Berhijab Itu Wajib! Apapun Alasanmu Melepasnya Dalam Kehidupanmu Tetaplah Salah!

Berhijab Itu Wajib! Apapun Alasanmu Melepasnya Dalam Kehidupanmu Tetaplah Salah!

Ilustrasi

Sekitar September 2016 lalu Rina Nose muncul dengan penampilan mengejutkan.

Ya, saat itu Rina muncul di acara yang dipandunya dengan mengenakan hijab.

Tentu keputusan ini disambut gembira sebagian besar fans-nya.

Rina pun kemudian mengungkapkan dirinya mantap berhijab setelah melalui proses pencarian.

Saat itu Rina juga mengungkapkan jika niatnya untuk berhijab sudah muncul 2-3 tahun lalu.

“Sebetulnya aku sudah berkali-kali dapat hidayah untuk berhijab, dan berkali-kali juga sudah memiliki niat untuk berhijab (sekitar 2-3 tahun lalu). Tapi berkali-kali juga aku menolaknya,” ujar Rina saat diwawancara saat itu.

Mantan kekasih Fakhrul Razi itu akhirnya mengaku menemukan jawaban yang paling logis untuk menutup auratnya seperti diwajibkan bagi seluruh muslimah.

Setidaknya ada tiga alasan yang diungkapkan Rina kepada media saat ditanya alasan berhijab.

1. Menghormati diri sendiri

Rina mengatakan wanita berhijab adalah bentuk kehormatan seorang wanita muslimah.

“Kenapa alasan perempuan harus menutup seluruh tubuhnya kecuali yang biasa terlihat (wajah dan tangan sampai pergelangan tangan). Satu, untuk menghormati diri sendiri,” Rina menjelaskan.

2. Mencegah keburukan

Alasan kedua, Rina berpendapat jika hijab bisa mencegah wanita dari keburukan. “Untuk mencegah keburukan, seperti pelecehan seksual, perselisihan antar sesama wanita karena rasa dengki akibat aurat yang terlihat,” katanya

3. Patuh kepada Allah

Dan yang paling utama kata Rina, berhijab adalah perintah agama.

Rina Nose mengaku saat itu dia menggali buku sejarah wanita, serta mendalami ayat suci Alquran mengenai kewajiban seorang wanita untuk menutup aurat.

“Selain karena alasan yang aku sebutkan tadi, alasan utama kenapa aku mengenakan hijab adalah sebagai bentuk kepatuhan dan penyerahan diri kepada Allah,” Rina Nose mengakhiri.

Meski tampak kesulitan menjelaskan alasan mengapa ia membuka hijab, Rina akhirnya secara panjang lebar menjelaskannya kepada salah satu tayangan entertainment.

Berikut petikan langsungnya:

“Gimana ya aku mau menjelaskannya juga…,

Pokoknya ada banyak hal peristiwa, yang bikin aku berfikir apalagi aku akhir -akhir ini sering ke berbagai negara.

Di situ mempelajari kebudayaan mereka seperti apa, keyakinan mereka seperti apa.

Akhirnya aku mengambil kesimpulan, o aku selama ini…..

Mungkin aku hanya memandang kebaikan itu dari sudut pandang yang aku yakini paling benar saja.

Oh ternyata masih banyak kebaikan-kebaikan lain yang di luar itu yang aku tidak tahu.

Jadi dari situ aku mulai berfikir, tentang hal yang lebih luas lagi.

Berkali-kali Tolak Hidayah, Terungkap ini 3 Alasan Rina Nose Berhijab, Kok Sekarang Dilepas?

Lantas apa yang jadi salah satu faktornya? Tanya reporter mendesak.

Aduuhh, gimananya kalau aku nyebutin itu.

Aku juga serem mas, aku serem.

Jadi biar aku saja yang tahu, biar aku saja yang mengalami.

Mungkin aku yakin pasti ada beberapa orang yang mengalami hal ini dan mereka akan mengerti apa yang akau alami.

Karena ini pun aku menahannya selama 6 bulan, memikirkan.

Jadi aku sebetulnya sudah sering memposting penemuan-penemuan aku, sebetulnya.

Dan banyak komentar-komentar yang pro-kontra juga, karena di sini mayoritas umat Muslim.

Mereka percaya dan diajarkan Islam dari kecil tentang agama.

Islam seperti apa, apa kewajiban dan larangannya.

Jadi pandangan umum, mayoritas orang muslim ya pasti akan seperti itu dan aku memahaminya.

Sekali lagi aku mohon maaf untuk semua penggemar-penggemar aku yang merasa kecewa, karena aku melepas hijab aku.

Kalau masih ada manfaat baik yang bisa diambil silakan diambil, tapi kalau tidak tinggalkan saja.”

Apakah kamu cukup jelas menerima jawaban ini, maka jika tidak, secara singkat Rina telah melakukan permohon maaf bagi yang merasakan kecewa dengannya.

“Terlebih dahulu aku meminta maaf pada manusia, karena Tuhan maha pengampun,” katanya pada Sabtu (11/11/2017) pagi.

Para Artis Ini Dulu Berhijab Kini Tampil Seksi

1. Marshanda

Saat tampil tak mengenakan hijab lagi, artis penyanyi Marshanda sempat menghebohkan publik. Tak jelas apa alasan pasti hingga artis cantik ini melepaskan hijabnya. Tapi saat itu dia memang baru saja bercerai dengan suaminya Ben Kasyafani.

Berbagai kritikan dilontarkan tapi seperti tak dipedulikan Marshanda. Bahkan penampilannya makin hot, seksi bahkan ada kalanya vulgar. Sama sekali tak tercermin kalau dia pernah menutup seluruh auratnya. “Ini bentuk kejujuran aku, seperti ini,” katanya yang dikutif sejumlah media.

Di beberapa kesempatan, Marshanda juga tampil dengan beberapa orang yang menjadi kekasihnya. Foto-foto yang diunggah di beberapa media sosial miliknya sering menuai kritik karena penampilannya yang seksi. Pertengkaran dengan kekasihnya yang terakhir juga menjadi sorotan, termasuk ‘nyanyian’ kekasihnya tentang sisi gelap Marshanda. Tapi lagi-lagi Marshanda tetap dingin seakan-akan seperti tak terjadi apa-apa.

2. Vitalia Sesha

Vitalia Sesha memilih untuk melepas hijabnya pada 2010 setelah bercerai. Alasannya dia membutuhkan pekerjaan yang mengharuskan dirinya tampil tidak mengenakan hijab. Dia harus bekerja untuk menghidupi keluarga terutama dua anaknya Syifa dan Aisyah

“Aku pernah ngerasain benar-benar menjadi istri yang solehah, ngaji, sholat bahkan sempat umroh. Walaupun sekarang aku nggak pakai hijab, tapi aku sempat pakai kerudung,” kata Vita.

Artis yang sekarang lebih seing tampil seksi ini mengakui, melepas hijab bukanlah hal terbaik. Tapi dia merasa dihadapkan pada kenyataan dan dia harus menyerah. “Aku menyerah,” katanya.

3. Rossa

Sri Rossa Roslaina Handayani atau yang lebih dikenal dengan nama Rossa dulunya mengenakan hijab sepulang dari ibadah haji. Tapi kemudian dilepas dan sekarang tampil seperti saat ini. Dia tak mau menjelaskan alasannya kalau ditanya.

“Mau pakai jilbab atau nggak itu urusan aku sama Tuhan. Dan aku bisa menjelaskan kenapa aku belum pakai jilbab secara permanen,” ungkap Rossa. Meski tidak mengenakan hijab dia berjanji tak sembarangan dalam mengenakan pakaian.

Ia masih menjaga prinsip dirinya yang akan selalu tampil menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup. “Masyarakat Indonesia sudah tahu, menilai orang tidak hanya berdasar penampilan saja, tapi dari kualitas. Aku harap mereka tetap support ya,” tutur Rossa.

4. Novi Amelia

Namanya tidak terlalu populer karena memang penampilannya di depan publik sebagai artis masih jarang. Popularitasnya justru terdongkrak saat dia berulah karena mengemudikan kendaraan saat mabok hingga terlibat kecelakaan.

Saat terlibat kecelakaan itu, pakaian yang dikenakan ternyata sangat minim hingga polisi yang menangani terkaget-kaget. Saat di bawa ke kantor polisi, perempuan ini sempat juga jadi tontonan. Bahkan foto-fotonya yang mengenakan pakaian minim saat di kantor polisi beredar luas hingga jadi masalah.

