3. Patuh kepada Allah

Dan yang paling utama kata Rina, berhijab adalah perintah agama.

Rina Nose mengaku saat itu dia menggali buku sejarah wanita, serta mendalami ayat suci Alquran mengenai kewajiban seorang wanita untuk menutup aurat.

“Selain karena alasan yang aku sebutkan tadi, alasan utama kenapa aku mengenakan hijab adalah sebagai bentuk kepatuhan dan penyerahan diri kepada Allah,” Rina Nose mengakhiri.

Meski tampak kesulitan menjelaskan alasan mengapa ia membuka hijab, Rina akhirnya secara panjang lebar menjelaskannya kepada salah satu tayangan entertainment.

Berikut petikan langsungnya:

“Gimana ya aku mau menjelaskannya juga…,

Pokoknya ada banyak hal peristiwa, yang bikin aku berfikir apalagi aku akhir -akhir ini sering ke berbagai negara.

Di situ mempelajari kebudayaan mereka seperti apa, keyakinan mereka seperti apa.

Akhirnya aku mengambil kesimpulan, o aku selama ini…..

Mungkin aku hanya memandang kebaikan itu dari sudut pandang yang aku yakini paling benar saja.

Oh ternyata masih banyak kebaikan-kebaikan lain yang di luar itu yang aku tidak tahu.

Jadi dari situ aku mulai berfikir, tentang hal yang lebih luas lagi.

Berkali-kali Tolak Hidayah, Terungkap ini 3 Alasan Rina Nose Berhijab, Kok Sekarang Dilepas?

Lantas apa yang jadi salah satu faktornya? Tanya reporter mendesak.

Aduuhh, gimananya kalau aku nyebutin itu.

Aku juga serem mas, aku serem.

Jadi biar aku saja yang tahu, biar aku saja yang mengalami.

Mungkin aku yakin pasti ada beberapa orang yang mengalami hal ini dan mereka akan mengerti apa yang akau alami.

Karena ini pun aku menahannya selama 6 bulan, memikirkan.

Jadi aku sebetulnya sudah sering memposting penemuan-penemuan aku, sebetulnya.

Dan banyak komentar-komentar yang pro-kontra juga, karena di sini mayoritas umat Muslim.

Mereka percaya dan diajarkan Islam dari kecil tentang agama.

Islam seperti apa, apa kewajiban dan larangannya.

Jadi pandangan umum, mayoritas orang muslim ya pasti akan seperti itu dan aku memahaminya.

Sekali lagi aku mohon maaf untuk semua penggemar-penggemar aku yang merasa kecewa, karena aku melepas hijab aku.

Kalau masih ada manfaat baik yang bisa diambil silakan diambil, tapi kalau tidak tinggalkan saja.”

Apakah kamu cukup jelas menerima jawaban ini, maka jika tidak, secara singkat Rina telah melakukan permohon maaf bagi yang merasakan kecewa dengannya.

“Terlebih dahulu aku meminta maaf pada manusia, karena Tuhan maha pengampun,” katanya pada Sabtu (11/11/2017) pagi.

Para Artis Ini Dulu Berhijab Kini Tampil Seksi

1. Marshanda

Saat tampil tak mengenakan hijab lagi, artis penyanyi Marshanda sempat menghebohkan publik. Tak jelas apa alasan pasti hingga artis cantik ini melepaskan hijabnya. Tapi saat itu dia memang baru saja bercerai dengan suaminya Ben Kasyafani.

Berbagai kritikan dilontarkan tapi seperti tak dipedulikan Marshanda. Bahkan penampilannya makin hot, seksi bahkan ada kalanya vulgar. Sama sekali tak tercermin kalau dia pernah menutup seluruh auratnya. “Ini bentuk kejujuran aku, seperti ini,” katanya yang dikutif sejumlah media.

