Mengulas Jejak Erick Thohir

Mengulas Jejak Erick Thohir


Erick Thohir adalah seorang pengusaha asal Indonesia dan pendiri Mahaka Group yang merupakan perusahaan induk dari perusahaan yang memiliki fokus pada bisnis media dan entertainment. Berbagai unit usaha Mahaka seperti di bidang penyiaran (broadcast) yakni Gen FM & Jak FM, stasiun televisi Jak tv, media luar ruang (out of home) Mahaka Advertising, penerbitan (publishing) yakni Harian Republika,Golf Digest, digital yakni Rajakarcis.com dan berbagai perusahaan lainnya yang bergerak di bisnis olahraga dan hiburan.

Erick adalah anak dari Teddy Thohir, Saudaranya, Garibaldi “Boy” Thohir, adalah seorang bankir investasi. Ia juga memiliki kakak perempuan bernama Rika. Tohir kecil turut membantu bisnis keluarga.


Ia mengakuisi klub sepakbola Italia yang berlaga di seri A yakni F.C. Internazionale Milano (Inter Milano) pada November 2013. Erick Thohir dipercaya sebagai presiden klub ke 21 dalam 106 tahun sejarah klub tersebut. Bersamaan dengan itu, ia juga memiliki klub sepakbola Amerika, D.C. United dan juga pernah sebagai pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.

Lahir 30 Mei 1970(umur 47)
Pekerjaan
    • Pendiri & Komisaris Utama Mahaka Group
    • Pemilik & Presiden klub Internazionale(Inter Milano)
    • Pemilik klub D.C. United
    • Presiden Direktur Antv
Agama Islam
Suami/istri Elizabeth Tjandra
Orang tua Teddy Thohir

Pada tahun 1993 Erick lulus program Master untuk Bisnis Administrasi (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat. Sebelumnya memperoleh gelar sarjana (Bachelor of Arts) dari Glendale University.

Sekembalinya ke Indonesia, bersama beberapa rekan semasa kuliahnya ia mendirikan Mahaka Group. Perusahaan ini membeli Republika pada tahun 2001 saat berada di ambang kebangkrutan. Ia mendapat bimbingan dari ayahnya serta pendiri  Kompas dan pendiri Jawa Pos. Mahaka Group melebarkan potensinya dengan mendirikan perusahaan media luar ruang bernama Mahaka Advertising seiring bertubuhan ekonomi dan masyarakat perkotaan pada tahun 2002.

Setelah meluncurkan stasiun televisi Jak tv untuk memperkuat positioning sebagai bisnis yang fokus pada masyarakat perkotaan di tahun 2005, Mahaka memperkenalkan radio 98.7 Gen FM & 101 Jak FM serta penyertaan pada PT Radionet Cipta Karya (Prambors FM, Delta FM dan FeMale Radio) serta berbagai perusahaan yang bergerak di bidang periklanan, hburan dan digital. Ia juga pendiri dari organisasi amal Darma Bakti Mahaka Foundation dan Dompet Dhuafa Republika. Di tahun 2008, bersama Anindya Bakrie mendirikan tvOne dan situs berita, Viva news. Pada tahun 2014 ia menjabat sebagai Direktur Utama Antv hingga sekarang.


Erick yang gemar olahraga bola basket pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) periode 2006 – sekarang. Tahun 2012 ia dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade di London. Ia menjadi orang Asia pertama yang pernah memiliki Tim bola basket NBA ketika ia membeli saham Philadelphia 76ers. Pada tahun 2012, Erick dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United.


Ia percaya akan potensi bisnis sepakbola dan dibuktikannya pada September 2013, presiden dan pemilik klub Internazionale (Inter Milano), Massimo Moratti pada saat itu mengkonfirmasi pembicaraan untuk penjualan saham mayoritas 70% kepada Erick. Pada tanggal 15 Oktober 2013 setelah melalui proses negosiasi yang panjang, melalui International Sport Capital yang dipimpin oleh Erick secara resmi menjadi pemegang saham mayoritas dengan memiliki saham klub sebesar 70%. Pada tanggal 15 November 2013, Erick dipercaya sebagai presiden klub Inter Milan menggantikan Moratti hingga saat ini.

Erick Thohir juga menjadi penulis buku yang berjudul Pers Indonesia di Mata Saya yang diluncurkan tahun 2011 oleh penerbit Republika.

Referensi :

