#Vday: Love or Lust? Sayang atau Syahwat?

#Vday: Love or Lust? Sayang atau Syahwat?

01. katanya virus #vday menyerang paling ganas pada remaja, karena itu kita perlu definisikan siapa itu remaja 🙂

02. remaja yang kena #vday bukan lagi anak-anak, belum nyampe dewasa, apalagi kolot! remaja sering disebut abege, anak baru gede!

03. apanya yang gede?! >> jangan piktor ah, yang jelas badannya tambah gede, tenaganya juga, porsi makannya pula, dan yang kentara nafsunya tambah gede!

04. karena nafsunya udah gede, makanya orang bilang masa remaja itu masa-masa paling indah, betul? >> apanya yang indah? >> cek…

05. mulai demen sama lawan jenis.. PDKT dah.. caranya >> pinjem bukuuu! (ini strategi dari tahun 70-an), atau belajar bersama (strategi baheula)

06. indahnya lagi masa remaja, jalan bareng-bareng.. kalo ada yang kecantol, yaa.. ajak nonton bareng >> pas nonton pingin? >> megang-megang..

07. pas ditanya kenapa megang-megang? alasannya “praktek anatomi” *glek >> ancur.. >> kebablasan akhirnya?! >> haliim! (ee.. salah, hamil) -_-; *sigh

08. gak kuat nanggung malu, diaborsi, digugurin, bayinya dibunuh, naudzubillah.. itulah kondisi remaja masa kini, hasil pergaulan bebas

09. banyak yang umbar nafsu atas nama cinta, dan itu bukan terjadi karena niat doang, tapi ceweknya juga kasi kesempatan >> waspadalah! WASPADALAH!

10. makanya kita juga kudu tau kumaha me-menej cinta, yuk kita bahas tentang cinta (cie.. cie.. kalo udah yang ini pada ngumpul dah) 😀

11. banyak definisi dari para sarjana tentang cinta, yang paling terkenal adalah “love is cinta” >> gubrak! ya iyalah (judul film noh!) -_-;

12. ada yang bilang pula cinta itu perasaan mendalam yang nggak terukur (kayak sumur), ada juga yang bilang cinta itu buta (huruf, karena nggak pernah sekolah)

13. ada juga yang bilang “love at first sight” >> bahasa indonesianya >> jangan merokok sembarangan.. eh salah “cinta pertama” -_- >> nama lainnya cinta monyet

14. kenapa cinta monyet? >> karena monyet kalo pacaran udah putus urat malunya, rasa-rasa dunia milik bedua, yang lain figuran >> begitulah cinta monyet

15. mendefinisikan cinta sulit, tapi saya bisa kasitau efek kena cinta, misal selalu senyum-senyum sendiri (beda tipis sih sama orang depresi akut)

16. cinta juga buat orang yang paling pemberani jd kyk ayam matok cacing, ngangguk2 mulu didepan yg dicintai, gak berani ngelawan

17. cinta juga bisa buat orang yang paling pengecut pasang badan, bertaruh nyawa demi yang dicintainya, jadi herois

18. cinta membuat gunung tak ada yg terlalu tinggi tuk didaki, buat tak ada laut yg terlalu luas tuk diseberangi *suit2.. 🙂

19. yang paling jelas, cinta adalah kursus puisi gratis, karena yg jatuh cinta mendadak jadi puitis, Hamlet aja kalah sama puisinya, mantap! 😀

20. makanya Michael Faraday bilang “cinta itu tak dapat diciptakan n dimusnahkan, hanya berubah bentuk” (riwayat nipu) >> eh itu listrik ya?

21. pokoknya jatuh cinta itu nikmat, lagu dangdut jadi enak didengar dan makanan apapun jadi lezat, hehe..

22. kalo lagi bokek, mau makan gratis, deketin aja orang yang lagi jatuh cinta, pasti ditraktir (kalo dia nggak sama bokek)

23. tapi jangan coba-coba minta traktir sama yang baru patah cinta, dilempar pake sendal jepit ada.. -_-; karena apapun jadi gak enak

24. orang putus cinta, makan tak enak (karena ngutang) tidur tak nyenyak (karena rumahnya bocor) hehe.. 😀

25. ah, ngelantur dah, balik lagi.. Ok, jadi cinta itu adalah sesuatu yang fithrah, murni, suci. Allah pun memberitahu kita lewat firmannya:

26. “diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya; Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa sakinah (cederung) kepadanya..

27. ..dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah)” (QS 30:21) >> ini ayat sering ada di undangan nikah, pasti apal kan 🙂

28. “Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita..” (QS 3:14) >> ini juga firman Allah bahwa cinta itu fithrah

29. jadi hukum asalnya cinta memang fithrah, guna mewarnai dunia, merekatkan ukhuwah dan madu dalam keluarga 🙂 >> tapi banyak disalahartikan..

30. zaman skarang, cinta disamarkan dengan nafsu, dengan hubungan fisik, disempitkan maknanya oleh yang namanya pacaran.. zzz.. -_-;

31. apalagi nanti tgl 14 Februari, ramai remaja dan remaja-kolot disesatkan oleh virus #vday, menjerumuskan dan membunuh rasio atas nama cinta

32. Muslim atau bukan, semua tumpah ruah merayakan dengan macem-macem cara yang ujung-ujungnya pasti maksiat, sekali lagi, pasti maksiat -_-;

33. begitulah aslinya #vday yg berasal dari ritual kaum Romawi yang hobi banget memuja seks dan tubuh manusia, selalu mengukur kesenangan dengan fisik

34. asal mula #vday adalah Lupercalian Festival, untuk memuja dewa kesuburan Lupercus (dewa pan dalam mitologi Yunani) bos-nya para satyr

35. Lupercus digambarkan dewa kesuburan dengan badan manusia dan kepala serta kaki kambing (inget Baphomet?) itulah dia

36. saya tunjukin gambarnya biar horor ya? >> nih Dewa Lupercus yang dipuja oleh kaum Romawi di festival Lupercalia di 13 – 18 Februari

img_20170213_102317

37. Pan ini juga suami Aphrodite (dewi kecantikan) yg punya anak namanya Eros (Cupid) >> itu anak-anak besayap yg terbang bawa panah cinta -_-;

38. menurut legenda, saking gantengnya Cupid ini, ibunya sendiri kena panah asmaranya dan menyetubuhi anaknya >> hiiiiiii~ itulah #vday!

39. makanya dalam prayaan Lupercalia, masyarakat berpesta sex utk mengambil semangat Lupercus (dewa Pan) dan Aphrodite, maksiat semaleman

40. perayaan Lupercalia ini adalah perayaan wajib Romawi, menjadikan pada hari itu bersenang-senang antara pria-wanita, memuaskan nafsu setan

41. sampe datang Kristen jadi agama Romawi, namun Kristen tak kuasa larang perayaan ini, maka di-’bungkus’-lah dengan nama lain, yaitu Valentine Days!

42. pada tahun 496 Paus Gelasius akhirnya meresmikan #vday jadi agenda tahunan gereja, melegalkannya jadi hari besar Kristen, acaranya? sama maksiat

43. pada 1969 gereja menyatakan #vday terlarang dirayakan karena dianggap Santo Valentine hanyalah tokoh buatan untuk legalisasi perayaan Lupercalia

44. karena gereja akhirnya sadar bahwa Valentine Day #vday tak lain adl hanya perayaan pesta seks yang dibalut atas nama Kristen, maksiat atas nama cinta

45. hal itu aja membuat kita cukup alasan utk tak ikut-ikutan, karena itu hari besar Romawi, juga pernah jadi hari raya agama Kristen, maksiat lagi tujuannya.. *sigh.. -_-

46. ada yang bilang, “ah, itu, kan dulu, sekarang kan murni hari kasih sayang!” >> oh ya?! >> coba simak fakta2 berikut

47. di Inggris & Amerika, setiap tahun angka nge-seks melonjak tinggi banget pada seminggu sebelum #vday dan seminggu setelahnya, orang pada nge-seks pas #vday

48. tanggal 14 Februari di Inggris dijadikan ‘The National Impotence Day’ >> dihimbau agar para remaja tidak nge-seks pada minggu-minggu itu >> tentu gagal

49. di US 14 Februari jadi ‘The National Condom Week’ jadi semua orang wajib pakai kondom untuk hindari kehamilan >> karena mereka tau #vday = seks

50. di Indonesia? >> dari 413 responden yang disurvei 26,4% diantaranya ngaku suka merayakan #vday sama gebetan atau kekasih dengan jalan-jalan, makan-,makan, ciuman lalu ngeseks

51. 54% remaja bandung pernah hubungan seks!. bahkan, persentasenya paling tinggi dibanding kota-kota besar lain seperti Jakarta (51%), Medan (52%) dan Surabaya (47%) (Kompas, 2006)

52. di beberapa daerah, tiap tahun baru dan #vday, seperti yang kita baca di koran atau liat di tipi, penjualan kondom meningkat 40 – 80%, beberapa daerah bahkan soldout!

53. siapa yang paling diuntungkan oleh #vday kalo begitu? >> tentu kapitalis! >> di US, #vday menghasilkan total penjualan retail Rp 144,4 trilliun pada 2011!

54. di Indonesia juga sama, liat aja di toko-toko >> pintar nian kapitalis menghancurkan remaja Muslim, sudah kantong bolong, iman pun bolong pula -_-;

55. #vday yang diklaim hari kasih sayang keliatan boroknya, angka perceraian malah meningkat, di Indonesia dari thn 2005 – 2010, pceraian naik 100%!

56. di negeri yang paling heboh #vday seperti US, perceraian justru terjadi 1 diantara 2 pernikahan (50%) >> masih alasan ini hari kasih sayang?

57. perlu ditanyakan sekarang, #vday: love or lust? sayang atau syahwat?

58. simak nasihat iIahi.. “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…”

59. juga tausiyah kekasih kita “kamu akan ikuti sunnah2 orang2 sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.. >>

60. dan ketika mereka masuk ke lubang biawak pun kalian tetap mengikutinya!. Kami bertanya “apakah mereka orang Yahudi dan orang Nasrani?”.. >>

61. Rasul menjawab: “kalau bukan mereka (Yahudi dan Nasrani), siapa lagi?” (HR Bukhari) >> #vday adalah produk keduanya, Yahudi & Nasrani -_-;

62. jadi nggak ada manfaatnya kaum Muslim ikut-ikutan #vday, kalo nggak ikut-ikutan tradisi dan ritual kufur, minimal berdosa.. ngapain, lebih baik kita mencinta secara sejati 😀

 

Source

Data dan Fakta Kebangkitan PKI

Data dan Fakta Kebangkitan PKI


Salah satu video ceramah ustaz Alfian Tanjung yang sangat menohok, yakni ketika membeberkan daftar 10 tokoh PKI yang cukup terkenal. Sebagian besar dari tokoh-tokoh yang disebut Alfian Tanjung itu merupakan anggota DPR RI dan pejabat negara.

Ceramah itu disampaikan Alfian Tanjung di Solo dan diunggah ke Youtube pada 24 Desember 2016 oleh akun islam channel 01. Video tersebut berdurasi 52 menit 16 detik.

img_20170130_141429

Hingga Minggu (29/1/2017) video tersebut sudah dilihat 940,876 kali. Dalam video tersebut, Alfian Tanjung mengawali ceramahnya dengan mengutip pernyataan kader PKI bernama Sudisman sebelum dihukum mati.

“Dia (Sudisman) mengatakan, jika saya mati, sudah tentu bukan berarti PKI ikut mati bersama dengan kematian saya. Tidak, sama sekali tidak. Walaupun PKI sekarang sudah rusak berkeping-keping, saya tetap yakin ini hanya bersifat sementara. Dan dalam peran sejarah nanti, PKI akan tumbuh kembali, sebab PKI adalah anak zaman yang dilahirkan oleh zaman,” ujar Alfian Tanjung mengutip pernyataan Sudisman.
Alfian Tanjung.