Beberapa kali tampil, model ini mengenakan hijab. Tapi ternyata itu hanya sekali-sekali saja. Saat ditanya mengapa hijabnya dilepas, jawabannya,”Tawaran kerja lebih banyak kalau saya tidak mengenakan hijab,” katanya. 

Artis ini Sempat lepas Hijab, Kini Kembali Terlihat Tampil Berhijab

Penampilan Septy Sanustika tampak berbeda dari sebelumnya. Pedangdut cantik ini terlihat kembali menutup auratnya setelah sempat melepas hijabnya pada Maret 2014.

Hal tersebut terlihat di salah satu akun media sosial Septy Sanustika, baru-baru ini. Istri terpidana kasus suap Ahmad Fathanah itu tampil cantik dengan hijab yang dikenakannya. Beberapa foto selfie-nya saat kembali memakai hijab diperlihatkan Septy.

Di salah satu foto, Septy Sanustika memakai hijab warna biru pastel yang dipadukan dengan atasan merah muda. Wajahnya terlihat semakin cantik dibalut kerudung yang menutupi auratnya. Riasan wajah khasnya pun membuat Septy tampil berbeda.

Selama tampil tanpa memakai hijab, Septy Sanustika mencoba mengembangkan karier bermusiknya. Ia bergabung bersama grup rap The Best Man meluncurkan single barunya bertajuk Playboy Cap Sisir. Septy pun terlihat tetap memakai baju yang menutup aurat meski tak berhijab.

Sebelumnya Septy Sanustika sempat mengatakan alasan melepas hijabnya lantaran ingin mengganti suasana baru dari penampilannya. Kala itu, Septy Sanustika sudah mendapat izin dari suaminya untuk menanggalkan hijab. Bahkan wanita ini pernah mengaku merasa nyaman dengan penampilannya tanpa hijab.

“Saat ini saya nyaman menjalani ini. Dan tentunya semua ini atas izin dan persetujuan suami saya,” katanya Septy saat itu.

Membuka Jilbab Demi Kerja, Apa Hukumnya?

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS al-Ankabut [29]: 60). Dalam kondisi terdesak kadang manusia terjebak oleh pikirannya sendiri, seakan-akan prasangkanya itulah yang bakal menjadi kenyataan.

Rasa takut pada selain Allah membuatnya gelap mata, tawakal  bukan kepada Allah membuatnya  bergantung pada ranting patah yang rapuh, berharap pada selain Allah menjadikannya putus asa. Celakanya, jika ini terjadi pada pemimpin atau orang tua, yang akan menjadi korban adalah rakyat banyak atau anak-anaknya, wal’iyadzu billah.

Perhatikan ayat di atas, sedangkan hewan yang tak berakal dan ditundukkan untuk manusia selalu dapat memenuhi kebutuhannya, apalagi manusia yang berakal pasti lebih bisa dari hewan. Semua itu pasti terjadi karena Allahlah yang memberikan rezeki kepada makhluk-Nya.

Kepada ananda,  saya sampaikan bahwa tugas seorang hamba adalah berusaha keras memenuhi hajat hidupnya dan tugas malaikat adalah menjalankan perintah Allah memenuhi kebutuhan hamba-Nya yang telah berusaha keras dan tak kenal lelah apalagi putus asa. Tetaplah pada prinsipmu dalam berhijab dan dirikanlah shalat dengan sungguh-sungguh.

 “Apabila telah ditunaikan sembahyang maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS al-Jumu’ah [62]: 10). Ananda jangan salahkan ibumu, maafkanlah khilafnya. Situasi ini hanya sejenak dan akan segera berlalu, percayalah ini hanya ujian iman untuk kenaikan derajat jika sabar menjalaninya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?’’ (QS al-Ankabut [29]: 2). Simak pula ayat ini, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.’’ (QS al-Mulk [67]: 2).

Memang benar Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita patuh dan berbuat baik kepada orang tua, tetapi hanya berlaku ketika dalam ketaatan kepada Allah.  Namun, jika orang tua menyuruh kita melakukan hal yang dilarang  Allah dan Rasul-Nya, wajib bagi kita tidak menaatinya dan menolaknya dengan cara yang baik serta menjelaskan bahwa ini adalah hukum Allah yang tidak boleh dilanggar. Allah telah mengajarkan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap orang tua yang menyuruh kita melakukan hal yang diharamkan.

“Dan, jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’’ (QS Luqman [31]: 15).

Rasulullah, “Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebaikan.’’ (HR Bukhari dan Muslim). Allah menciptakan makhluk  dan menyiapkan pula kebutuhannya. Kesulitan dalam proses memenuhi kebutuhan adalah keniscayaan, namun  Allah menetapkan dua kemudahan dalam setiap satu kesulitan.

Orang beriman tak akan pernah menyerah apalagi berputus asa dalam memperjuangkan keimanannya. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.’’ (QS Al-Syarh [94]: 5-6). Jangan pernah lepaskan hijabmu hanya karena dunia yang fana ini. Tetaplah dalam ketaatan pada syariat-Nya.

Sebentar lagi keberuntungan akan berpihak padamu. “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS al-Thalaq [65]: 2-3). Wallahu a’lam bish shawab.

(Ustaz Bachtiar Nasir)

 

Referensi :
Iklan

Gundul-Gundul Pacul, Lagu Peringatan Untuk Seorang Pemimpin

Gundul-Gundul Pacul, Lagu Peringatan Untuk Seorang Pemimpin

Terdapat dua sumber yang menyebut pengarang lagu ini, yaitu Sunan Kalijaga pada tahun 1400an dan R.C. Hardjosubroto.

LIRIK LAGU 

Gundul gundul pacul-cul,

gembelengan

Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan

Wakul ngglimpang

segane dadi sak ratan

Gundul:

Adalah kepala plontos (tanpa rambut).

Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang.

Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala.

Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.

Pacul:

Adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Pacul merupakan lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

Gundul Pacul :

Bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas). Artinya : kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal, yakni bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

  1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
  2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
  3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
  4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan:

Gembelengan artinya: besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.
Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat. Tetapi dia malah:

  1. Menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya.
  2. Menggunakan kedudukannya untuk. berbangga-bangga di antara manusia.
  3. Dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.

Nyunggi wakul :

Membawa bakul (tempat nasi) di kepalanya.Banyak pemimpin yang lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul dikepalanya.

Wakul :

Simbol kesejahteraan rakyat.

Kekayaan negara, sumberdaya,
Pajak adalah isinya. Artinya bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat.

Kedudukannya di bawah bakul rakyat.
Siapa yang lebih tinggi kedudukannya, pembawa bakul atau pemilik bakul?

Tentu saja pemilik bakul.
Pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya. Dan banyak pemimpin yang masih gembelengan (melenggak lenggokkan kepala dengan sombong dan bermain-main).

Akibatnya :

Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan. Bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana.

Maksudnya :

Jika pemimpin gembelengan, maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana. Dia tak terdistribusi dengan baik. Kesenjangan ada dimana-mana. Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor. Maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat.

 

Referensi :

Karaeng Pattingalloang, Ilmuwan Muslim dari Makassar

Karaeng Pattingalloang, Ilmuwan Muslim dari Makassar

salimafillah.com


Optimisme tentang masa depan yang didasari keyakinan akan kemampuan manusia. Itulah semangat (mentalitas) baru yang dibawa orang Eropa manakala pertama kali datang ke Nusantara, selain kolonialisme tentu saja. Namun hampir tidak ada elite Nusantara yang memberikan reaksi terhadap semangat modern yang dibawa orang-orang kulit putih tersebut pada masa itu. Padahal, optimisme itu mencakup keyakinan bahwa manusia menguasai waktu (baca: takdir) dan penghargaan terhadap individu. Yang lebih penting, kepercayaan akan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pemecah segala masalah.

Hanya saja, sejarah kemudian mencatat seorang Karaeng Pattingalloang. Denys Lombard, sejarahwan Prancis yang pernah melakukan penelitian puluhan tahun di Indonesia, menyebut Pattingalloang sebagai elite Nusantara “yang boleh dikatakan istimewa”. Pangeran dari Makassar yang meninggal pada 1654 itu, tulis Lombard, tampak sebagai salah seorang denan pikiran unggul yang siap menjumpai orang-orang Eropa terbaik di Tanah Airnya sendiri.