  1. https://wikipedia.org/wiki/Erick_Thohir
  2. ^ Jakarta Globe 2009, Indonesian Media Manager.
  3. ^ Republika 2011, Erick Thohir Luncurkan Buku.
  4. ^ The Jakarta Post 2011, Erick Thohir becomes.
  5. ^ Globe Asia 2012, New media magnates.
  6. ^ Simon Borg (10 Juli 2013). “DC United introduce new investors Thohir and Levien”. MLSsoccer.com. Diakses tanggal 25 November 2013.
  7. ^ “organisation chart”. inter.it. Diakses tanggal 25 November 2013
  8. Veda, Titania. “Indonesian Media Manager a Man On a Mission”Jakarta Globe (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslitanggal 22 Juli 2009. Diakses tanggal 12 Januari 2012.
  9. “VIVA Group Leadership Team”VIVA Group 2011 (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 03 Juni 2013. Diakses tanggal 03 Juni 2013.Periksa nilai tanggal di: |access-date=, |archive-date= (bantuan)
  10. Zaim Uchrowi (2004). Menggagas renaisans Indonesia (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Penerbit Republika. ISBN 979-3210-41-9.
  11. “Erick Thohir Terpilih Lagi Jadi Presiden SEABA”Republika (dalam bahasa Indonesia). 20 April 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 03 Juni 2013. Diakses tanggal 03 Juni 2013. Periksa nilai tanggal di: |access-date=, |archive-date=(bantuan)
  12. “Presiden Lepas 21 Atlet Indonesia Peserta Olimpiade London”PresidenRI.go.id(dalam bahasa Indonesia). 16 Juli 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 03 Juni 2013. Diakses tanggal 03 Juni 2013.Periksa nilai tanggal di: |access-date=, |archive-date= (bantuan)
  13. Goff, Steven (11 Juli 2012). “D.C. United’s new investors Erick Thohir, Jason Levien should boost quest for stadium”The Washington Post (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Januari 2013. Diakses tanggal 27 Januari2013.
  14. “The First Asian to Own an NBA Team”AseanBasketballLeague.com (dalam bahasa Inggris). 19 October 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 03 Juni 2013. Diakses tanggal 03 Juni 2013.Periksa nilai tanggal di: |access-date=, |archive-date= (bantuan)
  15. “Erick Thohir becomes first Asian to own NBA team”The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 20 Oktober 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Januari 2012. Diakses tanggal 12 Januari2012.
  16. “Moratti vede Thohir. Primo faccia a faccia per l’Inter indonesiana”La Gazzetta dello Sport (dalam bahasa Italia). 28 Mei 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Mei 2013. Diakses tanggal 30 Mei 2013.Parameter |trans_title= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  17. “Erick Thohir Tegaskan Keseriusan Beli Saham Inter”Inilah.com (dalam bahasa Indonesia). 3 Juni 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 03 Juni 2013. Diakses tanggal 03 Juni 2013. Periksa nilai tanggal di: |access-date=, |archive-date=(bantuan)
  18. “Erick Thohir Luncurkan Buku ‘Pers Indonesia di Mata Saya'”Republika(dalam bahasa Indonesia). 01 Maret 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 03 Juni 2013. Diakses tanggal 03 Juni 2013.Periksa nilai tanggal di: |access-date=, |date=, |archive-date= (bantuan)
  19. “Erick Thohir Bertemu Pemilik Inter Milan”Republika. Diarsipkan dari bola/liga-indonesia/13/05/29/mnk0h1-erick-thohir-bertemu-pemilik-inter-milan versi asliPeriksa nilai |url= (bantuan) tanggal 12 Januari 2012. Diakses tanggal 12 Januari2012.
  20. “Anggota Konsorsium PERSIB Beli DC United”Persib.co.id (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari versi aslitanggal 03 Juni 2013. Diakses tanggal 03 Juni 2013. Periksa nilai tanggal di: |access-date=, |archive-date=(bantuan)
  21. Nonto, Albertus Weldison; Soegiarto, Yanto (30 Juni 2011). “New media magnates”Globe Asia (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Januari 2012. Diakses tanggal 12 Januari2012.
  22. Satwiko, Wimbo (23 Oktober 2011). “Media Magnate Breaks New Ground With Philadelphia 76ers”Jakarta Globe (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslitanggal 12 Januari 2012. Diakses tanggal 12 Januari 2012.

 

Iklan

PAN, Amien Rais dan Kiprahnya

PAN, Amien Rais dan Kiprahnya


Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan salah satu partai yang lahir pada era reformasi.

Partai yang didirikan sejumlah aktivis reformasi itu dideklarasikan pada Agustus 1998.

PAN berawal dari sekumpulan aktivis reformasi yang tergabung dalam Majelis Amanat Rakyat (Mara), salah satu organ gerakan reformasi yang turut menumbangkan Presiden Soeharto dari tampuk kepemimpinan selama 32 tahun.

Setelah Soeharto lengser, sejumlah aktivis dari Mara di antaranyaAmien Rais, Faisal Basri, dan Albert Hasibuan melanjutkan perjuangan politiknya ke ranah praktis dengan mendirikan PAN.

Awalnya, partai yang diketuai Amien Rais itu bernama Partai Amanat Bangsa. Namun, saat deklarasi resmi pada 23 Agustus 1998, berganti nama menjadi Partai Amanat Nasional (PAN).

Amien Rais yang kala itu menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah sukses menarik banyak kader ormas keagamaan itu untuk bergabung ke PAN.

Kiprah PAN di panggung politik Indonesia masih berlanjut hingga kini. Diawali dengan kontestasi Pemilu 1999, PAN akan kembali bertarung dengan 13 parpol lainnya pada Pemilu 2019 dengan nomor urut 12.

Jejak di pemilu

1999

PAN pertama kali ikut pemilu pada 1999. Saat itu, PAN meraih 7,4 persen suara dan berhak memperoleh 34 kursi di DPR.

Meski hanya memperoleh 34 kursi DPR, PAN mampu menjadi motor utama dalam koalisi partai-partai Islam yang dikenal dengan istilah poros tengah.

Poros tengah yang saat itu terdiri dari partai-partai Islam seperti PKB, PAN, PBB, PPP, dan Partai Keadilan (sekarang PKS) mengusung Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai calon presiden.