Lihat videonya di link berikut:

Menurutnya, pernyataan masa lalu Sudisman menjadi bebab bagi Alfian Tanjung sebagai generasi tengah karena dia sendiri tidak mengalami keganasan PKI tahun 1965. Alfian gelisah karena sampai saat ini sudah muncul AD/ART PKI.

“Kalau yang mengerti organisasi, maka tidak bisa dipungkiri lahirnya sebuah AD/ART adalah merupakan produk dari pembahasan berskala nasional. Artinya, PKI telah melakukan pertemuan-pertemuan yang sangat intens, termasuk di Solo,” tambah Alfian Tanjung.

Alfian juga mengingatkan agar umat Islam waspada. Sebab, 87 persen sertifikat tanah di Jakarta sudah di tangan kaum nasrani dan kader-kader PKI. Di Tangerang Raya, kata dia,  84 persen sertifikat tanah sudah dikuasai. Di Majalengka sudah 68 persen dan di Ponorogo penguasaan tanah oleh musuh-musuh Islam sudah 75 persen.

Menurut Alfian Tanjung, target utama para kader PKI saat ini adalah pencabutan TAP MPRS nomor 25 tahun 1966.

“Jika TAP MPRS nomor 25 tahun 66 dicabut, maka yang dinyatakan bersalah adalah lawan PKI. Kan gini, PKI dinyatakan bersalah, lalu kelur TAP MPRS. Nah kalau TAP MPRS dicabut, berarti PKI tidak salah, yang salah adalah musuh PKI. Siapa musuh PKI? ulama dan (TNI) Angkatan Darat,” tambah Alfian Tanjung.


Ungkap Tokoh PKI di Istana dan DPR, Alfian Tanjung Dipolisikan


Gara-gara ceramah-ceramahnya soal PKI, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki melaporkan Alfian Tanjung ke Bareskrim Polri.

“Kami melaporkan seseorang yang bernama Alfian Tanjung yang memberikan beberapa pernyataan di beberapa tempat yang mengatakan klien kami, Bapak Teten Masduki, adalah PKI dan juga mengatakan kantor Kepala Staf Presiden (KSP) menjadi sarang PKI,” ujar pengacara Teten Masduki, Ifdhal Kasim, setelah melapor di Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat (27/1/2017).

Pernyataan Alfian soal paham komunis dan kegiatan PKI itu sudah mendelegitimasi institusi yang berada langsung di bawah presiden. Tudingan soal PKI itu merusak peran KSP, yang ikut mengelola strategi program pemerintahan.

“Kita melihat ada usaha-usaha yang serius secara pelan-pelan, ya, mengganggu kehidupan demokrasi yang didasarkan pada Pancasila ini. Karena kita melihat ada upaya sistematis ke arah sana, maka klien kami mengambil keputusan untuk menempuh jalur hukum ini,” tegasnya.

Sebelum melapor ke Bareskrim, Teten lebih dulu mensomasi Alfian Tanjung. Teten meminta Alfian Tanjung menarik ucapannya dan meminta maaf. Namun somasi itu tak diindahkan Alfian Tanjung.


Alfian Tanjung: Saya Sampaikan Karena Saya Tahu


Ustaz Alfian Tanjung dalam salah satu ceramahnya menyebut ada rapat PKI di Istana Negara setiap pukul 20.00 WIB. Dia mengaku tidak asal bicara.

“Saya ini umurnya sudah lebih dari 50an (tahun), saya aktifis dari tahun 1982. Maksudnya bukan soal gagah-gagahan umur, artinya nggak masuk akal kalau gue ngomong cuma buat cari koreng, kalau bahasa Betawinya,” kata Alfian saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (24/1/2017).

“Ini yang saya sampaikan karena saya tahu, karena saya menekuni (mempelajari) gerakan PKI sudah hampir 30 tahun ini,” sambungnya.

Soal info terkait rapat PKI itu, dia mengaku memiliki sejumlah sumber. “Saya gak mungkin ngomong kalau nggak tahu,” imbuh Alfian.

Alfian menyebut dirinya menyampaikan ceramah itu dengan sejumlah data yang memang dia miliki. Rapat itu, katanya, kerap digelar di Istana menjelang tengah malam.

“Ya orang-orang pulang mereka pada datang. Rapatnya sih bukan jam 20.00 WIB, (rapatnya) jam 21.00 WIB, jam 22.00 WIB, jam 23.00 WIB. Itu mereka ngobrol-ngobrol, itu udah engga kebantah. kalau memang dari awal, dari awal lah saya ditegur,” tutur Alfian.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mensomasi Ustaz Alfian Tanjung yang menuding ada rapat PKI di Istana. Teten juga mengimbau agar Ustaz Alfian Tanjung meminta maaf.

Teten mengaku sudah melayangkan somasi itu sejak 2 pekan lalu. Namun Ustaz Alfian Tanjung yang dikonfirmasi detikcom mengaku belum menerima somasi dari Teten tersebut.

“Kalau dibilang 2 minggu ini saya belum ada terima apa-apa. Saya tahu baru tadi sore. Itu pun diberi link sebuah berita oleh anak saya,” kata Ustaz Alfian saat dikonfirmasi.


Revolusi Mental Ajaran PKI?


Istilah “Revolusi Mental” pertama kali dipopulerkan oleh Bapak Sosialis-Komunis Dunia yg bernama Karl Marx, kemudian diadopsi DN Aidit Ketua PKI.

Istilah yang kental dengan komunisme dan kini dijadikan jargon oleh Jokowi itu justru membongkar rangkaian gejala bangkitnya kembali PKI lewat PDIP.

Inilah ulasan singkatnya.


Revolusi Mental Dipopulerkan Bapak Sosialis-Komunis Karl Marx, Diteruskan Ketua PKI DN Aidit


Revolusi Mental, sebuah istilah yang menjadi trending topic di media sosial ini ternyata mengundang kontroversi. Jargon dan istilah yang dipakai Jokowi-JK dalam Debat Capres beberapa hari yang lalu, ternyata bukan istilah baru, istilah “Revolusi Mental” pertama kali dipopulerkan oleh Bapak Sosialis-Komunis Dunia yg bernama Karl Marx, dimana pemikirannya sangat banyak dipengaruhi oleh Filosofis Atheis Young Hegelian yang sangat terkenal di Berlin.

Bahkan Karl Marx muda waktu itu aktif di perkumpulan Pemuda Hegelian yg merupakan kelompok ekstrim kiri anti Agama yang beranggotakan para Dosen Muda dan pemuda ekstrim kiri, istilah “Revolusi Mental” ini dibuat untuk program cuci otak dalam pengembangan faham Sosialis-Komunis dikawasan Eropa yang kapitalis, karena Agama yang dogmatis dianggap sebagai penghambat dalam pengembangan faham Komunis .

Istilah “Revolusi Mental” juga dipopulerkan oleh pendiri Partai Komunis China yg bernama Chen Duxiu bersama temannya yg bernama Li Dazhao sebagai doktrin dan cuci otak kepada para buruh dan petani dalam menentang kekaisaran China.

Hingga orang PKK (Partai Pekerja Kurdi – Partiya Karkeren Kurdistan) menggunakan istilah ini:

http://www.pkkonline.com/en/index.php?sys=article&artID=190

(Jadi, istilah “Revolusi Mental” itu adalah istilah-nya orang Komunis dan Sosialis kiri yang coba dibumikan ke seluruh lapisan masyarakat)

Di Indonesia istilah “Revousi Mental” pertama kali dikenalkan oleh seorang pemuda asal Belitung yang bernama Ahmad Aidit anak dari Abdullah Aidit dan kemudian mengganti namanya menjadi Dipa Nusantara Aidit (DN Aidit) dan ketika ayahnya bertanya kenapa namamu diganti ? Aidit menjawab saatnya “Revolusi Mental”.

D.N Aidit yang kita kenal sebagai ketua PKI (Partai Komunis Indonesia) mengganti hal-hal yang akan menghambat pergerakan, termasuk nama Ahmad yang berbau agama harus dibuang. Setelah D.N Aidit terpilih menjadi ketua PKI, dia sukses menerapkan istilah “Revolusi Mental” kepada para kader PKI, dan ormas-ormas PKI lainnya seperti PEMUDA RAKYAT, BARISAN  TANI INDONESIA, GERWANI , SOBSI DAN LEKRA yang dianggap simbol perlawanan kepada kaum Feodalis.

Istilah “Revolusi Mental”  memang istilah yang sangat identik dengan orang kiri. Jauh sebelum pak Jokowi memunculkan tulisannya di Kompas. Revolusi mental ditujukan untuk perubahan sikap, perangai, dan cara pandang terhadap sesuatu yang dianggap kuno/tradisional. Dan perubahan itu – dulu – adalah perubahan kearah pandangan sosialis dan komunis – dengan menentang kapitalis sebagai wujud pandangan lama.

Belum lagi ditambah dengan pernyataan ibu Prof Musdah Mulia dari timses Jokowi-JK yang mengatakan Jokowi akan melegalkan paham Komunis dan menghapus kolom agama di KTP. Dan beredarnya video kader PDI-P, Rieke Diah Pitaloka yang mengadakan temu kangen dengan eks PKI di Banyuwangi.

Lihat videonya di:

http://www.youtube.com/watch?v=wL5nZUS_OXU&feature=youtu.be

semakin menegaskan keberpihakan sang petugas partai PDI-P ini kepada para komunis.


Revolusi Mental itu Ajaran Komunis, Umat Islam Harus Waspada!


Virus sekulerisme adalah pemikiran yang memisahkan agama dari kehidupan, ini sangat berbahaya, karenanya umat Islam harus memperjuangkan agar Indonesia jangan sampai jadi negeri sekuler. Demikian dikatakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab saat berceramah di Masjid Nurul Huda, Cibuluh Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu malam (25/3/2015).

“Di Turki sekitar 30 tahun lalu, agama dipinggirkan. Pegawai negeri, guru itu tidak boleh pakai jilbab, bahkan acara kenegaraan tidak boleh mengucapkan salam. Nah kedepan Indonesia bisa jadi akan seperti itu, karenanya umat Islam harus menjaga negeri ini dari bahaya sekulerisme,” ujar Habib Rizieq.

Kemudian, kata Habib Rizieq, ada juga virus Agnotitisme, yaitu virus liberal yang melepaskan diri dari kebenaran agama dan tidak peduli dengan ajaran agama, sehingga halal haram tidak lagi menjadi standar ukur kebenaran. Virus ini menimbulkan penyakit Materialisme, yang mengukur sesuatu dengan materi.

“Contoh Materialisme adalah minuman keras (miras). Dalam Islam jelas itu haram, tidak boleh diminum dan diperjualbelikan. Tapi kata pemerintah, pabrik miras itu menyerap tenaga kerja, pajaknya tinggi buat devisa negara sehingga menguntungkan negara, maka miras adalah bagus untuk kepentingan materi. Kenapa bisa demikian, karena negara tidak peduli dengan agama, tidak mau aturan halal haram,” jelas Habib Rizieq.

Selain itu, lanjut Habib Rizieq, yang lebih bahaya adalah virus Atheisme yang menolak keberadaan Tuhan dan melepaskan manusia dari ajaran agama. Di Indonesia, paham anti Tuhan dikembangkan sejak dahulu oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Pada tahun 1955, pemerintah menggelar pemilu pertama kali dan PKI ikut pemilu. Mereka dimana-mana kampanye, dan jargon mereka ketika itu adalah revolusi mental,” ungkap Habib Rizieq.

“Dan ternyata, revolusi mental adalah teori Karl Marx, bapak Sosialis-Komunis. Dia mengatakan, manusia yang bergama itu jiwanya terbelenggu, terpasung, terjajah. Maka manusia harus berusaha membebaskan mentalnya dari belenggu agama. Sudah saatnya dunia melakukan revolusi mental,” tambahnya.

Ia pun mempertanyakan soal pemerintah sekarang yang menggunakan jargon revolusi mental. “Karena itu saya bertanya, kenapa Presiden sekarang pakai revolusi mental?” tanya Habib Rizieq.

“Apa Presiden mau ikut Karl Marx atau memang gak ngerti? Mudah-mudahan gak ngerti, tapi kalau dia ngerti berarti ada itikad tidak baik, dia ingin membangkitkan PKI di Indonesia, umat Islam harus waspada!” pungkasnya.


