Izinkan Saya Menjadi WNI

“Indonesia itu apa?” “Apa yang bisa dibanggakan dari Indonesia?” Masih banyak ungkapan lain yang keluar dari mulut orang Indonesia sendiri ketika mereka membandingkannya dengan negara lain yang lebih maju. Akan tetapi, ada pula yang sangat nasionalis dan mengagung-agungkan Tanah Air-nya.

Well, semua hal itu adalah problematika yang kerap muncul di masyarakat Indonesia, ada yang nasionalis bahkan juga ada yang apatis serta apriori. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa di balik orang asli Indonesia sendiri yang mencintai negerinya, ada pula lho, orang-orang asing yang sudah jatuh cinta kepada negeri ini. Bahkan mereka rela menanggalkan status kewarganegaraannya sendiri untuk pindah dan menjadi orang Indonesia, walaupun ada beberapa di antaranya yang hanya cinta mati tapi tidak berkeinginan pindah kewarganegaraan.

Berikut ini bule-bule yang cinta mati dengan Indonesia.

1. Andre Graff

_07-16-12.09.12

Andre Graff adalah seorang yang lahir dan besar di Prancis. Dia merupakan seorang pilot balon udara yang sekaligus menjadi emandu wisata bagi para turis yang ingin menikmati keindahan alam Prancis serta beberapa daerah di dekat Pegunungan lpen. Ketika  erkunjung ke Indonesia (Bali) untuk pertama kali pada tahun 1990 dan datang lagi pada tahun 2004, Andre Graff mulai tidak dapat membohongi dirinya sendiri kalau dia sudah jatuh cinta pada negeri ini.

Di tahun 2005, Andre Graff memutuskan untuk menetap di Kampung Adar Ledetadu dan membantu warga sekitar untuk  membuatkan sumur karena di daerah tersebut memang sulit untuk mendapatkan air bersih. Dari tahun 2005-2007, Andre Graff bersama  penduduk sekitar telah berhasil membuat lebih dari 25 sumur yang diperuntukkan bagi 3 desa.Dia juga mengajarkan tentang segala hal kepada penduduk sekitar.

2. Gavin Edward Birch

7-16-12.11.22

Jika dilihat dari tampangnya, Gavin Edward Birch asal Selandia Baru atau New Zealand ini seperti bule-bule pada umumnya. Akan tetapi ‘kesukaannya’ memungut sampah di daerah Senggigi yang akhirnya banyak orang menjulukinya sebagai “Si Bule Gila,” membuatnya terkenal.

Tahun 1984 adalah tahun pertama dia datang ke Indonesia (Lombok). Dia melihat bahwa keindahan alam di pulau tersebut tercemar karena banyaknya sampah yang berserakan. Dari situlah, Gavin Edward Birch mulai memunguti sampah-sampah yang berserakan dan juga membangunkan toilet untuk warga.

Bahkan dia mengganti namanya menjadi Husin Abdullah setelah menikah dengan seorang wanita lokal bernama Siti Hawa. Pak Husin meninggal dan dimakamkan di tempat tersebut setelah menderita malaria dan tugasnya pun dilanjutkan oleh putranya, Abdul Azis Husin.

3. Aurelien Francis Brule

7-16-12.13.22

Mungkin tidak banyak orang tahu kiprah dari seorang bule asal Prancis bernama Aurelien Francis Brule di Indonesia. Pria satu ini sangat peduli terhadap kelangsungan hewan atau primata yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Untuk itu, dia mendedikasikan dirinya untuk mengobservasi dan melindungi secara manual, salah satu jenis primata yang ada di Indonesia, yaitu Owa-owa.

Bermula ketika dia masih berusia 12 tahun dan diajak kedua orang tuanya untuk berkunjung ke salah satu kebun binatang di Prancis. Aurelien Francis Brule melihat seekora Owa-owa yang terlihat sedih. Dari situlah dia ingin mengamati langsung kehidupan hewan tersebut di Asia.

Pertama kali dia datang ke Thailand dan berujung ke Indonesia. Di Indonesia, sempat dia merasa enak untuk melakukan observasi, namun ketika rezim Orde Baru tumbang, perizinan susah dia dapatkan. Akan tetapi, dia tidak putus asa dan akhirnya sampai sekarang sudah 18 tahun lebih Aurelien Francis Brule bolak-balik Prancis-Indonesia dan berhasil mendirikan yayasan untuk semua jenis binatang di Tanah Air. Tidak hanya berjuang untuk dapat menjadi observatory heawn, dia juga ingin sekali menjadi warga negara Indonesia.