Gus Dur harus berhadapan dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan calon dari Golkar Bacharuddin Jusuf Habibie.

Melalui lobi politik, poros tengah yang dimotori Amien Rais akhirnya berhasil membujuk Golkar untuk mendukung Gus Dur yang akhirnya mampu mengalahkan Megawati.

Amien Rais pun menduduki posisi sebagai Ketua MPR.

2004

Pada Pemilu 2004, PAN meraih 6,4 persen dan mendapatkan 53 kursi DPR.

Sementara itu, pada Pemilihan Presiden 2004, PAN yang mengusung Amien Rais sebagai calon presiden berpasangan dengan Siswono Yudo Husodo sebagai calon wakil presiden.

Pasangan ini hanya sampai pada putaran pertama dengan raihan 14,66 persen suara.

2009 & 2014

Pada Pemilu 2009, PAN meraih 6 persen suara dan mendapatkan 43 kursi DPR, dan meningkat pada Pemilu 2014 PAN dengan 7,6 persen suara dan mendapatkan 48 kursi DPR.

Pada Pemilihan Presiden 2014, PAN mengusung ketua umumnya, Hatta Rajasa, sebagai cawapres berpasangan dengan Ketua Dewan Pembina (sekarang ketua umum) Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pasangan Prabowo-Hatta kalah dari Joko Widodo-Jusuf Kalla.

2019

Pada Pemilu 2019, PAN menargetkan perolehan suara dua digit.

Dalam pidato singkat saat pengundian nomor urut peserta Pemilu 2019, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengajak seluruh partai dan pemilih untuk tidak melupakan persatuan dan kesatuan bangsa selama Pemilu 2019 berlangsung.

“Warna boleh beda. Partai boleh beda, tapi merah putih kita sama,” ujar Zulkifli.

Protes

Aktivis 98 mencurigai adanya beberapa pihak yang ingin menumpang nama dan memanfaatkan aksi mahasiswa dan rakyat dalam menggulingkan rezim Presiden Soeharto tahun 1998.

Salah satu yang menjadi sorotan yakni politikus senior Amien Rais.

Untuk itu, sejarah pergerakan reformasi tahun 1998 harus segera diluruskan.

Hal itu disampaikan oleh aktivis 98, Wahab dalam diskusi “Refleksi 20 Tahun Reformasi” yang diselenggarakan oleh PENA 98 di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (27/4/2018).

“Kita protes keras kepada Pak Amien Rais ketika mengklaim dirinya sebagai bapak reformasi. Saya protes, Adian Napitupulu juga protes,” kata Wahab.

“Kami-kami ini fakta dari pelaku sejarah, kami saja tidak berani mentokohkan diri kami sebagai tokoh reformasi,” jelasnya.

Diketahui, kegiatan refleksi 20 tahun reformasi menghadirkan sembilan sesi diskusi terkait pergerakan tahun 1998.

Diskusi akan diselengrakan setiap 3 hari sekali dalam satu bulan.

Beberapa tema diskusi yang akan diselengarakan PENA 98 antara lain refleksi 20 tahun reformasi pada 27 April 2018, gerakan buruh pascareformasi pada 28 April 2018, gerakan mahasiswa dari masa ke masa pada 2 Mei 2018, ekonomi kerakyatan dari rezim ke rezim pada 3 Mei 2018.

Media melawan hoaks pada 7 Mei 2018, politik Indonesia pascareformasi pada 10 Mei 2018, kedaulatan pangan pascareformasi pada 13 Mei 2018, membangun kedaulatan energi pascareformasi pada 16 Mei 2018 dan tanah untuk rakyat pada 19 Mei 2018.

Dihapus Dari Buku Pelajaran Sejarah

Melalui akun instagramnya @hanumrais, putri Amien Rais bercerita tentang situasi jelang reformasi 1998 dan upaya penghapusan jejak sejarah Amien Rais sebagai Pahlawan Reformasi. Berikut ini kutipannya :

“Melihat video ini, ingatanku terlempar ke beberapa hari sebelum Pak Harto lengser. Saat itu ia mengundang seluruh tokoh lintas agama, ulama, ketum ormas, hingga para jendral. Hanya 1 yang tak diundang, Ketum PP Muhammadiyah saat itu, Amien Rais. Saya, bocah 16.5 th merasa seharusnya Bapak juga diundang dong. Bapak mengelus kepala anak perempuannya yg pemikirannya msh kerdil. Si anak lupa, bhw Daud tidak akan pernah bekerjasama dgn Jalud. Melihat video ini perasaanku gemetar, bisa saja Izrail menjemput Bapak diantara kerumunan manusia, jika ada timah panas melesat dari sniper yg merupakan soalan mudah bagi penguasa. Saya melihatnya nanar, LIVE dari televisi: ya Allah itu Bapak, memimpin suksesi kepemimpinan nasional dgn berani dan tetap tawadu’

3 hari kemudian, atas ijin Allah, Pak Harto mundur. Tanpa pertumpahan darah. Tanpa revolusi. Jernih dan smooth. Seorang Amien Rais bersama ratusan ribu mahasiswa ditabal ‘Bapak Reformasi’ atau tokoh Reformasi.