SBY Sindir Revolusi Mental Jokowi Mirip Ajaran Komunisme


img_20170130_145245
Saat berpidato di Aula Universitas Nasional, Sabtu (25/4/2016), Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung tentang konsep Revolusi Mental yang selama ini digaungkan oleh Presiden Joko Widodo.
Menurutnya konsep Revolusi Mental bukanlah sesuatu hal yang baru, konsep seperti itu sudah pernah ada sejak abad ke-18, di era Karl Mark, Bapak Komunisme Dunia.“Revolusi mental sebenarnya sudah hidup di abad ke-18, ketika tiga tokoh besar di Jerman, Karl Mark, Friedrich Hegel, dan Friedrich Engels yang kita kenal dengan ajaran Marxisme yang memunculkan Komunisme” jelas SBY.Seakan menyindir konsep Revolusi Mental Jokowi adalah sejiwa dengan Revolusi Mental Karl Mark, yang bertujuan untuk kembali membangkitkan Komunisme, SBY justru berkata seolah membela, bahwa revolusi tidaklah harus melalui pertumpahan darah. Padahal tentunya SBY tahu bahwa dimanapun yang namanya revolusi pasti ada darah yang mengalir.“Berbeda dengan yang dicetuskan oleh Mark, Revolusi Mental yang dimaksud Pak Jokowi itu mengubah karakter, itu saya setuju 100 persen. Revolusi tak harus melewati pertumpahan darah,” jelasnya.https://youtu.be/3IZSJwDblwI


Benarkah PKI Masih ada dan Bahkan Sudah Bangkit?


Isu komunisme kembali menyeruak dan menimbulkan sikap represif dari aparat keamanan. Negara khawatir paham komunisme kembali berkembang di Indonesia. Apakah partai komunis akan bangkit kembali?


Ilham Aidit tidak yakin jika paham komunis bisa hidup kembali


Anak kandung dari pendiri Partai Komunis Indonesia (PKI), Dipa Nusantara Aidit, Ilham Aidit tidak yakin jika paham komunis bisa hidup kembali. Bahkan menurutnya, PKI tidak mungkin bisa berdiri kembali.

Ditemui suara.com, di sebuah kedai kopi di Bandung, Rabu (11/5/2016), Ilham mempunyai alasan jika PKI dan komunisme tidak mungkin berkembang di Indonesia.

Menurut dia, hal yang mungkin PKI dan komunisme bisa tumbuh jika Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 adalah tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia dan larangan paham komunis dicabut.

“Tapi mungkin nggak itu dicabut?” tanya lelaki berkacamata itu.

Selain itu, menurutnya, eks anggota dan simpatisan PKI yang masih hidup saat ini sudah tidak mungkin bisa mendirikan partai. Usia mereka sudah 70 tahun lebih. Sementara keturunan-keturunan eks anggota dan simpatisan PKI kebanyakan hidup dalam trauma cap negatif komunisme di masa orde baru. Mereka menutup diri.

“Di dunia ini, hanya Indonesia yang takut sekali dengan bahaya munculnya komunisme. Itu ngak masuk akal,” kata dia.

Ilham memastikan eks anggota dan simpatisan PKI sudah tidak berpolitik. Mereka tidak mempunyai niat mendirikan kembali partai itu.

“Eks anggota dan simpatisan komunis yang tua-tua sudah tidak punya energi lagi,” kata dia.

Hanya saja, menurut dia bisa saja paham komunisme berkembang puluhan tahun mendatang. Sebab menurut dia komunisme sangat dekat dengan kemiskinan.

“Sepanjang negara tidak mampu mengatasi kemiskinan dan kemelaratan, paham komunisme bisa saja tumbuh dan diminati. Sebab komunisme dan marxisme itu bicara terang-terangan bagaimana ketidakadilan harus dilawan, bagaimana dunia ditata dan setara. Setiap orang kebagian sama rata, karena pada dasarnya bumi ini dimiliki sama-sama. Itu akan tumbuh dalam sendirinya. Itu yang saya lihat, jauh lebih bahaya,” kata Ilham.

Isu kebangkitan komunisme muncul pascasimposium tragedi 1965 yang digelar Kementerian Koordinantor Hukum Politik dan Keamanan. Setelah itu muncul simposium yang sama di tingkat daerah. Namun di sana mendapatkan intimidasi dari kelompok anti komunisme.

Sikap represi aparat keamanan terus berlanjut di sejumlah daerah. Baru-baru ini polisi menangkap pedagang kaos bergambarkan palu arit lambang sebuah grup band di Mall Blok M. Lainnya, polisi melarang perayaan Hari Kebebasan Pers Internasional di kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, 3 Mei lalu. Pelarangan itu dilakukan karena ada pemutaran film ‘Pulau Buru Tanah Air Beta’. Film itu dicurigai ‘berbau’ komunisme. Sebab masyarakat yang dituduh terlibat dalam gerakan PKI di tahan di Penjara Pulau Buru.

Ilham mencurigai isu komunisme itu sengaja dibuat oleh pihak tertentu. Salah satunya organisasi masyarakat dan perorangan yang antiPKI.

“Orang-orang semacam itu digunakan oleh kelompok-kelompok yang selama ini eksis apabila isu PKI dan komunis ada,” kata Ilham.


Menhan: Kita Patut Curiga yang Bilang PKI Tidak Ada, Mungkin Dia Komunis


img_20170130_145804

Negara ini pernah hampir hancur gara-gara pengkhianatan dan pemberontakan PKI 1965, beruntung masih ada TNI bersama Umat Islam yang menjaga NKRI tetap utuh.

MPRS yang dipimpin Jenderal Besar TNI Dr AH Nasution mengeluarkan Tap MPRS No. XXV/1966 pada 5 Juli 1966 yang membubarkan dan melarang PKI.

Secara lengkap Tap MPRS No. XXV/MPRS/1966 itu adalah tentang “Pembubaran Partai Komunis Indonesia. Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme.”

img_20170130_150621


Tap MPRS ini sampai sekarang masih berlaku, karena memang komunis adalah bahaya laten, yang kapan saja bisa muncul kembali.

Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dengan tegas menyatakan bahwa pihak yang menganggap bahaya laten PKI (komunis) sudah tidak ada, yang beranggapan seperti itu patut dicurigai adalah seorang komunis.

“Dulu sering sekali kita dengar bahaya laten ditertawakan, nggak ada itu bahaya laten…. Jadi, kita patut curigai itu yang bilang nggak ada (PKI), mungkin dia yang komunisme,” kata Menhan Ryamizard Ryacudu di acara pertemuan dengan persatuan purnawirawan TNI AD serta Organisasi Masyarakat anti-PKI di Balai Kartini, Jakarta.


Reformasi 1998 dan Indikasi Kebangkitan PKI


Setelah pemaparan panjang lebar secara kronologis tentang apa dan bagaimana PKI, mulai dari sejarah lahirnya hingga sepak terjangnya yang penuh dengan kekejaman dan kebiadaban, diikuti dengan analisa dan kesimpulan. Kini pertanyaannya : Mungkinkah PKI bangkit kembali di Indonesia ?!

Dalam artikel ini akan dipaparkan aneka fenomena dari berbagai peristiwa dan kejadian yang bisa menjadi jawaban untuk pertanyaan tersebut.


1. TUNTUTAN PENCABUTAN TAP MPRS NO.XXV TAHUN 1966

PASCA REFORMASI 1998, kelompok-kelompok gerakan mahasiswa kiri seperti Forkot, Jarkot, Forbes, Fordem, SMID dan yang sejenisnya, dengan sangat lantang menyuarakan tuntutan Pencabutan TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan Penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Ini INDIKASI KUAT untuk KEBANGKITAN PKI, karena TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 selama ini merupakan penghalang utama bagi Kebangkitan PKI secara formal konstitusional.


2. PENGHAPUSAN SEJARAH PENGKHIANATAN PKI DALAM KURIKULUM

Sejak Tahun 1966 s/d 1998, dalam Kurikulum Pendidikan Sejarah Kemerdekaan Indonesia selalu dicantumkan tentang Sejarah Pengkhianatan PKI, baik pemberontakan PKI tahun 1948 mau pun Pemberontakan G30S PKI Tahun 1965. Dalam rentang waktu tersebut, setiap warga negara Indonesia yang pernah mencicipi pendidikan formal mulai dari tingkat dasar hingga menengah, selalu mendapatkan informasi yang lengkap tentang PKI, sehingga sikap ANTI PKI terlembagakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, PASCA REFORMASI 1998 Sejarah Pengkhianatan PKI mulai hilang dari kurikulum pendidikan. Dan melalui berbagai Media Sosial, serangan informasi yang memposisikan PKI sebagai Pahlawan dan Pejuang Kemerdekaan RI sangat deras dan kencang, sehingga banyak generasi muda yang tidak lagi mendapatkan informasi Pengkhianatan PKI dalam kurikulum pendidikan, terjebak dan perperangkap dalam PROPAGANDA PEMUTIHAN PKI.

Ini juga INDIKASI KUAT akan adanya gerakan sistematis untuk KEBANGKITAN PKI, karena Sejarah Pengkhianatan PKI yang ada dalam Kurikulum Pendidikan selama ini merupakan sumber informasi yang valid dan kokoh untuk menumbuhkan sikap ANTI PKI dalam kepribadian Bangsa dan Rakyat Indonesia.

 


3. PENGHENTIAN PEMUTARAN FILM G30S/PKI DI TVRI

Sejak tahun 1985, setiap tanggal 30 September, TVRI sebagai televisi nasional selalu memutar ulang Film Pengkhianatan G30S / PKI yang diproduksi pada tahun 1984, sehingga informasi tentang PKI tersebar secara meluas sampai daerah-daerah terpencil. Dan itu menumbuh suburkan kewaspadaan Bangsa dan Rakyat Indonesia terhadap Bahaya PKI.

Namun, PASCA REFORMASI 1998 pemutaran Film Pengkhianatan PKI mulai dihentikan. Menurut Asvi Warman Adam sebagaimana dilansir Situs Berita Merdeka.com bahwa Pasca Reformasi 1998, Mantan Kepala Staf TNI AU Marsekal Saleh Basarah menelpon Menteri Penerangan dan Menteri Pendidikan agar film tersebut dihentikan pemutarannya karena menyudutkan TNI AU.

Jika benar bahwa alasan penghentian pemutaran Film Pengkhianatan PKI adalah complain dari pihak TNI Angkatan Udara, sungguh sangat disesalkan. Jika memang ada bagian film yang tidak sesuai fakta atau merupakan fitnah bagi TNI Angkatan Udara, maka cukup dibuang bagian fitnah itu, bukan dengan menghentikan pemutaran film secara keseluruhan.

Akan tetapi, jika memang fakta Pengkhianatan G30S / PKI melibatkan ABRI dari semua angkatan, baik Darat, Udara, Laut mau pun Kepolisian, maka kenapa harus ditutupi, justru itu menjadi pelajaran bagi semua angkatan TNI agar lebih waspada dan berhati-hati menjaga dan melindungi kesatuannya dari infiltrasi (penyusupan) PKI.

Lagi pula, memang faktanya PKI dalam sejarahnya berhasil merekrut pejabat pemerintah dari semua golongan dan tingkatan, militer mau pun sipil, untuk menggolkan syahwat politik komunismenya. Tidak terkecuali di lingkungan Istana, hingga Pasukan Cakrabirawa dari TNI Angkatan Darat yang terkenal sebagai penjaga dan pelindung Presiden RI.

Dengan demikian tidak bisa dipungkiri bahwasanya ada tangan-tangan jahat yang bermain untuk menghapus ingatan bangsa Indonesia dari Pengkhianatan PKI, sehingga ini pun menjadi INDIKASI KUAT KEBANGKITAN PKI.