4. Hywel Coleman

07-16-12.15.26

Berawal dari pekerjaannya yang harus mengajar Bahasa Inggris di salah satu universitas di Indonesia, Hywel Coleman asal Inggris langsung jatuh hati dan memilih untuk menetap di negara ini. Sempat dia balik pulang ke negara asalnya, namun kegundahan hatinya untuk kembali datang ke Indonesia tidak dapat dibendung.

Dikarenakan hal tersebut, dia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan hak dan melepaskan status warga negara Inggris menjadi seorang Indonesia. Salah satu alasan kenapa Hywel Coleman begitu cinta mati dengan Indonesia karena dia merasa apa saja yang ada di negara ini tidak ditemukan di negara lain.

Bahkan dia berpesan jika meninggal, pria satu ini ingin dikuburkan di Indonseia, bukan di Inggris. Salah satu ucapan Hywel Coleman yang mungkin dapat membuat hati siapa saja tersentuh adalah waktu dia diwawancarai di sebuah acara di stasiun TV nasional, “Izinkan saya menjadi orang Indonesia. Saya datang ke Indonesia bukan karena mencari keuntungan tapi karena memang dasar cinta.”

5. Zorica Dubovska

07-16-12.17.32

Kecintaan terhadap Bahasa Indonesia dan Bahasa Sansekerta menggiringnya untuk terus mempelajari bahasa dari Tanah Air ini. Zorica Dobovska adalah seorang wanita asal Ceko yang juga turut andil dalam penciptaan kata “Swa” di Indonesia dan telah masuk dalam KBBI, seperti Swasembada, Swadaya dan lain sebagainya.

Kecintaannya pada Bahasa Indonesia dan juga negara ini membuatnya terus mengabdikan diri dan menghabiskan sisa hidupnya untuk mempelajari dan mengembangkan Bahasa Indonesia. Sayangnya, dia tidak dapat menjadi warga negara Indonesia karena suatu hal.

6. Kim Soo Il

7-16-12.19.34

Kim Soo Il adalah seorang asli Korea Selatan yang sangat mencintai Indonesia. Dia adalah seorang professor untuk jurusan Bahasa Indonesia. Walaupun rasa cintanya terhadap Indonesia setara dengan cintanya terhadap negaranya sendiri, akan tetapi Kim Soo Il tetap menganggap bahwa Indonesia adalah negara keduanya. Dikarenakan kecintaannya itu, dia mendirikan Busan Indonesia Center yang menjadi wadah promo pariwisata Tanah Air di Korea Selatan.

Melalui BIC, Kim Soo Il dengan gencar mempromosikan Indonesia ke mata orang-orang Korea Selatan, khususnya yang berada di Busan. Tidak hanya itu saja, dia juga membangun Monumen Suroboyo di Busan serta mendirikan Café Luwak yang tentunya sangat terkenal di daerah tersebut. Walaupun tidak menjadi warga negara Indonesia, akan tetapi kecintaannya terhadap Tanah Air ini tidak dapat dipandang sebelah mata.

7. Robin Lim

7-16-12.21.38

Robin Lim adalah wanita asal Amerika Serikat yang mendedikasikan dan mengabdikan segala yang dia punyai untuk Indonesia,  hususnya di bidang kesehatan. Dia sangat concern terhadap masalah kesehatan terutama yang menyangkut keluarga miskin. Bahkan, hampir semua hal yang dia kerjakan dalam bidang kesehatan tidak pernah dipungut biaya, alias gratis.

Dia menganggap bahwa semua orang layak sehat terutama bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Dikarenakan hal ini, CNN pernah menganugerahkan predikat sebagai Hero 2011 kepada Robin Lim atas dedikasinya dalam bidang kesehatan di Indonesia.

8. Annette Horschmann

07-16-12.23.14

Seperti halnya Gavin Edward Birch dan Kim Soo Il, Annette Horschmann juga sangat perhatian terhadap keindahan alam di Indonesia. Dia sangat jatuh hati terhadap keindahan negeri ini, khususnya untuk wilayah Danau Toba dan sekitarnya.

Tak segan dia memunguti sampah-sampah yang berserakan dan terus menjaga kelestarian dan kebersihan di sekitar Danau Toba. Bahkan, Annette Horschmann juga mempromosikan keindahan Danau Toba di negaranya sendiri, yaitu Jerman. Dia mengatakan bahwa Danau Toba tidak kalah indahnya dengan danau atau tempat wisata lain di dunia.