Sekian belas tahun kemudian, anak perempuannya datang lagi mengadu padanya, dengan setumpuk kekecewaan. “Pak tahu nggak, skrg ini nama Bapak ditenggelamkan, disamarkan bahkan dihilangkan dari buku sejarah anak SD-SMA. Tidak ada lagi yang mengenal Amien Rais. Bahkan media rame-rame meminggirkannya dalam peringatan Reformasi.

Tidak ada lagi cerita reformasi dipimpin oleh Bapak 20 th lalu”, kesanku dgn kesal. Bapak hanya tersenyum. Lagi-lagi, anak gadisnya masih berpikir kerdil. Bapak jelas kecewa jika perjuangannya hanya dimeteri dgn sebatas nama dalam buku sejarah. Dimateri dengan pujian tepuk tangan generasi muda. “Num, yg menobati Bapak Pahlawan Reformasi itu manusia. Bapak jg tidak pernah meminta. Itu hanya bonus. Ingatlah, apapun yg kamu lakukan harus krn Allah. Kalau krn Allah, jadi enteng. Dipuji kepala tak mengembang, dicaci maki hati pun hati tak mengempis. Kamu belajarlah ikhlas. Jgn berhenti di mulut dan cita-cita, tapi dijalani”

Dari seorang @amienraisofficial kami belajar bahwa hal terhebat yg didamba seorang beriman adlh namanya dicatat dlm ingatan Allah SWT bukan sejarah. Dan sebaik-baik julukan bagi manusia bukanlah pahlawan, melainkan husnul khaatimah saat berpulang.


Profil

Nama Lengkap

  • Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais MA

Alias

  • Amien Rais

Agama

  • Islam

Tempat Lahir

  • Surakarta, Jawa Tengah

Tanggal Lahir

  • Rabu, 26 April 1944

Zodiak

  • Taurus

Warga Negara

  • Indonesia

Ayah

  • Syuhud Rais

Istri

  • Kusnariyati Sri Rahayu

Ibu

  • Sudalmiyah

Anak

  • Ahmad Mumtaz Rais

Saudara

  • Abdul Rozaq Rais, Hanafi Rais
Pendidikan
  • George Washington University (postdoctoral degree, 1988-1989)
  • Chicago University, Chicago, USA (gelar Ph.D dalam ilmu politik 1984)
  • Al-Azhar University, Cairo, Mesir (1981)
  • Notre Dame Catholic University, Indiana, USA (1974)
  • Fakultas Sosial Politik Universitas Gajah Mada (lulus 1968)
Karir
  • Ketua MPR (1999-2004)
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional, 1999
  • Ketua Muhammadiyah (1995-2000)
  • Anggota Grup V Dewan Riset Nasional (1995-2000)
  • Peneliti Senior di BPPT (1991)
  • Direktur Pusat Kajian Politik (1988)
  • Wakil Ketua Muhammadiyah (1991)
  • Asisten Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (1991-1995)
  • Pengurus Muhammadiyah (1985)
  • Dosen pada FISIP UGM (1969-1999)
Penghargaan
  • Zainal Zakse Award dari tabloid Mahasiswa Indonesia dan Harian Kami

Karya/Penelitian

  • Prospek Perdamaian Timur Tengah 1980-an (Litbang Deplu RI)
  • Perubahan Politik Eropa Timur (Litbang Deplu)
  • Kepentingan Nasional Indonesia dan Perkembangan Timur Tengah1990-an (Litbang Deplu)
  • Zionisme: Arti dan Fungsi (Fisipol, UGM)
  • Melawan Arus: Pemikiran dan Langkah Politik Amien Rais Jakarta: Serambi, 1999
  • Amien Rais Menjawab Isu-isu Politik Kontroversialnya, Bandung: Mizan, 1999
  • Amien Rais Sang Demokrat, Jakarta: Gema Insani Press, 1998
  • Suara Amien Rais, Suar Rakyat, Jakarta: Gema Insani Press, 1998
  • Membangun Kekuatan di Atas Keberagaman, Yogyakarta: Pustaka SM, 1998
  • Membangun Politik Adiluhung: Membumikan Tauhid Sosial, MenegakkanAmar Ma’ruf Nahi Munkar, Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998
  • Tauhid Sosial, Formula Menggempur Kesenjangan, Bandung: Mizan, 1998
  • Melangkah Karena Dipaksa Sejarah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998
  • Mengatasi Krisis dari Serambi Masjid, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998
  • Suksesi dan Keajaiban Kekuasaan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997
  • Refleksi Amien Rais, Dari Persoalan Semut Sampai Gajah, Jakarta, Gema Insani Press, 1997
  • Visi dan Misi Muhammadiyah, Yogyakarta: Pustaka SM, 1997
  • Demi Kepentingan Bangsa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996
  • Tangan Kecil, Jakarta: UM Jakarta Press, 1995
  • Moralitas Politik Muhammadiyah, Yogyakarta: Penerbit Pena, 1995
  • Keajaiban Kekuasaan, Yogyakarta: Bentang Budaya-PPSK, 1994
  • Timur Tengah dan Krisis Teluk, Surabaya: Amarpress, 1990
  • Politik Internasional Dewasa Ini, Surabaya: Usaha Nasional, 1989
  • Cakrawala Islam, Antara Cita dan Fakta, Bandung: Mizan, 1987
  • Tugas Cendekiawan Muslim, Terjemahan Ali Syariati, Yogyakarta: Salahuddin Press, 1985
  • Politik dan Pemerintahan di Timur Tengah, PAU-UGM
  • Orientalisme dan Humanisme Sekuler, Yogyakarta: Salahuddin Press, 1983