Siapakah Karaeng Pattingalloang?

intisari.grid.id


Pattingalloang adalah perdana menteri sekaligus penasehat utama Sultan Muhammad Said (1639-1653) dari Kerajaan Makassar. Dia hidup di masa kejayaan kesultanan itu. Tentu saja, sebagai elite yang mempunyai akses terhadap sumber daya ekonomi politik, Pattingalloang juga ikut berniaga. Kolega bisnisnya terdiri atas orang Ambon, Portugis, Belanda, Manila, Siam dan Golkonda. Pengalaman lintas bangsa ini tampak berpengaruh pada penguasaan bahasa asing, dan pandangan dunianya yang kosmopolit. Di atas itu semua yang perlu ditonjolkan di sini adalah hasrat dan gairahnya yang meluap-luap terhadap gagasan dan ilmu Barat.

Rasa ingin tahunya yang besar itu juga didukung oleh penguasaannya terhadap bahasa asing (Portugis, Latin, dan Spanyol) dan sebuah sebuah perpustakaan besar. Bahkan, lengkap dengan koleksi berbagai buku dan atlas Eropa. Di antara koleksinya terdapat karya Bruder Luis de Granada O.P, yang telah di bacanya dalam bahasa aslinya.

Soal gambaran karakter Pattingalloang, barangkali kita bisa menyimak komentar Pastor Alexander de Rhodes S.J berikut. “Jika kita mendengar omongannya tanpa melihat orangnya, pasti kita mengira bahwa dia adalah orang Portugis sejati, karena ia berbahasa orang Portugis sama fasihnya dengan orang Lisbon ….” Pattingalloang juga, menurut sang pastor, “Menguasai dengan baik segala misteri kita, dan telah membaca semua kisah raja-raja kita di Eropa dengan keingintahuan yang besar”.

Tapi yang lebih mengagumkan dari Pattingaloang adalah cintanya kepada ilmu pengetahuan. “Ia selalu membawa buku-buku kita dan khususnya buku-buku mengenai matematika, yang mana ia sangat ahli, dan begitu besar cintanya kepada setiap bagian ilmu ini”.

Karaeng Pattingalloang lahir pada tahun 1600 dan wafat pada tanggal 17 September 1654 di Kampung Bonto Biraeng. Menurut sumber lain, beliau wafat tanggal 15 September 1653. Beliau pernah menjadi Tumabbicara Butta Gowa yang pada saat itu antara Gowa dan Tallo menganut prinsip 1 rakyat 2 raja (se’re ata rua karaeng).
 
I Mangadacina Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang, adalah salah satu raja cendekiawan di nusantara. Beliau menguasai banyak bahasa asing. Menggandrungi ilmu pengetahuan, yang di era itu melalui pelaut Eropa beliau memantau perkembangan teknologi di Eropa. Beliau juga memiliki visi pemerintahan dan politik luar negeri yang sangat baik.
 
Di eranya, kerajaan Makassar (Gowa-Tallo) mencapai zaman keemasan. Kerajaan Makassar menjadi kerajaan terkuat dinusantara dengan wilayah kekuasaan dan koordinasi yang luas. Di sisi ekonomi, dengan dijadikannya pelabuhan Makassar sebagai pusat perdagangan dan transit, maka Makassar berkembang menjadi kerajaan maritim yang sangat maju dizamannya.
 
Dalam Sejarah Sulawesi Selatan, dikenal nama Karaeng Pattingaloang, Raja Tallo VIII yang juga merangkap Pabbicara Butta (Mangkubumi) Kerajaan Gowa pada masa pemerintahan Raja Gowa XV, Sultan Muhammad Said. Karaeng Pattingaloang merupakan satu contoh bangsawan yang modernis, menguasai Politik dan Hukum Tata Negara, mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa asing (Belanda, Inggris, Spanyol, Portugis, Arab dan Latin) di usianya yang masih sangat belia, 18 tahun. Ruangan kerjanya berupa perpustakaan pribadi dengan ribuan buku yang berasal dari Erofah Barat pada Abad XVII.
 
Karaeng Pattingalloang adalah seorang cendikiawan dan diplomat asal Makassar pada abad ke-17. Ia menguasai banyak bahasa asing diantaranya adalah bahasa Latin, Yunani, Italia, Perancis, Belanda, Portugis, Denmark, Arab, dan beberapa bahasa lainnya.
 
Karaeng Pattingalloang bernama lengkap I Mangadacinna Daeng Sitaba Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang, salah seorang putera dari Raja Tallo IV I Mallingkaang Daeng Nyonri Karaeng Matoaya diantara 29 orang bersaudara. Karaeng Pattingalloang adalah seorang Mahasarjana tanpa gelar dan tittle karena pada saat itu belum ada sekolah maka ia belajar secara otodidak. Namun dibalik itu karena kercerdasannya ia menjadi salah seorang ilmuan yang sangat disegani dan dianggap sebagai Galileo Of Macassar.
 
Meskipun namanya tidak setenar Sultan Hasanuddin, Sultan Alauddin, dan juga Syekh Yusuf, namun pada masa kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo tidak terlepas dari peranan yang dimainkan oleh Karaeng Patingalloang yang juga menjabat sebagai Mangkubumi Kerajaan yang berkuasa 1639-1654. Karaeng Pattingalloang sukses menjadikan Kerajaan Gowa-Tallo menjadi salah satu kerajaan yang besar diNusantara lewat sains yang ia kuasai secara otomatis membawa Makassar tercatat sebagai kota/bandar terbesar sebagai pusat ibu kota saat itu, telah berkembang menjadi bandar niaga yang amat ramai di kunjungi, baik oleh pedagang-pedagang kerajaan lain diNusantara maupun oleh bangsa-bangsa asing. Dan malahan dianggap Malaka kedua sesudah Portugis menduduki Malaka (1511).
 
Atas jasanya, Gowa mengalami puncak kejayaan dan mampu menjalin hubungan persahabatan dengan Raja Inggris, Raja Castilia di Spanyol, Mufti Besar Saudi Arabia, Raja Portugis, Gubernur Spanyol di Manila, Raja Muda Portugis di Goa (India) dan Merchante di Masulipatan (India). Sebagaimana Ayahnya, Karaeng Matoaya, Karaeng Pattingaloang juga seorang ahli ibadah, dapat membaca kitab gundul dan menerangkan tafsirnya. Karaeng Pattingaloang adalah salah seorang putera dari Karaeng Matoaya dari ibunya bernama I Wara, Salah seorang saudara kandungnya adalah Sultan Abdul Gaffar, yang gugur dalam perjalanan setelah menaklukkan Timor dalam tahun 1841.
Kalau Karaeng Matoaya semasa menjabat Mangkubumi (1593 – 1636) dianggap telah meletakkan dasar perkembangan Kota Makassar sebagai Bandar internasional, maka puteranya Karaeng Pattingaloang mengantarkan Gowa ke puncak kejayaan sebagai kerajaan terkuat dan Bandar niaga terbesar pada zamannya baik di nusantara maupun di luar negeri. Oleh karena mahir dalam beberapa bahasa Eropa, maka dia tampil sebagai tokoh pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan pada zamannya. Bahkan mungkin sampai kini belum ada yang dapat menandinginya dalam penguasaan bahasa asing.
 
Pada tahun 1646, Alexander Rhodes seorang misionaris Katholik pernah menulis tentang Karaeng Pattingalloang, antara lain sebagai berikut: “Karaeng Pattingalloang adalah orang yang menguasai semua rahasia ilmu barat, sejarah kerajaan-kerajaan Eropa dipelajarinya, tiap hari dan tiap malam ia membaca buku-buku ilmu pengetahuan Barat. Mendengarkan ia berbahasa Portugis tanpa melihat orangnya, maka orang akan menyangka, bahwa orang yang bercerita itu adalah orang Portugis totok dari Lisabon”
 
“…….The high governor of the whole kingdom…….is called Carim Pattengaloa, whom I found exceedingly wise and sensible……..a very honest man. He knew all our mystery very well, had read with curiosity all the cronicles of our European kings, He always had books of our is hand, especially those treating with mathematics, in which he was quite well versus. Indeed he had such at it day and night…..To hear him speak without seeing him one would take him for a native Portuguese for he spoke the language as fluently as people from Lisbon it self………”.
 