4. PENGHAPUSAN ”LITSUS” BAGI CALON PEJABAT

Sejak pembubaran dan pelarangan PKI di tahun 1966 hingga 1998, setiap warga negara yang akan menjadi pejabat negara, baik di lingkungan Eksekutif dan Legislatif mau pun Yudikatif, diwajibkan mengikuti LITSUS yaitu Penelitian Khusus yang sangat ketat dan cermat serta teliti dan mendalam terhadap setiap calon pejabat untuk memastikan bahwa ia tidak ada kaitan apa pun dengan gerakan PKI.

Karenanya, kader-kader muda dari sisa Gerakan Bawah Tanah PKI tidak pernah punya kesempatan untuk menyusup ke dalam pemerintahan sepanjang masa 1966 hingga 1998. Jika pun ada teramat sempit dan sulit.

Namun, PASCA REFORMASI 1998 Litsus dihapuskan dengan alasan penegakan Hak Asassi Manusia (HAM), sehingga kini kader-kader muda berpaham kiri yang punya kaitan erat dengan PKI dengan mudah bisa melenggang jadi pejabat tanpa hambatan.

Tentu, PENGHAPUSAN LITSUS menjadi bukti adanya tangan-tangan jahat yang bermain untuk membuka pintu kembali bagi PKI agar bisa masuk dalam lembaga-lembaga negara, sehingga ke depan lebih muda untuk bangkit dan berkembang. Ini pun INDIKASI KUAT KEBANGKITAN PKI.

 


5. PUTRA PUTRI PKI MASUK PARPOL DAN INSTANSI NEGARA

PASCA REFORMASI 1998, Penghapusan LITSUS telah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada Putra Putri Keturunan PKI untuk aktif di berbagai Partai Politik, sehingga mereka pun dengan mudah masuk ke berbagai Lembaga Kenegaraan.

Tentu kita tidak bisa dan tidak boleh melimpahkan kesalahan PKI kepada anak keturunan mereka yang tidak bersalah. Dan tentu hak-hak POLEKSOSBUD (politik, ekonomi, sosial dan budaya) anak keturunan PKI memang sudah semestinya diakui dan diberikan.

Namun, anak keturunan PKI harus tahu diri, bahwa pemulihan hak-hak mereka jangan disalah-gunakan untuk menghidupkan kembali ideologi PKI dan jangan lagi membangkitkan kembali paham komunisme, serta mereka tidak perlu membuka luka lama dengan memposisikan diri sebagai Korban kejahatan Orde Baru melalui pemutar balikkan Fakta dan manipulasi Data seolah Ulama dan Umara, khususnya NU dan TNI, adalah pelaku kejahatannya.

Lihat saja, Ribka Ciptaning yang menjadi anggota DPR RI melalui PDIP, bahkan menjadi ketua salah satu Komisi di DPR RI, secara demonstratif dan provokatif menulis dua buku yang masing-masing berjudul : ”Aku Bangga Jadi Anak PKI” dan ”Anak PKI Masuk Parlemen”.

Tentu tak dapat dipungkiri, masuknya putra-putri keturunan PKI ke dalam berbagai Partai Politik dan Instansi Negara, dengan tetap mengusung Ideologi PKI yang dibawa oleh orang-orang tua mereka merupakan INDIKASI KUAT KEBANGKITAN PKI.

 


6. PEMBUATAN BUKU DAN FILM PEMBELAAN TERHADAP PKI

PASCA REFORMASI 1998, marak penerbitan dan peredaran buku-buku yang berisi pembelaan terhadap PKI, antara lain :

  • a. AKU BANGGA JADI ANAK PKI dan ANAK PKI MASUK PARLEMEN. keduanya karya Ribka Tjiptaning Proletariyati.
  • b. GERWANI karya Amurwani Dwi Lestariningsih.
  • c. KABUT G30S karya Mohammad Achadi.
  • d. PALU ARIT DI LADANG TEBU karya Hermawan Sulistyo.
  • e. PENGHANCURAN GERAKAN PEREMPUAN karya Saskia Eleonora Wieringa.
  • f. SIAPA SEBENARNYA SOEHARTO karya Eros Djarot dkk.
  • g. TEREMPAS GELOMBANG PASANG karya Sudjinah.

PASCA REFORMASI 1998, juga marak pembuatan dan peredaran film yang berisi pembelaan terhadap PKI, antara lain :

  • a. JAGAL dan SENYAP keduanya disutradarai Joshua Oppenheimer dan diapresiasi oleh Komnas HAM & LSM-LSM Liberal.
  • b. SANG PENARI disutradarai Ifa Isfansyah dan dibintangi Prisia Nasution & Oka Antara.
  • c. GIE disutradarai Riri Riza dan dibintangi Nicolas Saputra & Sita Nursanti.
  • d. JEMBATAN BACEM disutradarai Yayan Wiludiharto diproduksi LSM Elsam.
  • e. LASTRI disutradarai Eros Djarot dan dibintangi Marcelia Zalianty & Tio Pakusadewo.

Inti dari semua Buku dan Film tersebut di atas adalah sama yaitu menumbuhkan simpatik penonton terhadap PKI. Dalam semua buku dan film tersebut digambarkan penderitaan keluarga PKI yang menyedihkan dan memilukan, karena hidup dalam penindasan rezim penguasa. PKI diposisikan sebagai korban yang terzalimi, sehingga tak satu pun episode kekejaman dan kebiadaban PKI yang diangkat dalam cerita. Pelan tapi pasti, semua buku dan film tersebut akan menggerus sikap ANTI PKI yang selama ini sudah terlembagakan dalam kepribadian Bangsa dan Rakyat Indonesia.

Dengan demikian, ini juga merupakan INDIKASI TAK TERBANTAHKAN bahwa Keluarga Besar PKI sedang menyusun langkah dan menata gerakan untuk BANGKIT KEMBALI.

 


7. RUU KKR (KOMISI KEBENARAN & REKONSILIASI)

PASCA REFORMASI 1998, Para Narapidana PKI melalui YPKP 65/66 (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 / 1966) terus mencari cara untuk “PEMUTIHAN DOSA PKI”, salah satunya adalah dengan terus mendesak pemerintah agar mengajukan RUU KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi).

YKPPI 65/66 dimana-mana selalu mengkampanyekan bahwa PKI adalah ”KORBAN KEJAHATAN” bukan ”PELAKU KEJAHATAN”, sekaligus memutar-balikkan Fakta dan memanipulasi Data serta melemparkan semua kesalahan kepada ”ORDE BARU”.

YKPPI menyatakan : ”Target Advokasi HAM YPKP 65/66 adalah bahwasanya pengungkapan kebenaran melalui KKR merupakan pintu masuk paling halus namun berkekuatan besar untuk mengembalikan posisi ekonomi, politik dan sosial PKI”, sebagaimana dimuat di YPKP6566.Blogspot.com pada tanggal 12 September 2010.

Ini adalah INDIKASI KEBANGKITAN PKI.

 


8. PEMBELAAN KOMNAS HAM & LSM LIBERAL UNTUK PKI

PASCA REFORMASI 1998, Komnas HAM dan LSM-LSM Liberal disamping memberi apresiasi terhadap buku-buku dan film-film yang membela PKI, ternyata juga menjadi pihak yang paling sigap dan paling sibuk dalam mendesak dan menekan pemerintah RI dan DPR RI agar mengesahkan RUU KKR menjadi UU, sehingga di tahun 2004 Pemerintah RI secara resmi mengajukan RUU KKR ke DPR RI untuk dibahas, namun akhirnya RUU KKR tersebut hingga tahun 2006 dimentahkan oleh DPR RI.

Kini, di tahun 2015 secara mengejutkan, tiba-tiba pemerintah kembali mengajukan RUU KKR agar masuk dalam Prolegnas DPR RI. Apa pun alasannya, ini pun merupakan INDIKASI TAK TERPUNGKIRI bagi KEBANGKITAN PKI yang mulai berhasil menyusup ke berbagai lini Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, untuk mempengaruhi kebijakan dan pembuatan perundang-undangan yang menguntungkan PKI.


9. BANTUAN CHINA KEPADA INDONESIA & KOMPENSASINYA

PASCA REFORMASI 1998, hak POLEKSOSBUD (politik, ekonomi, sosial dan budaya) China di Indonesia dipulihkan sama sekali, sehingga Reformasi 1998 menjadi PINTU KEMENANGAN CHINA di Indonesia :

  • a. China yang di Era 1966 – 1998 tidak mudah menjadi pejabat publik, justru kini bebas dan leluasa jadi Lurah, Camat, Bupati hingga Gubernur dan Menteri, bahkan Presiden.
  • b. Di Era 1966 – 1998 nama China harus diganti dengan nama Indonesia untuk pengakuan kewarga-negaraan, sedang kini penggunaan nama China dibebaskan sebebas-bebasnya.
  • c. Barongsai yang di Era 1966 – 1998 dilarang, kini dibesarkan dan dipertontonkan dengan bebas di tengah publik dalam berbagai acara budaya, bahkan PKS  yang menyamar menjadi partai Islam namun sebenarnya partai sekuler itu pun menggelar Barongsai dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Padahal barongsai jelas-jelas musyrik rakyat china.
  • d. Tulisan dan Bahasa China yang di Era 1966 – 1998 dilarang digunakan di tempat umum, kini menghiasi berbagai Mall, Pasar, Toko dan Perumahan dengan sangat bebas, bahkan ada Statsiun TV yang secara terbuka menyajikan sejumlah acara dengan Tulisan dan Bahasa China.
  • e. Khonghuchu yang di Era 1966 – 1998 tidak diakui dan tidak boleh dicantumkan sebagai agama dalam KTP, kini diakui sebagai salah satu agama resmi di Indoensia, sehingga boleh dicantumkan dalam KTP.
  • f. Hari Raya Imlek (Tahun Baru China) di Era 1966 – 1998 hanya boleh dirayakan secara tertutup di kalangan masyarakat China saja, tapi kini dijadikan Hari Libur Nasional dan dirayakan secara terbuka dan besar-besaran.
  • g. Pengusaha China yang di Era 1966 – 1998 diberi kebebasan berbisnis, tetapi tetap dengan kontrol ketat, kini merajalela sehingga informasinya bahwa tidak kurang dari 70 % lahan ibu kota Jakarta sudah dikuasai dan dimiliki oleh Delapan Konglomerat China Indonesia.
  • h. Di tahun 1966, Kongres ABRI merekomendasikan pelarangan penggunaan kata ”Tiongkok”, tapi dengan tegas dan jelas menetapkan penggunaan kata ”China”, karena keterlibatan China dengan PKI, tapi kini terbit aturan sebaliknya yaitu penghapusan sebutan ”China” dan pengharusan penggunaan kata ”Tiongkok”. Padahal, di Negeri China sendiri, mereka masih menyebut diri mereka dengan sebutan ”CHINA”.

Karenanya, tidak heran jika kini Negara Raksasa Komunis RRC (Republik Rakyat China) sangat bermesra-mesraan dengan pemerintah Indonesia, sehingga pada Selasa 16 Juni 2015, Garuda Indonesia menanda tangani kerja sama dengan BOC (Bank of China) Aviation dengan nilai dana US $ 4,5 milyar atau sekitar Rp 58 Trilyun. Dan usai acara penanda-tanganan kerja-sama tersebut di Paris, Menteri BUMN Rini Soemarno menginformasikan bahwa BUMN pun sudah ada kesepakatan pembiayaan dengan China Development Bank (CDB) dan ICBC senilai US$ 40 Milyar atau sekitar 520 Trilyun.

Namun demikian, kebangkitan China Komunis di Indonesia dan kemesraan pemerintah Indonesia dengan Negara Raksasa Komunis RRC wajib diwaspadai, karena China Komunis pernah terlibat langsung dalam poros Jakarta – Peking yang dibangun oleh Gerakan PKI di zaman Orla, sehingga bukan tidak mungkin ini pun menjadi INDIKASI KEBANGKITAN PKI. Apalagi bantuan sebesar itu tidak mungkin cuma-cuma, tentu ada kompensasi politik dan ekonominya yang akan menguntungkan China Komunis.