Rujukan :

http://manado.tribunnews.com/amp/2018/02/23/sejarah-pan-amien-rais-dan-kiprahnya-sejak-era-reformasi

http://tribunnews.com/nasional/2018/04/28/aktivis-98-protes-amien-rais-klaim-dirinya-sebagai-bapak-reformasi-sejarah-harus-diluruskan

http://sangpencerah.id/2018/05/saat-nama-amien-rais-dihapus-dari-buku-pelajaran-sejarah/

https://merdeka.com/muhammad-amien-rais/profil/

Kisah Geopolitik yang Tersurat dari Surat Ar-Rum

Kisah Geopolitik yang Tersurat dari Surat Ar Rum

 (Al Qur’an, Ar Rum: 1-4)


Ayat pertama surat Ar Rum ini adalah ayat yang diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi,  Surat Ar Rum ini memiliki keajaiban yang mampu memberi kejutan bagi Umat Nabi pada saat itu, bahkan bagi penduduk Mekah kala itu, karena ayat ini memberi informasi secara detil tentang kondisi Peta Geopolitik Dunia pada saat ayat ini diturunkan.

Ayat ini merujuk pada Kekaisaran Romawi yang oleh para sejarawan sering disebut kekaisaran Byzantium dibawah Kekaisaran Romawi Timur.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa Kekaisaran Byzantium yang telah mengalami kekalahan besar atas Kekaisaran Persia, tetapi dikabarkan akan segera memperoleh kemenangan kembali.


Padahal, Byzantium pada waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya secara kasat mata seolah mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali atas Persia.

Diceritakan dalam sejarah, atas kekalahan tersebut Kaisar Byzantium, Heraklius, hingga memerintahkan agar semua cadangan emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang.

Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran telah nyaris berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh kekaisaran Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997)

Pendek kata, setiap orang pasti menyangka Kekaisaran Romawi Byzantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ketika semua orang telah menilai bahwa Romawi Byzantium akan runtuh, tetiba dari  sebuah wilayah Hijaz yang tandus dan tak pernah di perhitungkan dalam sejarah, mengabarkan sebuah berita yang  turun dari langit yang menerangkan dan memetakan masa depan Byzantium yang tak lama lagi akan mendapatkan kemenangan (dalam beberapa tahun lagi).

Bagi para pengamat politik kala itu, berita yang disampaikan Nabi dari ayat Al Qur’an itu seolah sesuatu yang mustahil. Terlebih lagi bagi para pemuka kaum Quraisy yang memang dikenal sebagai orang-orang yang memiliki taraf kecerdasan yang tinggi dalam menganalisa. Hal ini dapat kita lihat bagaimana kebiasaan orang-orang Quraisy yang suka kepada permainan kata-kata melalui syair-syair.

Maka tak heran bila turunnya surat Ar Rum ini justru semakin menjadikan bahan cemoohan diantara orang-orang Kafir Quraisy Mekah. Karena mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur’an takkan pernah menjadi kenyataan dan bohong belaka.

Dikabarkan dalam sebuah riwayat bahkan saking tingginya gesekan antara percaya dan tidak percaya hingga salah seorang Sahabat mulia Abu Bakar As Syidiq hingga dipaksa ditantang agar berani bertaruhan apabila Romawi mampu mengalahkan Persia.

Namun ternyata fakta berbicara lain. Sekitar enam tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Rum tersebut, pada Desember 626 Masehi, terjadi perang penentu antara Kekaisaran Byzantium dan Persia di daerah Nineveh Jordania.

Diluar prediksi banyak analis kala itu, ternyata di peperangan kali ini, pasukan Byzantium secara mengejutkan mampu mengalahkan pasukan Persia.

Bahkan beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Byzantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang telah mereka ambil dari Byzantium (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997)

Akhirnya, “kemenangan bangsa Romawi” yang diumumkan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an, secara ajaib menjadi kenyataan. Pada tahun 627 M, Pasukan Byzantium berhasil mengalahkan tentara Persia Sassaniyah dalam Perang di Niniveh ini.

Kemenangan di Niniveh ini juga merupakan keajaiban Al Qur’an, karena Al Qur’an telah menyebutkan tentang fakta geografis yang disampaikan dalam surat Ar Rum bahwa kekaisaran Romawi mampu mengalahkan Persia ditempat yang terendah.

Ungkapan “Adnal Ardli” dalam surat Ar Rum, dalam bahasa Arab, diartikan sebagai “tempat yang dekat” dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata “Adna” dalam bahasa Arab diambil dari kata “Dani”, yang berarti “rendah” dan “Ardl” yang berarti “bumi”. Karena itu, ungkapan “Adnal Ardli” berarti “tempat paling rendah di bumi”.

Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. “Laut Mati”, terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

Ini berarti bahwa Persia Sassaniyah mampu dikalahkan oleh Bizantium di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur’an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Sedangkan kita tau bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur’an adalah wahyu Ilahi.

Setelah memperoleh kemenangan dalam pertempuran atas Persia Sassaniyah, wilayah kekuasaan Byzantium menjadi semakin luas hingga mencapai wilayah Jerusalem.