Sedang dalam catatan Fride Rhodes disebutkan kalau Karaeng Pattingaloang sangat menggilai inovasi teknik Eropah dan merupakan orang Asia Tenggara pertama yang menyadari pentingnya Matematika untuk Ilmu Terapan. Di ruang kerjanya terdapat globe, peta dunia dan atlas dengan deskripsi dalam Bahasa Spanyol, Portuigis dan Latin. Reid mengatakan pula bahwa Di istana Makassar pada Abad XVII terdapat semangat yang besar untuk memahami dan meniru peta pelayaran Erofah dan barangkali kutipan Makassar itulah yang memberikan inspirasi tradisi peta pelayaran Bugis.
 
Karaeng Pattingaloang juga menyukai hadiah orang – orang asing, mulai berupa kuda, antelope, gajah sampai senjata api, dan sebagainya. Pada globe yang terbuat dari tembaga, yang dihadiahkan oleh VOC kepada Karaeng Pattingaloang, penyair terkenal Belanda, Jost van den Vondel pada masa itu, telah menaruh kalimat pujian kepada beliau sebagai seorang terpelajar dan seluruh dunia terlalu kecillah baginya. Pada tahun 1652 sebuah kapal Inggris mengantarkan teleskop Galilean Prosphective Glass ciptaan Galilea kepada Raja Gowa Sultan Malikuissaid, yang dipesan dan dibeli oleh Sultan Alauddin sebelumnya, tahun 1635. Ini membuktikan bahwa Kerajaan Makassar pada masa itu telah ikut berkecimpung dalam semangat Renaissance Sains Barat, dan mempengaruhi budaya Makassar masa itu.
 
Dan konon katanya pernah didirikan sebuah Universitas Pattingalloang pada saat itu.
 
Karaeng Patingalloang adalah sosok cendikiawan yang dimiliki oleh Kerajaan Makassar ketika itu. Karena itu pedulinya terhadap ilmu pengetahuan, sehingga seorang penyair berkebangsaan Belanda yang bersama Joost van den Vondel, sangat memuji kecendikiawannya dan membahasakannya dalam sebuah syair sebagai berikut:
 
“Wiens aldoor snuffelende brein Een gansche werelt valt te klein”
“Orang yang pikirannya selalu dan terus menerus mencari sehingga seluruh dunia rasanya terlalu sempit baginya”.
Karaeng Pattingalloang pada 1644 pernah meminta dikirimkan dua bola dunia terbuat dari kayu atau tembaga yang kelilingnya 157 hingga 160 inci, sebuah peta dunia yang besar dengan keterangan dalam bahasa Spanyol, Portugis atau Latin, sebuah atlas yang melukiskan seluruh dunia dengan peta-peta yang keterangannya ditulis juga dalam bahasa Latin, Spanyol atau Portugis, dua buah teropong berkualitas terbaik serta beberapa alat peraga lainnya.
 
Pada tanggal 15 November 1650, bola dunia yang dibuat oleh Blaeu baru tiba di Batavia dan dikirimkan ke Makassar pada 13 Februari tahun berikutnya.
Karaeng Pattingalloang terkenal karena ketinggian intelektualitasnya. Pada saat itu ia banyak membaca buku-buku ilmu pengetahuan terbitan Eropa. Minatnya pada ilmu pengetahuan cukup tinggi. Suatu hal yang bahkan jarang ditemukan pada generasi muda kita saat ini.  Mengenai nasib globe itu selanjutnya tak ada yang tahu. Pada waktu terjadi perang dengan Belanda, globe itu turut lenyap. Tak jelas nasibnya.
 
Nama Pattingalloang sendiri lumayan begitu tenar hingga seorang penyair terkenal di Belanda, Joost van Vondel sengaja menulis lirik khusus untuknya.
“Dien Aardkloot zend’t Oostindisch huis,’
Den Grooten Patangoule t’huis,
Weins aldoossnuffelende brein,
Een gansche wereld valt te klein.”
 
(Parlemen Hindia Timur mengirim bola dunia pada Pattingaloang agung, yang benaknya selalu dipenuhi rasa ingin tahu, mendapatkan seluruh dunia ini terlalu kecil)
 
Bukan hanya buku-buku yang gemar dikumpulkannya, tetapi juga pelbagai macam benda-benda yang penting untuk ilmu pengetahuan seperti globe (bola dunia), peta dunia dengan deskripsi dalam bahasa Spanyol, Portugis dan bahasa Latin, buku ilmu bumi, atlas. Karaeng Pattingalloang juga menyukai hadiah orang-orang asing mulai yang berupa kuda, antelope, gajah sampai senjata api, dan sebagainya.
 
Pada globe yang terbuat dari tembaga, yang dihadiahkan oleh VOC kepada Karaeng Pattingalloang, penyair terkenal Belanda Jost Van Den Vondel pada masa itu, telah menaruh kalimat pujian bahwa beliau adalah “seorang yang otaknya selalu mencari-cari dan seluruh dunia terlalu kecil baginya”. Pada tahun 1652 sebuah perahu Inggris menyerahkan teleskop “Galilean Prospechtive Glass” ciptaan Galilea kepada Raja Gowa Sultan Malikussaid, yang dipesan dan dibeli oleh Raja Sultan Alauddin sebelumnya, tahun 1653.
 
Tidak sampai disitu dalam hal politik Karaeng Pattingalloang pernah bertutur seperti yang tercatat didalam Lontara Pa’pasanna Gowa, terdapat beberapa pesan Karaeng Pattingalloang yang walaupun usianya sudah mencapai ratusan tahun tetapi masih cocok diterapkan atau juga masih berlaku hingga saat ini.
 
Diantaranya adalah pesan mengenai “lima sebab hancurnya sebuah negeri ” yang terkenal itu, atau dalam bahasa Makassar “Lima Pammangjenganna Matena Butta Lompoa” yaitu antara lain:
1- Punna tenamo naero nipakainga karaeng mangguka (Jika raja yang memerintah tidak mau lagi dinasihati).
2- Punna tenamo tnmangngaseng ri lalang parasangnga (Jika tidak ada lagi kaum cerdik cendikia di dalam negeri).
3- Punna tenamo gan lompo ri lalang parasanganga (Jika sudah terlampau banyak kasus di dalam negeri).
4- Punna angngallengasemmi soso pab-bicaraya (Jika sudah banyak hakim dan pejabat kerajaan suka makan sogok).
5- Punna tenamo nakamaseyangi atanna mangguka (Jika raja yang memerintah tidak lagi menyayangi rakyatnya).
 
Dapat dipahami bahwa, jika penguasa tak mau lagi dinasehati maka penguasa tersebut telah berbuat zalim yang melampaui batas. Otomatis hal tersebut akan memicu perlawanan masyarakat maupun perangkat negara dalam bentuk pemberontakan.
 
Adapun ketiadaan cendekiawan dalam sebuah negara menyebabkan kurangnya gagasan-gagasan visioner dalam pembangunan negara. Akibatnya, sebuah perkembangan negara akan stagnan dan akhirnya semakin lama semakin melemah.
 
Kejadian-kejadian besar dalam sebuah negara, misalnya wabah penyakit atau bencana alam, dapat mengurangi populasi penduduk secara drastis.  Jika hal itu berlangsung terus menerus maka perekonomian negara akan merosot dan akhirnya jatuh.
 
Sementara, apabila hakim/pejabat negara menerima sogokan, menyebabkan keputusannya tidak obyektif. Sehingga melahirkan ketidakadilan pada masyarakat yang pada gilirannya menyebabkan ketidakpuasan dan pemberontakan.
 
Jika penguasa tak lagi menyayangi rakyatnya, maka penguasa akan menindas rakyatnya. Maka rakyat punya dua pilihan yaitu melawan atau meninggalkan daerahnya. Jika rakyat melawan, terjadi pemberontakan yang menyebabkan ketidakstabilan pengelolaan negara. Jika migrasi penduduk dalam jumlah besar terjadi sehingga populasi merosot drastis, maka roda pemerintahan tidak berjalan dengan baik.
 
Pesan Karaeng Pattingalloang beberapa ratus tahun lalu, masih relevan untuk dijadikan pelajaran untuk generasi kita saat ini. Demi upaya penguatan kebangsaan.
 