 


10. KERJA SAMA PARPOL INDONESIA DENGAN PARTAI KOMUNIS CHINA

Sepanjang tahun 1966 hingga 1998, tak ada satu pun Ormas mau pun Orsospol yang berani secara terang-terangan menjalin hubungan kerja-sama dengan PARTAI KOMUNIS CHINA (PKC). Namun, PASCA REFORMASI 1998 Partai Nasional Demokrat (Nasdem) secara terbuka dan terang-terangan menjalin kerja-sama dengan Partai Komunis China.

Selasa 6 juni 2015, Wakil Presiden Partai Komunis China (PKC) Gou Yezhou menemui Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh di Kantor DPP Partai Nasdem untuk membahas sejumlah agenda diplomatik dan kerjasama antara kedua partai.

Jauh sebelumnya, sebagaimana diberitakan Merdeka.com tanggal 14 Oktober 2013, bahwa PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) pada tahun 2015 saja hingga bulan Oktober telah mengirimkan tiga angkatan dari para kadernya untuk studi banding dengan PKC (Partai Komunis China). Para Kader PDIP tersebut di China belajar di Sekolah PKC tentang bagaimana cabang dan ranting partai PKC bekerja, serta kegiatan kerja sama lainnya.

Sebelumnya, tokoh faksi komunis di PDIP seperti eva K sundari, Ribka Tjiptaning dan puluhan elit PDIP studi di Partai Komunis China. Eva Kusuma Sundari pimpinan delegasi PDIP akui bahwa kader PDIP yang belajar di sekolah partai Komunis itu merupakan angkatan ketiga

Selain Eva agta Komisi III DPR, kader PDIP lainnya studi komunis PKC lain Vanda Sarundayang (komisi VI DPR RI, Ketua Taruna Merah Putih Sulut) Kader faksi komunis PDIP Bupati Ngawi Budi Sulistyo, Bupati Flores Timur Yoseph l Herin, dan Ketua DPRD Semarang Bambang Kusriyanto.

Bahayanya adalah Eva K Sundari yang PKI Lovers itu, juga adalah Departemen Kaderisasi Departemen Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan” Akibatnya, banyak elit PDIP dicecoki paham komunis via program pengkaderan PDIP. Kerjasama partai komunis china, tujuannya : komunisasi PDIP. Tahun depan akan berdiri sekolah partai PDIP yang materinya lebih banyak disusupi paham komunisme internasional

Tahun 2015 CAFTA = China Asean Free Trade Area berlaku. RI bebas dimasuki siapa saja dari china. Ideologi komunisme akan jadi ekspor utama.

Komunisme Rusia sudah menguat lagi dan sudah kuasai militer Rusia. Terbukti degan keberanian Rusia serang Ukraina dan tantang Nato. Komunisme Indonesia hidup lagi, bangkit lagi.

Selain hendro priono yang usung kepentingan australia di Indonesia dan PDIP, juga ada Budiman Sudjatmiko. Budiman sudjatmiko mantan ketua PRD berhaluan komunis itu punya hubungan erat dengan Partai Komunis Australia. Hubungan Erat Partai Komunis Australia dengan komunis Indonesia /PKI sudah terbina sejak tahun 1950an, sekarang dibangun besarkan Budiman Jatmiko. Sambutan Partai Komunis Australia pada Hut PKI http://t.co/4sJBQDtaii

Tentu semua fakta kerja-sama Parpol Indoneisa dengan PARTAI KOMUNIS CHINA tidak boleh dianggap sepele sebagai INDIKASI KEBANGKITAN PKI di Indonesia.

 


11. SEMINAR DAN TEMU KANGEN UNTUK BELA PKI

PASCA REFORMASI 1998 , sering digelar Seminar dan Lokakarya untuk Pembelaan terhadap PKI, begitu juga sering diadakan Reuni dan Temu Kangen Keluarga Besar PKI. Bahkan tidak jarang Komnas HAM dan berbagai LSM Liberal terlibat dalam aneka pertemuan tersebut. Ini merupakan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di zaman Orba.

Misalnya, tanggal 24 Juni 2010, Ribka Tjiptaning dan Rieke Dyah Ayu Pitaloka serta Nursuhud dari Komisi IX DPR RI yang berkunjung ke Banyuwangi dalam rangka temu dengan PPI (Persatuan Perawat Indonesia) dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia) untuk sosialisasi Program Kesehatan Gratis, namun acara bergeser dan berubah menjadi Reuni dan Temu Kangen Keluarga Besar PKI dari berbagai daerah di Jawa Timur di Rumah Makan Pakis Ruyung.

Ini disebut apalagi kalau bukan merupakan INDIKASI KEBANGKITAN PKI di Indonesia?


12. PEMBENTUKAN ORMAS / ORSOSPOL YANG BERAFILIASI KEPADA PKI

Pada tahun 1994, Budiman Sudjatmiko dan kawan-kawan mendirikan PRD (Partai Rakyat Demokratik) dengan manifesto politik yang berhaluan sosialis komunis, sehingga dilarang dan dikejar oleh Rezim Orde Baru. Saat Reformasi 1998, PRD termasuk yang paling aktif melakukan Aksi-Aksi Anarkis. Dua program utama PRD dalam manifesto politiknya saat didirikan adalah Refrendum untuk Timor Timur dan Pencabutan Dwi Fungsi ABRI. Dan keduanya berhasil diwujudkan PASCA REFORMASI 1998.

PASCA REFORMASI 1998, Anak Keturunan PKI yang masih mengusung Ideologi Komunis mulai berani tampil vulgar dengan membentuk Ormas dan Orsosopol yang berhaluan komunis, hanya saja belum berani tampil telanjang terang-terangan menyebut diri sebagai PKI.

Selanjutnya, mantan Aktivis PRD tersebar ke berbagai lini politik. Ada yang masuk bergabung ke PDIP seperti Budiman Sudjatmiko dan Raharja Waluya Jati. Ada yang gabung dengan Partai Perindo (Persatuan Indonesia) yang didirikan Harry Tanoesudibyo yaitu Anom Astika dan Ardi Putra Utama. Ada yang jadi Staf Ahli Presdien SBY yaitu Andi Arif. Ada juga yang jadi Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yaitu Dita Indah Sari yang gabung ke PBR (Partai Bintang Reformasi) dan Faisol Reza yang gabung ke PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).

Ada juga yang jadi jurnalis seperti Nezar Patria mantan Sekjen SMID (Solaidaritas Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi) yang kini menjadi Redaktur Pelaksana Situs Berita VIVAnews.com. Ada pula yang jadi Pastor di Chicago AS seperti Henry Kuok.

Tokoh Kiri lainnya, Pius Lustrilanang pendiri Aldera (Aliansi Demokratik Rakyat) dan ISAI (Institut Studi Arus Informasi) pernah bergabung dengan PAN, lalu PDIP, kini Gerindra. Dan Adian Napitupulu aktivis GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) medirikan FORKOT (Forum Kota) yang nyata-nyata berhaluan komunis, kini jadi politisi PDIP dan duduk sebagai anggota DPR RI melalui Pemilu di Dapil Wilayah Bogor.

Apa yang seperti ini bukan INDIKASI KEBANGKITAN PKI ?

 


13. PEMUTARBALIKAN SEJARAH PKI

PASCA REFORMASI 1998, Gerakan Neo PKI dibantu oleh Komnas HAM dan berbagai LSM Liberal berdalih Pengungkapan Kebenaran dan Penegakkan HAM melakukan Propaganda Pemutar-balikkan Fakta Sejarah PKI dengan memanipulasi Data Sejarah melalui berbagai Media Cetak mau pun Elektronik.

Hasilnya, mulai terbentuk opini di tengah masyarakat bahwa sebenarnya PKI adalah pejuang kemerdekaan RI, bahkan merupakan motor penggerak revolusi kemerdekaan. Lalu PKI pun diposisikan sebagai pihak yang difitnah dan dizalimi oleh Orde Baru untuk menarik simpatik masyarakat. Akhirnya PKI dijadikan sebagai pahlawan, sementara lawan-lawan PKI seperti TNI dan NU serta MASYUMI sebagai penjahatnya yang telah melakukan kezaliman dan kebiadaban.

Nah. ini pun disebut apalagi kalau bukan merupakan INDIKASI KEBANGKITAN PKI di Indonesia.

 


14. LAMBANG PKI DI KALANGAN SELEBRITIS & KAWULA MUDA

PASCA REFORMASI 1998, marak beredar di internet sejumlah artis Indonesia ramai-ramai memakai kaos merah dengan gambar Palu Arit yang merupakan Lambang PKI, sehingga Kawula Muda para fans mereka pun menirunya.

Selanjutnya, Lambang Palu Arit pun mulai ditemukan dimana-mana, bahkan mulai banyak anak muda yang menyukainya.

Inilah salah satu cara Gerakan Neo PKI mensosialisasikan Lambang PKI agar masyarakat akrab kembali dengan lambang tersebut. Ini juga sebagai INDIKASI KEBANGKITAN PKI.

 


15. USULAN PENGHAPUSAN KOLOM AGAMA DALAM KTP

Di Jakarta, Si Kafir AHOK menyerukan agar kolom agama dihapuskan dari KTP. Seruan ini disambut dengan gegap gempita oleh kalangan Liberal dan kelompok-kelompok berhaluan kiri. Namun seruan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Menteri Dalam Negeri RI Gamawan Fauzi.

Seruan AHOK wajib dicurigai sebagai Trik PKI, karena memang jika kolom agama dihapuskan maka kalangan PKI yang anti Agama dengan leluasa memiliki KTP tanpa agama. Dan AHOK pun patut dicurigai sebagai bagian dari Gerakan Neo PKI, karena dahulu memang kalangan China di Indonesia banyak terlibat dengan PKI.

Pantas, AHOK nekat melarang Ibadah Qurban, membongkar Masjid, mengusulkan Apartemen Pelacuran dan Pulau Judi, serta mencaci maki rakyat dan pejabat dengan bahasa kasar dan kotor, percis sifat dan sikap yang pernah dipertontonkan PKI dahulu.

In juga bagian dari INDIKASI KEBANGKITAN PKI.

 


16. RENCANA GUS DUR & SBY UNTUK MINTA MAAF KEPADA PKI

Wacana permohonan maaf Presiden RI atas nama Negara RI kepada PKI pertama kali muncul di zaman Presiden Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, namun tidak terjadi karena saat itu gelombang penolakan dari Kelompok Islam sangat besar, khususnya FPI yang sempat menurunkan 10.000 Laskar mengepung Istana Presiden dalam Aksi Anti PKI di Jakarta.

Wacana tersebut kembali muncul di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab disebut SBY, bahkan sempat ada pengajuan dan pembahasan RUU KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi) di DPR RI yang beraroma ”Pemutihan PKI”, namun lagi-lagi gagal karena mendapat penolakan keras dari Ormas dan Orsospol Islam di DPR RI.

Dari Wacana menjadi Rencana, sehingga ada langkah nyata pengajuan RUU KKR untuk PEMUTIHAN DOSA-DOSA PKI. Tentu ini juga merupakan INDIKASI KEBANGKITAN PKI.

 


17. JANJI KAMPANYE JOKOWI JIKA MENANG MINTA MAAF KEPADA PKI

Santer berita, kini kelompok-kelompok kiri dan berbagai LSM Liberal menagih janji kepada Jokowi untuk meminta maaf kepada PKI. Konon informasinya, bahwa Jokowi saat kampanye Pilpres, secara ”diam-diam” punya ”kontrak politik” dengan mereka bahwa jika menang maka Jokowi akan minta maaf kepada PKI.

Jika berita ini benar, maka ini pun masuk dalam katagori INDIKASI KEBANGKITAN PKI.


18. JARGON JOKOWI TENTANG REVOLUSI MENTAL

KARL MARX sebagai Bapak Komunis Dunia berpandangan bahwa agama adalah belenggu dan Tuhan adalah penjajah, sehingga manusia yang beragama dan bertuhan tidak memiliki kebebasan, karena jiwanya terbelenggu dengan aturan agama dan terjajah dengan hukum Tuhan. Oleh karena itu menurut KARL MARX harus ada REVOLUSI MENTAL yang membebaskan dan memerdekan jiwa manusia dari belenggu agama dan jajahan Tuhan.