Untuk merayakan kemenangannya tersebut, Kaisar Herklius menziarahi Gereja Makam Suci, yang terletak di komplek Masjidil Aqsha, Jerusalem Palestina.

Lantas bagaimanakah sikap Nabi SAW terhadap dua kekuatan Adi Daya tersebut kala itu? Apakah Nabi SAW berpihak kepada salah satu diantara dua Super Power yang sedang bertempur itu?

Dari kisah Siroh Nabawwiyah kita mendapatkan informasi tentang bagaimana sikap Nabi SAW dalam menyikapi dua sekutu Adi daya yang notabene mereka selalu bermusuhan sejak dahulu itu karena diantara keduanya memiliki tabiat Ovensif Aktif dalam mengelola kekuasan mereka.

Ternyata Nabi SAW memiliki cara pandang sendiri yang berbeda dengan cara pandang pada umumnya. Justru pada saat Kaisar Heraklius merayakan kemenangannya di Palestina, Rasulullah Muhammad SAW mengambil sikap dengan mengirimi surat kepada Kaisar Heraklius yang memintanya agar mengikuti Islam yang dibawa oleh Nabi SAW.

Dapatkah kita membayangkan hari ini? Pemenang perang atas dua Adi daya besar kala itu yang kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Eropa hingga ke timur tengah yang sedang merayakan kemenangan tetapi justru tiba-tiba diberi surat agar mengikuti Muhammad SAW untuk memeluk Islam? Sedangkan kita tau bahwa kekuasaan Muhammad SAW sendiri baru menguasai wilayah sebesar wilayah Yastrib atau Kota Madinah hari ini.

Belajar dari kisah Siroh Nabawwiyah, kita akan memahami bagaimana Sikap Nabi SAW yang tak mudah terseret arus berbagai macam Propaganda dan pengaruh hegemoni dua kekuatan Persia dan Byzantium kala itu.

Rasulullah Muhammad SAW bukan hanya membawa Umatnya agar tidak larut pada arus hegemoni dua super power dunia kala itu, namun justru sebaliknya, Nabi mengambil sikap dengan mengirim surat kepada kedua kaisar Byzantium dan Kaisar Kisra dari Persia agar kedua Kaisar yang memiliki tabiat imperialisme tersebut memeluk Islam dan mengikuti Nabi SAW.

Inilah sikap Geopolitik Islam ketika diemban oleh Nabi beserta para Sahabat Mulianya dalam menghadapi kekuatan Imperialisme dua sekutu Adidaya dimasanya. Karena Islam memiliki sifat dan Ruhnya sendiri yang lebih sempurna diantara dua kekuatan Imperialisme Adidaya tersebut.

Wallahu a’lam bissowab..

Maha Suci Allah atas segala firman-Nya.. [kk/theglobalreview]

Penulis: Abu Bakar Bamuzaham, Network Associate Global Future Institute (GFI)

 

Sumber : eramuslim

Wangiri, Penipuan Bermodus Missed Call Misterius dari Luar Negeri

Wangiri, Penipuan Bermodus Missed Call Misterius dari Luar Negeri


Missed call misterius dari nomor internasional bukan hanya dialami sejumlah warga di Indonesia, tapi juga di dunia. Fenomena yang sudah beberapa kali terjadi ini dinamakan Wangiri. 

Seperti dilansir Global News, sejumlah warga Kanada pada Februari 2018 melaporkan missed call dari nomor misterius. Nomor telepon itu memakai kode dari negara Albania, Makedonia, hingga Seychelles. 

Seorang warga Kanada bernama Ebun Adewole menerima missed call misterius itu pada pukul 02.00 dan sempat mengira itu berasal dari kerabat di luar negeri. Sejak saat itu, dia kerap mendapat missed call serupa dari macam-macam negara. 

Calgary Better Business Bureau (BBB) menyebut fenomena itu adalah penipuan bernama Wangiri. Wangiri adalah kata dalam bahasa Jepang, yang berarti ‘sekali dering dan tutup’. 

Seperti dilansir abc.net.au, sejumlah warga Australia ternyata mengeluhkan hal yang sama pada Februari 2018, panggilan telepon misterius dari nomor internasional yang berujung missed call. Saat itu, warga Australia melapor dapat missed call dari nomor Papua Nugini, Kongo, Slovenia, hingga Belgia. 

“Ini adalah penipuan telepon premium. Mereka menelepon Anda, membiarkan telepon berdering 1 kali dan mematikannya. Mereka melakukan itu berulang kali agar Anda menelepon balik,” kata Komisi Kompetisi Usaha dan Konsumen Australia Delia Rickard seperti dilansir dari ABC

Jika ‘korban’ menelepon balik, tagihan telepon akan membengkak. Tagihan itu sebagian besar akan masuk ke kantong penipu yang menelepon tersebut.

Seorang bocah berusia 10 tahun di Brisbane, Australia, pernah jadi korban. Bocah bernama Leo Carrington itu dibombardir missed call dari kode telepon Pulau Ascension yang ada di Afrika. 

Orang tuanya yang curiga lalu menelepon balik nomor tersebut. Telepon kemudian diangkat oleh seorang perempuan yang tidak berbahasa Inggris dan tidak menjawab teleponnya. 