Juga pesan-pesan Karaeng Pattingalloang lainnya seperti halnya pesan mengenai KATOJENGANG : “NIKANAYA KATOJENGANG SANGRAPANGI BULO SIPAPPA, NIONJOKI POKO’NA AMMUMBAI CAPPA’NA, NIONJOKI CAPPA’NA GIOKI POKO’NA”. (Suatu kebenaran ibarat satu batang bambu, bila diinjak pangkalnya muncul pucuknya, demikian halnya bila diinjak pucuknya akan muncul pangkalnya). Sosok Karaeng Pattingalloang saat sekarang sudah tidak dapat ditemui lagi di republik ini.

‎Museum Karaeng Pattingalloang

panduanwisata.id


Museum Karaeng Pattingalloang dibangun pada area seluas 600 meter persegi. Bangunan museumnya menggunakan konsep rumah panggung dengan gaya atap yang menarik. Koleksi museum yang terdiri dari dua lantai ini cukup banyak, semuanya memberikan pengetahuan kepada kita tentang keberadaan Gowa pada masa lampau.

panduanwisata.id


Di lantai satu kita akan melihat berbagai objek hasil ekskavasi yang dulu menjadi elemen penting bagi keberadaan Benteng Somba Opu. Museum Karaeng Pattingalloang yang berada di perbatasan Gowa dan kota Makassar.

Kita juga bisa menjumpai berbagai peninggalan manusia Gowa dahulu seperti lempeng tanah liat yang digunakan sebagai instrumen untuk menentukan hari yang baik untuk berbagai perhelatan seperti pernikahan. Di sudut yang lain, terpampang koleksi peninggalan perang Makassar ketika Kerajaan Gowa digempur VOC pada ahun 1666 – 1669.

panduanwisata.id


Koleksi yang berbeda akan kita lihat di lantai dua. Disini barang-barang yang dipamerkan sebagian besar adalah tembikar atau gerabah serta keramik yang ditemukan ketika Arkeolog, Dr. Muchtar Paeni melakukan ekskavasi di sekitar situs Somba Opu sejak tahun 1989. Di halaman museum yang sudah berdiri selama 22 tahun ini terdapat meriam hasil rekonstruksi H. Muchatar Ibrahim Daeng Naba, seorang siswa SMK Pembangunan.

panduanwisata.id


Museum Karaeng Pattingalloang biasanya ramai dikunjungi pada akhir pekan yakni Sabtu dan Minggi. Tidak hanya wisatawan domestik yang mengagumi berbagai koleksi museum ini tetapi juga para turis asing.

Museum yang berada di kawasan Taman Miniatur Sulawesi Selatan atau yang sering disebut kawasan Somba Opu  ini hanya berjarak 7 km dari pusat kota Makassar. Sangat mudah diakses oleh mereka yang sedang berlibur di kota angin mamiri.

Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional bersama Karaeng Matoaya 

pojoksulsel.com


Yayasan Gemma Nine mengusung acara Karaeng Matoaya dan Karaeng Pattingalloang sebagai Pahlawan Nasional.

Pengurus Gemma Nine Sulkia Reski mengatakan organisasi masyarakat itu menggelar jambore nasional, bertempat di Tanah Karaeng Dusun Allu’ Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa dengan tema “reinventing the unnamed heroes”.

Pada jambore yang diadakan selama dua hari 8-9 November 2015. Yang kemudian dilanjutkan debgan  acara puncak gelar budaya sebagai pertanda dimulainya kampanye nasional mengusung Sultan Abdullah Awwalul Islam Karaeng Matoaya dan Sultan Mahmud Abdullah Karaeng Pattingalloang sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Gelar budaya pengusungan pahlawan nasional Indonesia ini rencananya akan dihadiri semua lapisan masyarakat.

“Selain pengajuan Sultan Abdullah Awwalul Islam Karaeng Matoaya dan Sultan Mahmud Abdullah Karaeng Pattingalloang sebagai pahlawan nasional Indonesia. Organisasi kami juga akan mengusulkan pengembalian nama benteng Fort Rotterdam (benteng Ujung Pandang) menjadi benteng Karaeng Matoaya sebagai penghormatan pendiri benteng tersebut. Dengan bukti-bukti sejarah yang kami ungkapkan dalam buku yang telah diterbitkan berjudul Sultan Mahmud Abdullah The Great Pattingalloang Cendikiawan Visioner Masa Pra Kolonial (1600-1654),” jelasnya, Kamis (5/11/2015).

Selain itu, dalam tulisan Anthony Reid yang berjudul “The White Blood Family” dan Goenawan Mohamad dalam satu kolomnya di majalah tempo di era 1980-an menyatakan hal yang senada dengan usulan tersebut.

“Disamping itu, kami telah mengkomunikasikan dengan ahli waris raja Gowa dan raja Tallo dan hasilnya secara implisit mendukung agenda perjuangan kami. Serta menjanjikan gelar budaya kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo di puncak acara pada pukul 13.00 – 17.00 yang bertempat di benteng Jum Pandang,”jelasnya.

Untuk itu, melalui kegaiatan pihaknya mengajak warga Bugis Makassar, Sulawesi Selatan dan seluruh bangsa indonesia untuk mendukung Sultan Abdullah Awwalul Islam Karaeng Matoaya dan Sultan Mahmud Abdullah Karaeng Pattingalloang sebagai pahlawan nasional Indonesia yang satu-satunya berlatar belakang SAINS dan Tekhnologi.

Refetensi :

  • intisari.grid.id/Inspiration/Figure/Karaeng-Pattingalloang-Manusia-Ensiklopedis-Nusantara-1

  • wiyonggoputih.blogspot.co.id/2016/03/karaeng-pattingalloang-intelektual-abad.html?m=1

  • panduanwisata.id/2013/02/22/mengenal-sejarah-gowa-di-museum-karaeng-pattingalloang/

  • sulsel.pojoksatu.id/read/2015/11/05/karaeng-matoaya-dan-karaeng-pattingalloang-diusul-jadi-pahlawan-nasional/

  • berbagai sumber

Muhammadiyah Boikot Starbucks, Saham Starbucks Terguncang

Muhammadiyah Boikot Starbucks, Saham Starbucks Terguncang

Dumb Starbucks Coffee di Los Angeles. ©AFP PHOTO/Dan R. Krauss


Sejak 26 Juni 2015 CEO Starbucks, Howard Mark Schultz mendukung kesetaraan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Ketika pertemuan dengan para pemilik saham Starbucks, Schultz secara tegas mempersilakan para pemegang saham yang tidak setuju dengan pernikahan sejenis angkat kaki dari Starbucks.

Menyikapi hal tersebut, Ketua bidang ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas menegaskan sudah saatnya pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mencabut ijin Starbucks di Indonesia. Karena Ideologi bisnis dan pandangan hidup yang Schultz kampanyekan jelas-jelas tidak sesuai dan sejalan dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila.

“Kita sebagai bangsa, jelas-jelas tidak akan mau sikap dan karakter kita sebagai bangsa yang beragama dan berbudaya rusak dan berantakan karena kehadiran mereka,” tegas Anwar melalui siaran pers tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (29/6).

Anwar juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mempertimbangkan langkah-langkah pemboikotan terhadap produk-produk Strabucks. Karena jika sikap dan pandangan hidup mereka tidak berubah, maka yang dipertaruhkan adalah jati diri Bangsa sendiri.

Anwar mengimbau masyarakat dan pemerintah dengan tegas melakukan langkah dan tindakan, demi menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara Indonesia. “Kita tidak mau karena nila setitik rusak susu sebelanga,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, CEO Starbucks Howard Schultz mengatakan orang-orang yang hanya mendukung pernikahan beda jenis dan mengabaikan pernikahan sesama jenis tidak diperlukan di perusahan kedai kopi Starbucks.

Schultz yang dikenal sangat akomodatif terhadap komunitas LGBT menyatakan, siapapun yang menolak pernikahan sesama jenis ditempat lain. Sentimen tersebut juga kini diarahkan pada seluruh pemegang saham Strabucks.

Kelompok Melayu Pribumi Perkasa Malaysia mendesak umat Islam secara nasional untuk memboikot Starbucks atas dukungan eksekutif utama perusahaan itu kepada komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) empat tahun lalu. Desakan ini menyusul seruan serupa yang diutarakan kelompok Islam di Indoensia beberapa hari sebelumnya. 