9. Carlos Ferrandiz

6-12.26.41

Kecintaan seorang berkewarganegaraan Spanyol bernama Carlos Ferrandiz terhadap Indonesia tidak dapat disaksikan lagi. Dalam benaknya, Indonesia adalah negara yang sangat menakjubkan dan lebih dari sekadar tempat kunjungan wisata turis saja. karenakan luas Indonesia sangat besar, Carlos memutuskan untuk tinggal di Sumbawa dan menjadi warga di temapt tersebut walaupun secara resmi dia belum menjadi warga negara Indonesia.

Dia memilih Sumbawa karena tingkat pendidikan di daerah tersebut sangat memprihatinkan. Oleh karenanya, dia mendirikan sebuah yayasan yang dinamakan Harapan Sumbawa Proyek yang didedikasikan untuk emngajarkan Bahasa Inggris bagi anak-anak kurang mampu.

10. Felipe Valdes

7-16-12.32.06

Mungkin bagi kebanyakan pemuda di luar negeri akan lebih mencintai negerinya sendiri, akan tetapi tidak bagi pria asal Brazil bernama Felipe Valdes ini. Dia sangat mencintai Indoensia dengan tidak segan untuk menunjukkan kepada dunia rasa cintanya ke Tanah Air ini di internet.

Bahkan, salah satu akun yang akhirnya membuat namanya melambung di YouTube adalah salah satu bentuk rasa cinta dan bukti bahwa dia sangat mencintai Indonesia. Felipe Valdes juga kerap mengikuti peristiwa sampai hal-hal populer lain di Tanah Air.

11. Mateo Cammarata

-16-12.29.15

Bermula dari pertemanan dengan seorang Indonesia, pria asal Cordoba, Argentina ini harus menabung untuk dapat benar-benar membuktikan omongan temannya tersebut bahwa Indonesia adalah negara yang sangat menakjubkan. Setelah menabung selama kurang lebih 3 tahun, akhirnya Mateo Cammarata berhasil mewujudkan impiannya dan datang ke Indonesia. Pertama datang ke Bali, dia langsung terkesima dan merasa nyaman. Ia akhirnya memutuskan untuk menetap di negara ini, walaupun sebagai turis.

12. Elizabeth Karen

6-12.36.43

Wanita cantik asal Amerika Serikat ini adalah pemerhati dan pecinta budaya tradisional Jawa. Dikarenakan hal ini, di ujung namanya, ditambahkan nama lain berunusr Jawa dan menjadi Elizabeth Karen Sekar Arum. Jika banyak orang di Indonesia yang sudah lupa atau malas untuk mempelajari kebudayaan tradisional negara sendiri, lain halnya dengan Elizabeth.

Dia dengan antusiasnya mempelajari budaya ini dan mempromosikannya di negara asalnya. Bahkan, selain mampu berbahasa Jawa dengan baik, dia juga menjadi sinden di beberapa pagelaran seni budaya Jawa di Indonesia ataupun di luar negeri.[1]

13. Megan Collins

07-16-05.45.50

Megan, wanita berkebangsaan Amerika Serikat ini sudah belajar menjadi sinden sejak tahun 2005, dan sejak dua tahun lalu memutuskan fokus menjadi sinden. Saat ini dirinya bergabung dengan grup wayang kulit Ki Manteb Soedharsono.

“Dari tahun 2005 itu saya mulai mengenal kesenian wayang, khususnya sinden. Awalnya saya hanya ikut les, sebagai pelajaran sampingan saja karena aslinya saya ini vocalis dan composer. Baru dua tahun ini saya fokus jadi pesinden,” ujar Megan, sebelum tampil dalam acara kesenian wayang kulit yang diselenggarakan di Sport Centre Kota Bengkulu, Sabtu (31/05/2014).

“Awalnya saya dulu ikut pentas sana-sini, baru beberapa bulan yang lalu diajak gabung sama Ki Manteb,” lanjutnya.

Diakui Megan, ketertarikannya pada dunia wayang kulit khususnya sinden dikarenakan lagu-lagu sinden memiliki keindahan tersendiri dan membuat dirinya merasa tertantang untuk lebih mempelajari lagu-lagu sinden.

“Lagu-lagunya ini indah, beda dengan yang lain. Tantangan tersendiri bagi saya karena teknik dan bahasanya juga sangat sulit untuk dipelajari,” katanya lagi.

Walau sudah lama berkecimpung di dunia sinden, Megan mengaku masih kesulitan dalam mempelajari bahasa Jawa, meskipun dirinya sudah lancar berbahasa Indonesia. Megan juga belum punya target rencana apa pun terkait bakat sindennya.