Di beberapa kesempatan, Marshanda juga tampil dengan beberapa orang yang menjadi kekasihnya. Foto-foto yang diunggah di beberapa media sosial miliknya sering menuai kritik karena penampilannya yang seksi. Pertengkaran dengan kekasihnya yang terakhir juga menjadi sorotan, termasuk ‘nyanyian’ kekasihnya tentang sisi gelap Marshanda. Tapi lagi-lagi Marshanda tetap dingin seakan-akan seperti tak terjadi apa-apa.

2. Vitalia Sesha

Vitalia Sesha memilih untuk melepas hijabnya pada 2010 setelah bercerai. Alasannya dia membutuhkan pekerjaan yang mengharuskan dirinya tampil tidak mengenakan hijab. Dia harus bekerja untuk menghidupi keluarga terutama dua anaknya Syifa dan Aisyah

“Aku pernah ngerasain benar-benar menjadi istri yang solehah, ngaji, sholat bahkan sempat umroh. Walaupun sekarang aku nggak pakai hijab, tapi aku sempat pakai kerudung,” kata Vita.

Artis yang sekarang lebih seing tampil seksi ini mengakui, melepas hijab bukanlah hal terbaik. Tapi dia merasa dihadapkan pada kenyataan dan dia harus menyerah. “Aku menyerah,” katanya.

3. Rossa

Sri Rossa Roslaina Handayani atau yang lebih dikenal dengan nama Rossa dulunya mengenakan hijab sepulang dari ibadah haji. Tapi kemudian dilepas dan sekarang tampil seperti saat ini. Dia tak mau menjelaskan alasannya kalau ditanya.

“Mau pakai jilbab atau nggak itu urusan aku sama Tuhan. Dan aku bisa menjelaskan kenapa aku belum pakai jilbab secara permanen,” ungkap Rossa. Meski tidak mengenakan hijab dia berjanji tak sembarangan dalam mengenakan pakaian.

Ia masih menjaga prinsip dirinya yang akan selalu tampil menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup. “Masyarakat Indonesia sudah tahu, menilai orang tidak hanya berdasar penampilan saja, tapi dari kualitas. Aku harap mereka tetap support ya,” tutur Rossa.

4. Novi Amelia

Namanya tidak terlalu populer karena memang penampilannya di depan publik sebagai artis masih jarang. Popularitasnya justru terdongkrak saat dia berulah karena mengemudikan kendaraan saat mabok hingga terlibat kecelakaan.

Saat terlibat kecelakaan itu, pakaian yang dikenakan ternyata sangat minim hingga polisi yang menangani terkaget-kaget. Saat di bawa ke kantor polisi, perempuan ini sempat juga jadi tontonan. Bahkan foto-fotonya yang mengenakan pakaian minim saat di kantor polisi beredar luas hingga jadi masalah.

Beberapa kali tampil, model ini mengenakan hijab. Tapi ternyata itu hanya sekali-sekali saja. Saat ditanya mengapa hijabnya dilepas, jawabannya,”Tawaran kerja lebih banyak kalau saya tidak mengenakan hijab,” katanya. 

Artis ini Sempat lepas Hijab, Kini Kembali Terlihat Tampil Berhijab

Penampilan Septy Sanustika tampak berbeda dari sebelumnya. Pedangdut cantik ini terlihat kembali menutup auratnya setelah sempat melepas hijabnya pada Maret 2014.

Hal tersebut terlihat di salah satu akun media sosial Septy Sanustika, baru-baru ini. Istri terpidana kasus suap Ahmad Fathanah itu tampil cantik dengan hijab yang dikenakannya. Beberapa foto selfie-nya saat kembali memakai hijab diperlihatkan Septy.

Di salah satu foto, Septy Sanustika memakai hijab warna biru pastel yang dipadukan dengan atasan merah muda. Wajahnya terlihat semakin cantik dibalut kerudung yang menutupi auratnya. Riasan wajah khasnya pun membuat Septy tampil berbeda.

Selama tampil tanpa memakai hijab, Septy Sanustika mencoba mengembangkan karier bermusiknya. Ia bergabung bersama grup rap The Best Man meluncurkan single barunya bertajuk Playboy Cap Sisir. Septy pun terlihat tetap memakai baju yang menutup aurat meski tak berhijab.