Sejak dulu hingga kini, kalangan KOMUNIS selalu mengkampanyekan REVOLUSI MENTAL, termasuk PKI di Indonesia era 1945 hingga 1965, untuk menjauhkan umat manusia dari agama dan hukum Tuhan, yang jelas dipaparkan dalam buku karya DN Aidit. Kini, di Indonesia semenjak Jokowi menjadi Presiden RI, justru SANG PRESIDEN yang meneriakkan REVOLUSI MENTAL. Ada apa ?!

Apa karena Jokowi tidak tahu dan tidak paham dengan sejarah istilah REVOLUSI MENTAL ? Atau sebaliknya, justru beliau tahu dan paham serta memang sengaja mengkampanyekannya ? Walaahu A’lam.

Namun, yang jelas, kampanye REVOLUSI MENTAL Jokowi kini ditunggangi dan dimanfaatkan PKI untuk menghidupkan kembali jargon PKI yang dulu pernah populer itu, sehingga ini menjadi bagian dari INDIKASI KEBANGKITAN PKI.

 


19. RENCANA JOKOWI MINTA MAAF KEPADA PKI

Wacana permohonan maaf Presiden RI atas nama Negara RI kepada PKI yang pernah muncul di zaman Gus Dur dan SBY, kini muncul kembali di zaman Jokowi. Dan kabar tentang RUU KKR yang pernah ditolak DPR RI, lalu kini oleh pemerintahan Jokowi diajukan kembali ke DPR RI dengan sedikit modifikasi, sehingga masuk dalam daftar Prolegnas DPR RI tahun 2015 patut dijadikan sebagai bagian dari INDIKASI KEBANGKITAN PKI.


20. KERESAHAN TOKOH-TOKOH NU TENTANG PKI

Diberitakan oleh berbagai media bahwa KH Sholahuddin Wahid yang akrab dipanggil Gus Sholah sebagai cucu pendiri NU, Almarhum wal Maghfuur lahu Hadrotus Syeikh Hasyim Asy’ari, menyatakan bahwasanya jika Jokowi minta maaf kepada PKI maka akan melukai hati dan perasaan warga NU.

KH Ahmad Hasyim Muzadi sebagai salah seorang sepuh NU dan juga anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) sejak lama di berbagai kesempatan sering menyatakan kekhawatrirannya tentang KEBANGKITAN PKI. Saat ini pun beliau tidak segan-segan menasihati Presiden RI agar tidak minta maaf kepada PKI.

Keresahan serupa dialami juga oleh kalangan Ulama sepuh NU di berbagai daerah. Di Bogor, pimpinan Pesantren Al-Ihya, KH Muhammad Husni Thamrin, sejak lama hingga kini selalu mengingatkan para santrinya dan segenap umat Islam di hampir setiap tausiyahnya agar WASPADA KEBANGKITAN PKI. Bahkan para Ulama dari berbagai kalangan, seperti Muhammadiyah, Persis, Al-Washliyah, Al-Irsyad, hingga para Habaib dari Rabithoh Alawiyah, sama resah dan gelisahnya.

Karenanya, berbagai Ormas dan Tokoh Islam sepakat akan menggelar PARADE TAUHID bersama Umat Islam pada hari Ahad tanggal 16 Agustus 2015 dengan Long March dari Senayan ke Bunderan HI dari jam 7 pagi hingga 12 siang, yang salah satu tema utamanya adalah MELAWAN KEBANGKITAN PKI.

Nah, keresahan para Ulama dan Tokoh Islam dari berbagai kalangan juga merupakan INDIKASI KEBANGKITAN PKI. Keresahan tersebut bukan tanpa alasan, apalagi mereka memiliki banyak lini untuk mengakses informasi dari Istana Presiden RI.


Analisa dan Kesimpulan


Dua puluh INDIKASI KEBANGKITAN PKI tersebut di atas mulai naik ke permukaan sejak PASCA REFORMASI 1998, sehingga patut dicurigai jangan-jangan Reformasi 1998 tidak lain dan tidak bukan adalah REFORMASI PKI yang ditujukan untuk BALAS DENDAM bukan hanya kepada Rezim Orde Baru, tapi juga kepada para Ulama, Tokoh dan Ormas Islam, yang telah ikut andil menghancur-leburkan PKI di tahun 1965. Wallaahu A’lam.


Lihat pula video dibawah ini:


RUJUKAN :

Penyesalan Mantan Marinir AS atas Terorisme yang Pernah Dilakukannya Di Irak

Penyesalan Mantan Marinir AS atas Terorisme yang Pernah Dilakukannya Di Irak

img_20170130_123342

KLIK UNTUK MELIHAT VIDEO


Invasi Amerika Serikat atas Irak, telah membuat negeri Islam itu porak-poranda. Paska kematian Presiden Saddam Hussein, negeri yang disebut 1001 malam ini  seperti tidak pernah padam dari gejolak. Bom-bom bunuh diri meledak disana-sini yang menyebabkan korban-korban tewas mengenaskan. Penculikan dan penembakan misterius terjadi dimana-mana. Irak benar-benar remuk redam, hanya untuk sebuah tujuan: sumber daya alam yang melimpah (minyak).
Amerika Serikat dibawah pemerintahan George W Bush sebagai aktor utama kehancuran Irak waktu itu, sudah mengirim ribuan “mesin pembunuhnya” ke Irak untuk melibas dan menghabisi apa yang mereka sebut sebagai “teroris”. Semua itu dilakukan untuk menguasai kekayaan alam Irak dan menebar pengaruh “barat” di negeri mayoritas Muslim tersebut.
Namun, apakah semua pasukan elit Amerika yang dikirim ke Irak untuk membunuh orang-orang tidak berdosa disana senang atau bahagia? Ribuan malah dihinggapi stres berat, bahkan ada yang gila, menembak rekanya sendiri, atau bahkan membelot. Sebagian tewas terkena bom dan meregang nyawa dalam pertempuran melawan pejuang Irak.
Perang memang kejam, tidak ada rasa kemanusiaan disana. Pasukan asing bersenjata yang sudah dirasuki amarah menembaki rakyat Irak secara brutal, semua dilakukan atas nama perintah atasan. Sebagian melakukanya dengan tanpa tega, meski yang dihadapi adalah warga sipil tidak bersenjata. Mereka memberondongnya dengan alasan semua yang mereka hadapi adalah musuh yang harus dihabisi.
Namun seorang veteran perang Irak, Jon Michael Turner, seorang Marinir dari Batalyon III ke 8, spesialis penambak dari mesin otomatis yang dikirim George W Bush ke Irak, melakukan sebuah testimoni yang menyentuh.
Dihadapan para hadirin yang terdiri dari mantan serdadu yang pernah dikirim ke Irak dan sejumlah wartawan, Turner menceritakan kegetiran hatinya saat pernah bertugas di Irak tahun 2006.
Bahkan, saat mengawali testimoninya, Turner yang tampil dengan brewok lebat mencabut dan menghempaskan pin penghargaan yang pernah diberikan komandanya dari baju kebesaranya saat bertugas.

“sekali seorang Marinir, selalu marinir,” Turner lalu melecut pin yang tersemat dibaju dan melemparkan semua penghargaan itu kehadapan hadirin sambil berkata, “makanlah apel, persetan dengan korps. Saya tidak bekerja untuk kamu lagi.”Para hadirin bertepuk tangan menyaksikan keputusan Turner. Lalu dia kembali menceritakan flash-back kekejaman-kekejaman yang pernah dia lakukan tanpa rasa perikemanusiaan terhadap rakyat Irak tak berdosa, saat ia pertama kali ditugaskan ke Irak tahun 2006. Waktu itu dia beserta beberapa rekanya sedang melakukan sebuah patroli rutin.

“Pada tanggal 18 April 2006, adalah pertama sekali saya membunuh manusia. Orang ini sebetulnya tidak bersalah, aku tidak tidak tahu namanya, namun aku dan teman-temanku memanggil lelaki ini dengan sebutan “si gendut”. Saat dia berjalan kearah rumahnya hendak pulang, aku menembaknya didepan temannya, ayahnya dan keluarganya. Tembakan pertama tidak membuat dia langsung tewas, tapi dia sekarat. Saya juga memukulnya dibagian leher dan setelah itu dia mulai berteriak dan melihat langsung ke mata saya. Saya melihat teman saya, mereka membuat kode agar aku mengeksekusi mati si gemuk itu, lalu aku melakukanya dan lelaki itu tewas. Mayat lelaki itu lalu dibawa anggota keluarganya. Butuh tujuh orang untuk membawa tubuhnya pergi.” cerita Turner sambil terbata-bata, bahkan sempat meneteskan air mata. Beberapa hadirin ikut berlinang air mata mengawali testimoni Turner.
“Komandan kompi saya secara pribadi mengucapkan selamat kepada saya, seperti yang ia lakukan kepada orang lain dalam korps kami. Ada kebanggan tersendiri bagi pasukan apabila mampu melakukan pembunuhan pertama dan mereka nantinya akan mendapat cuti empat hari sekembali dari Irak.” tutur Turner dengan wajah memerah.
Turner juga menceritakan berbagai kesaksian lainya seperti saat timnya kerap melakukan sweeping ke rumah-rumah penduduk Irak. Menendang pintu dan mencekik orang-orang tidak bersalah. Banyak lelaki Irak yang didapati dalam rumah bersama anggota keluarganya dipukul bila melawan dan bahkan banyak yang dibenturkan kepalanya ke tembok dan diseret keluar. Turner menceritakan kalau dirinya sebetulnya sangat tidak tega melihat orang-orang tidak berdosa itu disiksa dan dibunuh. Orang-orang ditembaki secara serampangan.
Turner juga menceritakan bagaimana keji dan bobroknya pasukan Amerika yang “tidak punya rasa hormat” kepada tempat ibadah ummat Islam disana. Beberapa seradadu dari kompi mereka menembaki sebuah menara masjid Madina At-Zahra dengan tank hingga ambrol.
“saya hanya mau menyampaikan pesan kepada kalian bahwa saya sangat menyesal untuk kebencian dan kehancuran yang saya lakukan para orang yang tidak bersalah ini. Saya minta maaf untuk hal-hal yang saya lakukan. saya bukan lagi monster yang dulu.” tutup Turner dengan sedih dalam Video yang diungguh 8 April 2012 itu.
Seorang mantan Staf Sersan, Camilo Mejia juga berbicara. Saat dirinya telah bertugas di Irak, lalu ia menolak untuk kembali kesana. Lalu ia diadili di pengadilan militer dan menghabiskan hampir satu tahun di penjara. Mejia sekarang menjadi ketua IVAW dan bersaksi:
“Kami memiliki lebih dari satu juta orang mati Irak. Kami memiliki lebih dari 5 juta warga Irak mengungsi. Kami memiliki hampir 4.000 pasukan Amerika mati. Kami memiliki hampir 60.000 yang terluka. Itu belum termasuk yang mengalami gangguan stres dan semua luka psikologis dan emosional lainnya, mereka pulang membawa stres. Perang ini tanpa manusiawi dan telah menghancurkan negara Irak dan orang-orang Irak. Kita harus merenung kembali rasa kemanusiaan kita, kami menuntut penarikan semua pasukan dari Irak tanpa syarat, dan ganti rugi bagi rakyat Irak sehingga mereka dapat membangun kembali negara mereka.”

REFERENSI :

Irak Lebih Baik Jika Saddam Hussein Berkuasa

Irak Lebih Baik Jika Saddam Hussein Berkuasa – Pengakuan ‘Mengejutkan’ Agen CIA yang Interogasi Saddam Hussein

Screenshot_2016-06-11-04-26-20_1Screenshot_2016-06-11-04-26-36_1

Screenshot_2016-06-11-04-28-23_1Screenshot_2016-06-11-04-25-35_1Screenshot_2016-06-11-04-27-27_1

Operasi Red Dawn atau Fajar Merah digelar untuk satu tujuan: menangkap mantan Presiden Irak Saddam Hussein yang kekuasaannya telah dilucuti. Pada Desember 2003, sang diktator ditangkap di sebuah lubang persembunyian. Ia menyerah tanpa perlawanan.