“Saya masih belajar bahasa Jawa, baru bisa sedikit-sedikit. Walaupun sudah bisa nyinden, tapi saya belum tahu ke depannya mau gimana dengan bakat saya ini, saya tunggu arahan dari yang ‘di Atas’,” candanya.[2]

14. Hiromi Kano

07-16-05.55.22

Kalau ia tidak mengaku sebagai orang Jepang, pasti orang bisa mengira ia orang Jawa. Mulai dari badannya yang mungil dan rambut hitam dan muka bundar ala Asia. Hiromi memang wasis berdandan Jawa. Kebaya, selendang dan kain batik (jarik) itu pas di badannya yang mirip tipikal orang Jawa. Mungil dan langsing.

Wanita berkacamata itu sudah lama di Solo dan belajar nembang. Ketika gilirannya berada di panggung untuk menyanyi bersama sinden-sinden senior, suaranya bagus. Kalau sudah menyanyi Jawa, waduuuuh merduuuu. Ia paling suka menutupi gigi gingsulnya dengan tangan. Xixi. Punya malu seperti orang Jawa.[3]

15. Ester Wilds

07-16-06.04.16

Kelompok gamelan South Bank Gamelan Players menggelar pentas lengkap dengan iringin sinden atau penyanyi lagu Jawa.

Sekilas orang yang mendengar pasti akan teringat dengan suara-suara yang sering terdengar dari Keraton Solo atau Keraton Yogyakarta atau setidaknya sanggar peminat karawitan di Indonesia.

Salah seorang Sinden yang tampil bersama South Bank Gamelan Players adalah Esther Wilds. Seniman muda ini bukan orang Indonesia tetapi orang Inggris asli.

Sebagaimana sinden yang sering dijumpai di Jawa, Esther Wilds membawakan tembang-tembang Jawa, seperti Uler Kambang dan Sontoloyo.[4]

16. Claire Marie Hefner

Ketertarikannya pada kebudayaan terutama kesenian, ternyata menurun dari sang ayah. Awal mengajak Claire ke Indonesia adalah untuk menemani sang ayah melakukan penelitian Antropologi di tahun 1999, selama tinggal di Indonesia ia bermukim di Yogyakarta.

Ia benar-benar memanfaatkan waktunya saat berada di Indonesia untuk belajar mulai dari kesenian tari hingga bahasa. Wanita yang tinggal di Kota Boston ini telah fasih berbahasa Indonesia bahkan bahasa Jawa juga.

Mulanya ia berkenalan dengan kesenian tari saat bersekolah di Yogyakarta. Tari yang ia tekuni dan menjadi keahliannya adalah tari Bali. Kebetulan saat itu diajarkan oleh Ni Ketut Suriastini, S.Sn., pemilik Sanggar Tari Bali Siwa Nata Raja, orang asli Bali yang tinggal di Yogyakarta.

Karena semangat belajarnya yang kuat, maka ia rela sering kembali ke Indonesia untuk memperdalam keahliannya. Saat melanjutkan program S3 jurusan Antropologi di Emory University di Atlanta, ternyata ia juga memilih indonesia sebagai tempat penelitian.

Belajar tari tak hanya dilakukan di Indonesia. Bahkan ketika pulang ke Amerika, ia banyak mengikuti pertunjukan tari dan dengan bangga menampikan tarian Bali yang memukau penontonnya. Kegemarannya tersebut juga tak hanya sebatas tari saja, tapi juga merambat pada kesenian musik gamelan. Oleh karena itu, ia dipercaya mendampingi kelompok gamelan di Emory University.

PicsArt_07-29-05.47.34

Yang paling berkesan bagi Claire selain keindahan tarian Nusantara dan merdunya musik gamelan, adalah sifat orang Indonesia yang memang terkenal ramah. Untuk lebih dekat dengan penduduk lokal, ia sengaja mempelajari Bahasa Jawa.

Claire berpendapat bahwa orang Jawa khususnya, sangat kental dengan budaya sopan santun dan karakter pribadi yang halus. Ia merasa enak dan indah jika bisa ikut melakukan kebiasaan masyarakat jawa seperti itu.

Jika orang yang berasal dari luar negeri saja bisa membanggakan kesenian asli Indonesia, lalu kenapa orang Indonesia sendiri tidak?[5]

Referensi

  • [1] boombastis.com/bule-menjadi-wni/68838
  • [2] kupasbengkulu.com/megan-sinden-bule-asal-amerika-2-tahun-bergaul-dengan-ki-manteb
  • [3] kompasiana.com/gaganawati/sinden-sinden-bule-marak-ati_54f7faf8a3331139618b4804
  • [4] bbc.co.uk/indonesian/indepth/story/2008/02/080217_whitesinden.shtml
  • [5] boombastis.com/bule-bawa-kesenian-indonesia/21140

Sumber Video

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s