Regulator di Kongo sendiri sudah pernah mengeluarkan peringatan terkait Wangiri. Seperti dilansir africanews, Badan Komunikasi Elektronik dan Perwakilan Pos (ARPCE) di Republik Kongo telah mencatat peningkatan penipuan yang melibatkan panggilan tidak terjawab di negara tersebut pada Februari 2018. 

“Selama beberapa bulan terakhir, bentuk penipuan telepon telah merajalela di Kongo adalah Wangiri, juga dikenal sebagai penipuan panggilan tidak terjawab,” demikian keterangan dari ARPCE. 

ARPCE menyebut para penipu biasanya mendapat nomor telepon korban dari informasi yang diberikan korban saat melakukan sign up untuk aplikasi atau kontes secara online

Penipuan dengan modus ini pernah beberapa kali terjadi di Indonesia. Yang terbaru, sejumlah warga mendapat missed call dari nomor Kongo hingga Madagaskar sejak kemarin sampai hari ini.

 

Source : 

Xbank.. Ketika Ribuan Mantan Karyawan Bank Berkumpul

Xbank.. Ketika Ribuan Mantan Karyawan Bank Berkumpul


Bulan Januari lalu sempat heboh di sosial media tentang surat internal sebuah bank menganjurkan diadakan pengajian rutin karena banyak karyawannya yang resign. Surat itu banyak dikomentari oleh netizen karena ada penafsiran yang seolah-olah dicari ustadz yang bisa disetel tema pengajiannya sesuai pesanan. Tabu membahas soal riba di acara pengajian bank.

“Dicari ustadz yang pro riba..” komentar salah satu netizen

Sudah 5-6 tahun ini kran informasi seperti terbuka begitu lebar dan deras. Semenjak Blackberry yang sering hang-lepas baterei-banting itu musnah, diganti oleh gadged android berlayar lebar dan canggih ketika disentuh.
Facebook meledak..
Youtube meletus..
Instagram menggelegar…

Jutaan orang punya mainan baru di genggaman. Siang malam dipelototi.. ke WC dibawa, mau tidur jadi mainan di kasur.

Para ustadz dan ulama punya media baru untuk berdakwah tanpa harus dibedaki di layar tivi. Bebas membahas apa saja tanpa disetir produser acara religi.

Termasuk tentang kajian fiqih muamalah. Ribuan video tentang riba tersedia di semua sosial media. Puluhan ustadz ahli fiqih muamalah membahasnya. Dari penjelasan detail apa itu riba, bagaimana hukum praktek perbankan, leasing, asuransi, MLM, sampai masalah-masalah kontemporer produk terbaru yang belum ada di masa 10 tahun lalu.

Siapapun bisa melihatnya dan belajar dari sosial media, tentu kajian riba salah satu yang bisa ditonton dengan mudah oleh mereka yang masih bekerja di tempat yang berdekatan dengan akad-akad riba, dan membuat gelisah hatinya.

Komunitas XBank ini lahir 15 Juli 2017 dari inisiatif mas El Candra, mantan bankir yang sudah belasan tahun bekerja hingga jabatan satu level di bawah direksi di sebuah perbankan nasional. Komunitas ini membesar lewat ‘gethok tular’ mulut ke mulut, dilempar di sosial media dan group WA..

“Saat ini kami punya member 6200an seluruh Indonesia, ada 32 group WA dan terus bertambah dengan syarat minimal 100 orang di satu wilayah jika mau dibuatkan group WA baru.. “ kata Nopan Nopiardi salah satu pentolan XBank yang juga mantan bankir itu.

Sabtu kemarin mereka melakukan Kopdar di Jogja, saya diundang untuk berbicara dalam talkshow sebagai nasabah yang dulu suka bergantung ke bank untuk memenuhi semua kebutuhan.. dari modal usaha hingga gaya hidup.

Sejak saya masuk ruangan jam 9 pagi, suasana begitu adem. Walaupun yang di depan saya para mantan bankir dan ada juga yang masih bankir aktif, tidak ada yang agresif menawarkan kredit.. hehe ya iyalah!

Satu jam pertama saya bercerita bagaimana 6 tahun saya berbisnis dan terjerat akad riba di berbagai bank, leasing dan asuransi. Ketika ketenangan hati tercabut, hidup hanya untuk mikir cicilan dan angsuran.. musibah demi musibah berdatangan. Halangan demi halangan bermunculan. Sampai saya diingatkan oleh seorang kawan tentang peringatan Nabi:
“Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya… memakan RIBA” [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]

Duuuh! Apakah saya ini pelaku riba? Kan saya yang ngutang! Saya gak makan duit riba!
Saya disodori lagi sebuah hadist, Nabi melaknat semua orang yang terlibat disana: yang minjemin, yang minjem, yang nyatet, yang jadi saksi.. semua sama dalam dosa!
Klakep deh saya gak bisa jawab..

Dan pukulan paling telak ketika saya dihantam di dada pakai Quran surat Al Baqarah 278-279 yang menyatakan perintah untuk meninggalkan riba, jika tidak akan DIPERANGI Allah dan rasulnya.

Makdeg!! Nyesek!
“Aku ini ciptaanMu wahai Allah.. kok sekarang aku malah Kau perangi! Apa aku bisa menang ya Allah?”