“Perkasa mendesak umat Islam di Malaysia negara ini untuk memboikot Starbucks karena rantai kopi internasional yang berbasis di Amerika Serikat ini mendukung LGBT dan pernikahan sesama jenis,” kata Kepala Biro Urusan Islam Perkasa Amini Amir Abdullah dalam sebuah pernyataan, dilansir dari The Malay Mail Online pada Senin (3/7). 

Amini mengatakan Perkasa juga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kembali lisensi perdagangan yang diberikan kepada perusahaan yang mendukung perkawinan sesama jenis dan LGBT. Menurut dia, pernyataan tersebut berdasarkan laporan bahwa CEO Starbucks Howard Schultz mendukung pernikahan sesama jenis dan LGBT.

Tidak yakin dengan laporan mana yang dia maksudkan. Namun, Schultz yang sudah tidak menjabat sebagai CEO Starbucks sejak April 2017 pernah mengatakan kepada pemegang saham Starbucks yang anti-gay untuk menjual saham mereka kalau mereka menentang keragaman pada 2013. Kala itu, Schultz yang kini menjabat sebagai chairman Starbucks melontarkan tanggapan atas kritik terhadap perusahaan tersebut dalam referendum Washington yang mendukung pernikahan sejenis pada 2012.

Pernyataan Schultz pada empat tahun lalu terkait dukungan terhadap LGBT ini juga sempat dimunculkan oleh pendukung Presiden Donald Trump di Amerika Serikat awal tahun ini. Pada Januari tahun ini, Schultz mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Dilansir CNBC pada 29 Januari 2017, Schultz menyatakan perusahaan yang dipimpinnya akan merekrut sebanyak mungkin pengungsi sebagai pegawai pada Januari tahun ini. Pernyataan itu sebagai bentuk dukungan Schultz dalam isu keberagaman.

Karena itu, Starbucks berupaya melawan perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump untuk melarang aktivitas bepergian ke AS bagi warga dari tujuh negara mayoritas Muslim. Pada 31 Januari 2017, Fox News melaporkan pendukung Trump menyatakan akan memboikot Starbucks menyusul rencana Schultz tersebut. 

Gerakan boikot Starbucks oleh Muhammadiyah menjadi sorotan internasional. Apalagi gerakan itu mendapat dukungan dari kelompok Muslim berpengaruh di Malaysia.  NBC News dalam artikelnya menulis judul, ‘Muslim Groups in Malaysia, Indonesia Boycott Starbucks Over LGBTQ Suppurt.’

NBC News yang mengutip kantor berita Reuters dalam paragraf pertamanya menggambarkan bagaimana, kelompok Muslim di Malaysia bergabung dengan organisasi konservatif Muslim di Indonesia (Muhammadiyah) memboikot Starbucks.  Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap gerai kopi internasional itu mendukung hak-hak gay.

Media Amerika Serikat berbasis di Chicaco, Chicago Tribune juga menulis tentang gerakan boikot Starbucks ini. Chicaco menulis judul, ‘Malaysia, Indonesia Muslim groups Call for Starbucks Boycott.’

Chicaco Tribune yang mengutip Associated Press menggambarkan kelompok Perkasa didukung oleh garis kelas Islam dan nasionalisme.  Perkasa meminta 500 ribu anggotanya untuk menjauh dari gerai kopi Starbucks. Hal sama juga lebih dahulu dilakukan oleh Muhammadiyah yang memiliki 29 juta pengikut di Indonesia. 

Permintaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait pencabutan izin Coffe Shop Starbuck didukung DPR. Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mujahid mengatakan, pernyataan CEO Strbucks, Howard Schultz sangat bertentangan dengan Pancasila. 

Sodik menyebut dukungan Schultz terkait gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat Indoensia.  

“Semua pihak harus berani melawan upaya apapun yang akan merusak dan menghancurkan nilai-nilai Pancasila,” ujar Sodik kepada JawaPos.com, Jumat (30/6). 

Apalagi para perusak nilai Pancasila yang datang dari luar, sambil mencari kehidupan di Indonesia seperti Starbucks. Sebab, mereka kata dia, sama saja dengan melakukan tindakan subversif.

“Dengan alasan dan argumen ini, kita jadi paham dan salut kepada PP Muhamadiyah yang meminta pemerintah mencabut izin usaha dan  mengajak boikot produk starbucks,” tegas Sodik.

Sodik menegaskan, pemerintah perlu mengingatkan kepada Starbucks bahwa izin usaha yang diberikan dengan salah satu catatan tidak melalukan kegiatan-kegiatan yamg melawan hukum, apalagi melawan norma dan dasar negara Indonesia. 

Pemerintah juga wajib menyampaikan dan mengingatkan bahwa dukungan kepada LGBT di Indonesia melawan dasar negara, UUD 1945 dan hukum di Indonesia.

Selanjutnya, pemerintah perlu meminta agar Starbucks silakan tetap berjalan dalam berusaha tapi segera menghentikan kegiatan yang melawan dasar negara, UUD 1945 dan hukum. 

“Jika mereka masih saja melawan hukum, maka bisa diberi sangsi sesuai aturan dan perjanjian,” imbuh legislator asal Jawa Barat itu.

Kepada masyarakat, Sodik mengatakan, perlunya melakukan tindakan peringatan kelada Starbucks. Akan tetapi dengan cara yang efektif dan legal, tidak berupa tindakan kekerasan.

“Boikot seperti yang dianjurkan PP Muhammadiyah adalah cara yang legal. Tidak berupa kekerasan akan tetapi efektif,” pungkas politikus Partai Gerindra itu.

Lebaran yang tampaknya membawa berkah bagi Bursa Efek Indonesia. Pada hari pertama perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia setelah libur Lebaran, Senin (03/7) IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mencatatkan rekor pada level 5.910. Sebanyak 181 saham mengalami kenaikan, sedangkan 167 saham turun, dan 95 saham tidak bergerak. Sementara sembilan dari 10 sektor mengalami penguatan.

Satu di antara saham yang turun tersebut adalah emiten berkode MAPB – PT MAP Boga Adiperkasa Tbk pemilik merk dagang kedai kopi Starbucks di Indonesia. Sejak 26 Juni 2015 CEO Starbucks Howard Mark Schultz mendukung kesetaraan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Ketika pertemuan dengan para pemilik saham Starbucks, Schultz secara tegas memersilakan para pemegang saham yang tidak setuju dengan pernikahan sejenis angkat kaki dari Starbucks.

Perlahan tapi pasti Saham PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) pada perdagangan 03 Juli 2017 cenderung bergerak di jalur merah. Pada saat pembukaan pagi saham MAPB sempat menguat ke level Rp 3.350 yang mejadi level pergerakan tertingginya. Namun seketika saham MAPB langsung anjlok ke level terendah Rp 2.740.

Aksi boikot yang diserukan oleh Muhammadiyah ini sontak mengejutkan banyak pihak, di mana Muhammadiyah cukup diperhitungkan seruan boikotnya. Ternyata nama besar Muhammadiyah masih “sakti”. Sementara pada Aksi Bela Islam yang lalu Muhammadiyah cukup cerdas dalam menjaga sikap terhadap seruan boikot sebagian umat Islam pada produk Sari Roti.

Kejadian kepleset lidah manajemen PT NIC,Tbk selaku produsen Sari Roti terhadap Aksi 212. Kejadian yang berdampak pada boikot produk ROTI ditarget pasar komunitas muslim. Salut dengan kebijakan Pimpinan Muhammadiyah berbagai tingkatan yang tidak terpancing mengeluarkan fatwa boikot atau fatwa mengharamkan Sari Roti. Sebuah sikap yang elegance, cermin ormas Islam berkemajuan.

Selanjutnya  segenap warga Muhammadiyah menanti kiprah Pimpinan Pusat dalam mengguncang bursa saham dengan aksi berkemajuan. Seruan boikot yang notabene sebagai sebuah reaksi atas sikap salah satu emiten di bursa saham demikian diperhatikan para pelaku pasar modal. Reaksi sebagai cermin dari sebuah sikap pasif atas perilaku pihak lain perlu diimbangi dengan suatu aksi yang mengandung sikap dan gerakan proaktif.

Dalam sebuah tausyiahnya Idul Fitri baru-baru ini Ajengan Haedar Nashir menyatakan bahwa kalau kita lemah, maka kita tidak akan memiliki sesuatu yang menjadi keunggulan dan kebanggaan, selamanya akan tertinggal dan menjadi objek penderita. “Semangat menggugat itu baik sebagai tanda kita memiliki militansi, namun semangat militan tersebut harus disertai dengan semangat dan kerja membangun agar ada hasilnya dan tidak berhenti pada perlawanan semata.