Setelah itu, proses interogasi dilakukan. Badan Intelijen Pusat AS (CIA) membutuhkan seorang spesialis yang mampu melakukan identifikasi dan menggali informasi dari Saddam Hussein. John Nixon ditugaskan untuk melakukannya.

Nixon sudah mempelajari Saddam Hussein sejak ia bergabung dengan CIA pada 1998. Perannya adalah untuk mengumpulkan pengetahuan mendalam tentang pemimpin dunia, menganalisis apa yang bisa membuat mereka ‘tersenggol’.

“Saat krisis terjadi, para pembuat kebijakan datang pada kami dengan pertanyaan tentang orang-orang itu, apa yang mereka inginkan, mengapa mereka melakukannya,” kata Nixon pada program BBC yang dipandu Victoria Derbyshire, seperti dikutip Liputan6.com, Rabu (4/1/2017).

Agen CIA itu berada di Irak saat tentara AS menemukan lubang kecil mencurigakan di pertanian dekat kampung halaman Saddam Hussein di Tikrit. Seorang pria dengan rambut dan janggut awut-awutan ditemukan terbaring di dalamnya.

Kala itu beredar rumor bahwa Saddam Hussein punya banyak kembaran. Namun, “Tak ada keraguan dalam benakku saat melihatnya. Itu memang Saddam Hussein,” kata Nixon.

Pria yang pensiun dari kesatuan FBI pada 2011 itu menjadi orang pertama yang memeriksa Saddam Hussein.

“Aku bahkan mencubit diriku, tak percaya bahwa aku memeriksa orang paling dicari di muka bumi. Rasanya tak masuk akal.”

img_20170130_120046

Penulis buku Debriefing the President: The Interrogation of Saddam Hussein itu mendeskripsikan, mantan pemimpin Irak itu adalah sosok yang penuh kontradiksi.

Nixon juga mengaku melihat ‘sisi manusiawi’ Saddam Hussein yang bertolak belakang dengan penggambaran yang disajikan oleh media AS.

“Dia adalah salah satu orang yang paling karismatik yang pernah saya temui. Jika sedang ingin, ia bisa menjadi sosok menawan, baik, lucu, juga sopan.”

Tapi, ia juga bisa beralih ke sisi lebih gelap. Saat marah, kata Nixon, Saddam bisa berubah jadi arogan, jahat, kejam, dan menakutkan.

“Ada dua atau tiga kesempatan saat pertanyaan yang kuajukan membangkitkan sisi gelapnya,” kata Nixon. Kali lain, Saddam menunjukkan dirinya yang narsistis.

Beberapa kali emosi Saddam tersulut saat ia menjalani pemeriksaan di ruang kecil dan suram. Ia duduk di kursi lipat berbahan logam.

Selain Nixon, ada seorang polygrapher atau ahli pendeteksi kebohongan dan seorang penerjemah yang ada dalam ruangan.

Pada akhir sesi pertama pemeriksan, ketika Nixon mencoba untuk menjalin hubungan dengan terperiksa, dengan harapan ia akan bekerja sama. Kala itu, Saddam mengatakan, dia menikmati percakapan dengan agen CIA itu.

Sudah lama ia bersembunyi, berbulan-bulan, selama itu ia tak punya teman mengobrol. Itu adalah awal yang positif, namun, hari berikutnya Saddam bersikap curiga.

“Dia adalah salah satu orang yang paling curiga yang pernah saya temui. Setiap pertanyaan yang saya ajukan, ia akan balik bertanya.”

Nixon mengakui, CIA nyaris tak punya sarana untuk membuat Saddam bicara. “Kami harus membuat ia merasa bahwa apa yang ia sampaikan direkam, tercatat dalam sejarah, dan didengar para pemimpin tertinggi dunia.”

Sebagai bagian dari CIA, dia menambahkan, setiap agen dibekali bagaimana bertanya pada sumber, membuat mereka menjadi aset potensial.

Tantangannya adalah, jangan sampai melenceng dari target informasi yang ingin didapat. Atau bahkan menjurus ke sebuah topik dengan cara yang salah.

Kala itu, subjek yang paling penting adalah terkait senjata pemusnah massal.

Saddam Versus Bush

Amerika Serikat dan Inggris menggunakan dalih senjata pemusnah massal sebagai alasan mengobarkan perang di Irak. “Soal itu yang ingin diketahui Gedung Putih,” kata Nixon.

Namun, dalam percakapannya dengan Saddam Hussein, para penasihatnya, dan sejumlah penyelidikan yang ingin memverifikasi klaim tersebut — Nixon sampai pada kesimpulan bahwa mantan pemimpin Irak itu telah menghentikan program senjata nuklir pada tahun sebelumnya dan tak berniat untuk menghidupkannya lagi.

Nixon mengaku, ia tidak diundang untuk berdiskusi Presiden George W Bush sampai lima tahun kemudian, pada 2008, menyusul temuan terpisah pihak FBI.

Sebagai orang yang pernah menjabat tangan Bush dan Saddam Hussein, ia mengaku lebih suka menghabiskan waktu dengan yang terakhir.

Menurut Nixon, Bush ‘terisolasi dari realitas’, sementara para penasihat di sekitarnya tak melakukan apapun untuk meluruskan pandangannya dan hanya mengangguk setuju.

“Saya dulu berpikir apa yang dikatakan pihak CIA penting dan presiden akan mendengarkannya. Tapi, ia (Bush) tidak peduli apa yang kami katakan, politik mengalahkan intelijen,” kata dia.

Nixon mengaku, ia ikut ‘malu’ atas apa yang terjadi di Irak sejak tersingkirnya Saddam Hussein.

Dia mengatakan, pemerintahan Bush tidak pernah memikirkan apa yang mungkin terjadi saat Saddam Hussein terguling dari kekuasaannya — misalnya bangkitnya kelompok-kelompok ekstremis terutama ISIS.

Agen CIA itu bahkan menyebut, Irak mungkin akan lebih baik jika Saddam Hussein berkuasa.

Klaim tersebut sebelumnya dibantah mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, yang memimpin negara itu pada saat invasi ke Irak.

Harta Karun Saddam Hussein

Saddam Hussein tewas di tiang gantungan pada 30 Desember 2006. Namun, masih ada misteri yang belum terkuak. Salah satunya tentang ‘harta karun’ miliknya.

Kargo berisi uang tunai sebesar 20 miliar euro teronggok begitu saja di bandara Moskow selama 6 tahun. Entah siapa pemiliknya, diduga itu adalah harta rahasia milik Saddam.

Simpanan berharga tersebut, yang berada dalam penjagaan ekstraketat di depo kargo terdiri dari 20 peti kayu, yang masing-masing berisi uang sebesar 100 juta euro.

Pihak bea dan cukai Rusia telah meminta pemilik peti-peti tersebut menampakkan diri dan mengambil barang miliknya. Sejumlah orang datang, termasuk sejumlah penipu, namun tak bisa meyakinkan pihak aparat bahwa merekalah pemilik sesungguhnya.

“Bisa jadi itu adalah uang Saddam Hussein,” kata sumber intelijen kepada media Moskovsky Komsomolets, seperti dimuat Daily Mail.

Gunungan uang tunai, dalam lembaran 100 euro, diketahui diterbangkan dari Frankfurt ke Bandara Sheremetyevo pada 7 Agustus 2007.

Sumber-sumber di Rusia mengatakan, aparat gagal mendapat pemilik uang itu — yang anehnya — tiba di bandara tanpa mencantumkan nama penerima.

Diduga tiran Irak tersebut memindahkan uang sejumlah 7,5 miliar euro ke kantong diplomatik di Moskow sebelum ia terguling, dianggap jauh dari kekayaan yang berhasil dikumpulkan Saddam selama berkuasa.

Tapi, bagaimana bisa harta Saddam dikirim dari Jerman ke Rusia 4 tahun setelah ia digulingkan, 8 bulan setelah dieksekusi, masih belum jelas.

Sumber pihak keamanan menyebut ada teori lain terkait tumpukan uang tersebut. Yakni, bahwa Saddam bukan satu-satunya diktator yang memindahkan pundi-pundi hartanya dari negerinya yang bergolak. Termasuk, diktator Libya, Moammar Khadafi?

“Penjelasan lain, itu adalah uang mafia Rusia atau uang korupsi pejabat Rusia — yang terlalu berbahaya bagi siapapun untuk mengklaimnya. Jumlahnya luar biasa besar, raksasa.”

Pengirim paket duit kertas itu diduga sebagai Farzin Koroorian Motlagh (45). Namun, nama penerima tak dicantumkan.

Dari paspornya, Farzin Koroorian Motlagh adalah warga negara Iran. Namun, aparat Rusia dan badan keamanan lain ragu, dialah pemilik uang-uang tersebut. Ia juga belum muncul mengklaim uang yang jumlahnya luar biasa itu.

Laporan lain menyebut, uang tunai itu ditujukan kepada yayasan yang disebut The World of Kind People, yang bermarkas di Ukraina. Namun, tujuan akhir uang itu adalah Rusia.

Bos yayasan tersebut Alexander Shipilov (53), sudah muncul dan mengklaim uang tersebut. Namun gagal meyakinkan aparat untuk mendapatkan uang tersebut — yang bakal membuatnya lebih kaya dari miliuner Rusia, Roman Abramovich, yang punya kekayaan 9 miliar euro.

Organisasi amalnya dilaporkan telah menawarkan imbalan dua miliar euro kepada para pengacara untuk memenangkan kasus ini. Namun, sejauh ini belum ada yang berminat.

Vadim Lyalin, ahli urusan bea cukai menyebut, “Pengirim tak mencantumkan nama penerima. Ini agak aneh. Menunjukkan ada yang salah dengan uang itu.”

“Si ‘Mr X’ gagal mengklaim kargo. Setelah bermacam cara, mereka lalu menggunakan kedok yayasan,” kata dia. “Ini praktik pencucian uang.”


Rujukan :

 

Lihat pula :

picsart_01-30-12-02-18

Muslim Cyber Army, Tetap Berjuang Meski Dikecam

Sekjen FUI Serukan Cyber Army Muslim Harus Menangkan Perang Medsos

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath


Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath turut memberikan perbekalan kepada para peserta pelatihan program pelatihan design grafis dengan aplikasi handphone dan dasar-dasar SEO, di Gedung Suara Islam Jalan Kalibata Tengah, Pancoran Jakarta Selatan, Ahad 18 Desember 2016.

Ustadz Khaththath memaparkan pentingnya umat Islam untuk memenangkan perang di media sosial melawan cyber army musuh-musuh Islam.

img_20170127_182020

Maka itu FUI menggagas acara pelatihan ini demi untuk mengantisipasi berbagai serangan dari musuh-musuh Islam di media sosial serta mempersiapkan cyber-cyber muslim untuk menghadapinya.

“Siap gak siap itu kita harus siap, karena peperangan di media sosial sudah berlangsung. Kita harus menangkan perang medsos. Insya Allah ke depan kita akan lakukan juga pelatihan jurnalistik, bagaimana untuk menulis sesuai dengan kaidah jurnalistik”, demikian kata Ustadz Khaththath.

Lalu Ustadz Khaththath sebagai Sekjen FUI menjelaskan bahwa FUI itu bukan ormas tapi sebuah wadah untuk menyamakan persepsi atau menyatukan ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia.

Ustadz khaththath: “FUI ini bukan suatu ormas, tetapi wadah untuk mengkoordinasikan dan mensinergikan berbagai ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia seperti FPI, Persis, Garis, Aisyah, Muslimat, Forum Perempuan Bicara dan lain-lain, semua koordinasinya di FUI.”

“Saya sudah aktif di pergerakan sejak tahun 1990an. Saya memimpin demo sejak 2001, jadi sudah kenyang yang namanya demo. Kemarin kita menggagas GNPF-MUI itu sebagai pengawal fatwa, tetapi induknya di FUI.”, demikian tutup Ustadz Khaththath yang juga merupakan Sekretaris GNPF-MUI ini.