Sebelumnya Septy Sanustika sempat mengatakan alasan melepas hijabnya lantaran ingin mengganti suasana baru dari penampilannya. Kala itu, Septy Sanustika sudah mendapat izin dari suaminya untuk menanggalkan hijab. Bahkan wanita ini pernah mengaku merasa nyaman dengan penampilannya tanpa hijab.

“Saat ini saya nyaman menjalani ini. Dan tentunya semua ini atas izin dan persetujuan suami saya,” katanya Septy saat itu.

Membuka Jilbab Demi Kerja, Apa Hukumnya?

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS al-Ankabut [29]: 60). Dalam kondisi terdesak kadang manusia terjebak oleh pikirannya sendiri, seakan-akan prasangkanya itulah yang bakal menjadi kenyataan.

Rasa takut pada selain Allah membuatnya gelap mata, tawakal  bukan kepada Allah membuatnya  bergantung pada ranting patah yang rapuh, berharap pada selain Allah menjadikannya putus asa. Celakanya, jika ini terjadi pada pemimpin atau orang tua, yang akan menjadi korban adalah rakyat banyak atau anak-anaknya, wal’iyadzu billah.

Perhatikan ayat di atas, sedangkan hewan yang tak berakal dan ditundukkan untuk manusia selalu dapat memenuhi kebutuhannya, apalagi manusia yang berakal pasti lebih bisa dari hewan. Semua itu pasti terjadi karena Allahlah yang memberikan rezeki kepada makhluk-Nya.

Kepada ananda,  saya sampaikan bahwa tugas seorang hamba adalah berusaha keras memenuhi hajat hidupnya dan tugas malaikat adalah menjalankan perintah Allah memenuhi kebutuhan hamba-Nya yang telah berusaha keras dan tak kenal lelah apalagi putus asa. Tetaplah pada prinsipmu dalam berhijab dan dirikanlah shalat dengan sungguh-sungguh.

 “Apabila telah ditunaikan sembahyang maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS al-Jumu’ah [62]: 10). Ananda jangan salahkan ibumu, maafkanlah khilafnya. Situasi ini hanya sejenak dan akan segera berlalu, percayalah ini hanya ujian iman untuk kenaikan derajat jika sabar menjalaninya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?’’ (QS al-Ankabut [29]: 2). Simak pula ayat ini, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.’’ (QS al-Mulk [67]: 2).

Memang benar Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita patuh dan berbuat baik kepada orang tua, tetapi hanya berlaku ketika dalam ketaatan kepada Allah.  Namun, jika orang tua menyuruh kita melakukan hal yang dilarang  Allah dan Rasul-Nya, wajib bagi kita tidak menaatinya dan menolaknya dengan cara yang baik serta menjelaskan bahwa ini adalah hukum Allah yang tidak boleh dilanggar. Allah telah mengajarkan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap orang tua yang menyuruh kita melakukan hal yang diharamkan.

“Dan, jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’’ (QS Luqman [31]: 15).

Rasulullah, “Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebaikan.’’ (HR Bukhari dan Muslim). Allah menciptakan makhluk  dan menyiapkan pula kebutuhannya. Kesulitan dalam proses memenuhi kebutuhan adalah keniscayaan, namun  Allah menetapkan dua kemudahan dalam setiap satu kesulitan.

Orang beriman tak akan pernah menyerah apalagi berputus asa dalam memperjuangkan keimanannya. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.’’ (QS Al-Syarh [94]: 5-6). Jangan pernah lepaskan hijabmu hanya karena dunia yang fana ini. Tetaplah dalam ketaatan pada syariat-Nya.

Sebentar lagi keberuntungan akan berpihak padamu. “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS al-Thalaq [65]: 2-3). Wallahu a’lam bish shawab.

(Ustaz Bachtiar Nasir)

 

Referensi :

reparasi otak