Sesi kedua tanya jawab dan testimoni peserta, terbawa suasana semuanya karena mendengar penuturan mereka.

Mas El Candra memulai,
“Disini banyak mantan kawan-kawan AO bank, merasa berdosa ketika membujuk orang berutang tiap hari karena kejar target, lah saya ini kepala divisi yang membawahi 1000 AO (Account Officer), bayangkan berapa kali lipat-lipat dosa saya..” katanya dengan suara gemetar.

Lanjut mas Danto dari Semarang memberikan testimoni:
“Saya ini 15 tahun di bank berlabel syariah. Saya gak merasa sebagai pelaku riba, dan suka nunjuk ke mereka yang di bank konvensional lah pelaku riba. Kami ini penyelamat, dan saya bangga dengan pekerjaan ini. Sampai satu ketika saya belajar fiqih mumalah, saya tercenung dengan praktek yang saya temui di pekerjaan saya. Ketika bicara akad murabahah bank saya tidak pernah benar-benar membeli barang itu baru kami jual kembali. Tidak pernah kami membeli, bagaimana kami akan bisa menjualnya? akad ini cacat dan mengganjal di hati saya. Lalu akad mudharabah.. kenapa yang dibagi masih dari total uang yang dipinjamkan, bukan bagi hasil dari nilai keuntungan? Dan tidak ada resiko kerugian dengan adanya sita dan lelang. Lama berkecamuk dalam hati saya. Sampai ketika bertemu dengan salah satu ustadz saya berkata untuk membela diri, bahwa bank kami diawasi dengan syariah nasional. Jawaban ustadz itu membuat mati kutu.. 

“Nanti di akherat mas, engkau tidak bisa berlindung kepada siapun termasuk kepada dewan syariah jika pelaksanaannya menyimpang dari aturan Allah..”

Hal itu yang membuat saya memutuskan berhenti jadi bankir, semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya..”

Dia menangis di atas panggung.. semua peserta terdiam.

Saya memanggil kawan saya mas Rinanto Suryadhimirtha yang juga hadir seorang pengacara muslim yang sudah melanglang buana sebagai pengacara dipihak bank dan leasing untuk maju ke panggung,

“Saya ini dulu membela bank dan leasing sampai tahap eksekusi lelang. Sampai orang yang punya aset itu nangis-nangis saya gak peduli. Ketika hijrah saya menyesal luar biasa dan sekarang saya bekerja untuk berbalik membela mereka. Bagaimana mungkin sudah bayar ratusan juta, pas mau melunasi utang pokoknya masih banyak tanpa mau memberi keringanan. Sampai tahap lelang sekarang saya hadapi.. saya bahkan datangi orang-orang yang dulu hartanya saya lelang, saya minta maaf kepada mereka, dan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya..”
Katanya dengan suara gemetar..

Dilain waktu ada seorang yang bertanya pada saya, “mas kalau banyak yang resign bank bisa tutup dong? Kita kalau mau transfer duit pakai wesel di kantor pos lagi?”

“Bank gak akan tutup bro, karena sistem ekonomi kapitalis dianut di negeri ini. Paling hanya keluar-masuk pegawainya yang kenceng, dan ratusan ribu lulusan sarjana tiap tahun tersedia di Indonesia..” jawab saya.

“Terus mas?”

“Kerinduan pada lembaga keuangan yang syar’i itu sekarang sedang menggebu-gebu dari masyarakat. Misal bank itu ibarat rumah.. ketika ada pipanya yang bocor, airnya mampet, plafonnya pecah, WCnya membludak dan bau, tidak langsung kita bakar rumahnya kan. Tapi diperbaiki satu-persatu hingga rumah itu layak huni dan membawa ketenangan penghuninya..”

“Mmm.. gitu ya mas, terus siapa yang bisa memperbaiki itu semua mas kalau pada resign?”

“Bola ditangan pemerintah tentunya, undang para ulama, ustadz-ustadz ahli fiqih muamalah dari berbagai perwakilan, sampai ketemu formula untuk pelaksanaan sistem bank yang bener-bener syar’i dan adil, dan menentramkan kita semua..”

“Apa mungkin ya mas?”

“Dulu tentara dan polisi wanita itu gak boleh pakai hijab lho.. setelah ada desakan dari masyarakat sekarang banyak tentara dan polisi wanita yang berhijab karena aturannya berubah. Ya kita doakan saja semoga suatu saat dapat terwujud..”

“Terus bagaimana bersikap pada bank mas?”

“Tak lebih seperti kantor pos, gunakan produk yang tidak ada ribanya seperti jasa transfer uang, menyimpan secukupnya, kalau ada rejeki lain putar di usaha lagi agar lebih bermanfaat, bukan ditimbun.. dan jangan membuka akad riba apapun bentuknya..”

Ketika sesi istirahat mau sholat dzuhur panitia meminta peserta keluar untuk difoto pakai drone. Mereka diberi bendera untuk dilambai-lambaikan..
saya merinding membacanya..
“Jangan gadaikan akheratmu untuk duniamu..”

Itulah XBank, perjalanan hijrah saudara-saudara kita yang menggetarkan hati..

Sebuah postingan di facebooknya begini:
“Karir tertinggi seorang bankir adalah.. resign!”

Jleb!

Source : nahimunkar.org via fb Saptuari Sugiharto / Rinanto Suryadhimirtha