Muslim Mega-Cyber Army Versus Ahok Cyber Army

img_20170127_214128

Aksi Bela Islam (ABI)  mencatat fenomena baru,  yakni munculnya kekuatan besar di dunia maya  atau Muslim Mega-Cyber Army (MMCA). Mereka ini adalah pegiat sosial media yang berlatar belakang muslim perkotaan, terdidik dan sangat terkoneksi. Mereka termasuk jenis penduduk dunia yang disebut sebagai Native Digital.

Hasil kerja mereka sangat terasa, baik di dunia nyata, maupun dunia maya. Suksesnya ABI I,II dan III tak lepas dari peran mereka dalam menerobos berbagai “barikade’ yang dibangun penguasa dan aparat keamanan. Demikian pula halnya dalam Pilkada DKI.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Politicawave, sebuah lembaga yang mengamati lalu lintas percakapan di sosial media, pada dua pekan masa awal kampanye (23 Sept- 3 Okt), pasangan Ahok-Djarot sangat mendominasi. Dari total 243.859 percakapan, pasangan Ahok-Djarot  memimpin dengan 146.460 percakapan, atau total share of awareness-nya sebesar 60.06 %.   Net sentiment (selisih dari sentimen positif dengan sentimen negatif)  Ahok-Djarot juga  paling tinggi dibandingkan dua pasangan lainnya.

Situasinya menjadi berubah drastis setelah munculnya Aksi Bela Islam (ABI) I dan II  sebagai buntut pidato Ahok di Pulau Seribu yang menyinggung tafsir Surat Al-Maidah 51. Pada tanggal 23 Sept-5 Okt 2016 ada sebanyak 117.039 percakapan tentang Ahok, 63.81 persen positif.  Percakapan tentang Ahok  pada tanggal 6 0ktober -20 November, atau setelah kasus Al-Maidah 51 melonjak  menjadi hampir dua kali lipat sebesar 216.466 percakapan. Namun sentimen negatifnya lebih besar dibanding yang positif. Tercatat  126.872  (58.61 persen) negatif.

Sentimen negatif terhadap Ahok terus meningkat  setelah aksi 212 (ABI III). Ahok tetap paling banyak dibicarakan, tapi dengan sentimen negatif yang sangat tinggi, yakni sebesar -92,047.

Terus menurunnya net sentiment Ahok-Djarot ini adalah hasil kerja dari Muslim Mega- Cyber Army  yang rajin bergerilya di dunia maya. Walaupun tidak terkoordinasi, tanpa markas besar dan tanpa komando, namun  mereka berhasil membuat keder Ahok Cyber Army  yang  nota bene lebih berpengalaman, professional,  terkoordinasi dan terencana. Jangan lupa Ahok Cyber Army sebagian besar adalah para veteran pemenang dua pertempuran, ketika mendukung  Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI 2012 dan  Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.

Ahok Cyber Army kini seolah kebingungan  menghadapi arus pasukan yang datang dari berbagai penjuru.  Seperti jutaan kawanan lebah yang langsung menyengat beramai-ramai, manakala ada account maupun buzzer Ahok  yang muncul. Mereka sangat militan. Korbanpun mulai berjatuhan. Selain elektabilitas Ahok-Djarot di dunia nyata dan dunia maya yang terus menurun, kelompok-kelompok ini juga mengincar para pendukungnya. Aksi boikot terhadap Metro TV, boikot produk Sari Roti  adalah contoh nyata  korban mereka.

Potensi besar Muslim Mega-Cyber Army ini sangat sayang bila hanya digunakan untuk “perang” melawan Ahok. Selain terus mengawal persidangan Ahok, sudah waktunya dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk umat, bangsa dan negara.  Misalnya, pemberdayaan ekonomi umat, pembentukan media alternatif, kegiatan sosial penggalangan dana untuk duafa maupun bencana dan berbagai aktivitas positif lainnya. Jangan lupa pula hendaknya Muslim Mega-Cyber Army ini harus juga mempromosikan Islam yang damai, berakhlak mulia  dan rahmat bagi  alam semesta.

Momentum persatuan umat seperti saat ini sayang bila dilewatkan. Sebelumnya rasanya sulit membayangkan  berbagai elemen Islam yang berbeda harakah/gerakan, bisa bersatu.

Pengamat politik Muslim Arbi menduga, “tim cyber” pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sering meretas akun sosial media milik pihak-pihak yang dianggap berseberangan. Tim ini juga menyebarkan ‘fitnah’ di sosial media kepada pihak lain.

img_20170127_215031

“Tim cyber Ahok suka meng-hack akun milik seseorang yang tidak disukai. Contohnya, akun Facebook-nya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang tiba-tiba tidak bisa dibuka, setelah membuka fakta terkait Sungai di Episentrum Kuningan, yang sejatinya bukan hasil kerja Ahok,” jelas Muslim kepada intelijen (22/10).

Muslim mensinyalir, kerja tim cyber Ahok mirip yang dilakukan tim cybernya Joko Widodo. “Semua dianggap baik dan Ahok itu dianggap sebagai penyelamat. Cara-caranya mirip seperti timnya Jokowi,” jelas Muslim.

Terkait hal itu, Muslim meminta masyarakat Jakarta lebih cerdas dalam melihat kinerja Ahok, terutama pemberitaan di media sosial dan media pendukungnya. “Kalau diamati sudah terlihat media apa saja yang mendukung Ahok. Media ini punya tujuan dan ideologi tertentu,” papar Muslim. Media yang pro Ahok biasanya juga pro Jokowi, mereka ini sudah diguyur dengan fulus yang jumlahnya bisa belasan miliar rupiah, seperti sebuah portal berita yang terkenal di negeri ini yang sama sekali tidak ada berita soal keburukan kinerja Ahok maupun Jokowi.

Sebelumnya, akun Facebook pribadi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di-hack pihak yang tidak bertanggungjawab. Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya, mengungkapkan hal itu melalui akun Facebook miliknya. Atalia pun meminta bantuan terkait akun media sosial Ridwan Kamil yang tidak lagi bisa diakses.

Akun Facebook Ridwan Kamil tak bisa diakses setelah membeberkan klarifikasi tentang ‘kolam sungai’ hasil rancangan tim Ridwan Kamil di kompleks Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jaksel.

Fakta itu dibeberkan Ridwan Kamil untuk menanggapi perdebatan di media sosial tentang pernyataan pendukung Ahok yang mengklaim sungai itu bersih berkat kinerja Ahok.

Halaman Facebook Katakita Milik Ahoker Akhirnya Tumbang Tidak Bisa Diakses Lagi

Page Facebook Katakita postingannya meresahkan dan provokatif, tudingan yang dilemparkan kebanyakan hoax alias bohong, bahkan dengan berani tanpa tedeng aling-aling lagi sebarkan fitnah terhadap lembaga Para Ulama yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI).

img_20170127_205130

Dikutip dari Islamedia, pada tanggal 21/12/2016 menuduh bahwa MUI tidak berani mengeluarkan Fatwa mengharamkan korupsi. “ada yang pernah mikir mengapa MUI tidak pernah mengharamkan korupsi?” demikian tulisan dalam meme yang dibuat admin Page Facebook KataKita yang dipublish pada hari itu. Dengan gaya bahasa meledek, admin KataKita juga menuliskan : “Mumpung sekarang ada ormas GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) maka MUI sebaiknya mengeluarkan fatwa bahwa KORUPSI itu haram”.

Padahal faktanya jelas MUI pernah mengeluarkan Fatwa nomor 4/Munas VI/MUI/2000 pada Musyawarah Nasional MUI ke VI, secara jelas menyebutkan bahwa : korupsi (ghulul) dinyatakan haram. Termasuk didalamnya adalah Suap (risywah) dan hadiah bagi pejabat publik.

 img_20170127_212512

Selain MUI, Page Facebook KataKita juga pernah membuat meme dengan mencatut foto Walikota Bandung Ridwan Kamil seakan-akan mendukung tersangka penista agama Ahok. Akibat pencatutanya Ridwan Kamil memberikan teguran keras kepada admin KataKita. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Kang Emil, panggilan akrabnya, membantah telah mendukung Ahok. Dalam meme bergambar Kang Emil itu tertulis, “Yang menolak Ahok karena ia Tionghoa adalah orang bodoh.”
Dia pun bereaksi meluruskan meme yang mencatut dirinya itu. “Saya tidak pernah mengeluarkan statemen/meme ini. mohon siapa pun yg membuat/menyebarkan agar menghentikan. nuhun,” katanya melalui akun @ridwankamil.

Tak luput, Katakita juga sekali lagi mencatut foto Yenny Wahid. Ditulis dalam meme itu seakan Yenny mengatakan : Hanya Orang Yang Berhati Kotor Yang Tidak Bisa Melihat Kebaikan Ahok, tak lama Yenny Wahid juga mengklarifikasi bahwa dia tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu. “Pemberitahuan.

img_20170127_205344

Saya tidak pernah mengatakan seperti yang disebut di gambar,” ujarnya melalui akun @yennywahid.

Postingan yang tendensius, tak beretika samasekali dari Katakita akhirnya harus terhenti karena hari ini page itu sudah tidak bisa diakses.

img_20170127_214406

Tentu ini adalah kegembiraan buat kita, namun mereka tidak akan berhenti sampai disini, mereka akan berbuat hal yang sama, pun demikian kitapun tak akan berhenti. Satukan langkah, satukan tekad. Muslim bersatu, tak bisa dikalahkan!

Muslim Cyber Army Dikecam Karena Dianggap Menebar Kebencian

Seperti yang dimuat di detik.com, presiden jokowi meminta agar dihukum tegas dan keras untuk penebar kebencian di medsos. Berikut kutipan beritanya:

img_20170127_201549

Jokowi Minta Hukum Tegas dan Keras untuk Penebar Kebencian di Medsos

Jakarta – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas antisipasi terkait dengan media sosial. Dalam rapat itu, Jokowi meminta aparat hukum melakukan penindakan yang tegas dan keras bagi pengguna media sosial yang melontarkan ujaran kebencian dan fitnah.

Jokowi mengatakan seharusnya media sosial dikembangkan menjadi sarana untuk kebaikan. Selain itu, media sosial harus mendorong kreativitas dan inovasi yang positif.

“Medsos harus dikembangkan ke hal produktif, mendorong kreativitas dan inovasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kita,” kata Jokowi membuka rapat di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016).

Namun, lanjut Jokowi, disadari bahwa perkembangan teknologi memberikan dampak negatif bagi masyarakat. “Seperti yang kita lihat akhir-akhir ini, banyak berseliweran informasi yang meresahkan, mengadu-domba, memecah-belah,” kata Jokowi.

Dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut adalah banyak muncul ujaran kebencian, ujaran kasar, fitnah, hingga upaya provokatif. Untuk itu, Jokowi ingin hal semacam itu ditindak tegas dan keras oleh aparat penegak hukum.

“Muncul ujaran kebencian, pernyataan kasar, pernyataan fitnah, provokatif, dan bahasa yang dipakai bahasa yang misalnya ‘bunuh’, ‘bantai’, ‘gantung’. Sekali lagi, ini bukan budaya kita, bukan kepribadian kita. Jangan sampai kita habis energi untuk hal seperti ini,” kata Jokowi.

“Saya minta, penegakan hukum harus keras dan tegas untuk hal ini,” tambah Jokowi.

img_20170127_214312

Mr Jokowi pura-pura tidak tahu bahwa Para Jokower & Ahoker justru telah lama membangun JOK CYBER ARMY yang kerjanya SEBAR FITNAH dan BERITA BOHONG serta ADU DOMBA PENUH KEBENCIAN.

Saat JOK CYBER ARMY kuat, Mr Jokowi & Ahok sangat menikmatinya.

Namun saat lahir MUSLIM CYBER ARMY membongkar habis dan terus menggilas JOK CYBER ARMY, maka Mr Jokowi mulai PANIK dan MAIN KASAR dengan gunakan KEKUASAAN.

AYO … LASKAR CYBER, HANTAM HABIS SEMUA MEDSOS JOKOWER & AHOKER PENEBAR FITNAH KEBENCIAN … !!!

img_20170127_181912

REFERENSI