Semua harus dihadapi dengan keunggulan spirit, pikiran, dan karya terbaik. Itulah misi Islam dan Muhammadiyah yang berkemajuan. Di sinilah tantangan dan agenda terberat umat Islam dan Muhammadiyah saat ini dan ke depan, yaitu memberi jawaban alternatif,” ujarnya.

Menilik seruan boikot terhadap Starbucks yang merupakan produk consumer good sebagaimana Sari Roti, sesungguhnya pasar ini masih sangat terbuka untuk dimasuki. Sesudah boikot lalu apa alternatifnya? Demikian tantangan yang harus dijawab. Kehadiran Roti Maida bak David di tengah kebesaran Goliath Sari Roti serta berbagai industri kuliner makanan ringan yang telah ada. Beberapa tokoh mengapresiasi kehadiran Roti Maida sebagai bagian dari ijtihad ekonomi umat Islam. Tokoh-tokoh tersebut antara lain KH Zaitun Rasmin (MUI-Pusat), dari PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin, DR Haedar Nasir, Ustadz Bachtiar Nasir dan lain-lain.

Di antara tokoh-tokoh tersebut yaitu Dr Haedar Nasir mengamanatkan agar Maida dapat melepaskan diri dari euforia 212 menjadi usaha profesional bukan berdasarkan dorongan emosional. Publikasi manajemen Maida pada media PWMU.CO  baru-baru ini menunjukkan kabar gembira tentang keberlangsungan usaha Roti Maida kian berkembang. Aksi memasuki bursa saham dengan melakukan IPO atas amal usaha paling memungkinkan untuk melakukan “guncangan” demi “guncangan” berikutnya.

Bagaimana Bursa Saham tidak “berguncang” jika ormas Islam terbesar dan tertua di NKRI ini turut meramaikan bursa saham? Jutaan warganya yang melakukan pembelian perdana terhadap saham amal usaha yang berjumlah ribuan di seluruh NKRI akan mencatatkan jumlah transaksi yang signifikan.

Tidak ada salahnya si David Maida menengok dapur si Goliath Sari Roti dalam rangka benchmark menuju usaha profesional bukan berdasarkan dorongan emosional sebagaimana diamanatkan Dr Haedar Nasir. Sari Roti layak dijadikan benchmark sebuah produk kudapan yang dikelola secara serius dan professional. Keseriusan Sari Roti dapat dilihat antara lain dari strategi pemasarannya.

Strategi Sari Roti yang tidak membuat outlet sendiri didukung pula oleh tenaga-tenaga pemasaran sepeda motor dan becak keliling. Strategi ini menjadikan Sari Roti produk yang market friendly, ramah terhadap pasar, mudah ditemui hampir di semua minimarket dan toko kelontong besar. Sari Roti sendiri yang bernaung di bawah PT Nippon Indosari Corpindo,Tbk masih perkasa dilihat dari performa laporan keuangan tahunan 2016.

Sebagaimana perusahaan Go Public lainnya, PT Nippon Indosari Corpindo,Tbk dengan kode emiten ROTI telah menyampaikan laporan tahunan kepada otoritas Bursa Efek Indonesia pada bulan April-2017. Laporan tahunan 2016 ROTI sebagai salah satu yang ditunggu-tunggu mengingat kejadian kepleset lidah manajemen ROTI terhadap Aksi 212. Kejadian yang berdampak pada boikot produk ROTI di target pasar komunitas muslim. Faktanya boikot sebagian simpatisan Aksi 212 tidak berdampak pada kinerja keuangan Sari Roti yang telah demikian kokoh membangun manajemen usahanya.

Pada rilis resmi laporan Tahun 2016 kepada otoritas Bursa Efek Indonesia, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp2,52 triliun, meningkat sebesar 16 persen dari tahun sebelumnya. Laba Bersih Rp280 miliar meningkat sebesar 3,4 persen dari tahun sebelumnya.

Saat ini pemegang saham di PT Nippon Indosari Corpindo Tbk yaitu PT Indoritel Makmur Internasional Tbk-31,504 persen, Bonlight Investments Limited- 25,121 persen, Pasco Shikishima Corporation – 8,501 persen, Sojitz Corporation – 4,251 persen, Masyarakat Umum – 30,623 persen. Total 100 persen saham sebanyak 5.061.800.000 lembar dengan nilai Rp1,442 Trilyun

Go ahead Roti Maida. Perlu untuk segera melakukan pemasaran dan penawaran saham dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya ke PDM lain dan masyarakat luas wabilkhusus warga Muhammadiyah-Aisyiyah di seluruh Indonesia. Proporsional dengan tetap menempatkan Persyarikatan sebagai mayoritas pengendali. Dengan langkah tersebut hijab-hijab psikologis mengenai “saya dapat apa” jika ikut mengembangkan Maida bisa terjawab. Termasuk di antaranya visi masa depan menjadikannya sebagai perusahaan go public yang melantai di Pasar Modal Bursa Efek Indonesia.

Visi menjadikan perusahaan go public bi idznillah menjadikan Maida semakin professional. Beberapa potensi jika masuk pasar modal yaitu membuka akses permodalan jangka panjang, meningkatkan nilai dan image perusahaan, menumbuhkan loyalitas karyawan, insentif pajak serta kemampuan memertahankan kelangsungan usaha.

Jamak dimaklumi bersama jika pergantian kepemimpinan ganti kebijakan. Pengurus PDM Surabaya yang luar biasa saat ini dalam melahirkan Maida belum tentu berlanjut ghirah dan passion-nya pada kepemimpinan berikutnya terhadap produk kuliner. Dengan kepemilikan Maida pada beberapa pihak yang antusias dengan share kepemilikan saham yang proporsional, “ghirah” mengembangkan Maida dapat berlanjut.

Berharap Maida Cake & Bakery bukan sekedar laboratorium bisnis amal jama’i makanan. Lebih dari itu Maida diharapkan mampu menjadi pilot project amal jama’i dalam berinvestasi. Dengan racikan adonan roti dan racikan manajemen keuangannya yang mampu menyajikan produk kudapan dan produk investasi yang halal dan thayyib. Betapa banyak amal usaha Persyarikatan di tiap ranting, cabang, daerah, wilayah bahkan pusat yang berdiri sendiri-sendiri tanpa kolaborasi dan konsolidasi.

Saatnya persyarikatan tertua dan paling eksis di NKRI  memiliki korporasi besar yang dimiliki bersama-sama dengan patungan modal seluruh warganya dalam wasilah otoritas resmi pasar modal yang professional. Insyaallah dengan kolaborasi dan konsolidasi bisa menjadi mainstream ikut mengendalikan perekonomian bangsa.

Semoga semuanya berawal dari Maida Cake & Bakery. “Sesungguhnya Allah SWT Tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa–apa yang terjadi pada diri mereka (Ara’d/13: 11)“. 

Referensi :

  • republika.co.id/berita/nasional/umum/17/06/30/osarle-pp-muhammadiyah-serukan-boikot-starbucks-di-indonesia-ini-alasannya

  • republika.co.id/berita/internasional/global/17/07/03/osi59f428-lsm-di-malaysia-ikuti-muhammadiyah-serukan-boikot-starbucks

  • khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/07/07/osp8qe377-gerakan-boikot-starbucks-oleh-muhammadiyah-mendunia

  • jawapos.com/read/2017/06/30/141112/dpr-dukung-muhammadiyah-boikot-starbucks

  • pwmu.co/32431/2017/07/kenapa-seruan-boikot-muhammadiyah-bikin-saham-starbucks-terguncang/

Jalan Hidup

Jalan Hidup

Merenungi perjalanan hidup manusia dari dilahirkan hingga saat ini, saat manusia yang dulunya polos, suci tak berdosa menjadi manusia yang berdosa, seakan perjalanan hidup ini berlalu begitu cepat. Hidup di dunia hanya sekali, maka apa yang telah kita lakukan saat ini, apa yang telah kita punya saat ini?

Di dalam sebuah film saya mendengar seorang pemeran utama berkata :

“Dalam hidup, ada saatnya kita akan memilih 1 diantara 2 jalan. Satu jalan yang benar, dan 2 jalan yang salah. Jalan yang salah banyak menariknya sehingga lebih mudah membuat kita tertarik untuk mengikuti jalan tersebut. Sedangkan jalan yang benar sulit membuat kita tertarik untuk melaluinya. Jika kita memilih jalan yang salah, maka kita akan cepat merasakan kenikmatan, kesenangan dan kesuksesan namun paka akhirnya kita akan kalah. Jika kita memilih jalan yang benar, maka kita akan melalui berbagai kesulitan, kesusahan, dan bermacam-macam cobaan hidup lainnya, namun pada akhirnya kita akan menang. Maka tentukanlah jalan hidupmu”. (Kurang lebih seperti itu).

Lalu, jalan yang benar itu yang bagaimana?

Hidup ini adalah sebuah perjalanan

Pernahkah kita memikirkan bahwa hidup ini hakekitnya adalah perjalanan? Pernahkah kita merenungkan hidup di dunia ini tidak lain adalah sebuah perjalanan menuju kepada Allah Ta`ala?

Tidakkah Anda mengingat sabda Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam:

كلّ الناسِ يغدو؛ فبائعٌ نَفسَه فمُعتِقها أو موبِقها

“Setiap hari semua orang melakukan perjalanan hidupnya, keluar mempertaruhkan dirinya! Ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang mencelakakannya!” (Hadits Riwayat Imam Muslim).

Oleh karena itu Allah dalam firman-Nya menjelaskan,

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

Pada hari dimana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat (Asy-Syu’araa`: 88-89).

Dan Allah Ta’ala berfirman pula:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dalam beribadat kepada Tuhannya” (Al-Kahfi: 110).

Memang demikianlah hidup ini, yang diharap dan yang dituju adalah Allah Ta’ala, berjumpa dengan-Nya, menghadap kepada-Nya dan melihat wajah-Nya serta untuk meraih ridha-Nya.

Jalan hidup yang benar hanya ada satu

Suatu saat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkisah,

خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هذه سبل و عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,’  kemudian beliau membaca,

{وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya’” ([Al An’am: 153] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya)

Para imam tafsir menjelaskan bahwa pada ayat ini, Allah Tabaraka wa Ta’ala menggunakan bentuk jamak ketika menyebutkan jalan-jalan yang dilarang manusia mengikutinya, yaitu {السُّبُلَ}, dalam rangka menerangkan cabang-cabang dan banyaknya jalan-jalan kesesatan. Sedangkan pada kata tentang jalan  kebenaran, Allah Subhanahu wa Ta’ala menggunakan bentuk tunggal dalam ayat tersebut, yaitu {سَبِيلِهِ}. karena memang jalan kebenaran itu hanya satu, dan tidak berbilang.  (Sittu Duror, hal.52).

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Dan ini disebabkan, karena jalan yang mengantarkan (seseorang) kepada Allah hanyalah satu. Yaitu sesuatu yang dengannya, Allah mengutus para Rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya. Tiada seorangpun yang dapat sampai kepada-Nya, kecuali melalui jalan ini” (Sittu Duror, hal.53).

Mengenal jalan kebenaran yang satu

Jika Anda ingin tahu apa itu jalan kebenaran yang hanya ada satu tersebut? Jawabannya adalah jalan yang pernah ditempuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, itulah satu-satunya jalan yang bisa mengantarkan seorang hamba kepada Allah Azza wa Jalla. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menjelaskan bahayanya tidak mengetahui jalan kebenaran ini, beliau mengatakan,

الجهل بالطريق و آفاتها و المقصود يوجب التعب الكثير، مع الفائدة القليلة

“Ketidaktahuan terhadap jalan kebenaran ini dan rintangan-rintangannya, serta tidak memahami maksud dan tujuannya, akan menghasilkan kepayahan yang sangat, disamping itu faedah yang didapatkanpun sedikit” (Sittu Duror, hal. 54). Karena begitu pentingnya mengenal jalan kebenaran tersebut, maka mari kita mempelajari jalan kebenaran yang hanya ada satu itu, yang semua kaum muslimin mensepakatinya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan jalan yang lurus tersebut dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أَبَدًا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِيْ

“Aku tinggalkan untuk kalian sesuatu. Jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnahku” (Diriwayatkan Imam Malik dan yang lainnya, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Ya, jalan kebenaran yang hanya satu itu adalah jalan Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, keduanya adalah jalan yang lurus. Sebagaimana dijelaskan oleh Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu,

الصِّرَاطُ الْمُستَقـِيْمُ الَّذِي تَرَكَنَا عَلَيْهِ رَسُوْلُ اللهِ

“Jalan yang lurus, yaitu jalan yang ditinggalkan Rasulullah untuk kami” (Atsar shahih, dikeluarkan Ath Thabari dan yang lainnya).

Mana dalilnya, bahwa Al-Quran dan As-Sunnah adalah jalan yang lurus?

Dalil Al-Quran adalah jalan yang lurus

Allah Ta’ala berfirman:

قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ

“Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus” (Al-Ahqaaf: 30).

Dalil As-Sunnah adalah jalan yang lurus

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (Asy-Syuuraa: 52).

Dengan demikian Al-Quran dan As-Sunnah adalah jalan yang lurus, inilah satu-satunya jalan kebenaran, keduanya hakikatnya adalah satu kesatuan, sama-sama wahyu Allah Ta’ala.

Wajibnya berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah

Kita wajib berpegang teguh dengan  Al-Quran dan As-Sunnah, karena kita diwajibkan mena’ati Allah dan Rasul-Nya  shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (-Nya), dan Ulil amri di antara kamu” (An-Nisaa’: 59).

Menaati Allah adalah dengan berpegang teguh kepada Al-Quran dan taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berpegang teguh kepada sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Catatan:

Sunnah Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sumber hukum Islam

Al-Hadits adalah hujjah/dalil, sebagaimana Al-Quran, karena keduanya adalah sama-sama wahyu dari Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ألا إني أوتيت القرآن ومثله معه

“Ketahuilah sesungguhnya saya diberi (wahyu) Al-Quran dan (wahyu) yang semisalnya bersamaan dengannya (As-Sunnah)” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, sedangkan lafadz ini adalah lafadz riwayat beliau. Hadits ini dishahihkan Syaikh Al-Albani).

Hakikatnya berpegang teguh dengan sunnah adalah ketaatan kepada Allah dan mengamalkan Al-Quran, karena Allah berfirman di dalam Al-Quran:

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu,sesungguhnya ia telah mentaati Allah” [An-Nisaa`:80].

Fungsi As-Sunnah

Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hakikatnya sama dengan Kitab Allah, yaitu sama-sama sebagai wahyu Allah. Fungsi sunnah itu sebagai penjelas bagi Kitab Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan, makhluk terbaik yang menafsirkan Al-Quran adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla.

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَانُزِّلَ إِلَيْهِمْ

“Dan Kami turunkan kepadamu Aquran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka” (An Nahl: 44).

As-Sunnah menjelaskan apa yang ada di dalam Al-Quran yang masih global dengan merincinya, seperti masalah salat, puasa, zakat, haji, dan yang lainnya. Jadi As-Sunnah yang shahih tidak akan pernah bertentangan dengan Al-Quran. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan makna Al-Quran dan beliau pun telah memberi contoh bagaimana mengamalkannya, sehingga semua ayat Al-Quran menjadi jelas makna dan prakteknya bagi umat ini .

Bahkan seorang muslim tidak harus menunggu mengetahui dalil dari Al-Quran dalam melakukan sebuah ibadah, jika ia sudah mengetahui satu saja dalil dari hadits yang shahih, selama hadits tersebut sudah cukup menunjukkan kepada suatu bentuk/tata cara ibadah, maka bisa langsung mengamalkan hadits tersebut.

Kesimpulan

  1. Jalan kebenaran hanya satu, yaitu jalan Al-Quran dan As-Sunnah. Karena keduanya sama-sama dari Allah dan fungsi As-Sunnah menjelaskan Al-Quran dan merinci yang global darinya, maka hakikat keduanya merupakan satu kesatuan, satu jalan kebenaran.
  2. Al-Quran dan As-Sunnah adalah jalan yang lurus.
  3. Kita wajib berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah.
  4. Al-Quran dan As-Sunnah sama-sama sebagai sumber hukum Islam, karena keduanya sama-sama sebagai wahyu Allah.

Referensi :